• Tidak ada hasil yang ditemukan

TABEL PERHITUNGAN

D. Interpretasi data

2 2 ) 2182 ( 159584 . 30 ( ) 2828 ( 268706 . 30 ) 2182 )( 2828 ( 206213 . 30    = ) 4761124 4787520 )( 7997584 ( 8061180 6170696 6186390    = ) 26396 )( 63596 ( 15694 = 1678680016 15694 = = 0,383 D. Interpretasi data

Dalam menginterpretasikan hasil korelasi antara hubungan perhatian orangtua terhadap prestasi belajar siswa, peneliti menggunakan dua cara, yaitu:

1. Interpretasi secara kasar/sederhana

Dari perhitungan di atas ternyata antara korelasi antara variable X (hubungan Perhatian Orangtua) dengan variable Y (prestasi belajar) tidak bertanda negative. Hal ini berarti antara dua variabel tersebut terdapat korelasi positif, walaupun hasilnya lemah atau rendah.

Dengan memperhatikan besarnya rxy (yaitu = 0,383) yang besarnya berkisar antara 0,20 - 0,40 berarti korelasi positif antara variable X dan variable Y itu adalah termasuk korelasi positif yang lemah atau rendah.

2. Interpretasi dengan menggunakan table nilai “r” Product Moment

Untuk mengetahui signifikansi rxy melalui tabel “r” Product Moment, langkah pertama yang harus ditempuh adalah dengan mencari df

(degree of freedom) atau derajat bebasnya terlebih dahulu. Dalam penelitian ini, sampel yang diteliti sebanyak 30 orang. berarti N = 30. Dengan demikian df = N - nr = 30 – 2 = 28.

Dengan df sebesar 28 diperoleh r. tabel pada taraf signifikansi 5% sebesar 0,361. Ternyata rxy (0,383) lebih besar dari r.tabel (0, 361) maka Ho (Hipotesis Nol) ditolak dan Ha (Hipotesis Alternatif) diterima.

Berdasarkan hasil penelitian tersebut maka dapat disimpulkan bahwa perhatian orangtua berpengaruh positif terhadap peningkatan prestasi belajar siswa kelas V SD Negeri Jatirahayu I.

3. Menghitung kooefisien determinan

Setelah melakukan uji hipotesis untuk mengetahui seberapa besar pengaruh variabel X terhadap variabel Y yang dinyatakan dalam bentuk

persen, maka digunakan rumus “Coefficient of Determination” atau koofisien penentu yang dalam hal ini digunakan untuk lebih memudahkan

pemberian interprestasi angka indeks korelasi ”r” product moment di atas sebagai berikut:

KD = r² x 100% = 0,383 ² x 100% = 0,146689 x 100% = 14,67%

Dari perhitungan di atas diperoleh hasil koofisien determinan sebesar 14,67%, hal ini menunjukkan bahwa variabel X (Perhatian Orangtua) memberikan pengaruh terhadap variabel Y (prestasi belajar) sebesar 15,28%. Dan 84,72% dari prestasi belajar siswa dipengaruhi oleh faktor lain. Faktor tersebut kemungkinan dapat juga disebabkan oleh faktor internal, diantaranya inteligensia, kemauan, bakat, daya ingat, daya konsentrasi. atau faktor eksternal diantaranya faktor lingkungan keluarga, faktor lingkungan sekolah, faktor lingkungan masyarakat siswa.

64

BAB V PENUTUP

A. Kesimpulan

Berdasarkan hasil analisa dan pengujian hipotesis, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa:

1. Perhatian Orangtua dapat memberikan pengaruh terhadap peningkatan prestasi belajar siswa/i di SD NegeriJatirahayu I. Hal ini dapat diketahui dari hasil penelitian yang diperoleh peneliti dari observasi dan angket yang disebarkan pada siswa yang menjadi objek penelitian ini. Aspek dasar Perhatian Orangtua yang sebagai indikator pengukuran perkembangan Perhatian Orangtua siswa dimiliki secara baik oleh sebagian besar sampel penelitian.

2. Dari hasil penelitian yang dilakukan di SD Negeri Jatirahayu I, dihasilkan kesimpulan terdapat hubungan yang diberikan oleh Perhatian Orangtua terhadap prestasi belajar siswa. Hal ini dapat dilihat dari hasil r.hitung lebih besar dari r.tabel dalam taraf signifikan 5% (0,383<0,349) dengan demikian hipotesis diterima.

B. Implikasi

1. Pembelajaran tentang hal- hal yang dapat menumbuhkan perhatian orangtua harus mulai di tanamkan dalam diri siswa/i.

2. Memberikan arahan kepada siswa/i bahwa keberhasilan itu bukan hanya bermula dari prestasi semata, tetapi juga membutuhkan perhatian orangtua yang baik.

C. Saran

1. Bagi para orangtua hendaknya lebih meningkatkan perhatiannya, mengintensifkan kepeduliannya terhadap segala hal yang berhubungan dengan pendidikan anaknya, seperti buku-buku atau pengetahuan lain yang berhubungan dengan pendidikan agar motovasi dan semangat anak menjadi terpacu sehingga prestasi belajarnya pun lebih baik.

2. Para orangtua juga perlu meningkatkan bimbingan dan nasehatnya kepada anak agar tidak menghabiskan waktunya untuk bermain sehingga lupa waktu belajar.

3. Bagi para guru hendaknya memberi dorongan dan saran kepada para orangtua siswa, untuk terus memperhatikan anaknya sekuat tenaga selama masih dalam bingkai positif karena hal itu akan berpengaruh terhadap perkembangan belajar anak.

4. Untuk para siswa, janganlah keadaan ekonomi, latar belakang pendidikan orangtua dan profesi orangtua dijadikan sebagai alasan untuk tidak berprestasi atau semangat belajar menjadi lemah, justru keadaan seperti itu hendaknya menjadi cambuk, motovasi dan dorongan agar prestasi belajar menjadi lebih baik, karena pada dasarnya setiap anak atau siswa memiliki kesempatan dan peluang yang sama untuk meraih prestasi.

Basya Hassan Syamsyi, Cara Jitu Mendidik Anak, (Dzikrul, 2000)

Ali, Mohammd, Psikologi Remaja, (Jakarta: PT. Bumi Aksara, 2008), cet. 4

Sabri, Alisuf , Ilmu Pendidikan, (Jakarta: CV. Pedoman Ilmu Jaya, 1999)

---Sabri, Alisuf, Pengantar Psikologi Umum dan Perkembangan, (Jakarta: Pedoman Ilmu Jaya, 1993), cet-1

---Sabri, Alisuf, Psikologi Pendidikan, (Jakarta: Pedoman Ilmu Jaya, 2007), Cet ke-3

Suryabrata, Sumadi, Psikologi Pendidikan, (Jakarta: Rajawali, 1990

Slameto, Belajar dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhi, (Jakarta: Rineka Cipta, 2010)

Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Kamus Besar Bahasa Indonesia, (Jakarta: Balai Pustaka, 1999)

Mahali, Mudjad, Hubungan Timbal Balik Orang Tua dan Anak, (Solo: Ramadhani, 1994), cet-III

Sahab, Salwa, Membina Muslim Sejati, (Gresik: Karya Indonesia, 1989)

SJ, drots, Proses Pembelajaran Sebagai Proses Pendidikan, (Jakarta: Gramedia, 1999)

Hasbullah, Dasar-dasar Ilmu Pendidikan, (Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2006)

Muhammad Surya dan Jumhur, Bimbingan dan Penyuluhan di Sekolah, (Bandung: CV. Ilmu, 1975)

PT.Remaja Rosdakarya: 2007)

Gunawan, Ary H, Peranan Keluarga Memandu Anak, (Jakarta: CV. Rajawali, 1986)

Dina Diana dan Baban Sabana, AMPUH Menjadi Cerdas Tanpa Batas, (Jakarta: Gramedia, 2001) Cet ke-2

Syah, Muhibbin, Psikologi Belajar, (Jakarta: PT Logos, 1999), Cet ke-1

Haryanto, Perencanaan Pengajaran, (Jakarta: Rineka Cipta, 1997)

Furchan Arif, Pengantar Penelitian dalam Pendidikan, (Surabaya: Usaha Nasional)

Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D, (Bandung: CV. Alfabeta, 2008)

2

meja belajar, lampu belajar dan alat-alat tulis yang diperlukan

3 Orang tua menemani anda ketika belajar dirumah

4 Orang tua anda memberikan waktu khusus untuk belajar dirumah

5 Orang tua menanyakan hasil tes atau ulangan

6 Orang tua anda memeriksa pekerjaan rumah anda

7 Orang tua membantu/membimbing anda dalam mengerjakan pekerjaan rumah

8 Orang tua ikut mengatasi kesulitan belajar anda

9 Orang tua memberikan bimbingan ketika anda belajar

10 Orang tua menegur ketika anda malas belajar

11 Orang tua menanyakan kesulitan belajar anda kepada guru

12 Orang tua anda menanyakan kepada guru tentang perkembangan belajar anda di sekolah

13 Orang tua anda melarang membeli buku pelajaran di sekolah

14 Orang tua membiarkan anda tidur larut malam

15 Orang tua menganjurkan anda untuk mengikuti bimbingan belajar di sekolah

16 Orang tua membiarkan anda mengerjakan PR sendiri

17 Ketika anda belajar, orang tua anda memberikan jawaban yang baik atas pertanyaan anda

18 Orang tua anda menyediakan buku/pengetahuan lain di rumah yang berhubungan dengan pelajaran di sekolah

19 Orang tua anda menegur/ memarahi ketika nilai anda jelek

20 Orang tua anda membaca majalah, koran/ buku lain yang berhubungan dengan pelajaran di sekolah

21 Orang tua membantu membersihkan/membereskan perlengkapan sekolah

22 Orang tua memberi hadiah saat nilai belajar anda baik

23 Orang tua memberi uang untuk keperluan belajar di sekolah

24 Ketika anda belajar, orang tua asik menonton televisi

25 Orang tua menanyakan kesehatan anda

26 Orang tua memberi tahu bagaimana harusnya anda bergaul dengan teman anda

27 Ketika anda menyaksikan acara televisi, orang tua anda memberikan bimbingan tentang acara tersebut

28 Ketika anda menyaksikan acara televisi, orang tua anda memberikan bimbingan tentang acara tersebut

29 Ketika anda bermain, kemudian lupa waktu belajar, orang tua anda memarahi/menasihati anda

Dokumen terkait