F. Kelembagaan Penyuluhan Pertanian
V. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
2. Faktor Internal Pemuda Tani, Unsur-unsur Dinamika Kelompok
Faktor internal yang mempengaruhi kelompok pemuda tani dalam kegiatan pengembangan pestisida nabati adalah faktor yang berasal dari dalam kelompok pemuda tani sendiri, yaitu dinamika kelompok. Dinamika kelompok adalah proses yang terjadi dalam kelompok akibat adanya interaksi individu-individu yang ada dalam kelompok itu. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan Psiko-sosial yang terdiri dari: Tujuan kelompok (group goal), Struktur kelompok (group
structure),Fungsi tugas (task function), Pembinaan dan pemeliharaan
kelompok (group building and maintenance),Kekompakan kelompok
(group cohesiveness),Suasana kelompok (group atmosphere),Tekanan
kelompok (group pressure), Agenda terselubung (hidden agenda), Keefektifan kelompok (group effectiveness), dan pendekatan yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan psiko social,karena dimaksudkan untuk melakukan kajian terhadap segala sesuatu yang akan berpengaruh terhadap perilaku anggota-anggota kelompok dalam melaksanakan kegiatan-kegiatan demi tercapainya tujuan kelompok
commit to user
35 3. Faktor Eksternal
Faktor eksternal yang mempengaruhi kelompok pemuda tani dalam kegiatan pengembangan pestisida nabati, adalah lingkungan sosial yaitu adalah hubungan kekerabatan antara anggota kelompok pemuda tani dan lingkungan ekonomi yaitu adanya bantuan maupun kemudahan dalam sektor finansial dari kelompok pemuda tani tersebut.
4. Faktor Pendukung dan Faktor Penghambat
Faktor pendukung dan faktor penghambat adalah faktor yang dapat mendukung atau menghambat (mempengaruhi) kelompok kegiatan pemberdayaan. Faktor pendukung dan faktor penghambat dapat muncul dari faktor internal atau faktor eksternal dari pemuda tani.
5. Kegiatan Pemberdayaan Kelompok Pemuda Tani
Kegiatan pemberdayaan pemuda tani dalam pengembangan pestisida nabati meliputi 4 aspek, yaitu:
a. Bina manusia, merupakan upaya yang pertama dan utama yang harus diperhatikan dalam setiap upaya pemberdayaan masyarakat, yang termasuk semua kegiatan dalam upaya penguatan/pengembangan kapasitas, yaitu: pengembangan kapasitas individu, pengembangan kapasitas entitas/kelembagaan, pengembangan kapasitas sistem (jejaring).
b. Bina usaha, menjadi suatu upaya penting dalam setiap pemberdayaan, sebab, bina manusia yang tanpa memberikan dampak atau manfaat bagi perbaikan kesejahteraan ekonomi tidak akan laku. Bina Usaha mencakup: Pemilihan komoditas dan jenis usaha, studi kelayakan dan perencanaan bisnis, pembentukan badan usaha, perencanaan investasi dan penetapan sumber-sumber pembiayaan, pengelolaan SDM dan pengembangan karir, manajemen produksi dan operasi, manajemen logistik dan financial, penelitian dan pengembangan, pengembangan dan pengelolaan sistem informasi bisnis, pengembangan jejaring dan kemitraan, pengembangan sarana dan prasarana pendukung.
commit to user
36
c. Bina lingkungan, merupakan upaya penting dalam setiap pemberdayaan, karena pelestarian lingkungan (fisik) akan sangat menentukan keberlanjutan kegiatan investasi maupun operasi, utamanya yang terkait dengan tersedianya bahan baku.
d. Bina kelembagaan, akan sangat berpengaruh terhadap keberhasilan bina manusia, bina usaha, dan bina lingkungan. Dalam kegiatan pemberdayaan dalam pengembangan agroindustri diperlukan beragam kelembagaan. Kaitannya dalam hal ini untuk membangun struktur perdesaan yang progresif dibutuhkan kelembagaan-kelembagaan, seperti: sarana produksi dan peralatan pertanian, kredit produksi, pemasaran produksi, percobaan/pengujian lokal, penyuluhan, dan transportasi.
6. Pencapaian tujuan pemberdayaan pemuda tani, dilihat dari seberapa jauh telah terjadi peningkatan pengetahuan, sikap dan ketrampilan pemuda tani tentang pembuatan, pemanfaatan, dan penyebarluasan pestisida nabati, yang diikuti dengan perningkatan kesejahteraan (ekonomi, sosial, dan fisik). Kesejahteraan dalam bidang ekonomi adalah terjadinya peningkatan pendapatan,bidang sosial adalah memperoleh pengakuan sosial di tengah- temgah kehidupan masyarakat, bidang fisik dalam arti sehat fisik dalam kehidupannya.
commit to user
37
III. METODE PENELITIAN
A. Desain Penelitian
Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif yaitu penelitian yang memiliki karakteristik bahwa datanya dinyatakan dalam keadaan sewajarnya dan bagaimana adanya (natural
setting), dengan tidak dirubah dalam bentuk simbol-simbol dan bilangan,
sedangkan pendekatan yang dilakukan adalah pendekatan deskriptif. Pendekatan deskriptif dapat diartikan sebagai suatu prosedur pemecahan masalah yang diselidiki dengan menggambarkan atau melukiskan keadaan obyek penelitian pada saat sekarang, dan memusatkan perhatiannya pada penemuan fakta-fakta (fact finding) sebagaimana keadaan sebenarnya (Nawawi dan Mimi Martini,1996).
Penelitian kualitatif lebih banyak dipilih (terutama untuk penelitian sosial) karena memiliki keunggulan dalam menjelaskan atau memberikan deskripsi tentang banyak hal seperti: sifat-sifat hubungan antar manusia, perubahan-perubahan perilaku manusia terhadap suatu obyek atau lingkungannya (Mardikanto, 2006). Penelitian kualitatif bertitik tolak dari fenomenologis atau fenomena sosial yaitu berasumsi bahwa pengalaman manusia diperoleh melalui hasil intepretasi dan pada penelitian kualitatif sebenarnya tidaklah tabu dengan angka-angka sebab angka-angka pun dapat berbicara untuk memperkuat argumen-argumen kualitatif (Danim, 2002). Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus tunggal karena dalam penelitian ini menyatakan kasus penting dalam menguji suatu teori yang telah tersusun dengan baik dan perhatian diberikan pada satu unit analisis (Yin, 1996).
B. Lokasi Penelitian
Penentuan lokasi penelitian dilakukan secara sengaja (purposive) yaitu berdasarkan pertimbangan-pertimbangan tertentu disesuaikan dengan tujuan penelitian (Singarimbun, 1995). Lokasi yang dipilih yaitu di Desa Blumbang,
commit to user
38
Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar. Pertimbangan pemilihan Desa Blumbang ini karena di desa ini yang telah melaksanakan pertanian organik dengan mengembangkan pestisida nabati sejak 5 tahun yang lalu dimana hal tersebut tak banyak dilakukan di daerah lain. Selain itu di Desa Blumbang ini juga terdapat terdapat kelompok pemuda tani “PUSPAHATI” yang menjadi kelompok dampingan yang dibentuk dan ditunjuk dari pemerintah, selain kelompok tani “PUSPAHATI” yang beranggotakan tenaga muda yang masih berpotensi, wilayah Desa Blumbang sendiri terdapat berbagai jenis tumbuhan (empon-empon, cabe, bawang putih,daun sirsak,biji jarak, daun papaya, daun mimba, mindi, jenu dll) yang menjadi bahan baku dalam pembuatan pestisida nabati.
C. Metode Penentuan Cuplikan (sampling)
Penentuan sampling dalam penelitian ini dilakukan secara purposive atau disengaja. Dengan secara sengaja memilih sampling diharapkan dapat mendapatkan informasi yang akurat dan mendalam. Sampel dalam penelitian ini adalah subyek dan informan. Subyek terdiri dari PPL, PHP/POPT Kecamatan Tawangmangu, 6 pemuda tani yang terdiri dari anggota dan pengurus kelompok pemuda tani PUSPAHATI. Informan yang digunakan dalam penelitian ini adalah ketua LPP dan KAUR TANI Desa Blumbang. Peneliti memilih informan yang dipandang paling tahu, sehingga kemungkinan pilihan informan dapat berkembang sesuai dengan kebutuhan dan kemantapan peneliti dalam memperoleh data (Patton dalam Sutopo, 2002).
Penentuan subyek dan informan dalam penelitian ini dilakukan secara
snowball sampling atau teknik bola salju. Menurut Bungin (2008), Teknik
snowball sampling didefinisikan sebagai teknik untuk memperoleh beberapa
informasi dalam organisasi atau kelompok yang terbatas dan yang dikenal sebagai teman dekat atau kerabat, kemudian informan tersebut bersedia menunjukkan teman-teman kerabat lainnya sampai peneliti menemukan konstilasi persahabatan yang berubah manjadi suatu pola-pola sosial yang lengkap.
commit to user
39
Penelitian ini menggunakan PPL Kecamatan Tawangmangu sebagai pihak pertama yang diwawancara, untuk pihak selanjutnya yang diwawancarai disesuaikan dengan hasil rekomendasi dari PPL Kecamatan Tawangmangu dan begitu cara memperoleh informan selanjutnya. Jumlah informan dalam penelitian kualitatif tidak ditentukan besarnya. Menurut Sutopo (2002), untuk mewakili informasinya dengan kelengkapan dan kedalamannya tidak ditentukan oleh jumlah sumber datanya, karena jumlah informan yang kecil bisa saja menjelaskan secara lebih lengkap dan benar daripada informasi yang diperoleh dari jumlah narasumber yang lebih banyak yang mungkin kurang mengetahui dan memahami informasi yang sebenarnya. Jadi dapat diambil kesimpulan bahwa jumlah sampel dalam penelitian kualitatif disesuaikan dengan kebutuhan peneliti terhadap kedalaman informasi yang diinginkan oleh peneliti. Rincian sampel dapat dilihat dalam tabel dibawah ini :
Tabel 3.1. Rincian Sampel Penelitian
Sampel Keterangan Subyek
a. PPL b. PHP/POPT c. Pemuda tani
Pihak-pihak yang berpartisipasi dalam kegiatan pemberdayaan
Informan a. Ketua LPP b. KAUR Tani
Pihak yang mengetahui informasi tentang kegiatan pemberdayaan
Sumber: Analisis Data Primer, 2010 D. Jenis dan Sumber Data
Menurut Lofland (1984:47) dalam Moleong (2009) sumber data dalam penelitian kualitatif ialah kata-kata dan tindakan, selebihnya adalah data tambahan seperti dokumen dan lain-lain. Kata-kata dan tindakan yang dimaksud disini adalah perkataan dan tindakan dari manusia yang diwawancarai. Sedangkan sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah subyek, informan dan arsip atau dokumen.
commit to user
40
Tabel 3.2 Jenis dan Sumber Data yang dibutuhkan Data yang digunakan Cara
memperoleh data
Sifat Data Sumber Data
Primer Sekunder Kuantitatif Kualitatif Data Pokok 1. Kegiatan Pemberdayaan a. Bina Manusia b. Bina usaha c. Bina Lingkungan d. Bina kelembagaan 2. Faktor Internal Pemberdayaan
a. Dinamika Kelompok 3. Faktor Eksternal Pemberdayaan a. Lingkungan soial b. Lingkungan Ekonomi 4. Faktor Pendukung Pemberdayaan 5. Faktor Penghambat Pemberdayaan Data Pendukung 1. Keadaan Alam 2. Keadaan Pertanian 3. Keadaan Penduduk
4. Data Organisasi pemuda tani X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X
Subyek dan informan Subyek dan informan Subyek dan informan Subyek dan informan Subyek
Subyek dan informan Subyek dan informan Subyek
Subyek
Monografi desa Monografi desa Monografi desa Arsip Kelompok Tani Sumber: Analisis Data Primer, 2010
Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data pokok dan data pendukung. Data pokok bersumber dari subyek, informan dan arsip atau dokumen. Data pendukung diperoleh dari monografi Desa Blumbang yaitu mengenai keadaan alam, keadaan penduduk dan keadaan pertanian.
1. Subyek
Subyek yang dimaksud dalam penelitian ini adalah pihak-pihak yang mempunyai keterlibatan langsung dengan partisipasi pemuda tani dalam kegiatan pemberdayaan. Menurut Afifudin dan Saebani (2009) mengatakan bahwa istilah lain dari subyek adalah partisipan, terutama apabila subyek mewakili suatu kelompok tertentu. Subyek penelitian yang termasuk dalam penelitian ini adalah :
commit to user
41
a. Ketua Kelompok Pemuda Tani Puspahati, karena ikut serta dalam kegiatan pemberdayaan sehingga mengetahui seluk beluk tentang program pemberdayaan dan dapat memberikan informasi mengenai program pemberdayaan.
b. Pemuda tani, yaitu pihak yang mengikuti atau melaksanakan kegiatan pemberdayaan dan menjadi anggota kelompok pemuda tani PUSPAHATI sehingga terlibat langsung dalam pelaksanaan program pemberdayaan.
c. Penyuluh Pertanian Lapang Desa Blumbang, merupakan pendamping dalam pelaksanaan program pemberdayaan yang ikut serta dalam kegiatan pemberdayaan dan mengetahui informasi mengenai program pertanian yang ada sehingga dapat memberikan informasi mengenai program pemberdayaan.
d. Petugas PHP/POPT, merupakan petugas yang mempunyai keahlian khusus yaitu dalam hal pengendalaian hama, yang perannya hampir sama dengan PPL.
2. Informan
Menurut Bungin (2008), Informan penelitian adalah pihak yang memahami objek penelitian sebagai pelaku maupun orang lain yang memahami objek penelitian. Informan dalam penelitian ini adalah tokoh masyarakat yang merupakan pihak yang dianggap mengetahui informasi mengenai masalah yang diteliti.
a. Ketua Urusan Tani Desa Blumbang karena mengetahui segala sesuatu yang berkembang dan terjadi di desa dan mengikuti penyuluhan perencanaan program pertanian di Desa Blumbang.
b. Ketua LPP Desa Blumbang, karena mengetahui kegiatan pemberdayaan kelompok pemuda tani PUSPAHATI.
3. Arsip atau Dokumen
Arsip atau dokumen merupakan bahan tertulis yang berhubungan dengan suatu peristiwa atau aktifitas tertentu, Sehingga dapat dikatakan bahwa arsip atau dokumen sebagai sumber data yang mempunyai posisi
commit to user
42
penting dalam penelitian kualitatif, karena mendukung proses interpretasi dari setiap peristiwa yang diteliti (Sutopo, 2002). Menurut Ridjal (2003) yang dimaksud dokumen adalah rekaman peristiwa yang lebih dekat dengan percakapan, menyangkut persoalan pribadi, dan memerlukan intepretasi yang berhubungan sangat dekat dengan konteks rekaman peristiwa tersebut.
Arsip atau dokumen yang digunakan pada penelitian ini yaitu yang berasal dari kelompok pemuda tani PUSPAHATI dan data monografi Kelurahan Blumbang. Dokumen tersebut antara lain seperti data tentang kegiatan pemberdayaan, petunjuk pembuatan pestisida nabati, data kelompok pemuda tani, data pengurus dan anggota kelompok pemuda tani, peta desa dan monografi Desa Blumbang.
E. Teknik Pengumpulan Data
Kegiatan pengumpulan data merupakan proses pengumpulan berbagai data dan informasi yang dibutuhkan dalam penelitian. Proses pengumpulan data ini mengacu pada prosedur penggalian data yang telah dirumuskan dalam desain penelitian. Adapun data berdasarkan jenisnya dapat dibedakan atas data primer, data sekunder, data kualitatif dan data kuantitatif (Afifudin dan Saebani, 2009).
Instrumen penelitian adalah alat pengumpulan data. Instrumen diperlukan karena peneliti dituntut untuk dapat menemukan data yang diangkat dari peristiwa tertentu atau dokumen tertentu. Data kemudian diolah diberi makna melalui interpretasi, dianalisis untuk selanjutnya menarik kesimpulan (Danim, 2002).
Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu : 1. Wawancara Mendalam
Wawancara mendalam merupakan cara mengumpulkan data atau informasi dengan cara langsung bertatap muka dengan informan, dengan maksud mendapatkan gambaran lengkap tentang topik yang diteliti. Wawancara mendalam dilakukan secara intensif dan berulang-ulang (Bungin, 2003). Maksud dari kegiatan wawancara, seperti yang ditegaskan
commit to user
43
oleh Lincoln dan Guba (1985) dalam Moleong (2009), antara lain: mengkonstruksi mengenai orang, kejadian, organisasi, perasaan, motivasi, dan tuntutan yang selanjutnya memverifikasi, mengubah dan memperluas informasi yang diperoleh dari orang lain.
Instrumen yang digunakan dalam kegiatan wawancara agar wawancara dapat terfokus yaitu pedoman wawancara. Wawancara biasanya dilakukan kepada sejumlah responden yang jumlahnya relative terbatas dan memungkinkan bagi peneliti untuk mengadakan kontak langsung secara berulang-ulang sesuai dengan keperluan (Danim, 2002). Pedoman wawancara yang berisi petunjuk secara garis besar tentang proses dan isi wawancara yang berupa pertanyaan-pertanyaan yang akan ditanyakan kepada informan untuk menjaga agar pokok-pokok yang direncanakan dapat seluruhnya tercakup (Moleong, 2009).
Kegiatan wawancara yang dilakukan peneliti dilakukan secara berurutan. Dimana dilakukan kepada key informan terlebih dahulu yaitu PPL Kecamatan Tawangmangu, yang selanjutnya diarahkan kepada PHP/POPT Kecamatan Tawangmangu Bapak Purnama dan kemudian anggota dan pengurus kelompok pemuda tani PUSPAHATI yang mengikuti kegitan pemberdayaan. Wawancara yang dilakukan selama penelitian kepada informan antara lain kepada Ketua LPP Desa Blumbang dan KAUR Tani Desa Blumbang. Dari kegiatan wawancara ini peneliti mendapatkan informasi mengenai kegiatan pemberdayaan yang dilakukan oleh PPL dan PHP/POPT kepada kelompok pemuda tani PUSPAHATI. 2. Observasi
Observasi adalah pengamatan dan pencatatan yang sistematis terhadap unsur-unsur yang tampak dalam suatu gejala atau gejala-gejala yang diteliti (Nawawi dan Martini, 1996). Menurut Patton dalam Afifudin dan Saebani (2009), tujuan observasi adalah mendiskripsikan setting yang dipelajari, aktivitas-aktivitas yang berlangsung, orang-orang yang terlibat dalam aktivitas dan makna kejadian yang dilihat dari perspektif mereka yang terlihat dalam kejadian yang diamati tersebut.
commit to user
44
Instrumen untuk melaksanakan observasi dengan baik yaitu dengan menggunakan pedoman observasi. Pedoman observasi biasanya dalam bentuk daftar cek (chek list) atau daftar isian, dimana aspek yang di observasi meliputi keperilakuan, keadaan fisik dan pertumbuhan dan perkembangan subjek tertentu. Obyek yang diobservasi dapat terbatas dan dapat pula banyak jumlahnya (Danim, 2002)
Dalam penelitian ini observasi dilakukan dengan mendatangi lokasi penelitian secara langsung baik di kantor BP4K Kecamatan Tawangmangu dan Kelurahan Blumbang maupaun di tempat kegiatan pemberdayaan pemuda tani yang dilakukan di Desa Blumbang. Kegiatan observasi ini akan dilakukan bersamaan dengan wawancara dengan informan yang langsung ditemui di lapang. Peneliti mendatangi kelompok pemuda tani puspahati secara langsung dan diketahui oleh anggota serta ketua kelompok pemuda tani puspahati. Observasi dilakukan untuk mengetahui aktivitas kegiatan pemberdayaan kelompok pemuda tani puspahati dan peran serta penyuluh dalam kegiatan pemberdayaan. Aktivitas yang dilakukan kelompok pemuda tani PUSPAHATI setelah kegiatan pemberdayaan adalah pembuatan, pemanfaatan dan pengembangan pestisida nabati yang dilakukan pengurus bersama-sama dengan anggota. 3. Dokumenter
Metode dokumenter adalah salah satu metode pengumpulan data yang digunakan dalam metode penelitian sosial, dimana metode ini digunakan untuk menelusuri data historis. Menurut Afifudin dan Saebani (2009), metode dokumenter adalah metode pengumpulan data dan informasi melalui pencarian dan penemuan bukti-bukti yang berasal dari sumber nonmanusia.
Sebagian besar data yang tersedia adalah berbentuk surat-surat, catatan harian, foto, cindera mata, laporan dan sebagainya. Sifat utama dari data ini tidak tak terbatas pada ruang dan waktu sehingga memberikan peluang kepada peneliti untuk mengetahui hal-hal yang pernah terjadi diwaktu silam (Bungin, 2008). Dokumen-dokumen yang dikumpulkan
commit to user
45
akan membantu peneliti dalam memahami fenomena yang terjadi dilokasi penelitian dan membantu dalam menginterpretasi data. Selain itu, dokumen dan data-data literer dapat membantu dalam penyusunan teori dan melakukan validitas data.
Data-data yang diperoleh dalam penelitian ini adalah data monografi desa, data kelompok pemuda tani PUSPAHATI, arsip foto kegiatan kelompok, peta Kelurahan Blumbang, foto dokumenter lokasi kegiatan, dan informasi dari lokasi yang di tuangkan dalam catatan lapang yang disebut catatan harian. Data-data tersebut digunakan untuk melakukan analisis dari penelitian terkait dengan data penduduk Desa Blumbang, sarana dan prasarana desa, komoditas tanaman yang di budidayakan serta keadaan lokasi penelitian secara nyata mengenai kegiatan pemberdayaan pemuda tani dalam pengembangan pestisida nabati.
F. Validitas Data
Validitas data merupakan hal yang perlu diperhatikan dalam penelitian. Data yang telah berhasil dikumpulkan, digali dan dicatat harus diusahakan kemantapan dan kebenarannya. Validitas ini merupakan jaminan bagi
kemantapan simpulan dan tafsir makna sebagai hasil penelitian (Sutopo, 2002).
Validitas data yang akan digunakan dalam penelitian ini antara lain validitas sumber dan validitas metode. Pengembangan validitas data yang digunakan pada penelitian ini menggunakan cara teknik triangulasi dan review informan. Triangulasi merupakan teknik pemeriksaan keabsahan data yang memanfaatkan sesuatu yang lain diluar data itu untuk keperluan pengecekan atau sebagai pembanding terhadap data tersebut, yaitu merupakan teknik yang didasari pola pikir fenomenologi yang bersifat multiperspektif yang artinya untuk menarik kesimpulan yang mantap diperlukan tidak hanya satu cara pandang.
Pengembangan validitas data yang digunakan pada penelitian ini menggunakan teknik pengembangan trianggulasi yaitu trianggulasi sumber
commit to user
46
dan triangulasi metode. Teknik trianggulasi sumber menurut istilah Patton (1984) dalam Sutopo (2002) juga disebut sebagai trianggulasi data. Cara ini mengarahkan peneliti agar didalam mengumpulkan data, peneliti wajib menggunakan beragam sumber data yang berbeda-beda. Artinya, data yang sama atau sejenis, akan lebih mantap kebenarannya bila di gali dari beberapa sumber data yang berbeda. Teknik trianggulasi data pada penelitian ini menggunakan informan dan subjek. Informan terdiri dari KAUR Tani dan ketua LPP Desa Blumbang sedangkan subjek yang digunakan adalah PPL, PHP/POPT, ketua kelompok pemuda tani PUSPAHATI, Pengurus dan anggota kelompok pemuda tani PUSPAHATI.
Sedangkan triangulasi metode adalah penggunaan berbagai metode untuk meneliti sesuatu hal, seperti metode wawancara dan metode observasi. Menurut Patton dalam Moleong (2009), terdapat dua strategi triangulasi metode yaitu: Pengecekan derajat kepercayaan penemuan hasil penelitian beberapa teknik pengumpulan data dan beberapa sumber data dengan metode yang sama. Teknik trianggulasi metode yang di lakukan dalam penelitian ini dilakukan dengan metode wawancara secara langsung kepada pemuda tani tani dan observasi, serta dokumenter yang di peroleh dari Kelurahan, dan juga dokumen kelompok pemuda tani PUSPAHATI.
Gambar 3. 1 Skema Trianggulasi Sumber ( Sutopo, 2002)
Review informan dapat dikatakan sebagai konfirmasi dengan informan pokok (key informan) mengenai data yang telah diperoleh. Pada waktu peneliti sudah mendapatkan data yang cukup lengkap dan menyusun
Data Wawancara Dokumenter Observasi Subjek Informan D Dokumen/Arsip Aktivitas
commit to user
47
sajian datanya, meskipun belum utuh dan menyeluruh, maka unit-unit laporan yang telah disusunnya perlu dikomunikasikan dengan key informan. Hal ini perlu dilakukan untuk mengetahui apakah laporan tersebut merupakan pernyataan yang disetujui oleh mereka. Begitu pula dengan peneliti dalam kegiatan pemberdayaan ini, setelah peneliti melakukan pencarian data yang di anggap valid, maka ada konsultasi yang antara peneliti dengan key informan yaitu PPL Kecamatan Tawangmangu.
G. Teknik Analisis
Analisis data adalah proses mengatur urutan data, mengorganisasikannya dalam suatu pola, kategori dan satuan uraian dasar (Afifudin dan Saebani, 2009). Metode analisis data yang dipilih pada penelitian ini adalah analisis kualitatif. Analisis data dalam penelitian pemberdayaan pemuda tani dalam usaha pembuatan petisida nabati di Desa Blumbang berawal dari kegiatan pengumpulan data yaitu wawancara dengan subyek dan informan, observasi di lokasi pemberdayaan dan dokumen yang diperoleh dari foto, buku petunjuk, gambar dan lain sebagainya. Selanjutnya dilakukan reduksi data guna mendapatkan bagian-bagian terpenting dari data, dengan cara membuat abstraksi yang merupakan usaha membuat rangkuman yang inti, proses dan pernyataan-pernyataan yang perlu dijaga sehingga tetap berada di dalamnya, sehingga hasil reduksi tersebut bisa di sajikan dalam bentuk narasi dari peneliti. Setelah data disajikan, yang terakhir dilakukan adalah penarikan simpulan (verifikasi) dari keseluruhan informasi yang diperoleh.
Tahapan-tahapan proses analisis data tersebut dapat lebih dijelaskan sebagai berikut :
1. Reduksi Data
Reduksi data adalah kegiatan merangkum, memilih hal-hal pokok, menfokuskan pada hal-hal yang penting, mencari tema dan polanya. Dengan demikian, data yang telah direduksi akan memberi gambaran yang lebih jelas, dan mempermudah peneliti untuk melakukan pengumpulan data selanjutnya dan mencari bila diperlukan (Afifudin dan Saebani,2009).
commit to user
48
Kegiatan reduksi data yang dalam penelitian ini dilakukan melalui kegiatan wawancara, observasi langsung ke lapang serta melalui dokumen yang di peroleh dari lapang. Dimana hasil dari wawancara, observasi dan dokumen tersebut di reduksi untuk menemukan informasi yang bisa di