• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV PAPARAN DATA DAN HASIL PENELITIAN

A. Paparan Data

2. Strategi Guru Pendidikan Agama Islam dalam Menanamkan Nilai Islam

Adapun strategi guru Pendidikan Agama Islam SMPN 2 Dau Satu Atap Malang dalam menanamkan Islam rahmatan lil ‘alamin adalah dengan diawali oleh pemahaman terhadap situasi sekolah dan kondisi peserta didik. Oleh karena itu guru memahami murid untuk lebih mengenal karakter siswa, sehingga mempermudah dalam melakukan penanaman ajaran Islam yang menjadi rahmat bagi seluruh alam.

Muhammad Ibnu Sina selaku guru Pendidikan Agama Islam menekankan pada pentingnya toleransi di sekolah yang beragam, yaitu di SMPN 2 Dau Satu Atap dengan mengatakan:

“Yang saya ajarkan, kalau masalah toleransi itu ada, kalau kelas 6 surat alkafirun, kalau kelas 7 8 9 itu ada pelajarannya toleransi, kalau toleransi ya itu hanya masalah itu saja, sikap. Ya di sini kalau misalnya agama lain ya bertemannya tetep, biasa, ya ndak ada masalah.”132

Strategi yang penting menurut Ibnu Sina adalah tentang mengelola perbedaan dengan menekankan pentingnya toleransi. Sehingga, proses kegiatan di sekolah akan mudah, meskipun terdiri dari murid ataupun pendidik yang berbeda latar belakangnya, baik secara agama maupun budaya.

“Kita memang dituntut untuk mengatakan agama Islam yang paling benar. Jadi ya, tapi di sisi lain sama, jangan sampai disebarluaskan, ndak usah saling mengejek, pemahaman untuk mengajak anak-anak untuk bener-bener yakin bahwa agama Islam

yang paling benar ya memang saya ajarkan seperti itu. Karena memang seperti itu seharusnya.”133

“Saya mengajarkan surat al-kafirun dan menjelaskan kandungan ayat-ayatnya sebagai langkah untuk menanamkan nilai Islam rahmatan lil ‘alamin, terlebih pentingnya toleransi, batasan dalam bersikap, kita tetap berteman.”134

Guru Pendidikan Agama Islam berpedoman pada firman Allah yang tertera dalam Al-Quran. Dalam hal ini toleransi ditekankan dengan menguatkan akidah Islam sebagai agama yang paling benar dan diyakini oleh setiap Muslim. Hal terpenting dari representasi pemahaman tersebut adalah dengan bersikap baik terhadap orang lain. Sebab keyakinan bahwa agama Islam adalah agama yang paling benar merupakan hal urgen yang harus dipegang teguh.

Kegiatan pembelajaran yang terintegrasi antara SMPN 2 Dau Satu Atap dan SDN Kucur 2, membuat Bapak Ibnu Sina membutuhkan strategi lebih, sebab karakter peserta didik pada masing-masing tingkatan berbeda, sehingga guru Pendidikan Agama Islam menyesuaikan diri dalam menanamkan nilai-nilai Islam rahmatan lil ‘alamin kepada peserta didik.

Berdasarkan data observasi, peneliti juga mengetahui bahwa guru melakukan pengawasan, baik saat di dalam proses pembelajaran maupun di luar kegiatan formal belajar mengajar. Seperti ketika aktivitas beristirahat, murid-murid bermain bersama dengan tidak membeda-bedakan latar belakang masing-masing rekan.135

133 Chanifan.

134 Chanifan.

Selain menekankan pada pentingnya bertoleransi, guru Pendidikan Agama Islam juga memiliki strategi dalam penanaman nilai Islam

rahmatan lil ‘alamin dengan tetap berpijak pada iman sebagai seorang

Muslim kepada para siswa yang menganut agama Islam.

“Iman itu eksklusif untuk diri kita dan untuk sikap kita boleh inklusif.”136

Lebih lanjut, guru Pendidikan Agama Islam di SMPN 2 Dau Satu Atap menyatakan bahwa dalam hal akidah, peserta didik Muslim sebagai seorang pencari ilmu yang berjuang di jalan Allah harus menguatkan akidahnya. Sehingga iman yang dimiliki tidak akan bercampur baur dengan konsep keimanan lain dan tidak sesuai dengan prinsip aqidah

Islamiyah. Kemudian sebagai Muslim, sikap terbuka perlu dihadirkan

dalam berkegiatan bersama-sama dan berinteraksi sebagai sesama umat manusia, sehingga tetap berperilaku sopan, santun, serta saling menghormati dalam bersikap.

“Acara seperti karnaval dilaksanakan bersama. Peringatan tahun baru Islam, seperti idul adha itu semua ikut, yang Islam pakai baju Muslim, yang Kristen pakaian bebas rapi, biasanya diiringi drumband.”137

Selain kegiatan pembelajaran, kegiatan sosial yang dilakukan secara bersama-sama juga menjadi strategi guru untuk meningkatkan solidaritas antar murid. Hal itu dimaksudkan sebagai langkah untuk menanamkan jiwa sosial yang tinggi dan semangat gotong-royong sebagai insan.

136 Chanifan, Guru Pendidikan Agama Islam SMPN 2 Dau Satu Atap Malang, 24 Februari 2020.

137 Muhammad Ibnu Sina Chanifan, Guru Pendidikan Agama Islam SMPN 2 Dau Satu Atap Malang, 29 April 2020.

Strategi yang dilakukan oleh Guru Pendidikan Agama Islam juga diawali dengan menyandarkan diri pada visi sekolah, yaitu berprestasi dalam ilmu pengetahuan dan teknologi, berwawasan lingkungan, berlandaskan iman dan taqwa dengan mewujudkan manajemen pendidikan yang tanggap dan tangguh serta optimalisasi partisipasi stakeholder.138

Guru Pendidikan Agama Islam melakukan monitor terhadap keseharian siswa, seperti beribadah dengan memberikan lembar ibadah yang diisi peserta didik secara mandiri dan mengutamakan kejujuran. Hal ini dimaksud sebagai langkah untuk menanamkan pentingnya jujur terhadap diri sendiri dan orang lain.

Seperti monitor yang dilakukan pada saat bulan ramadhan, yaitu guru Pendidikan Agama Islam memberikan tabel amal harian yang kemudian diisi secara mandiri oleh siswa. Tabel amal tersebut terdiri dari puasa, shalat fardhu/wajib, sholat sunah, sholat tarawih, membaca Al-Quran, dzikir, shodaqoh, dan membantu orang tua.139

Guru juga memperhatikan cara berpakaian para siswa sebagai usaha untuk melakukan monitor terhadap kebiasaan peserta didik. Sehingga pendidik memiliki fungsi pengawasan terhadap kehidupan para murid.

“Kalau di sini yang pakai kerudung berarti Islam, yang gak pakai kerudung berarti Kristen, jadi yang perempuan, kalau untuk SD sama, yang Islam semuanya pakai jilbab, yang kristen ndak.”140

138 Dokumentasi Visi SMPN 2 Dau Satu Atap Kabupaten Malang, 25 Februari 2020.

139 Dokumentasi Monitor Amal Peserta Didik, 19 Mei 2020.

Melalui langkah di atas, guru Pendidikan Agama Islam telah berusaha melakukan internalisasi nilai-nilai Islam rahmatan lil ‘alamin sesuai dengan cita-cita sekolah berusaha untuk mendapatkan prestasi dalam ilmu pengetahuan dan teknologi. Selain itu, sikap yang mencerminkan nilai Islam ramah juga diwujudkan melalui wawasan untuk mencintai lingkungan dengan menguatkan keimanan. Sehingga peserta didik dapat menjadi sosok yang tanggap dan tangguh terhadap tantangan zaman.

3. Faktor-faktor yang Mendukung dan Menghambat Guru Pendidikan