HASIL DAN PEMBAHASAN
5.2 Faktor Internal dan Eksternal dalam Pemasaran Cincau Hitam
5.2.1 Faktor Internal
Adapun faktor internal dalam pemasaran cincau hitam di daerah penelitian adalah:
5.2.1.1 Strength (Kekuatan)
1. Penggunaan modal usaha pada industri cincau hitam
Modal usaha bagi pengusaha skala besar atau kecil merupakan unsur yang utama dalam mendirikan suatu usaha yang bertujuan untuk mendukung peningkatan pendapatan (profit) yang pada akhirnya akan meningkatkan taraf hidup pengusaha itu sendiri. Setiap perusahan memerlukan modal yang besar untuk biaya investasi dan operasi. Terkadang modal tersebut dapat menjadi ancaman bagi para pengusaha. Namun, di daerah penelitian modal bukanlah menjadi ancaman bagi mereka dalam menjalankan usahanya.
Berdasarkan hasil wawancara dengan pengusaha cincau hitam di daerah penelitian, rata - rata modal yang digunakan adalah untuk mendirikan usaha adalah modal sendiri. Besarnya modal yang digunakan pada usaha cincau hitam tersebut rata-rata adalah Rp 77.000.000 dengan rentang antara Rp 50.000.000 – Rp 120.000.000. Hal ini memberikan kekuatan bagi industri di karenakan memiliki modal yang cukup untuk mengembangkan industri cincau hitam di Kota Medan. Secara rinci besar modal usaha pada industri cincau hitam dapat di lihat pada tabel 10 berikut:
Tabel 10. Modal Usaha Industri Cincau Hitam di Daerah Penelitian Tahun 2014
No Nama Industri Besar Modal
1 2 3 4 5 IRT 1 IRT 2 IK.SM IK.KS IK.TR Rp 55.000.000 Rp 50.000.000 Rp 60.000.000 Rp 100.000.000 Rp 120.000.000 Total Rp 385.000.000 Rata-rata Rp 77.000.000
Sumber: Analisis data primer, Lampiran 3
2. Harga jual produk cincau hitam per loyang
Dalam menentukan harga jual produknya pengusaha terlebih dahulu menghitung beberapa biaya seperti biaya tenaga kerja, biaya pembelian bahan baku dan biaya lain-lain. Penetapan harga yang terlalu tinggi menyebabkan pengusaha kehilangan pelanggan (distributor) karena berpindah menjadi pelanggan dari perusahaan pesaing. Penetapan harga yang terlalu rendah juga menyebabkan berkurangnya keuntungan (profit) yang diperoleh perusahaan, hal ini berpengaruh pada kelangsungan usaha.
Berdasarkan hasil wawancara dengan pengusaha cincau hitam di daerah penelitian, rata- rata harga jual produk cincau hitam adalah Rp 2.300/loyang dengan rentang antara Rp 2.000 – Rp 2.500. Hal ini menjadi kekuatan perusahaan industri cincau hitam karena dari harga jual pengusaha bisa memperoleh keuntungan yang sangat besar. Secara rinci harga jual cincau hitam dapat dilihat pada tabel 11 berikut.
Tabel 11. Harga Jual Cincau Hitam di Daerah Penelitian Tahun 2014
No Nama Industri Harga (Rp)
1 2 3 4 5 IRT 1 IRT 2 IK.SM IK.KS IK.TR 2500 2500 2500 2000 2000 Total 11.500 Rata-rata 2.300
Sumber: Analisis data primer, Lampiran 3
3. Jumlah produksi cincau hitam per hari
Berdasarkan hasil wawancara dengan pengusaha cincau hitam di daerah penelitian, jumlah produksi cincau hitam per hari adalah 402 loyang dengan rentang antara 150 – 600 loyang per hari.
Tabel 12. Jumlah Produksi Cincau Hitam per Hari di Daerah Penelitian Tahun 2014
No Nama Industri Jumlah Produksi (loyang/hari)
1 2 3 4 5 IRT 1 IRT 2 IK.SM IK.KS IK.TR 150 160 600 600 500 Total 2010 Rata-rata 402
Akan tetapi pada saat bulan puasa jumlah produksi bertambah hal ini karena permintaan terhadap cincau hitam meningkat. Pada saat bulan puasa pengusaha cincau hitam bisa memproduksi 1500 – 3000 loyang per harinya. Hal ini memberikan kekuatan bagi industri cincau hitam dengan peningkatan produksi maka pengusaha akan dapat memproleh keuntungan yang sangat besar di bandingkan dengan hari biasa. Dalam memproduksi cincau hitam pengusaha membutuhkan 10 kg daun jenggelan/cincau dan 5 kg tepung tapioka dalam 1 drum, biasanya pengusaha memproduksi 3 drum per harinya dan pada saat bulan puasa bisa mencapai 10 – 12 drum per hari.
4. Kualitas produk yang di hasilkan industri cincau hitam
Berdasarkan hasil pengamatan dan wawancara dengan pengusaha cincau hitam di daerah penelitian, kualitas produk yang dihasilkan oleh masing-masing sampel di daerah penelitian memiliki kualiatas produk yang baik. Hal ini menjadi kekuataan bagi indsutri cincau hitam karena produk yang di hasilkan dapat bertahan sampai 3 hari.
5. Jumlah tenaga kerja pada industri cincau hitam
Tenaga kerja merupakan salah satu faktor penting dalam suatu kegiatan produksi. Tenaga kerja di perlukan dalam usaha industri cincau hitam untuk mengerjakan berbagai tahapan dalam pembuatan cincau hitam seperti perebusan daun jenggelan/cincau, penyaringan daun jenggelan, pencetakkan hingga menjadi cincau hitam yang siap dipasarkan.
Tenaga kerja untuk memproduksi cincau hitam tidak membutuhkan pendidikan formal ataupun khusus, tetapi lebih memerlukan ketrampilan dan ketekunan. Hal ini menjadi kekuatan pada industri karena dalam memproduksi cincau hitam menggunakan teknologi yang sederhana tanpa perlu pengetahuan spesifik, hal ini memudahkan pengusaha untuk mencari tenaga kerja apabila terjadi peningkatan permintaan terhadap cincau hitam.
Berdasarkan hasil wawancara dengan pengusaha cincau hitam di daerah penelitian, jumlah tenaga kerja yang di butuhkan dalam industri cincau hitam skala kecil/rumah tangga rata-rata adalah 3 orang dengan rentang antara 2 - 4 orang yang berasal dari dalam keluarga dan luar keluarga dengan jam kerja kurang lebih 8 jam/hari yaitu mulai dari jam 8 pagi - 4 sore, tetapi pada saat bulan puasa jumlah tenaga kerja bertambah menjadi 20 orang dan jam kerja/harinya kurang lebih 16 jam/hari yaitu mulai dari jam 8 pagi – 12 malam. Hal ini karena jumlah produksi meningkat bisa mencapai 1 ton/hari. Penggunaan tenaga kerja yang dilakukan bersifat tetap dan tidak tetap (borongan). Upah tenaga kerja pada indsutri cincau hitam adalah sebesar Rp 1.080.000/bulan dengan rentang antara Rp 900.000 – Rp 1.200.000/bulan.
Tabel 13. Jumlah Tenaga Kerja dan Upah Tenaga Kerja per Hari di Daerah Penelitian Tahun 2014
Nama Industri Jumlah Tenaga Kerja (orang)
Upah Tenaga Kerja (Rp/bulan) IRT 1 IRT 2 IK.SM IK.KS IK.TR 2 2 4 3 4 900.0000 1.200.000 1.200.000 1.200.000 900.000 Total 15 5.400.000 Rata – rata 3 1.080.000
Sumber: Analisis data primer, Lampiran 3
5.2.1.2 Weakness (Kelemahan)
1. Variasi produk yang dihasilkan industri cincau hitam
Berdasarkan hasil pengamatan dan wawancara dengan pengusaha cincau hitam di daerah penelitian, industri pada sampel penelitian hanya memproduksi cincau hitam tanpa olahan. Tidak ada variasi produk pada industri ini dianggap sebagai kelemahan perusahaan, padahal jika cincau hitam diolah menjadi berbagai minuman dalam kemasan yang menarik tentunya dapat menghasilkan keuntungan yang lebih tinggi dibandingkan dengan hanya menghasilkan produk cincau hitam tanpa olahan.
2. Teknologi dalam proses produksi cincau hitam
Berdasarkan hasil pengamatan dan wawancara dengan pengusaha cincau hitam di daerah penelitian, dalam memproduksi cincau hitam pengusaha menggunakan
peralatan yang sederhana karena tidak menggunakan modal yang terlalu besar untuk membeli peralatan yaitu hanya menggunakan drum kaleng untuk pembuatan cincau hitam. Pengusaha menggunakan peralatan yang sederhana karena hanya memproduksi sebatas cincau hitam tanpa olahan hal ini menjadi kelemahan bagi industri. Jika pengusaha memproduksi cincau hitam olahan dalam bentuk minuman tentunya digunakan tekonologi yang modern hal ini membutuhkan biaya yang tidak sedikit jadi karena pengusaha hanya memproduksi cincau hitam tanpa olahan maka digunakan teknologi yang sederhana dalam pembuatan cincau hitam.
3. Promosi/sistem penjualan cincau hitam
Promosi /sistem penjualan produk yang di jalankan perusahaan cincau hitam di daerah penelitian lebih banyak ditujukan ke agen (distributor). Hal ini menjadi kelemahan bagi para pengusaha cincau hitam karena tidak memiliki akses ke industri besar, dan produksi yang di hasilkan masih sebatas cincau hitam tanpa olahan sehingga para pengusaha tidak melakukan promosi.