• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.2 Penyajian Data

4.2.1 Faktor Internal yang menjadi Kekuatan dan Kelemahan

Faktor internal adalah segala sesuatu yang menjadi kekuatan dan kelemahan

Usaha Warung Wajik Peceren H.Ngadimin yang di tinjau dari analisis lingkungan internalnya. Proses pengambilan data dilakukan dengan wawancara secara mendalam terhadap narasumber untuk dapat memecahkan permasalahan yang terkait dalam penelitian. Berikut adalah hasil wawancara dengan pemilik dan konsumen/pengunjung Usaha Warung Wajik Pecren H.Ngadimin mengenai faktor-faktor internal tersebut

1. Strategi Bersaing

Strategi Bersaing merupakan langkah-langkah yang di rencanakan atau tidak direncanakan perusahaan sehingga memiliki keunggulan bersaing serta dapat memperkuat posisi di pasar dan tahan terhadap tekanan persaingan yang sudah di tetapkan oleh Usaha Warung Wajik Peceren H.Ngadimin. Berikut adalah hasil wawancara yang dilakukan oleh peneliti dengan pengelola Usaha Warung Wajik Peceren H.Ngadimin “Strategi Bersaing kita terapkan dalam menjalankan usaha ini dengan menerapkan yaitu dengan sistem 3 M (Mutu, Murah dan Mudah). Mutu yang berarti wajik dan makanan pendukung lainnya yang di buat memiliki kulitas yang baik, Murah berarti harga wajik dan makanan lain juga terjangkau oleh konsumen dan yang terakhir mudah berarti proses pembuatan wajik dan makanan tidak sulit dalam memproduksinya.”(Ibu Sry Siregar Selaku Pengelola Usaha).

Berdasarkan wawancara di atas dapat di simpukan bahwa usaha warung wajik peceren H.Ngadimin sudah menerpkan strategi bersaing khusus yang berfokus pada strategi harga, Citra usaha, kualitas produk, desain produk, promosi dan lokasi yang strategis. Jadi dapat di tarik kesimpulan bahwa hal tersebut menjadi kenyamanan bagi konsumen untuk berkunjung ke usaha kuliner tersebut.

2. Harga

Harga merupakan salah satu faktor utama bagi konsumen dalam melakukan pembelian. Dengan kata lain harga suatu produk harus seimbang dengan produk yang di tawarkan jika di lihat dari struktur atau cita rasa jika di rasakan oleh konsumen.

Sehingga konsumen memiliki kepuasan tersendiri pada saat melakukan pembelian.

Oleh sebab itu perlu melakukan pengamatan sebelum memasarkan dan membeli produk. Berikut adalah hasil wawancara dengan pengelola usaha.“Harga yang di tawarkan di usaha wajik ini dapat dijangkau oleh konsumen, wajik perpotong dijual Rp 2.000/Potong. Serta makanan pendukung minuman lainnya harganya sekitar Rp 10.000 - Rp 30.000. Jika ada pemesanan untuk acara penting dari luar baik partai besar maupun partai kecil, kami memberikan diskon harga tergantung kuntitas makanan yang di pesan. Kami menetapkan harga dari modal produksi sampai produk jadi yang siap untuk di pasarkan.Disini kami juga sangat mempertimbangkan kemampuan konsumen pada saat melukaan pembelian sehingga tercipta kepuasan tidak hanya enak di mulut tapi juga enak di kantong” (Sri Siregar, Menantu H.Ngadimin selaku pengelola usaha)

Berdasarkan hasil wawancara diatas dapat di simpulkan bahwa Usaha Warung Wajik Peceren H.Ngadimin sudah menetapkan harga dari modal produksi hingga produk jadi. sehingga usaha ini memiliki harga yang sesuai dengan kemampuan konsumen. Serta menjadi kekuatan di Usaha Warung Wajik Peceren H. Ngadimin yang dapat menarik perhatian konsumen dalam melakukan pembelian.

Berikut hasil wawancara dengan karyawan seputar harga yang di tawarkan di Usaha Warung Wajik Peceren H.Ngadimin. “Harga Yang kami tawarkan dalam

usaha ini tentunya dapat di jangkau oleh konsumen dan sesuai dengan kualitas produk. Kalau kami menjual wajik perpotongnya hanya Rp 2.000/potong. Dan jika ada pemesanan partai besar, sedang maupun kecil ada diskon harga yang kami berikan tergantung kuantitas permintaan konsumen” (Iva Nasution, bagian produksi usaha warung wajik Peceren H.Ngadimin)

Berdasarkan hasil wawancara dengan konsumen di Usaha Warung Wajik Peceren H.Ngadimin dari segi harga, bahwa harga yang di tawarkan tidak mahal dan sebanding dengan produk yang di pasarkan. Dan ada diskon pada saat permintaan konsumen banyak. Dan ini menjadi kekuatan Internal bagi Usaha Warung Wajik Peceren H.Ngadimin dalam menghadapi persaingan dengan usaha sejenis.

Berikut ini adalah hasil wawancara konsumen seputar harga yang di tawarkan oleh Usaha Warung Wajik Peceren H.Ngadimin. Berikut hasil wawancara yang di peroleh peneliti dari konsumen. “Menurut konsumen harga produk warung wajik sudah sangat murah jika di lihat dari produk yang dipasarkan. Harga sangat terjangkau, dengan cita rasa yang khas dan porsi nya juga banyak . dan harga rata-rata makanan yang ada di warung wajik ini sekitara Rp. 15.000/porsi. Apalagi kuliner wajik ini berlokasikan dengan sekitaran destinasi wisata yang memiliki daya tarik yang luar biasa. Yang membuat wisatawan baik dari luar negri maupun dalam negri ramai berkunjung ke usaha wajik tersebut”. (Yasmin Sinaga dan Moniska Sembiring, konsumen warung wajik peceren H.Ngadimin).

Berdasarkan hasil wawancara dengan konsumen maka dapat di simpulkan bahwa harga produk warung wajik sudah sesuai dengan produk yang di pasarkan dan hal ini menjadi daya tarik konsumen atau wisatawan yang melakukan pembelian dan

menjadi keunggulan bagi usaha tersebut dalam menghadapi persaingan.

3. Citra Merek

Citra Produk merupakan representasi dari keseluruhan persepsi terhadap merek dan dibentuk dari informasi dan pengalaman konsumen. Penciptaan citra merek bertujuan untuk mengevaluasi produk ketika kosumen tidak memiliki pengetahuan yang cukup tentang suatu produk usaha. Maka dari itu citra merek merupakan keputusan konsumen pada saat melakukan pembelian. Oleh sebab itu peneliti melakukan pengamatan langsung ke lapangan melalui wawancara kepada pengelola usaha Berikut hasil wawancara dengan pengelola usaha.”Dalam penciptaan citra merek kami sebagai penglola usaha wajik sangat mengutamakan kepuasaan konsumen sehingga citra merek yang kami punya tidak jelek di benak kosumen dengan cara menciptakan makanan dengan mutu yang tinggi sehingga konsumen tertarik untuk berkunjung kembali, serta kami harus menciptakan makanan yang bervariasi atau up to date sesuai kemajuan zaman sehingga konsumen tidak bosan dengan produk yang kami ciptakan.” (Ibu Sri Diregar, Menantu H.Ngadimin selaku pengelola usaha)

Berdasarkan hasil wawancara yang diperoleh oleh peneliti melalui informan kunci selaku pengelola usaha maka usaha ini mengembangkan citra merek dengan sumber daya manusia yang lebih kreatif dan inovatif dalam bekerja melayani konsumen serta usaha ini harus menciptakan produk yang terbaru sesuai dengan kemajuan zaman.

Perjalanan sebuah usaha dalam mengembangkan bisnis di pasaran juga sangat memerlukan citra merek yang berkualitas, dengan menarik konsumen untuk

melakukan pembelian oleh sebab itu peneliti juga mewawancarai karyawan yang bekerja di usaha tersebut karena karyawan mempunyai peranan yang sangat besar dalam menjalankan usaha tersebut. Serta menggali informasi seputar citra merek yang di kembangkan di usaha warung wajik peceren H.Ngadimin. Berikut hasil wawancara yang di peroleh dari karyawan seputar harga. “Kami selalu berusaha menciptakan produk makanan terbaru dan bervariasi tidak hanya menciptakan wajik dan pecel saja tetapi makanan pendukung lainnya juga ada. sehingga konsumen merasakan kepuasaan pada saat melakukan pembelian. Dan itu menurut saya merupakan suatu kelebihan yang dimiliki usaha wajik ini. (Evan Tarigan, dan Pindy Ginting karyawan penyaji makanan Usaha Warung Wajik Peceren H.Ngadimin).

Menurut saya sudah, tetapi dalam menjalankan bisnis ini kami sebagai pengelola dan sebagai SDA yang berperan dalam usaha ini harus lebih kompetitif dengan perkembangan pasar. Agar dapat bertahan lama di persaingan.” (Koresa Sinaga dan Fadil Sinaga, Karyawan Penyaji Makanan Warung Wajik Peceren H.Ngadimin)

Berdasarkan hasil wawancara yang telah diperoleh oleh peneliti dari konsumen maka dapat disimpulkan bahwa konsumen merasakan bahwa citra merek yang di miliki oleh usaha wajik sudah tepat di persaingan dengan penciptaan produk yang bervariasi. Cita rasa makanan yang khas dan pelayanan luar biasa sehingga menarik perhatian konsumen.

Tidak terlepas dari penilaian konsumen yang melakukan pembelian. Dalam perkembangan bisnis yang di jalankan usaha wajik H.Ngadimin ini peneliti juga menggali informasi seputar citra merek yang di miliki wajik ini. Berikut hasil wawancara yang di peroleh peneliti dari konsumen sebagai informan tambahan.

“Menurut saya Ya, karena menurut pengetahuan saya terlebih dahulu usaha wajik H.Ngadimin ini merupakan usaha wajik yang pertama sekali berdiri di bandingkan dengan usaha sejenis lainnya. Dan jika dilihat dari citra merek yang dimiliki sangat puas menurut saya sebagai pembeli karena usaha ini menciptakan produk yang bervariasi, serta tempat ini cocok untuk tempat peristirahatan wisatawan yang sedang melakukan wisata, seperti kami, dan ketanggapan dalam menawarkan produk terbaru sudah sangat bagus.” (Yasmin Sinaga, konsumen Warung Wajik H.Ngadimin). “Sudah, karena usaha wajik lainnya tidak memiliki apa yang saat ini di kembangkan dari usaha. H.Ngadimin baik itu dalam penilaian produk dan penciptaan produk dan itu salah satu keunggulan usaha ini dari segi citra merek.”

(Moniska Sembiring, konsumen warung wajik peceren H.Ngadimin ) 4. Kualitas produk

Kualitas produk merupakan kondisi fisik, fungsi, meliputi daya tahan, keandalan, kemudahan operasi, cita rasa, aroma, porsi, penampilan. Kualitas produk bertujuan untuk mengetahui bagaimana produk tersebut di produksi, ketahanan produk, manfaat serta fungsinya. Oleh sebab itu peneliti juga mendapatkan informasi seputar kualitas produk yang di ciptakan oleh usaha wajik peceren dengan melakukan wawancara dengan pengelola usaha wajik. Berikut hasil wawancara dengan pengelola usaha.

“Strategi yang kita terapkan dalam menciptakan kualitas produk dan jenis makanan lainnya di produksi dengan menggunakan bahan baku yang terbuat dari bahan-bahan mentah pilihan seperti beras, gula, dan lainnya sehingga hasil produksi maksimal. Dan aroma khas wajik juga harus di rasakan konsumen, kepuasaan porsi makanan, dan prnampilan produk.” (Ibu Sri Siregar, menantu H.Ngadimin selaku

pengelola usaha)

Berdasarkan hasil wawancara yang di peroleh dari informan kunci yaitu pengelola usaha bahwa kualitas produk sangat baik sehingga konsumen tertarik untuk berkun jung kembali. Dari segi cita rasa, aroma, penampilan dan porsi menjadi tujuan usaha ini dalam memproduksi produk.

Kualitas produk juga merupakan berbagai cara yang dilakukan untuk menghasilkan produk yang bermutu. Oleh sebab itu peneliti juga mewawancarai karywan seputar produk serta bagaimana produk di produksi sehingga menghasilkan produk yang menarik di mata konsumen. Berikut hasil wawancara yang dilakukan oleh peneliti kepada karyawan di usaha warung wajik peceren H.Ngadimin. Berikut hasil wawancara yang dilakuka oleh peneliti.”Cara yang kami tempuh dalam menciptakan kualitas yang produk yang unggul di mata konsumen yaitu dengan menciptakan makanan yang berciri khas kan sesuai dengan nama makanan, melebihkan porsi makanan, tidak menggunakan micin atau penyedap makanan mendesain penampilan makanan, serta daya tahan makanan tidak bertahan lama karena idak ada bahan pengawet yang kami gunakan serta pada saat kita mencicipi makanan tersebut lidah kita merasakan nikmat yang luas biasa. Dan dari situ otomatis kita tahu bahwasanya produk nya di produksi dari bahan mentah pilihan dan tanpa micin. “(Iva Nasution, Evan Tarigan dan Pindy Ginting, Karyawan Usaha Warung Wajik Peceren H.Ngadimin)

Berdasarkan hasil wawancara yang sudah diperoleh peneliti konsumen berpendapat bahwa kualitas produk yang di ciptakan dalam usaha baik dengan berbahan dasarkan dengan bahan mentah pilihan tanpa menggunakan penyedap

makanan.

Penilaian dari masyarakat sekitar juga peneliti rangkum dari kualitas produk yang di ciptakan oleh usaha warung wajik H.Ngadimin. Peneliti memperoleh hasil tersebut melalui wawancara langsung dengan konsumen. Berikut Wawancara yang peneliti ajukan kepada konsumen. “Menurut kami selaku konsumen sudah bagus, jika di bandingkan dengan usaha sejenis. Usaha Wajik Peceren H.Ngadimin ini memasarkan produk yang baik dengan kualitas yang baik pula. Mengapa demikian, jika kita mencicipi produk yang di pasarkan di usaha ini kita langsung tahu bagaimana perbedaan produk dengan usaha sejenis, karena sudah melakukan kunjungan dengan usaha yang lain bahwasanya produk yang di ciptakan tidak sepaten dari cita rasa, testur makanan dan daya tahan makanan juga tidak tahan lama karen tanpa pengawet dan bahan penyedap makanan produk yang di tawarkan warung H.Ngadimin. (Moniska Sembiring,konsumen warung wajik peceren H.Ngadimin). Dan yang lain konsumen berpendapat bahwa warung wajik ini menghasilkan kualitas produk yang baik dan bermanfaat bagi kesehatan.” (Yasmin Sinaga, konsumen warung wajik peceren H.Ngadimin)

Berdasarkan hasil wawancara yang sudah di peroleh peneliti maka peneliti dapat menyimpulkan bahwa warung wajik peceren Haji Ngadimin mengutamakan kulitas produk dalam menjalankan bisnis nya untuk menarik perhatian konsumen dan dapat bertahan menghadapi pesaing. Sehingga konsumen yang mengkonsumsi produk tersebut dapat menjadi kesehatan bagi tubuhnya tidak hanya untuk kenikmatan semata. Dan hal ini menjadi kekuatan internal usaha wajik Haji Ngadimin.

5. Pelayanan

Pelayanan merupakan tindakan atau kegiatan yang dapat diberikan oleh pihak lain yang pada dasarnya tidak berwujud dan tidak mengakibatkan kepemilikan apa pun tetapi dapat dirasakan. Pelayanan juga merupakan faktor yang sangat berperan penting dalam kesuksesan sebuah usaha dan juga menjadi faktor pendorong untuk konsumen dalam berkunjung. Oleh sebab itu peneliti akan mencari tahu informasi bagaimana pelayanan yang di berikan oleh warung wajik peceren H.Ngadimin kepada konsumen nya dengan melakukan wawancara kepada pihak pengelola usaha tersebut.

Berikut hasil wawancara yang diperoleh dari pengelola usaha. ”Pelayanan yang kami berikan untuk melayani konsumen dengan cara menawarkan menu makanan terbaru di kertas kami berikan untuk melayani konsumen dengan cara menawarkan menu makanan terbaru di kertas kami berikan untuk melayani konsumen dengan cara menawarkan menu daftar menu makanan yang sudah kami susun dan desain dengan sebaik-baiknya. Dan jika konsumen memesan makananan, konsumen juga harus menuliskan menu makanan di kertas yang sudah disediakan oleh karyawan. Dan karyawan sebelum berkerja di wajibkan untuk berpakaian sopan, rapi dan karyawan harus lebih tanggap apa yang di inginkan konsumen sehingga konsumen merasakan pelayanan yang baik.” (Ibu Sry Siregar, Menantu Haji Ngadimin selaku pengelola usaha)

Berdasarkan hasil wawancara yang di dapatkan oleh peneliti seputar pelayanan, maka dapat di simpulkan bahwa pelayanan yang diberikan warung wajik peceren Haji Ngadimin mengutamakan kepuasan pelanggan. Dengan mengoptimalkan sumber daya manusia yang sangat berperan aktif dalam pengembangan dan kesuksesan

bisnis.

Di samping itu, peneliti juga mewawancari karyawan sebagai informan utama dalam penelitian ini yang berperan aktif dalam memberikan pelayan di usaha warung wajik peceren H.Ngadimin sudah terlaksana dengan baik sehingga usaha tersebut dapat bersaing dengan usaha sejenis. Berikut wawancara yang dilakukan oleh peneliti kepada karyawan. “Pelayanan yang kami berikan terlebih dahulu memberikan daftar menu makanan yang ada, sesudah itu kami juga menawarkan minuman yang ingin dikonsumsi serta makanan pelengkap lainnya. Dan dalam proses bekerja kami sebagai karyawan di tuntut agar tanggap, cepat, sopan, dan bersih.” (Iva Nasution, Evan Tarigan, Pindy Ginting, Koresa Sinaga dan Fadil sinaga, Karyawan Usaha Warung Wajik Peceren H.Ngadimin)

Dapat di simpulkan bahwa karyawan harus memiliki potensi yang lebih dalam melayani konsumen yang berkunjung dari ketanggapan, kecepatan dalam memproses makanan, kebersihan, sopan, serta rapi dalam berpenampilan.

Dengan demikian peneliti juga ingin mendapatkan informasi seputar pelayanan dengan mewawancarai informan tambahan yaitu konsumen yang mungkin juga mengetahui apa perbedaan yang dimilki usaha warung wajik peceren H.Ngadimin sehingga dapat bertahan sampai sekarang di persaingan. Oleh sebab itu peneliti akan melampirkan pertanyaan kepada masyrakat sekitar dibawah ini. Berikut hasil wawancara yang diperoleh dari konsumen. “Baik, karena saya juga melakukan pembelian ke usaha tersebut. lebih dari satu kali. dan usaha wajik lain nya juga.

Kenapa, saya langsung meraskan perbedaan yang sangat besar dengan usaha tersebut karena di usaha warung wajik H.Ngadimin ini dalam peroses pemesanan

makanan begitu cepat. Dan sebagai konsumen saya mersakan terlayani dengan baik.

Sangat berbeda dengan usaha sejenis lainnya. Dan saran saya hal ini perlu di pertahankan dan di tingkatkan. (Moniska Sembiring dan Yasmin Sinaga, konsumen warung wajik peceren H.Ngadimin)

Dapat ditarik kesimpulan bahwa pelayanan yang di berikan pada usaha ini sangat berbeda dengan usaha sejenis lainnya. Sebagai masyarakat sekitar yang sudah melakukan pembelian merasakan perbedaan pelayanan dengan usaha sejenis. Usaha wajik ini memilik potensi SDA yang luar biasa dalam bekerja.

6. Lokasi

Lokasi merupakan letak atau penempatan suatu tempat baik itu usaha maupun tempat tinggal dan memiliki manfaat. Lokasi usaha juga merupakan hal utama yang perlu dipertimbangkan. Lokasi yang strategis menjadi faktor penting dan sangat menentukan keberhasilan usaha. Dalam keberlangsungan usaha warung wajik peceren, peneliti melakukan wawancara untuk menggali lebih dalam informasi bagaimana letak usaha ini dipilih dalam menjalankan usaha bisnis. Berikut hasil wawancara yang dilakukan dengan pengelola usaha.

“Sudah, karena letak di pinggir jalan raya dan di sekelilingi berbagai destinasi wisata yang sangat ramai pengunjungnya. Dan usaha ini memeiliki lokasi yang terpisah dengan usaha sejenis lainnya. Tapi jika ditanya mengapa usaha ini teletak berdekatan dengan konsep yang sama. Mungkin saya jawab karena udah kesepakatan dari genareasi kami dan harus bersaing secara sehat.” (Ibu Sry Siregar, menantu H.Ngadimin selaku pegelola usaha)

Berdasarkan hasil yang telah di peroleh peneliti, maka dapat di simpulkan bahwa

letak lokasi tersebut strategis dalam menjalankan usaha. Serta memiliki tempat usaha yang eksklusif. Dan hal ini menjadi kemudahaan bagi konsumen agar dapat mengetahui nya dan dapat langsung di kunjungi.

Lokasi yang tepat merupakan suatu kemudahaan bagi perusahaan demi menuju kesuksesan bisnisnya, maka dari itu keberhasilan dari usaha juga sangat ditentukan dari faktor letak usaha tersebut. Jadi peneliti juga ingin mendapatkan seputar informasi yang diperoleh dari karyawan yang bekerja di usaha tersebut. Berikut hasil wawancara yang dilakukan oleh peneliti.” Sudah, karena letak usaha ini berada tepat di pinggir jalan raya, dan di kota yang tepat yaitu Kota Berastagi yang memiliki sumber daya alam yang sangat indah dan menarik di jadikan destinasi wisata. Dan konsumen yang ingin berkunjung sangat mudah untuk mengetahui lokasi usaha.”

(Evan Tarigan, Pindy Ginting dan Iva Nasution, karyawan warung wajik peceren H.Ngadimin).

Berdasarkan hasil wawancara yang di peroleh dari karyawan maka lokasi usaha warung wajik peceren H.Ngadimin sudah strategis. Dan pendapat karyawam bahwa konsumen dapat dengan mudah mengetahuinya pada saat melakukan wisata ke Kota Berastagi. Dan itu merupakan kekuatan internal dari usaha tersebut.

Letak suatu usaha juga membutuhkan penilaian dari konsumen untuk pengembangan sebuah usaha. Dan menjadi manfaat yang sangat besar jika konsumen dapat memberikan pendapat mereka mengenai keberlangsungan usaha warung wajik peceren H.Ngadimin. Maka dari itu peneiti juga melakukan wawancara secara langsung kepada masyarakat sekitar seputar letak usaha tersebut. ”Sudah, karena disekelilingi dengan destinasi wisata meskipun berdiri dengan usaha yang sejenis

dengan konsep yang sama tetapi usaha tersebut dapat bertahan di persaingan. Serta tempat usaha ini sudah bagus dari segi interior sudah bagus dan bersih. Serta tempat usaha ini memiliki tempat yang eksklusif di bandingkan dengan tempat usaha pesaing.” (Moniska Sembiring, konsumen warung wajik H.Ngadimin).” Sudah, Karena dekat dengan jalan raya”(Yasmin Sinaga dan Yasmin Sinaga, konsumen warung wajik peceren H.Ngadimin)

Berdasarkan hasil wawancara maka dapat ditarik kesimpulan bahwa letak usaha warung wajik ini sudah strategis. Dan tempat usaha ini eksklusif, serta bersih dan interiornya sudah di desain dengan bagus. Dan ini menjadi kekuatan internal dalam usaha ini dan menjadi peluang besar untuk menuju kesuksesan usaha warung wajik peceren H.Ngadimin.

7. Promosi

Promosi merupakan upaya untuk memberitahukan atau menawarkan produk atau jasa pada konsumen dengan tujuan menarik calon konsumen untuk membeli atau mengkonsumsinya. Dengan demikian, promosi dalam menawarkan sangatlah penting sehingga konsumen lebih cepat dapat mengetahui secara global. Media promosi yang dapat digunakan yaitu media cetak dan media sosial. Dan dalam keberlangsungan usaha warung wajik peceren, peneliti juga mencari tahu informasi mengenai media promosi yang digunakan oleh usaha wajik tersebut dengan mewawancarai pengelola usaha tersebut. “Promosi yang kami lakukan dalam menjalankan usaha ini yaitu ke akun sosial media seperti instagram dan facebook dengan begitu kosumen lebih cepat tahu apalagi sekarang sudah eraglobalisasi dan semuanya dapat di akses di media sosial.” (Ibu Sry Siregar, menantu H.Ngadimin selaku pengelola usaha)

Dilihat dari hasil wawancara yang diperoleh dari pihak pengelola maka promosi yang dilakukan usaha wajik ini sudah maksimal dengan menggunakan media sosial sesuai dengan perkembangan zaman. Dengan begitu hal ini sudah menyatakan promosi yang dilakukan sudah maksimal.

Promosi yang sudah dilakukan usaha wajik ini juga merupakan usaha yang dilakukan oleh karyawan yang bekerja di usaha warung wajik ini. Oleh karena itu peneliti ingin mencari tahu bagaimana cara karyawan mempertahankan atau meningkatkan kegiatan promosi tersebut. Berikut hasil wawancara yang dilakukan

Promosi yang sudah dilakukan usaha wajik ini juga merupakan usaha yang dilakukan oleh karyawan yang bekerja di usaha warung wajik ini. Oleh karena itu peneliti ingin mencari tahu bagaimana cara karyawan mempertahankan atau meningkatkan kegiatan promosi tersebut. Berikut hasil wawancara yang dilakukan