• Tidak ada hasil yang ditemukan

A. Belajar dan Hasil Belajar 1. Pengertian Belajar

3. Faktor-faktor yang mempengaruhi proses belajar

Menurut Baharudin dan Wahyuni (2008:19-28) faktor-faktor yang mempengeruhi proses belajar adalah sebagai berikut:

a. Faktor Internal 1) Faktor fisiologis

Faktor fisiologis adalah faktor yang berhubungan dengan kondisi individu. Faktor ini dibedakan menjadi dua macam yaitu:

29 2) Keadaan tonus jasmani

Keadaan tonus jasmani pada umumnya sangat mempengaruhi aktifitas belajar seseorang. Kondisi fisik yang sehat dan bugar akan memberikan pengaruh positif terhadap kegiatan belajar individu. sebaiknya, kondisi fisik yang lemah dan sakit akan menghambat tercapainya hasil belajar yang maksimal.

3) Keadaan fungsi jasmani

Selama proses belajar berlangsung, peran fungsi jasmani pada tubuh manusia sangat mempengaruhi hasil belajar, terutama panca indra. Panca indra yang berfungsi dengan baik akan mempermudah aktifitas belajar yang baik pula. Dalam proses belajar, pancaindra merupakan pintu masuk bagi segala informasi yang diterima dan ditangkap oleh manusia, sehingga dapat mengenal dunia luar.

4) Faktor psikologis

Faktor-faktor psikologi adalah keadaan psikologi sesorang yang dapat mempengaruhi proses belajar. Beberapa faktor psikologis yang utama mempengaruhi proses belajar adalah:

a) Kecerdasan/inteligensi siswa

Pada umumnya kecerdasan diartikan sebagai kemampuan psiko-fisik dalam mereaksi rangsangan atau menyesuaikan diri dengan lingkungan dengang cara yang tepat. Kecerdasan merupakan faktor psikologis yang paling penting dalam proses belajar siswa, karena itu menentukan kualitas belajar siawa. Semakin tinggi tingkat intelegensi

29

seorang individu, semakin besar peluang individutersebut meraih sukses dalam belajar.

b) Motivasi

Motivasi adalah salah satu faktor yang mempengaruhi keefektifan kegiatan belajar siswa. motivasilah yang mendorong siswa ingin melakukan kegiatan belajar

c) Minat

Minat berarti kecederungan dan kegairahan yang tinggi atau keinginan yang besar terhadap sesuatu. Minat memberikan pengaruh terhadap aktivitas belajar. Karena jika seseorang tidak memiliki minat untuk belajar,ia tidak akan semangat atau bahkan tidak mau belajar.

d) Sikap

Sikap adlah gejala internal yang berdimensi afektif berupa kecenderungan untuk mereaksi atau merespon dengan cara yang relatif tetap terhadap objek, orang, peristiwa, dan sebagainya. Baik secara positif maupun negative. Sikap siswa dalam belajar dapat mempengaruhi oleh perasaan senang atau tidak senang pada performan guru, pelajaran atau lingkungan sekitarnya.

e) Bakat

Bakat adalah kemampuan seseorang yang menjadi salah satu komponen yang diperlukan dalam proses belajar seseorang.bakat seseorang sesuai dengan bidang yang sedang dipelajari, maka bakat itu akan mendukung proses belajarnya kemungkinan besar berhasil.

29 b. Faktor Eksternal

1) Lingkungan sosial

a) Lingkungan sosial sekolah seperti guru, administrasi dan teman-teman sekelas dapat mempengaruhi proses belajar seorang siswa. Hubungan yang harmonis antar ketiganya dapat menjadi moti I asi bagi siswa untuk belajar lebih baik di sekolah. Perilaku yang simpatik dan dapat menjadi teladan seorang guru atau admintrasi dapat menjadi pendorong bagi siswa untuk belajar.

b) Lingkungan sosial masyarakat. Kondisi lingkungan masyarakat tempat tinggal siswa akan memepengaruhi belajar sisiwa. Lingkungan siswa yang kumuh, banyak pengangguran dan anak terlantar juga dapat mempengaruhi aktivitas belajar siswa, paling tidak siswa kesulitan ketika memerlukan teman belajar, diskusi atau meminjam alat-alat belajar yang kebetulan belum dimilikinya.

c) Lingkungan sosial keluarga. lingkungan ini sangat mempengaruhi kegiatan belajar. Ketegangan keluarga, sifat-sifat orangtua, demografi keluarga (letak rumah), pengelolaan keluarga semuanya dapat memberi dampak terhadap aktivitas belajar siswa. Hubungan antara keluarga, orangtua, kakak, atau adik yang harmonis akan membantu siswa melakukan aktivitas dengan baik.

29 2) Lingkungan non sosial

Faktor-faktor yang termasuk lingkungan non sosial adalah:

a) Lingkungan alamiah, seperti kondisi udara yang segar, tidak panas dan tidak dingin, sinar yang tidak terlalu silau/kuat, atau tidak terlalu lemah/gelap, suasana yang sejuk dan tenang. Sebaiknya, bila kondisi alam tidak mendukung proses belajar siswa akan terhambat.

b) Faktor instrumental, yaitu perangkat belajar yang dapat digolongkan dua macam. Pertama. Hardware, seperti gedung sekolah, alat-alat belajar, fasilitas belajar, lapangan olahraga dan lain sebagainya. Kedua, software, seperti kurikulum sekolah, peraturan-peraturan sekolah, buku panduan, silabi,dan lain sebagainya,

c) Faktor materi pembelajaran (yang diajarkan kepada siswa). Faktor ini hendaknya disesuaikan dengan usia perkembangan siswa, begitu juga dengan metode mengajar guru,disesuaikan dengan kondisi perkembangan siswa. Karena itu, agar guru dapat memberikan kontribusi yang positif terhadap aktivitas belajar siswa, maka guru harus menguasai materi pembelajaran dan berbagai metode mengajar yang dapat diterapkan sesuai dengan kondisi siswa. 2. Pengertian Media Pembelajaran

29

Kata “media” berasal dari bahasa latin medius yang secara harfiah berarti tengah, perantara atau pengantar. Dalam bahasa Arab, media adalah perantara atau pengantar pesan dari pengirim kepada penerima pesan. Arsyad (2004:4) menyimpulkan bahwa “media adalah alat yang menyampaikan atau mengantarkan pesan-pesan pengajaran.” Media merupakan bagian penting dalam pelaksanaan pendidikan di sekolah. Melalui media guru akan lebih mudah dalam menyampaikan materi dan siswa akan lebih terbantu dalam belajar. Daryanto (2010) mengutif dari criticos bahwa media merupakan salah satu komponen komunikasi, yaitu sebagai pembawa pesan dari komunikator menuju komunikan.

Berdasarkan beberapa pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa media adalah segala sesuatu benda atau komponen yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim ke penerima. Adanya media dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan minat siswa dalam proses belajar.

Pembelajaran merupakan suatu kegiatan yang melibatkan seorang dalam upaya memperoleh pengetahuan, keterampilan dan nilai-nilai positif dengan memanfaatkan berbagai sumber untuk belajar. Pembelajaran dapat melibatkan dua pihak yaitu siswa sebagai pelajar dan guru sebagai fasilitator.

Dalam pembelajaran diperlukan komunikasi yang baik antara pengajar dan pelajar, maka diperlukan media pembelajaran, media pembelajaran adalah “segala sesuatu yang dapat menyampaikan dan menyalurkan pesan dari sumber secara terencana sehingga terciptanya lingkungan belajar yang kondusif dimana penerimanya dapat melakukan proses belajar secara efisien dan efektif.” Heinich yang dikutip oleh Azhar mengemukakan pula bahwa, media pembelajaran adalah

29

perantara yang membawa pesan atau informasi bertujuan instruksional atau mengandung maksud-maksud pengajaran antara sumber dan penerima.

Dapat ditarik kesimpulan bahwa media pembelajaran adalah sarana penyampaian pesan pembelajaran yang terkait dengan model pembelajaran langsung yaitu dengan cara guru berperan sebagai penyampai informasi. Sehingga dalam proses pembelajaran yang dilaksanakan dapat berlangsung secara efektif dan efisien.

a. Jenis-Jenis Media Pembelajaran

Media pembelajaran yang digunakan dalam proses pembelajaran ada berbagai jenis. Mulai dari media yang sederhana hingga media yang kompleks, rumit dan mahal. Yudi Munadi mengklasifikasikan menjadi 4, yaitu:

1) Media audio adalah media yang hanya melibatkan indera pendengaran dan hanya mampu memanipulasikan kemampuan suara semata.jenis media ini diantaranya ada radio, alat-alat perekam, audio tape dan compast disk. 2) Media visual adalah media yang hanya melibatkan indera penglihatan. Jenis

media ini memuat seperti gambar, grafik, diagram, peta, media I isual tiga dimensi, dll.

3) Media audio visual adalah media yang melibat dua indera pada manusia, yakni indera penglihatan dan pendengaran yang keduanya terlibat sekaligus dalam satu proses. Jenis media ini seperti film dokumenter, film drama, dan lain-lain.

4) Multimedia adalah media yang melibatkan semua indera dalam sebuah proses pembelajaran, yang termasuk dalam media ini segala sesuatu yang

29

dapat memberikan pengalaman langsung bisa melalui komputer, internet dan pengalaman.”

Berdasarkan jenis media pembelajaran yang dikemukakan Yudi Munadi, untuk pembelajaran tabel bilangan loncat ini digunakan jenis media visual dengan menggunakan gambar berupa foto sebagai media pembelajarannya. Dengan tujuan setelah siswa melakukan pengamatan terhadap media gambar dapat muncul ide/gagasan/kreatifitasnya dapat dituangkan dalam bentuk puisi.

Dokumen terkait