• Tidak ada hasil yang ditemukan

2. Sindrom Premenstruasi (PMS) 1 Pengertian 1 Pengertian

3.3 Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Proses Belajar

Dalam belajar, banyak sekali faktor yang mempengaruhinya. Dari sekian

banyak faktor yang mempengaruhi belajar, dapat digolongkan menjadi tiga

3.3.1 Faktor-faktor Stimuli Belajar

Yang dimaksudkan dengan stimuli belajar di sini yaitu segala hal di luar

individu yang merangsang individu itu untuk mengadakan reaksi atau perbuatan

belajar. Stimuli dalam hal ini mencakup materiil, penegasan, serta suasana

lingkungan eksternal yang harus diterima atau dipelajari oleh si pelajar. Beberapa

hal yang berhubungan dengan faktor-faktor stimuli belajar yaitu:

1) Panjangnya Bahan Pelajaran

Panjangnya bahan pelajaran berhubungan dengan jumlah bahan pelajaran.

Semakin panjang bahan pelajaran, semakin panjang pula waktu yang diperlukan

oleh individu untuk mempelajarinya. Bahan yang terlalu panjang atau terlalu

banyak dapat menyebabkan kesulitan individu dalam belajar. Kesulitan individu

itu tidak hanya karena panjangnya waktu untuk belajar, melainkan lebih

berhubungan dengan faktor kelelahan serta kejemuan si pelajar dalam menghadapi

atau mengerjakan bahan yang banyak itu.

2) Kesulitan Bahan Pelajaran

Tiap-tiap bahan pelajaran mengandung tingkat kesulitan yang berbeda.

Tingkat kesulitan bahan pelajaran mempngaruhi kecepatan pelajar. Makin sulit

sesuatu bahan pelajaran, makin lambatlah orang mempelajarinya.

3) Berartinya Bahan Pelajaran

Belajar memerlukan modal pengalaman yang diperoleh dari belajar

diwaktu sebelumnya. Modal pengalaman itu dapat berupa penguasaan bahasa,

dari bahan yang dipelajari di waktu sekarang. Bahan yang berarti memungkinkan

individu untuk belajar, karena individu dapat mengenalnya.

4) Berat-Ringannya Tugas

Berat atau ringannya suatu tugas ini erat hubungannya dengan tingkat

kemampuan individu. Tugas yang sama, kesukarannya berbeda bagi

masing-masing individu. Hal ini disebabkan karena kapasitas intelektual serta pengalaman

mereka tidak sama.

5) Suasana Lingkungan Eksternal

Suasana lingkungan eksternal menyangkut banyak hal, antara lain: cuaca,

waktu, kondisi tempat, penerangan dan sebagainya. Faktor-faktor ini

mempengaruhi sikap dan reaksi individu dalam aktivitas belajarnya, sebab

individu yang belajar adalah interaksi dengan lingkungannya.

3.3.2 Faktor-Faktor Metode Belajar

Metode mengajar yang dipakai oleh guru sangat mempengaruhi metode

belajar yang dipakai oleh si pelajar. Faktor-faktor metode belajar menyangkut

hal-hal berikut:

1) Overlearning dan Drill

Overlearning dilakukan untuk mengurangi kelupaan dalam mengingat keterampilan-keterampilan yang pernah dipelajari tetapi dalam sementara waktu

tidak dipraktekkan. Overlearning yang terlalu lama menjadi kurang efektif bagi

kegiatan praktek. Drill berlaku bagi kegiatan berlatih abstraksi misalnya

berhitung. Overlearning dan drill berguna untuk memantapkan reaksi dalam

2) Resitasi Selama Belajar

Kombinasi kegiatan membaca dengan resitasi sangat bermanfaat untuk

meningkatkan kemampuan membaca itu sendiri, maupun untuk menghafalkan

bahan pelajaran.

3) Pengenalan Tentang Hasil-Hasil Belajar

Pengenalan seseorang terhadap hasil atau kemajuan belajarnya adalah

penting, karena dengan mengetahui hasil-hasil yang sudah dicapai, seseorang akan

lebih berusaha meningkatkan hasil belajar selanjutnya.

4) Belajar dengan Keseluruhan dan dengan Bagian-Bagian

Belajar mulai dari keseluruhan ke bagian-bagian adalah lebih

menguntungkan daripada belajar mulai dari bagian-bagian. Hal ini karena dengan

dimulai dari keseluruhan, individu menemukan set yang tepat untuk belajar.

5) Penggunaan Modalitas Indera

Ada tiga impresi yang penting dalam belajar, yaitu: oral, visual, dan

kinestetik. Modalitas indera yang dipakai oleh masing-masing individu dalam

belajar tidak sama. Ada orang yang berhasil belajarnya dengan menekankan

impresi oral saja, dengan impresi visual saja atau dengan impresi kinestetik saja.

Di samping itu, ada pula yang belajar dengan menggunakan kombinasi impresi

indera.

6) Penggunaan Set dalam Belajar

Arah perhatian seseorang sangat penting bagi belajarnya. Belajar tanpa set

7) Bimbingan dalam Belajar

Bimbingan yang terlalu banyak diberikan oleh guru atau orang lain

cenderung membuat si pelajar menjadi tergantung. Bimbingan dapat diberikan

dalam batas-batas yang diperlukan oleh individu.

8) Kondisi-Kondisi Insentif

Insentif adalah objek atau situasi eksternal yang dapat memenuhi motif

individu. Insentif adalah alat untuk mencapai tujuan.

3.3.3 Faktor-Faktor Individual

Faktor-faktor individual sangat besar pengaruhnya terhadap belajar

seseorang, adapun faktor-faktor individual itu menyangkut hal-hal berikut:

1) Kematangan

Kematangan dicapai oleh individu dari proses pertumbuhan fisiologisnya.

Dengan berkembangnya fungsi-fungsi otak dan sistem saraf, hal ini akan

menumbuhkan kapasitas mental seseorang dan mempengaruhi hal belajar

seseorang itu.

2) Faktor Usia Kronologis

Pertambahan dalam hal usia selalu dibarengi dengan proses pertumbuhan

dan perkembangan. Semakin tua usia individu, semakin meningkat pula

kematangan berbagai fungsi fisiologisnya. Usia kronologis merupakan faktor

3) Faktor Perbedaan Jenis Kelamin

Hingga saat ini belum ada petunjuk yang menguatkan tentang adanya

perbedaan skil, sikap-sikap, minat, temperamen, bakat, dan pola-pola tingkah laku

sebagai akibat dari perbedaan jenis kelamin.

4) Pengalaman Sebelumnya

Pengalaman yang diperoleh oleh individu ikut mempengaruhi hal belajar

yang bersangkutan, terutama pada transfer belajarnya.

5) Kapasitas Mental

Dalam tahap perkembangan tertentu, individu mempunyai

kapasitas-kapasitas mental yang berkembang akibat dari pertumbuhan dan perkembangan

fungsi fisiologis pada sistem saraf.

6) Kondisi Kesehatan Jasmani

Orang yang belajar membutuhkan kondisi badan yang sehat. Orang yang

badannya sakit atau kelelahan tidak akan dapat belajar dengan efektif.

7) Kondisi Kesehatan Rohani

Gangguan serta cacat mental pada seseorang sangat mengganggu hal

belajar orang yang bersangkutan. Seseorang tidak akan dapat belajar dengan baik

apabila sakit ingatan, sedih, frustasi, atau putus asa.

8) Motivasi

Motivasi penting untuk proses belajar, karena motivasi menggerakkan

organisme, mengarahkan tindakan, serta memilih tujuan belajar yang dirasa paling

BAB 3

Dokumen terkait