• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV PAPARAN DATA DAN HASIL PENELITIAN

A. Paparan Data

3. Faktor-faktor yang Mendukung dan Menghambat Guru Pendidikan

di SMPN 2 Dau Satu Atap Malang

Faktor pendukung dan penghambat guru Pendidikan Agama Islam dalam menanamkan nilai Islam rahmatan lil a‘lamin di sekolah ditemukan berdasarkan penanaman nilai yang telah dilakukan. Oleh karena itu, adanya faktor pendukung dapat menjadi piranti kesuksesan dalam penanaman nilai Islam rahmatan lil a‘lamin. Sedangkan penghambat penanaman nilainya perlu ditelaah dan diatasi secara solutif.

Adapun faktor pendukung guru Pendidikan Agama Islam dalam menanamkan nilai Islam rahmatan lil a‘lamin di sekolah adalah:

Kegiatan pembelajaran di kelas yang memuat materi Pendidikan Agama Islam. Penanaman nilai Islam rahmatan lil a‘lamin diajarkan guru melalui materi Alquran dan hadits, akidah akhlak, fiqh, dan sejarah

kebudayaan Islam. Dalam sejarah, guru menarasikan sejarah walisongo yang telah mendakwahkan Islam di Nusantara. Para ulama’ walisongo berdakwah dengan pendekatan yang ramah, seperti memadukan agama dan budaya, lalu mengajarkan Islam dengan menyesuaikan latar belakang sosial masyarakat.141

Adanya peta konsep juga mendukung penanaman nilai Islam

rahmatan lil ‘alamin melalui para tokoh Muslim yang kemudian

dirangkum dan dijadikan karya untuk mengabadikan materi pelajaran agama Islam. Sebagaimana yang terdokumentasi dalam peta konsep Khulafaur Rasyidin, yaitu Abu Bakar Ash Shidiq, Umar bin Khatab, Utsman bin Affan, dan Ali bin Abi Thalib.142

Kemudian guru Pendidikan Agama Islam dalam hal ini mengatakan:

“Penanaman nilai Islam rahmatan lil ‘alamin tidak terlepas dari kurikulum dan materi-materi dalam pembelajaran pendidikan agama Islam dan budi pekerti.”143

Selain pembelajaran, terdapat kegiatan keagamaan menjadi pendukung guru Pendidikan Agama Islam dalam menanamkan nilai Islam

rahmatan lil ‘alamin kepada peserta didik. Kegiatan keagamaan tersebut

terdiri dari sholat dhuha, pelaksanaan peringatan hari besar Islam, peringatan isro’ miroj, pondok romadhon, maulid nabi.144

141 Dokumentasi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam, 30 April 2020.

142 Dokumentasi Peta Konsep Tokoh Teladan Muslim, 30 April 2020.

143 Chanifan, Guru Pendidikan Agama Islam SMPN 2 Dau Satu Atap Malang, 24 Februari 2020.

“Kegiatan yang mendukung penanaman nilai Islam rahmatan lil ‘alamin adalah seperti sholat dhuha, pondok romadhon, karena siswa dibiasakan beribadah dan bersikap baik.”145

Perayaan kegiatan keagamaan yang dibarengi dengan lomba-lomba juga dapat memotivasi siswa untuk meningkatkan kualitas diri. Semangat belajar tersebut akan mendorong peserta didik untuk berkompetisi dalam kebaikan dan mengamalkan ajaran Islam rahmatan lil ‘alamin.

Sebagaimana lomba dalam kegiatan maulid Nabi Muhammad yang diselenggarakan dengan bersama-sama. Peserta didik yang mendapatkan juara pun mendapatkan hadiah sebagai apresiasi terhadap perjuangan dan kerja keras mereka dalam berkontribusi aktif terhadap kegiatan tersebut.146

Adanya lomba dalam peringatan maulid Nabi Muhammad

Shalallahu ‘alaihi wassalam dapat mengajarkan peserta didik mengenai

pentingnya meneladani Rasulullah sebagai suri tauladan bagi umat Islam. Selain itu, peserta didik dapat meningkatkan spirit keagamaannya dalam berkompetisi secara baik.

Selanjutnya, pendukung guru dalam menanamkan nilai-nilai Islam

rahmatan lil ‘alamin adalah kegiatan bersama. Aktivitas sosial tersebut

seperti peringatan hari besar kebangsaan.

“Acara kebangsaan dapat menjadi acara yang mengajarkan anak-anak untuk cinta tanah air.”147

Sebagaimana suasana kebersamaan melalui kegiatan kebangsaan yang mereprentasikan keeratan sosial peserta didik dalam berperan aktif

145 Chanifan.

146 Dokumentasi Lomba dalam Maulid Nabi, 31 Maret 2020.

147 Muhammad Ibnu Sina Chanifan, Guru Pendidikan Agama Islam SMPN 2 Dau Satu Atap Malang, 1 Mei 2020.

memajukan budaya Indonesia. Kegiatan kebangsaan dilakukan oleh peserta didik dengan berperan serta dalam memperingati hari kemerdekaan Republik Indonesia.148

Pendukung selanjutnya dalam usaha menanamkan nilai-nilai Islam

rahmatan lil ‘alamin di sekolah adalah seperti aktivitas cinta alam atau

lingkungan, menanam atau merawat tanaman, kerja bakti bersih lingkungan, kegiatan rutin upacara bendera.149

Dokumentasi tentang kegiatan peduli lingkungan di sekolah menunjukkan adanya kerja sama yang baik yang dilakukan oleh masing-masing siswa. Mereka bekerja sama merawat lingkungan, baik menjaga dan membersihkan tanaman, maupun membersihkan lingkungan sekitar sekolah.150

Sedangkan faktor penghambat guru Pendidikan Agama Islam dalam menanamkan nilai Islam rahmatan lil a‘lamin di SMPN 2 Dau Satu Atap Malang adalah:

Faktor belum tersedianya teknologi dan informasi yang memadai. Terlebih aktivitas pembelajaran secara daring atau berbasis teknologi. Selain tempat belajar yang berada di desa, dari orang tua atau peserta didik sendiri belum terbiasa memaksimalkan pembelajaran secara daring. Sehingga kurang bisa mengikuti tantangan dan perkembangan zaman terkait pembelajaran di era industri ini.151

148 Dokumentasi Kegiatan Kebangsaan, 31 Maret 2020.

149 Chanifan, Guru Pendidikan Agama Islam SMPN 2 Dau Satu Atap Malang, 24 Februari 2020.

150 Dokumentasi kegiatan cinta alam SMPN 2 Dau Satu Atap Malang, 31 Maret 2020.

Selanjutnya, faktor yang menjadi penghambat penanaman nilai Islam rahmatan lil a‘lamin adalah tingkat pemahaman peserta didik yang berbeda-beda. Perbedaan pemahaman siswa terhadap ajaran Islam dipengaruhi oleh beragamnya latar belakang mereka. Sebab terdapat siswa yang sejak kecil sudah memeluk Islam, namun terdapat juga peserta didik yang sebelumnya memeluk agama Kristen, kemudian berpindah agama saat di sekolah dan memeluk agama Islam.152

“Hal yang mempengaruhi penanaman Islam rahmatan lil ‘alamin adalah tingkat pemahaman siswa, seperti latar belakang keluarga, ada juga yang mualaf, itu yang menjadikan pemahaman berbeda.”153

Perbedaan pemahaman terhadap ajaran Islam membuat masing-masing peserta didik dalam memahami nilai Islam rahmatan lil ‘alamin berbeda-beda. Oleh karena itu, pahamnya siswa-siswi tersebut memerlukan proses dalam pembelajarannya, baik di kelas maupun dari luar kelas.

4. Hasil Penanaman Nilai Islam Rahmatan Lil A‘lamin oleh Guru