BAB II DIMENSI TEORITIK
3.4. Faktor Potensi Daerah
3.4.10. Faktor Jumlah Penduduk
Penduduk merupakan unsur penting karena merupakan syarat utama dalam membentuk pemerinta- han, karena penduduk merupakan pendukung terse- lenggaranya pemerintahan di daerah. Jumlah penduduk sangat mempengaruhi kebijakan pemerintah daerah dalam hal ketersediaan pangan, papan, kesehatan, pen- didikan, transportasi dan lain sebagainya. Kondisi demi- kian sangat dipengaruhi oleh pertumbuhan penduduk,
baik kelahiran, kematian, maupun migrasi penduduk dari tempat yang satu ke tempat yang lain. Selanjutnya mengenai keadaan penduduk Kabupaten Bulungan sebagai kabupaten induk tergambar dalam Tabel 17.
Tabel 17.
Indikator Jumlah Penduduk77
Indikator Sub Indikator
Calon Kabupaten Tana Tidung Kabupaten Bulungan Jumlah Penduduk Jumlah Penduduk 9.252 94.906 Rasio Jumlah Penduduk Urban Terhadap Penduduk 0,55 0,47 Jumlah Penduduk Perkotaan 5.116 45.076
Berdasarkan data kependudukan sebagaimana tertera dalam tabel di atas, dapat disimpulkan bahwa jumlah penduduk calon Kabupaten Tana Tidung tergolong kecil dan belum memenuhi persyaratan yang diatur di dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 129 Tahun 2000. Di samping itu dapat dikemukakan pula bahwa perpindahan penduduk dari desa ke kota (urbanisasi) di calon Kabupaten Tana Tidung lebih tinggi dibandingkan perpindahan penduduk yang sama di Kabupaten Bulungan. Memperhatikan informasi kepen- dudukan sebagaimana terurai dalam tabel tersebut dapat
dikatakan bahwa pemekaran Kabupaten Tana Tidung belum memenuhi syarat kependudukan sebagaimana telah dipersyaratkan di dalam Peraturan Pemerintah Republik IndonesiaNomor 129 Tahun 2000 tersebut.
3.4.11. Faktor Luas Daerah
Faktor luas daerah merupakan unsur wilayah yang menjadi wewenang calon Kabupaten Tana Tidung dan wilayah yang menjadi kewenangan Kabupaten Bulungan. Faktor wilayah sekaligus sebagai unsur pendukung penyelenggaraan pemerintahan yang dengan faktor ini memungkinkan pemerintah melakukan pelayanan terhadap masyarakat. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh tim dapat diperoleh data bahwa luas keseluruhan wilayah calon Kabaupaten Tana Tidung mencapai 4.828,58 Km2, yang terdiri atas 3 (tiga)
kecamatan, yaitu Kecamatan Sesayap, Kecamatan Sesa- yap Hilir, dan Kecamatan Tana Lia. Sedangkan untuk Kabupaten Bulungan luas wilayah keseluruhan mencapai 18.010,50 Km2, yang terdiri atas 13 Kecamatan.
Selanjutnya mengenai data luas daerah tersebut tercan- tum dalam tabel berikut di bawah ini.
Tabel 18.
Indikator Luas Wilayah/Daerah78
Indikator Sub Indikator
Calon Kabupaten Tana Tidung
Kabupaten Bulungan
Luas Daerah Luas Wilayah Keseluruhan
4.828,52 Km2 18.010,50 Km2
Indikator Sub Indikator Calon Kabupaten Tana Tidung Kabupaten Bulungan Luas Wilayah Efektif 1.448,56 Km2 7.024,20 Km2
Memperhatikan luas wilayah sebagaimana dapat dilihat dalam tabel tersebut dapat disimpulkan bahwa luas wilayah Kabupaten Bulungan jauh lebih luas diban- dingkan dengan luas wilayah calon Kabupaten Tana Tidung. Hal ini berarti bahwa potensi sumber daya alam yang dimiliki oleh Kabupaten Bulungan sangat besar guna mendukung penyelenggaraan pemerintahan, teru- tama potensi sumber mineral dan batu baranya.
3.4.12. Faktor Pertimbangan Lain
Pertimbangan lain sebagai persyaratan pembentu- kan daerah otonom baru menurut Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 129 Tahun 2000, sebagaimana ditentukan dalam Pasal 3 huruf g adalah pertimbangan- pertimbangan bagi terselenggaranya otonomi daerah, seperti keamanan dan ketertiban, ketersediaan sarana dan prasarana pemerintahan, dan rentang kendali.
Indikator keamanan dan ketertiban merupakan pendudukung utama bagi terselenggaranya pemerinta- han, untuk itu keamanan dan ketertiban harus mempe- roleh perhatian secara sungguh-sungguh. Secara teoritis, rendahnya tingkat keamanan dan ketertiban masyarakat dapat diindikasikan dari banyaknya kriminalitas di da- erah itu, seperti pencurian, pembunuhan, perkosaan,
perampokan di laut, penculikan, peni-puan, dan tindak kriminal lainnya. Sebaliknya semakin rendah tindak pidana yang terjadi daerah tersebut, maka dapat dika- takan semakin baik tingkat keamanan dan ketertiban daerah tersebut. Selanjutnya mengenai informasi kea- manan dan ketertiban dapat dilihat pada tabel di bawah ini.
Tabel 19.
Indikator Keamanan Dan Ketertiban
Sub Indikator Calon Kabupaten Tana
Tidung Kabupaten Bulungan Rasio Angka Kriminalitas Per 10.000 Penduduk 3,24 18,23 Jumlah Penduduk 9252 94906 Jumlah Angka Kriminalitas 3 173
Memperhatikan data informasi angka kriminalitas dalam tabel di atas, dapat dinyatakan bahwa angka kriminalitas di Kabupaten Bulungan sangat tinggi, sedangkan dicalon Kabupaten Tana Tidung rendah, hal ini tentunya sebanding dengan tingkat jumlah penduduk di masing- masing daerah tersebut. Namun yang pasti bahwa tingkat kriminalitas di calon Kabupaten Tana Tidung sangat rendah, dengan demikian tingkat keamanan dan ketertibanya lebih terjamin. Mengenai ketersediaan sarana dan prasarana pemerintahan dimaksud-kan sebagai pendukung terselenggaranya pemerintahan di masing-masing kabupaten, diharapkan dengan sarana pemerintahan yang memadai, maka penyelenggaraan
pemerintahan dan pelayanan masyarakat dapat dilakukan dengan lebih baik. Rasio yang dihitung adalah ketersediaan gedung pemerintahan yang ada terhadap kebutuhan minimal gedung pemerintahan, dan juga rasio lahan yang ada terhadap kebutuhan lahan untuk sarana prasaran pelayanan masyarakat. Selanjutnya mengenai ketersediaan sarana dan prasarana pemerintahan terlihat dalam tabel di bawah berikut ini.
Tabel 20.
Indikator Sarana Dan Prasana Pemerintahan79
Sub Indikator Calon Kabupaten Tana Tidung Kabupaten Bulungan
Rasio gedung yang ada terhadap kebutuhan minimal gedung
0,74 0,95
Jumlah Gedung Yang Ada 31 258 Kebutuhan Gedung 42 270 Rasio Lahan yang ada Terhadap
Kebutuhan Lahan
1,20 1,32
Jumlah Lahan Yang Ada (Ha) 20,4 281,16 Kebutuhan Lahan Untuk Sarana
Prasarana Pemerintahan
17 213
Berdasarkan data yang terdapat dalam tabel terkait dengan rasio kebutuhan gedung dan ketersediaan gedung, serta kebutuhan lahan dan ketersediaan lahan sebagai sarana prasarana penyelenggaraaan pemerin- tahan dapat disimpulkan lahan yang tersedia sangat mencukupi untuk pembangunan gedung guna meningkatkan sarana prasarana penyelenggaraan peme- rintahan.
Aspek lain terkait dengan faktor pertimbangan lain sebagai persyaratan pembentukan daerah otonom baru adalah “rentang kendali”, yang dimaksudkan adalah jarak tempuh dan waktu tempuh. Faktor ini merupakan salah satu faktor penting yang menjadi pertimbangan daerah otonom baru, semakin jauh jarak tempuh antara daerah kecamatan ke pusat pemerintahan kabupaten akan semakin menimbulkan kesenjangan terhadap pembangunan dan pelayanan terhadap masyarakat, di samping itu kontrol terhadap daerah yang bersangkutan juga dirasakan semakin sulit.
Sebaliknya semakin dekat jarak tempuh dan semakin pendek jarak tempuh dari kecamatan ke kabupaten akan menyebabkan perhatian atau kontrol pemerintah, dan pemerataan pembangunan serta pelayanan terhadap masyarakat semakin mudah. Faktor pertimbangan lain yang diperlukan bagi pembentukan daerah otonom baru tersebut terdiri atas indikator rentang kendali dan faktor keamanan dan ketertiban. Rentang kendali menyangkut kemampuan pemerintah dalam memberikan layanan masyarakat dan pengendalian pemerintahannya yang diprioritaskan pada faktor jarak tempuh dan waktu tempuh. Selanjutnya untuk memahami lebih jauh mengenai faktor lain dalam bentuk rentang kendali yang menjadi salah satu pertimbangan dalam pembentukan Kabupaten Tana Tidung dapat dilihat pada tabel di bawah ini.
Tabel 21.
Indikator Rentang Kendali80
Sub Indikator Calon Kabupaten
Tana Tidung
Kabupaten Bulungan
Rata-rata Jarak Dari Kecamatan ke Pusat Pemerintahan Kabupaten Induk (Km)
180 212,4
Rata-rata Waktu Tempuh Dari Kecamatan ke Pusat Pemerintahan
Kabupaten/Kota (Jam)
3 3,54
Berdasarkan data yang terdapat dalam tabel di atas, maka dapat dikemukakan bahwa rata-rata waktu tempuh dan jarak tempuh dari masing-masing kecamatan ke kota calon Kabupaten Tana Tidung adalah 180 Km dengan waktu tempuh rata-rata 3 Jam dengan asumsi kecepatan rata-rata 60 km/jam, sedangkan jarak tempuh dari masing-masing kecamatan ke kota Kabupaten Bulungan adalah 212,4 km dengan lamanya waktu tempuh rata-rata sekitar 3,54 jam.
Persyaratan skor yang ditentukan bagi pendirian daerah otonom baru atau syarat kelulusan pendirian daerah otonom baru menurut Peraturan Pemerintah Nomor 129 Tahun 2000 adalah 2.995. Berdasarkan analisis tim peneliti dan penilai persyaratan administratif bagi pembentukan calon Kabupaten Tana Tidung disimpul- kan hanya mencapai skor 1.915, sedangkan total skor untuk Kabupaten Bulungan adalah 3.060. Dengan demi-
kian mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 129 Tahun 2000, skor yang dicapai calon Kabupaten Tana Tidung belum mencapai syarat kelulusan untuk dibentuk sebagai daerah otonom baru.81
Untuk memahami gambaran lengkap mengenai hasil penilaian tim terkait persiapan pembentukan Kabupauten Tana Tidung yang diwujudkan dalam skor yang diperoleh dari semua penilaian indikator persyaratan pembentukan daerah otonom baru yang dicapai oleh calon Kabupaten Tana Tidung dan Kabupaten Bulungan dapat dilihat pada Rekapitulasi Perhitungan Skor Calon Kabupaten Tana Tidung dan Kabupaten Bulungan, sebagai berikut.
81 Kelengkapan Administrasi Pemekaran Kabupaten Tana Ti-
dung, Presidium Daerah Pembentukan Kabupaten Tana Tidung Pro- vinsi Kalimantan Timur.
Tabel 22.
Rekapitulasi Keseluruhan Perhitungan Skor Calon Kabupaten Tana Tidung Dan Kabupaten Bulungan82
No Sub Indikator Bobot
Skor Jumah Calon KTT Kab. Bulungan Calon KTT Kab. Bulungan
Kriteria Kemampuan Ekonomi PDRB 1 PDRB Per kapita 25 2 6 50 150 2 Pertumbuhan Ekonomi 25 1 6 25 150 3 Kontribusi PDRB Terhadap PDRB Total 25 1 6 25 150
Penerimaan Daerah Sendiri 4 Rasio Penerimaan
Daerah Sendiri Terhadap Pengekaran Rutin
25 1 6 25 150
5 Rasio Penerimaan Daerah Sendiri Terhadap PDRB
25 1 6 25 150
Sub Total Kemampuan Ekonomi 150 750 Potensi Daerah
Lembaga Keuangan
6 Rasio Bank per 10.000 20 1 4 20 80
No Sub Indikator Bobot Skor Jumah Calon KTT Kab. Bulungan Calon KTT Kab. Bulungan Penduduk
7 Rasio Bukan Bank per 10.000 Penduduk
20 3 4 60 80
Sarana dan Prasarana Ekonomi 8 Rasio Kelompok
Pertokoan Per 10.000 Penduduk
20 3 4 60 80
9 Rasio Pasar Per 10.000 Penduduk
20 4 3 80 60
Sarana Pendidikan
10 Rasio Sekolah Dasar Per Usia SD
20 4 3 80 60
11 Rasio SLTP Per Usia SLTP
20 4 3 80 60
12 Rasio SLTA Per Usia SLTA
20 4 3 80 60
13 Rasio Penduduk Usia PT Per Usia 19 Th ke atas
20 1 5 20 100
Sarana Kesehatan
14 Rasio Fasilitas Kesehatan per 10.000 Penduduk
No Sub Indikator Bobot Skor Jumah Calon KTT Kab. Bulungan Calon KTT Kab. Bulungan
15 Rasio Tenaga Medis per 10.000 Penduduk
20 3 4 60 80
Sarana Transportasi dan Komunikasi 16 Persentase Rumah Tangga yang Mempunyai Kendaraan Bermotor Roda 2/3 20 4 3 80 60 17 Persentase Rumah Tangga yang Mempunyai Kendaraan Bermotor Roda 4 atau lebih atau Perahu Motor
20 4 3 80 60
18 Persentase Pelanggan Telepon Terhadap Jumlah Rumah Tangga
20 1 4 20 60
19 Persentase Pelanggan Lisrik Terhadap Jumlah Rumah Tangga
20 4 3 80 60
20 Persentase Kantor Pos Terhadap per 10.000 Penduduk
No Sub Indikator Bobot Skor Jumah Calon KTT Kab. Bulungan Calon KTT Kab. Bulungan
21 Rasio Panjang Jalan terhadap Jumlah Kendaraan bermotor 20 2 6 40 120 Sarana Pariwisata 22 Jumlah Hotel/Akomodasi 20 1 5 20 100 23 Jumlah Restoran/Rumah Makan 20 1 6 20 120
24 Jumlah Objek Wisata 20 2 5 40 100 Ketenagakerjaan
25 Persentase Pekerja yang Minimal SLTA 20 3 4 60 80 26 Tingat Partisipasi Angkatan Kerja 20 3 4 60 80 27 Persentase Penduduk Yang Bekerja 20 4 80 60 28 Rasio PNS terhadap Jumlah Penduduk 20 3 4 60 80 Sub Total 1360 1740 Sosial Budaya Tempat Peribadatan
No Sub Indikator Bobot Skor Jumah Calon KTT Kab. Bulungan Calon KTT Kab. Bulungan 29 Rasio Sarana Peribadatan Per 10.000 Penduduk 10 4 3 40 30
Tempat Kegiatan Institusi Sosial 30 Rasio Tempat
Pertunjukan Seni per 10.000 Penduduk
10 4 1 40 10
31 Rasio Panti Sosial per 10.000 Penduduk
10 1 4 10 40
Sarana Olah Raga
32 Rasio Fasilitas Lapangan Olah Raga per 10.000 Penduduk
10 6 1 60 10
Sub Total Indikator Sosial Budaya 150 90 Sosial Politik
33 Rasio Penduduk Yang Ikut Pemilu terhadap Yang Memiliki Hak Pilih
10 3 4 30 40
Organisasi Kemsyarakatan 34 Jumlah Organisasi
Kemsyarakatan
No Sub Indikator Bobot Skor Jumah Calon KTT Kab. Bulungan Calon KTT Kab. Bulungan
Sub Total Indikator Sosial Politik 40 100 Jumlah Penduduk
35 Jumlah Penduduk 15 1 6 15 90 36 Rasio Jumlah Penduduk
Urban terhadap Jumkah Penduduk
15 4 3 60 45
Sub Total Indikator Jumlah Penduduk 75 135 Luas Daerah
37 Luas Wilayah Keseluruhan
15 1 6 15 90
38 Luas Wilayah Yang Dimanfaatkan
15 1 6 15 90
Luas Sub Total Indokator Luas Wilayah 30 180 Keamanan dan Ketertiban
39 Angka Kriminalitas Per 10.000 Penduduk
5 6 1 30 5
Pertimbangan Lain
Ketersediaan Sarana Prasarana Pemerintahan 40 Rasio Gedung Terhadap
Kebutuhan Minimal Gedung Pemerintah
No Sub Indikator Bobot Skor Jumah Calon KTT Kab. Bulungan Calon KTT Kab. Bulungan
41 Rasio Lahan terhadap Kebutuhan Minimal Lahan Sarpras
5 3 4 15 20
Rentang Kkendali
42 Rata-rata Jarak Tempuh Ke Pusat Pemerintahan 5 4 3 20 15 43 Rata-rata Waktu Perjalanan dari Kecamatan Ke Pusat Pemerintahan 5 6 1 30 5
Sub Total Pertimbangan Lain 110 65
Berdasarkan tabel rekapitulasi tersebut dapat diketahui bahwa skor total persyaratan administratif calon Kabupaten Tana Tidung adalah 1915 dan untuk Kabupaten Bulungan adalah 3.060. Sedangkan dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 129 Tahun 2000 tentang Persyaratan Pembentukan dan Kriteria Pemekaran, Penghapusan, dan Penggabu- ngan Daerah, bahwa minimal skor yang harus dicapai adalah 2.995, namun calon Kabupaten Tana Tidung hanya mencapai skor 1.915, yang berarti skornya jauh dari mencukupi syarat dibentuknya daerah otonom baru.
3.5. Landasan Pembentukan Kabupaten Tana Tidung