B. Prestasi Balajar Siswa
2. Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Prestasi Belajar
Ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi prestsi belajar siswa di sekolah, yaitu:
a. Faktor Lingkungan
Faktor lingkungan siswa ini dapat dibagi menjadi dua bagian yaitu,
pertama, faktor lingkungan alam atau non sosial seperti keadaan sushu, kelembaban udara, waktu (pagi, siang, malam), letak gedung sekolah dan lain-lainnya. Kedua, faktor lingkungan sosial, baik yang berwujud manusia dan representasinya termasuk budayanya, akan mempengaruhi proses dan hasil belajar siswa.
b. Faktor Instrumental
Faktor instrumental ini terdiri dari gedung-gedung, atau sarana fisik kelas, sarana atau alat pengajaran, guru, kurikulum, materi pelajaran,
23
serta strategi belajar mengajar yang digunakan akan mempengaruhi proses dan hasil belajar siswa.
c. Faktor Kondisi Internal Siswa
Faktor kondisi internal siswa ini terdiri dari dua macam, yaitu kondisi fisiologis dan psikologis siswa. Faktor kondisi fisiologis siswa terdiri dari kesehatan dan kebugaran fisik serta kondisi panca indranya terutama penglihatan dan pendengaran.
Adapun faktor psikologis yang akan mempengaruhi keberhasilan siswa adalah minat, bakat, intelegensi, motivasi, dan kemampuan-kemampuan kognitif, seperti kemampuan persepsi, ingatan, berfikir dan kemampuan dasar pengetahuan yang dimilki siswa.24
Sedangkan menurut Slameto, faktor-faktor yang mepengaruhi prestasi belajar banyak jenisnya, tetapi dapat digolongkan menjadi dua, yaitu faktor intern dan faktor ekstern.
a. Faktor Intern
Faktor intern adalah faktor yang ada di dalam diri individu siswa yang sedang belajar.
1) Sebab yang bersifat biologis yang berhubungan dengan jasmaniah. a) Kesehatan : Faktor kesehatan seseorang sangat berpengaruh
terhadap belajarnya. Proeses belajar seseorang akan terganggu jika kesehatannya terganggu, selain itu ia akan merasa cepat lelah, kurang bersemangat, mudah pusing, ngantuk atau gangguan-gangguan kelainan fungsi alat indera serta tubuhnya.
b) Cacat badan : Contoh bisu, tuli, buta, lumpuh dan lain-lain. Hal ini dapat menghambat belajar anak, sebab anak yang seperti ini tidak dapat menerima pelajaran seperti anak-anak normal melainkan secara khusus.
2) Sebab yang bersifat psikologis, seperti: a) Intelegensi
24
Intelegensi merupakan salah satu faktor yang sangat mempengaruhi kemajuan dan perkembangan anak, sebab jika integensi anak rendah maka hal ini akan membatasi kemampuan belajarnya, siswa yang mempunyai tingkat intelegensi yang tinggi akan lebih berhasil dari pada yang mempunyai tingkat intelegensi rendah.
b) Perhatian
Ini sangat mempengaruhi kemajuan belajar anak, sebab denga tidak adanya perhatian terhadap pelajaran maka anak tidak akan suka belajar, berarti tanpa perhatian akan sangat menghambat belajar anak.
c) Minat
Minat besar pengaruhnya terhadap belajar, karena bila pelajaran tidak sesuai dengan minat mereka maka anak tidak akan dapat belajar dengan baik. Ia segan untuk belajar, ia tidak akan memperoleh kepuasan dari pelajaran itu.
Bahan pelajaran yang menarik minat siswa, akan lebih mudah dipelajari dan di simpan karena minat menambah siswa untuk belajar.
d) Bakat
Jika pelajaran tidak sesuai dengan bakat anak maka anak tidak akan mencapai prestasi tinggi karena dia tidak berbakat dalam bidang itu.
e) Motif
Motif yang kuat sangatlah perlu di dalam belajar, dalam membentuk motif yang kuat itu dapat dilaksanakan dengan adanya latihan-latihan / kebiasaan-kebiasaan dan pengaruh lingkungan yang memperkuat. Jadi, latihan atau kebiasaan itu sangat perlu dalam belajar.
Anak yang belum siap (matang), belum dapat melaksanakan kecakapannya sebelum belajar, belajarnya akan lebih berhasil jika anak sudah siap (matang). Jadi, kemajuan baru untuk memiliki kecakapan itu tergantung dari kematangan dan belajar.
g) Kesiapan
Kesiapan adalah kesedian untuk memberi respon / reaksi. Kesiapan ini perlu diperhatikan dalam proses belajar, karena jika siswa belajar dan padanya sudah ada kesiapan maka hasil belajarnya akan lebih baik.
h) Faktor Kelelahan
Kelelahan dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu kelelahan jasmani dan kelelahan rohani (bersifat psikis). Kelelahan jasmani dapat terlihat dari lemahnya tubuh dan timbul kecenderungan untuk membaringkan tubuh. Karena kelelahan ini terjadi karena kekacauan subtansi sisa pembakaran dalam tubuh.
Kelelahan rohani dapat terlihat dengan adanya kelesuan dan kebosanan. Kelelahan ini terasa pada bagian kepala sehingga anak sulit untuk berkonsentrasi. Agar anak belajar dengan baik, perlu diusahakan kondisi yang bebas dari kelelahan seperti : tidur / istirahat yang cukup, memenuhi makanan yang sehat dan bergizi, dan lain-lain.
b. Faktor Ekstern 1) Fator Keluarga
Siswa yang belajar akan menerima pengaruh dari keluarganya berupa:
a) Cara Orangtua Mendidik Anaknya
Cara orangtua mendidik anak-anaknya akan berpengaruh terhadap belajarnya. Ada orangtua yang mendidik anaknya dengan memanjakannya, ada orangtua yang terlalu kasihan tak sampai hati memaksa anaknya untuk balajar, atau orangtua yang
memperlakukan anaknya dengan keras dan lain-lain. Hal ini akan sangat mempengaruhi belajar anak.
b) Relasi Antar Anggota Keluarga
Relasi / hubungan yang terpenting adalah hubungan orangtua dengan anaknya. Selain itu relasi anak dengan saudaranya atau dengan anggota yang lain turut mempengaruhi belajar anak.
Demi kelancaran belajar serta keberhasilan anak, perlu diusahakan relasi / hubungan yang baik dalam keluarga anak tersebut. Yaitu hubungan yang penuh pengertian dan kasih sayang disertai dengan bimbingan dan bila perli hukuman untuk mensukseskan belajar anak itu sendiri.
c) Suasana Rumah
Suasana rumah yang kurang tenang, damai dan harmonis sangat berpengaruh terhadap proses belajar anak, karena hal itu sangat mendukung belajar anak. Jika keadaan tenang dan harmonis, maka dalam belajarpun anak akan merasakan kenyamanan sehingga apa yang dipelajari akan mudah diingat dan dipahami.
d) Keadaan Ekonomi Keluarga
Jika keadaan ekonomi kurang, maka kebutuhan dan perlengkapan belajar akan kurang terpenuhi, bisa jadi tempat belajarpun tidak ada. Jika begitu maka anak tidak akan belajar dengan baik. Demikian juga anak yang ekonomi keluarganya serba terpenuhi dapat juga terhambat dalam belajar, karena biasanya anak tersebut biasa dimanja oleh orangtuanya sehingga ia hanya bersenang-senang dan kurang perhatian terhadap pelajarannya.
e) Pengertian Orangtua
Anak belajar perlu dorongan dan pengertian dari orangtuanya. Bila anak sedang belajar jangan diganggu dengan tugas-tugas dirumah. Karena anak akan mengalami lemah
semangat dalam belajar. Orangtua wajib memberi pengertian dan mendorongnya, membantu sedapat mungkin kesulitan yang dialami anak di sekolah serta menghubungi guru untuk mengetahui perkembangan belajarnya di sekolah.
f) Latar Belakang Kebudayaan
Tingkat pendidikan atau kebiasaan di dalam keluarga mempengaruhi sikap anak dalam belajar. Kepada anak perlu ditanamkan kebiasaan-kebiasaan yang baik, agar dapat mendorong anak untuk lebih giat belajar.
2) Faktor Sekolah a) Metode Mengajar
Metode mengajar guru yang kurang baik akan mempengaruhi belajar siswa yang tidak baik pula, hal itu dapat terjadimisalnya karena guru kurang persiapan dan kurang menguasai materi pelajaran sehingga dalam penyajiannya menjadi tidak jelas atau sikap guru yang kurang baik kepada siswa dan atau terhadap guru mata pelajaran itu sendiri.
b) Kurikulim
Kurikulum yang kurang baik berpengaruh tidak baik tehadap belajar siswa, misalnya kurikulum yang terlalu padat, diatas kemampuan siswa, tidak sesuai dengan bakat, minat dan perhatian siswa.
c) Relasi / Hubungan Guru Dengan Siswa
Biasanya guru yang sudah dibenci siswa, maka pelajaran yang disampaikannya tidak akan berhasil dengan maksimal. Anak segan mempelajari mata pelajaran yang diberikannya, akibatnya akan berpengaruh terhadap belajarnya. Sebaliknya jika hubungan guru dengan siswa baik, siswa akan menyukai gurunya dan mata pelajaran yang diberikannya sehingga siswa akan berusaha belajar dengan baik.
d) Hubungan Antara Siswa Dengan Temannya
Hubungan dengan teman yang baik akan membawa anak tersebut ke arah yang baik pula, hal ini juga dapat menjadi motivasi bagia anak untuk saling berbagi pengetahuan dan bersaing dalam pelajaran, yang akhirnya akan berujung pada dampak yan positif. Sebaliknya hubungan dengan teman yang kurang baik akan menimbulkan perasaan malas belajar dan cenderung bersenang-senang tentunya akan berujung pada dampak negatif.
e) Disiplin Sekolah
Kedisiplinan erat hubungannya dengan kerajinan siswa dalam sekolah dan juga dalam belajar. Kedisiplinan sekolah mencakup kedisiplinan guru dalam mengajar dan melaksanakan tata tertib sekolah. Seluruh staf sekolah yang mengikuti tata tertib dan bekerha disiplin membuat siswa menjadi disiplin pula, dan juga akan memberi pengaruh yang positif terhadap belajarnya. f) Alat Pelajaran
Alat pelajaran erat hubungannya dengan cara belajar siswa, karena alat pelaran yang dipakai guru waktu mengajar dipakai pula oleh siswa untuk menerima bahan yang diajarkan, alat pelajaran yang lengkap dan tepat akan memperlancar penerimaan bahan pelajaran yang diberikan kepada siswa.
g) Waktu Sekolah
Waktu sekolah ialah waktu terjadinya proses belajar mengajar disekolah, waktu itu bisa pagi, siang atau sore hari, karena waktu belajar dapat mempengaruhi belajar siswa. Siswa yang sekolah di siang hari, akan mendengarkan pelajaran sambil mengantuk dan sebagainya, tapi siswa yang sekolah di pagi hari, pikiran masih segar, jasmani dalam kondisi yang baik sehingga lebih siap menerima pelajaran.
Maksudnya jika pelajaran yang diberikan oleh guru berada diatas kemampuan anak pada umumnya, maka hanya anak-anak yang pandai sajalah yang akan berhasil menerimanya, dan hal ini juga merupakan hambatan belajar bagi anak.
i) Keadaan Gedung
Dengan jumlah keadaan yang banyak serta variasi karakteristik mereka masing-masing menuntut keadaan gedung yang memadai disetiap kelas.
j) Metode Belajar Siswa
Dengan cara belajar yang tepat akan efektif pula hasil belajar siswa itu. Anak perlu belajar secara teratur setiap hari, dengan perkembangan yang baik, memilih cara belajar yang tepat dan cukup istirahat akan meningkatkan hasil belajar anak.
k) Tugas Rumah
Waktu belajar yang utama adalah di sekolah, di samping untuk belajar waktu di rumah. Maka diharapkan guru jangan terlalu banyak memeberi tugas yang harus dikerjakan di rumah, sehingga anak tidak mempunyai waktu lagi untuk kegiatan lainnya.
3) Faktor Masyarakat
a) Kegiatan Siswa Dalam Masyarakat
Kegiatan siswa dalam masyarakat dapat menguntungkan terhadap perkembangan pribadinya. Tetapi jika siswa ambil bagian dalam kegiatan di masyarakat terlalu banyak, maka akan mengganggu waktu belajarnya.
b) Mass Media
Yang termasuk dalam mass media adalah bioskop, radio, tv, surat kabar, majalah, komik-komik dan lain-lain, yang semua itu ada dan beredar dalam masyarakat. Maka perlunya kiralah siswa mendapatkan bimbingan dan kontrol yang cukup bijaksana dari pihak orangtua dan pendidik, baik dalam keluarga, sekolah dan masyarakat.
c) Teman Bergaul
Pengaruh-pengaruh dari teman bergaul akan lebih cepat masuk dalam jiwanya dari pada yang kita duga. Teman bergaul yang baik akan berpengaruh baik terhadap guru siswa, sebaliknya teman bergaul yang tidak baik akan berpengaruh tidak baik pula terhadap diri siswa.
d) Bentuk Kehidupan Masyarakat
Kehidupan masyarakat di sekitar siswa juga berpengaruh terhadap belajar siswa. Lingkungan masyarakat yang tidak baik seperti penjudi, suka mencuri, orang tidak terpelajar dan kebiasaan buruk lainnya, akan berpengaruh jelek atau tidak baik terhadap anak, sebaliknya jika lingkungan anak adalah orang-orang terpelajar yang baik, maka siswa akan terpengaruh ke dalam hal-hal yang baik pula seperti apa yang ada di lingkungannya. Dan pengaruh itu akan mendorong semangat anak atau siswa untuk lebih giat lagi dalam belajarnya.25