• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II KAJIAN TEORI, KERANGKA BERPIKIR DAN HIPOTESA

B. Prestasi Belajar

6. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Prestasi Belajar

Keberhasilan siswa dalam belajar dipengaruhi oleh beberapa faktor, baik faktor yang berasal dari dalam diri individu (internal) maupun faktor yang berasal dari luar individu (eksternal). Menurut Yudhi Munadi dalam bukunya yang berjudul Media Pembelajaran: Sebuah Pendekatan Baru, faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi belajar tersebut terdiri: Kondisi fisiologis, psikologis (intelegensi, perhatian, minat dan bakat, motif dan motivasi, kognitif dan daya nalar), kondisi lingkungan (alam dan sosial), faktor instrumental (kurikulum, sarana dan fasilitas, guru).27

Berikut beberapa faktor yang dapat mempengaruhi prestasi belajar siswa, diantaranya:

27

Yudhi Munadi, Media Pembelajaran: Sebuah Pendekatan Baru, (Jakarta: Gaung Persada Press, 2008), h. 24

a. Faktor Internal 1) Faktor Fisiologis

Secara umum kondisi fisiologis, terdiri dari kondisi fisik dan panca indera,28 seperti kesehatan yang prima, tidak dalam keadaan lelah dan capek, tidak dalam keadaan cacat jasmani, dan sebagainya, semuanya akan membantu dalam proses dan prestasi belajar siswa. Siswa yang kekurangan gizi, sebab mereka yang kekurangan gizi pada umumnya cenderung cepat lelah dan capek, cepat mengantuk dan akhirnya tidak mudah dalam menerima pelajaran.

Disamping kondisi diatas, merupakan hal yang penting juga memperhatikan kondisi pancaindera. Dengan memahami kelbihan dan kelemahan pancaindera dalam memperoleh pengetahuan atau pengalaman akan mempermudah dalam memilih dan menetukan jenis rangsangan atau stimulus dalam proses belajar.

2) Faktor Psikologis

Faktor kedua dari faktor intenal adalah faktor psikologis. Setiap siswa pada dasarnya memiliki kondisi psikologis yang berbeda-beda, dan tentunya hal ini akan berpengaruh pada proses dan hasil belajar masing-masing siswa. Beberapa faktor psikologis yang dapat diuraikan diantaranya meliputi intelegensi, perhatian, minat dan bakat, motif dan motivasi, dan kognitif dan daya nalar.

Pertama intelegensi, Garret mengemukakan definisi intelegensi sebagai berikut:“Intellegence, includes at least the abilities demanded in the solution of problems wich require the comprehension and use of symbols Artinya, intelegensi itu setidak-tidaknya mencakup kemampuan-kemampuan yang diperlukan untuk pemecahan masalah-masalah yang memerlukan pengertian serta menggunakan simbol-simbol.”29

28

Zikri Neni Iska, Psikologi: Pengantar Pemahaman Diri dan Lingkungan, (Jakarta: Kizi Brother’s, 2008), Cet. 2, h. 89

29

Kedua, perhatian, yaitu keaktifan jiwa yang tertuju pada suatu obyek. Untuk dapat menjamin prestasi belajar yang baik, maka siswa harus dihadapkan pada obyek-obyek yang dapat menari perhatian siswa, bila tidak maka perhatian siswa tidak akan terarah pada obyek yang sedang dipelajarinya.

Ketiga, minat dan bakat. Minat diartikan sebagai kecenderungan yang tetap untuk memperhatikan kegiatan belajar. Bakat adalah kemampuan untuk belajar. Kemampuan ini baru akan terealisasi menjadi kecakapan yang nyata setelah melalui proses belajar dan berlatih.

Keempat, motif dan motivasi. Motif diartikan sebagai daya upaya yang mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu. Dalam setiap diri manusia pada umumnya mempunyai dua macam motif, yaitu motif yang sudah ada dalam diri seseorang yang sewaktu-waktu akan muncul tanpa ada pengaruh dari luar, disebut intrinsic motive. Motif lainnya adalah motif yang datang dari luar, yakni karena ada pengaruh situasi lingkungannya, motif ini disebut extrinsic motive. Motivasi adalah usaha-usaha untuk menyediakan kondisi-kondisi sehingga seseorang mau melakukan sesuatu.30

Kelima, kognitif dan daya nalar. Pembahasan mengenai ini meliputi tiga hal, diantaranya, persepsi, mengingat dan berpikir. Persepsi adalah penginderaan terhadap suatu kesan yang timbul dala lingkungannya. Mengingat adalah suatu aktivitas kognitif, dimana orang menyadari bahwa pengetahuannya berasal dari masa yang lampau. Berpikir adalah proses dalam rangka menyesuaikan diri dengan dunia nyata. Jadi yang membedakan satu siswa dengan siswa lainnya adalah kadar kekuatan daya nalarnya.31

30

S. Nasution, Didaktik Asas-Asas Mengajar…, h. 73

31

b. Faktor Eksternal

1) Faktor Lingkungan

Kondisi lingkungan juga mempengaruhi proses dan prestasi belajar siswa. Lingkungan ini dapat berupa lingkungan fisik atau alam dan dapat berupa lingkungan sosial.32 Lingkungan alam, misalnya keadaan suhu, kelembaban, dan sebagainya. Belajar pada tengah hari di ruang yang memiliki ventilasi udara kurang tentunya akan berbeda belajar di pagi hari yang udaranya masih segar dengan ruangan yang cukup mendukung. Lingkungan sosial baik yang berwujud manusia maupun hal-hal lainnya, juga dapat mempengaruhi proses dan prestasi belajar siswa. Hirik pikuk lingkungan sosial seperti, suara mesin pabrik, lalu lintas, gemuruhnya pasar dan lain-lain juga akan berpengaruh terhadap proses dan prestasi belajar siswa.

2) Faktor Instrumental

Faktor instrumental adalah faktor yang keberadaan dan penggunaannya dirancang sesuai dengan prestasi belajar yang diharapkan. Faktor-faktor instrumental ini dapat berupa kurikulum, sarana dan prasarana dan guru, yang jelas sangat besar pengaruhya dalam proses dan prestasi belajar siswa karena faktor instrumental inilah yang menentukan bagaimana proses belajar mengajar itu akar terjadi di dalam diri si pelajar.33

Salah satu faktor yang berpengaruh besar terhadap prestasi belajar siswa adalah guru. Guru dalam Islam adalah orang yang bertanggung jawab terhadap perkembangan anak didik dengan mengupayakan seluruh potensinya, baik potensi kognitif, afektif, maupun psikomotorik. Guru juga berarti orang dewasa yang bertanggung jawab memberikan pertolongan pada anak didik dalam perkembangan jasmani dan rohaninya

32

Zikri Neni Iska, Psikologi…, h. 89

33

agar mencapai tingkat kedewasaan, serta mampu berdiri sendiri dalam memenuhi tugasnya sebagai hamba Allah SWT.

Guru adalah pendidik profesional dengan tugas utamanya mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, dan mengevaluasi peserta didik. Oleh sebab itu guru diharuskan memiliki beberapa kompetensi, diantaranya kompetensi pedagogik, kepribadian, sosial, dan kompetensi profesional agar siswa memperoleh hasil belajar terbaik sesuai harapan. Selain itu dalam rangka mengoptimalkan prestasi siswa, guru dituntut untuk dapat meningkatkan kemampuan belajar pendidikan agama Islam dengan jalan mengefektifkan proses pembelajaran. Tindakan guru dalam mengatasi masalah ini adalah sebagai berikut:34 1. Guru harus mampu menyusun perencanaan pembelajaran yang bijak.

Setiap guru harus mengetahui unsur-unsur perencanaan pembelajaran yang baik, antara lain, kebutuhan-kebutuhan siswa, tujuan-tujuan yang hendak dicapai, berbagai strategi yang relevan digunakan untuk mencapai tujuan tersebut, dan kriteria evaluasi. 2. Guru harus mampu berkomunikasi secara efektif dengan

siswa-siswanya. Seorang guru harus mengetahui teori-teori komunikasi yang efektif, karena tidak akan terlalu bermanfaat ilmu yang dikuasai guru kalau dia tidak mampu mengkomunikasikannya pada siswa secara baik.

3. Guru harus mampu mengembangkan strategi pembelajaran yang membelajarkan. Guru tidak bisa mengontrol intensitas siswa dalam menyerap bahan-bahan pelajaran, untuk itulah guru sebaiknya terus mengubah dan mengembangkan strategi agar mampu membuat siswa-siswanya belajar.

4. Guru harus mampu menguasai kelas. Dalam hai ini, guru harus mengenali benar siswa-siswanya sesuai dengan kemampuan siswa dengan menggunakan berbagai pendekatan pedagogis yang mampu

34

menciptakan suasana tenang, penuh keceriaan dan motivasi untuk belajar.

5. Guru harus mampu melakukan evaluasi secara benar. Seorang guru yang baik, tidak cukup hanya didukung oleh perencanaan pembelajaran, kemampuan mengembangkan proses pembelajaran, penguasaannya terhadap bahan ajar, serta kemampuan peguasaan kelas, tanpa diimbangi dengan kemampuan melakukan evaluasi terhadap pencapaian kompetensi siswa, yang sangat menentukan dalam konteks perencanaan berikutnya.

Dokumen terkait