• Tidak ada hasil yang ditemukan

Strategi Pemasaran Cincau Hitam

HASIL DAN PEMBAHASAN

5.3 Strategi Pemasaran Cincau Hitam

Dalam menghadapi berbagai masalah dalam mencapai tujuan perusahaan harus dapat menentukan strategi pemasaran yang tepat agar menempatkan diri pada posisi yang menguntungkan. Untuk menetapkan strategi pemasaran yang tepat bagi perusahaan, dilakukan identifikasi terhadap faktor-faktor internal dan eksternal yang berpengaruh pada perusahaan.

Berdasarkan hasil wawancara dan pengolahan data yang diperoleh dari industrti cincau hitam di daerah penelitian, dapat dilihat faktor-faktor internal (kekuatan dan kelemahan) dan faktor-faktor eksternal (peluang dan ancaman) yang mempengaruhi pemasaran cincau hitam di Kota Medan sebagai berikut :

Tabel 15. Kekuatan, Kelemahan, Peluang, dan Ancaman Pemasaran Cincau Hitam di Kota Medan

Faktor – faktor Parameter

Faktor Internal

Kekuatan

Kelemahan

1. Penggunaan modal usaha pada industri cincau

hitam

2. Harga jual produk cincau hitam per loyang

3. Kualitas produk yang dihasilkan industri cincau hitam

4. Jumlah produksi cincau hitam per hari

5. Jumlah tenaga kerja pada industri cincau hitam 1. Variasi produk yang dihasilkan industri cincau

hitam

2. Teknologi dalam proses produksi cincau hitam 3. Promosi/sistem penjualan produk cincau hitam

Faktor Eksternal

Peluang

Ancaman

1. Ketersedian bahan baku dalam industri cincau

hitam

2. Permintaan pasar produk cincau hitam 1. Perusahaan pesaing industri cincau hitam

2. Pengaruh pergantian musim/cuaca terhadap

industri cincau hitam Sumber: Analisis data primer

Setelah diketahui faktor-faktor internal dan eksternal pada pemasaran cincau hitam di daerah penelitian, tahap selanjutnya adalah tahap pengumpulan data. Model yang digunakan adalah Matriks Faktor Strategi Internal (IFAS) dan Matriks Strategi Eksternal (EFAS).

Hasil indentifikasi dari faktor-faktor internal yang merupakan kekuatan dan kelemahan dipindahkan ke tabel matrik IFAS untuk diberikan skoring (rating x bobot) seperti pada tabel berikut:

Tabel 16. Matriks Evaluasi Faktor Strategi Internal (IFAS)

Faktor-Faktor Strategi Internal Rating Bobot Skor Strength (Kekuatan)

1. Penggunaan modal usaha pada industri cincau hitam

2. Harga jual cincau hitam per loyang 3.Kualitas produk yang dihasilkan industri cincau hitam

4. Jumlah produksi cincau hitam per hari 5. Jumlah tenaga kerja pada industri cincauHitam

Weakness (Kelemahan)

1. Variasi produk yang dihasilkan industri cincau hitam

2. Teknologi dalam proses produksi cincau hitam

3. Promosi/sistem penjualan produk cincau hitam 3 4 3 3 2 1 2 1 10 13,33 10 10 6,67 12,5 25 12,5 30 53,2 30 30 13,34 12,5 50 12,5 TOTAL 19 100 231,54

Sumber: Analisis data primer, Lampiran 6

Hasil pembobotan faktor internal yang paling tinggi pada kekuatan adalah harga jual cincau hitam per loyang. Sedangkan hasil yang paling tinggi pada kelemahan adalah teknologi dalam proses produksi cincau hitam.

Selanjutnya, hasil identifikasi faktor-faktor eksternal yang merupakan peluang dan ancaman, rating, dan pembobotaan dipindahkan ke tabel EFAS untuk diberi skoring (rating x bobot) seperti pada tabel berikut:

Tabel 17. Matriks Evaluasi Faktor Strategi Eksternal (EFAS)

Faktor-Faktor Strategi Eksternal Rating Bobot Skor Opportunity (Peluang)

1. Ketersedian bahan baku pada industri cincau hitam

2. Pangsa pasar produk cincau hitam

Threaths (Ancaman)

1. Perusahaan pesain industri cincau hitam

2. Pengaruh pergantian musim/cuaca terhadap industri cincau hitam

4 3 2 1 28,57 21,43 33,33 16,67 114,28 64,29 66,66 16.67 TOTAL 10 100 261,9

Sumber: Analisis data primer, Lampiran 7

Hasil pembobotan faktor eksternal yang paling tinggi pada peluang adalah ketersediaan bahan baku pada industri cincau hitam, sedangkan hasil yang paling tinggi pada ancaman adalah perusahaan pesaing pada industri cincau hitam.

Tabel 18. Penggabungan Matriks Evaluasi Faktor Strategis Internal (IFAS) dan Eksternal (EFAS) Pada Pemasaran Cincau Hitam

Faktor – Faktor Strategis Rating Bobot Skor

Faktor Strategis Internal Strength (Kekuatan)

1. Penggunaan modal usaha pada industri cincau hitam

2. Harga jual cincau hitam per loyang 3.Kualitas produk yang dihasilkan industri cincau hitam

4. Jumlah produksi cincau hitam per hari

5. Jumlah tenaga kerja pada industri Cincau Hitam

Total Skor Kekuatan

3 4 3 3 2 15 10 13,33 10 10 6,67 50 30 53,2 30 30 13,34 156,54 Weakness (Kelemahan)

1. Variasi produk yang dihasilkan industri cincau hitam

2. Teknologi dalam proses produksi cincau hitam

3. Promosi/sistem penjualan produk cincau hitam 1 2 1 12,5 25 12,5 12,5 50 12,5

Total Skor Kelemahan 4 50 75

Selisih (Kekuatan – Kelemahan) 81,54

Faktor Strategis Eksternal Opportunity (Peluang)

1. Ketersedian bahan baku pada industri cincau hitam

2. Pangsa pasar produk cincau hitam

4 3 28,57 21,43 114,28 64,29

Total Skor Peluang 7 50 178,57

Threaths (Ancaman)

1. Perusahaan pesain industri cincau hitam

2. Pengaruh pergantian musim/cuaca terhadap industri cincau hitam

2 1 33,33 16,67 66,66 16,67

Total Skor Ancaman 3 50 83,33

Selisih (Peluang – Ancaman) 95,24

Sumber: Analisis data primer, Lampiran 8

Tabel 18 menunjukkan bahwa selisih faktor strategis internal (kekuatan-kelemahan) adalah sebesar 81,54 yang artinya pengaruh kekuatan lebih besar dibandingkan pengaruh kelemahan terhadap pemasaran cincau hitam di Kota

Medan. Sedangkan selisih faktor strategis eksternal (peluang-ancaman) sebesar 95,24 yang artinya pengaruh peluang lebih besar dibandingkan pengaruh ancaman terhadap pemasaran cincau hitam di Kota Medan.

Berdasarkan penggabungan matriks evaluasi faktor internal dan eksternal tersebut, maka dapat diketahui posisi strategi pemasaran cincau hitam di Kota Medan. Posisi strategi pemsaran dianalisis menggunakan matriks posisi, sehingga akan menghasilkan titik koordinat (x,y). Nilai x diperoleh dari selisih faktor internal yaitu kekuatan dikurang kelemahan dan nilai y diperoleh dari selisih faktor eksternal yaitu peluang dikurang ancaman. Posisi titik koordinatnya dapat dilihat sebagai barikut:

Y (+)

Kuadran III 95,24 Kudaran I Strategi Turn Around Strategi Agresif

X (-) 81,54 X (+)

Kuadran IV Kuadran II Strategi Defensif Strategi

Diversifikasi Y (-)

Faktor Internal Faktor Eksternal

Setelah mengetahui hasil pada gambar di atas, maka perlu dilakukan analisis dengan menyusun faktor-faktor strategis dalam matriks SWOT. Matriks ini menghasilkan empat kemungkinan alternatif strategis yaitu Strategi SO (Strenghts-Opportunities), Strategi ST (Strenghts-Threats), Strategi WO (Weakness-Opportunities), dan Strategi WT (Weakness-Threats).

Tabel 19. Matriks SWOT INTERNAL EKSTERNAL STRENGHTS (S) 1. Penggunaan modal usaha pada industri cincau hitam (S1) 2. Harga jual cincau hitam per loyang (S2) 3. Kualitas produk yang dihasilkan industri cincau hitam (S3) 4. Jumlah produksi cincau hitam per hari (S4)

5. Jumlah tenaga kerja pada industri cincau hitam (S5)

WEAKNESS

1. Variasi produk yang dihasilkan industri cincau hitam (W1)

2. Teknologi dalam proses produksi cincau hitam (W2)

3. Promosi/sistem penjualan produk cincau hitam (W3)

OPPORTUNITIES (O) 1. Ketersedian bahan baku pada industri cincau hitam (O1)

2. Pangsa pasar produk cincau hitam (O2)

STRATEGI SO

1. Menghasilkan variasi produk (S1, S5, O1,) 2 Meningkatkan modal usaha pada industri cincau (S1, S2,S4,O2) 3. Meningkatkan jumlah produksi(S1, S2, S3,O1 O2) STRATEGI WO 1. Meningkatkan kualitas produk (W1, O1. O2) 2. Mengadopsi teknologi dalam proses produksi (W1, W2, O1, O2) 3. Menjalin kerjasama yang baik dengan distributor (W3, O2)

THREATS (T) 1. Perusahaan pesain industri cincau hitam (T1)

2. Pengaruh pergantian musim/cuaca terhadap industri cincau hitam (T2)

STRATEGI ST

1.Memberikan pelatihan bagi tenaga kerja (S1,S5, T1,T2) 2.Memperluas jaringan distributor produk (S2, S3 S4, T1) STRATEGI WT 1.Melakukan promosi produk ke industri makanan dan minuman (W1, W3, T1)

2.Mempertahankan pelanggan (W3, T1)

Keempat berbagai kemungkinan strategi di atas tidak digunakan seluruhnya dalam pemasaran cincau hitam di daerah penelitian, melainkan disesuaikan dengan posisi yang telah diketahui dalam matrik posisi SWOT. Di daerah penelitian, posisi perusahaan industri cincau hitam dalam pemasaran cincau hitam berada pada pada kuadran I, sehingga strategi yang tepat digunakan dalam posisi tersebut adalah strategi agresif.

Strategi agresif merupakan strategi yang fokus pada strategi SO ( Strenghts-Opportunities) yaitu menggunakan kekuatan untuk memanfaatkan peluang. Sehingga strategi-strategi yang tepat digunakan perusahaan industri dalam pemasaran cincau hitam di daerah penelitian adalah:

1. Menghasilkan variasi produk (S1,S5,O1,)

Saat ini variasi produk industri cincau hitam di daerah penelitian hanya menghasilkan sebatas produk cincau hitam tanpa olahan. Untuk mengembangkan usaha tersebut dengan menggunakan modal, tenaga kerja, dan bahan baku maka industri tersebut dapat menghasilkan variasi produk seperti minuman jelly drink/cincau dalam bentuk kemasan.

2. Meningkatkan modal usaha (S1,S2,S4,O2)

Modal merupakan hal yang sangat penting dalam mengembangkan suatu usaha. Dengan modal yang ada pengusaha industri cincau hitam dapat membeli alat dan teknologi untuk mengembangkan produknya serta menambah tenaga kerja yang terampil untuk memproduksi cincau hitam

3. Meningkatkan jumlah produksi (S1,S2,S3,O1,O2)

Saat ini hasil produksi industri cincau hitam di daerah penelitian rata- rata adalah 402 loyang per hari. Untuk mengembangkan usaha tersebut yaitu dengan memanfaatkan modal serta ketersediaan bahan baku, perusahaan industri cincau hitam dapat meningkatkan produksi hinga 1-3 ton/hari.

BAB VI

Dokumen terkait