BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
D. Faktor peluang dan tantangan ekonomi keluarga terhadap
Cendana Hijua Kecamatan Wotu Kabupaten Luwu Timur
pendidikan merupakan salah satu dari inventasi manusia yang sangat menguntungkan dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia. Pendidkan sangat penting bagi manusia, lebih-lebih di zaman yang serta berteknologi ini. Bila kita melihat secara sepintas orang-orang yang tidak memiliki pengetahuan di pandang sebelah mata oleh orang lain. Oleh karena itu orangtua, orangtua sebagai pendidik utama dan pertama, maka hendaknya menyadari hal ini, sehingga memerhatikan pendidikan anak-anaknya demi keberlangsungan hidup dimasa mendatang. Namun ada beberaa faktor peluang dan tantangan terhadap keberlangsungan pendidikan anak di dusun lembah bahagia II desa cendana hijau kecamatan wotu kabupaten luwu timur.
1. Faktor Peluang
a. Tingkat pendiidkan orangtua
Orangtua yang memiliki pendidikan yang tinggi menyadari bahwa pendidikan merupakan inventasi untuk masa depan anaknya dan mempunyai dorongan atau motivasi yang besar untuk menyekolahkan anaknya. Hal ini sesuai dengan pendapat bapak Edi selaku guru SMA mengatakan bahwa :
“Pendidikan adalah inventasi yang sangat memberikan adil dalam meningkatkan sumber daya manusia yang berkualitas. Dengan pendidikan maka seorang individu akan memilki kemampuan dan mampuh menguasai pemanfaatan ilmu pengetahuan yang berguna dimasa mendatang.”(wawancara pada tanggal 15 agustus 2016)
Dari uraian hasil penelitian di atas menunjukkan orangtua yang sadar akan pendidikan memberi modal untuk masa depan anak pendidikan ini nantinya akan menjadi modal dan peluang ekonomi anak karena mereka di bekali kemampuan ilmu pengetahuan yang dapat dipergunakan dimasa mendatang.
Dapat di pahami bahwa ilmu pengetahuan dan keterampilan adalah penunjang kehidupan seseorang sebab zaman ke zaman persaingan semakin berat.
b. Tingkat penghasilan orangtua
Pendapatan keluarga berpengaruh bagi kelangsungan pendidikan anak, sebab segala kebutuhan berkenaan dengan pendidikan seperti biaya transpor, seragam, fasilitas alat tulis, dan lain-lain masih di tanggung oleh orang tua. Melihat itu akan menimbulkan dorongan kepada anak untuk tidak mengsia-siakan kesempatan untuk menuntut ilmu di jenjang pendidikan. Hal ini sesuai dengan pendapat Heni salah seorang siswa yang mengatkan bahwa :
“abi mah eumbung sia-sia ken ka sempatan, loba babaturan abi pinter, ringking umum hijie di sakolah tapi hente bisa lanjut, aya oege yang berhenti sakolah ka hente boega cicis.(saya tidaka mau mengsia-siakan kesempatan banyak teman saya yang pinter, dapat reaking umum satu disekolah tapi tidak bisa lanjut bahwan putus sekolah karena tidak punya biaya).”)wawancara pada tangga 15 agustus 2016)
Dari uraian hasil penelitian tersebut menunjukan bahwa tingkat penghasilan orangtua adalah faktor pendukung karena anak merasa bahwa tidak semua orang seberuntung dia.
Dengan demikian dapat dipahami bahwa faktor ekonomi orangtua menunjang pendidikan anak dan adanya rasa kesadaran, syukur, dapat membawa seseorang terdorong untuk tidak menyia-nyiakan kesempatan.
c. Tingkat sosial pergaulan orangtua
Orangtua sebagai motivasi yang sangat berpengaruh dalam keluarga dapat diwujudkan dengan cara mendidik anak dalam kehidupan sehari-hari. Orang menciptakan hubungan yang harmonis antara anak dengan orang tua, maupun dengan anggota keluarga yang lain sehingga satu sama lain saling mendukung dan membantu dalam melakukan aktivitas pendidikan sehingga anak akan lebih teralah dalam menjalani jenjang pendidikan. Suasana lingkungan dan tempat tinggal yang baik akan memotivasi anak untuk melanjutkan pendidikannya. Hal ini sesuai dengan pendapat Ibu Adah selaku orangtua mengatakan bahwa :
“orangtua euges ngadidik, nagarahkeun kaanu bener, da kuemaha dei babaturan eujeng lingkungna anu heunte bener jadi na kitu bae,( orangtua sudah mendidik, mengarahkan,akan tetapi lingkungan dengan teman-teman yang bawa pengaruh buruk, jadi begitu).”(wawancara pada tanggal 15 agustus 2016)
Dengan hubungan baik tersebut, anak akan lebih terarah perhatiannya untuk melakukan aktivitas mana yang bermanfaat dan yang tidak. Suasana tempat tinggal yang baik dapat menjadi motivator anak dalam menjalani pendidikan, dimana pengaturan rumah tidak terlepas dari orangtua.
Dengan demikian dapat dipahami bahwa lingkungan sekitar dapat mempengaruhi pola tingkah laku, fikiran seseorang, maka dari itu orangtua harus memperhatikan hal demikian agar memilih tempat tinggal yang mendukung pendidikan.
2. Faktor penghambat
a. Tingkat pendapatan orangtua
Orangtua yang memiliki pendidikan yang hanya lulusan SD beda orangtua yang lulusan SMA. Orangtua yang memiliki pendidikan tinggi termotivasi untuk menyekolahkan anak mereka.
b. Tingkat penghasilan orangtua
Tingkat ekonomi keluarga mempunyai pengaruh yang tinggi terhadap keberlangsungan pendidikan anak. karena setiap kebutuhan pendidikan anak yang bersangkutan dengan pendidikan akan membutuhkan ekonomi keluarga. Keadaan ekonomi yang tidak memadai, keadaan ini akan meninbulakan kurangnya biaya yang disebabkan oleh orangtua, kurangnya alat-alat sekolah. Keadaan peralatan seperti buku, alat tulis, buku pelajaran, dan lain-lain akan membantu kelancaran. Sebaliknya jiaka jika peralatanya kurang makan menghambat kemajuan atau kemauan sekolah anak. Hal ini sesuai dengan pendapat Ibu Lana selaku orangtua mengatkan bahwa:
“ari hoyoeng anakna samangat sakolah ya kugu dilengkapi kabutuhan sakolana. Ari heunte hengkap mah budak eurak sakolah na engke the di popoyokan ku babaturanna.(kalau ingin anak tetap sekolah ma harus dipenuhi kebutuhan sekolahnya, kalau tidak lengkap biasa diejek-ejek temannya).”(wawancara pada tanggal 15 agustus 2016)
Dari pendapat tersebut menunjukan bahwa keluarga yang ekonominya rendah akan merasa berat untuk mengeluarkan biaya yang bermacam-macam, apalagi jika anggota keluarganya banyak. Ini sangat mempengaruhi karena keuangan dipergunakan untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari.
Keadaan ekonomi keluaraga yang memadai (berlimpah ruah), maka akan segan untuk melanjutkan pendidikan, karena ia sibuk bersenang-senang dengan fasilitas yang di berikan orangtua dan tidak perlu bersusah-susah untuk menyiapkan masa depan dikarenakan orangtuanya memiliki ekonomi yang memadai. Hal ini sesuai dengan pendapat Mus salah seorang anak dari kelauarga yang ekonominya memadai, mengatakan bahwa :
“kacape-cape sakoela leuhur-leuhur, haese-haese haudang isuek-iseuk, mengeurjakuen PR. Kasipan masa haereup. Loeba iuyeh atoes arangtua abie.”(Buat apa sekolah tinggi, susah-susah bangun pagi, kerja PR. untuk persiapan masa depan, banyak ini uangnya orangtuaku. Tidak habis-habis.).”(wawancara pada tanggal 15 agustus 2016)
Terkadang pula ada keluarga yang kaya raya tidak mau menyekolakana anaknya, karena pola pikir yang minim akan pendidikan, dengan anggapan menyekolahkan anak hanya mengahbiskan uang saja, ujungng-ujung dari sekoalah adalah kerja, lebih baiak kerja langsung saja.
Orangtua yang selalu memanjakan anakanya dan orangtua tidak tahan melihat anaknya menuntut ilmu dengan susah payah di sekola . Namun tidak sangka-sangka pula bahwa ada anak yang kekurangan, tetapi justru keadaan seperti itu meraka jadikan cambuk untuk melanjukan pendidikan untuk menyiapkan masa depan.
3. Keterampilan
Kererampilan sesorang sangat berepngaruh terhadap kehidupan ekonomi, karena keterampilan orang tersebuta akan mendapat kehidupan mengerjakan sesuatu untuk mendapat penghasilan yang memadai maisalnya keterampilan di biadang pertukangan, keterampilan di biadang perkebunan dll. Dari keterampilan di atas apabila dimiliki oleh masyarakat, maka dapat berpengaruh bagi kehidupan masyarakat dusun lembah bahagia II. Sehingga dapat mememnuhi kebutuhan hidup dan kebutuhan pendidikan anak-anaknya. Oleh karena itu hendaknya masyarakat atau anak-anak yang telah putus sekolah diarahkan untuk menguasai suatu keterampilan, agar mereka bis ahidup mandiri tanpa harus bergantung kepada orang lain.
Dari uraian di atas dapat di pahami bahwa tingkat pendapatan orangtua, tingkat penghasilan orangtua, tingkat sosial orangtua dan keterampilan dapat menajdi faktor peluang dan penghambat ekonomi keluarga dan dapat mempengaruhi keberlangsungan pendidikan anak di dusun lembah bahgia II hal tersebut tergantung dari pola pikir masyarakat memandang pendidikan.
Begitupun juga masyarakat dusun lembah bahgia II harus mendapatkan perhatian dan solusi dari pemerintah setempat, agar masyarakat setempat dapat penyuluhan tentang pentingnya pendidikan agar pola fikir masyarakat tidak minim lagi dan sekurang-kurangnya mengetahui penyebab yang dapt mempengaruhi minat orangtua dan anak-anak sekolah.
BAB V
PENUTUP
A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian tentang keberlansungan pendidikan di kalangan anak di dusun lembah bahagia II desa cendana hijau kecamatan wotu kabupaten luwu timur yaitu :
1. Realitas ekonomi keluarga dusun lembah bahgia II dengan pengahsilan rata-rata cukup akan tetapi tingkat pendidikan anak masih rendah, hal ini dilihat dari masih banyaknya keluarga yang memiliki anak dengan pendidikan tertinggi hanya menyelesaikan pendidikan di tingkatan sekolah menengah pertama.
2. Berdasarkan penjelasan diatas, hampir semua masyarakat di dusun lembah bahagia II desa cendana hijau kecamatan wotu kabupaten luwu timur sangat berminat terhadap keberlangsungan pendidikan anak, menganggap dan menyadari bahwa pendidikan sangat penting untuk masa depan. Akan tetapi, dalam implementasi sangat kurang.
3. Faktor peluang realitas ekonomi keluarga terhadap keberlangsungan pendidikan anak didusun lembah bahagia II desa cendana hijau kecamatan wotu kabupaten luwu timur adalah tingkat pendidikan pendapatan serta pergaulan sosial orang tua bisa menjadi faktor pendukukung sekaligus dapat menjadi faktor penghambat.
64
4. Hampir semua masyarakat setempat menganggap bahwa tingginya angka anak-anak yang tidak melanjutkan pendidikan di dusun lembah bahgia II desa cendana hijau kecamatan wotu kabupaten luwu timur penyebab utamanya adalah persoalan ekonomi dan lingkungan.
B. Saran-saran
1. Kepada tokoh agama dan masyarkat setempat harus mengambil alih bahwa dalam membatu masyarakat dalam memahami pendidika, sehingga masyarakat mempunyai keberanian dalam menyekolahkan anak-anaknya.
2. Kepada pemerintah harus lebih meningkatkan dan lebih proaktif untuk memberikan sosialisasi mengenai pendidikan sehingga masyarakat dapat mengetahui informasi-informasi terkini mengenai pendidikan. Sosialisasi tersebut dapat berupa gencarnya iklan layanan masyarakat, penyuluhan, maupun pertemuan antara guru dan pihak sekolah.
3. Kepada orangtua dan masyarakat agar senantiasa memeperhatikan akan pentingnya pendidikan anak, lembaga pendidikan harus memberikan jenis pendidikan yang dapat dijangkau oleh masyarakat dan terletak disekiatar pemukianan penduduk sehingga dapat dihindar adanya biaya transportasi serta sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
DAFTAR PUSTAKA
Al-Qur’an Al-Karim, 1995. Terjemahan Departemen Agama RI. semarang : PT Karya Toha Putra.
Abdulsyani. 1994. Sosiologi (Skematika), Teori dan Terapan. Jakrta: Bumi Aksara.
Bernadib Soetari Imam. Pengantar Ilmu Pendidikan, (Yogyakata : Fakultas Psikologi UGM, Yogyakarta, 1986 : 68.
Daradjat Zakiah, Pendidikan Agama Dalam Pembinaan Mental, (Jakarta : Bulan Bintang, 1975), hlm. 17.
Dewantara, K.H.1982. Asas-Asas dan Dasar-Dasar Taman Siswa. Yogyakarta:
Majelis Luhur Taman Siswa
Hidayanto, Nugroho Dwi. Mengenal Manusia dan Pendidikan. Liberty, Yogyakarta, 1988. Halm. 43
Hasbullah 2012. Dasar-dasar Ilmu Pendidikan (Edisi Revisi). Jakarta: PT. Raja Grafindo.
Ramayulis, dkk, Pendidikan Islam Dalam Rumah Tangga, (Jakrta : Kalam Mulia, 1987), hlm.17-12.
Marshall, Alfred. 1991. Diterjemahkan Anwar. 1991. Metode Penetapan & Biaya Pendidikan. Jakarta : Mimbar Pendidikan.
Sevilla, Conselo. G. 1993. Pengantar Metode Penelitian. Cet. V. Bandung: PT.
Remaja Rosda Karya.
Soekanto, Soerjono.2002. Sosiologi Suatu Pengantar, Jakarta: Rajawali Pers.
Subagyo, P. Joko. 1997. Metode penelitian (Dalam Teori dan Praktek). Cet. 2.
Jakarta: PT. Renika Cipta.
Sugiono. 2014. Metode Penelitian Kuantitatif, Kulitatif, R&D. Cet. 21. Alfabert:
Bandung.
,(2014). Statistik untuk Penelitian, Jakarta, Alfabeta
64
Undang-Undang Republik Indonesia No. 20. Tahun 2003 tentang sikdiknas (Sistem Pendidikan Nasional). 2005. Surabaya: Media Center
CENDANA HIJAU KEC. WOTU KAB. LUWU TIMUR.
Item Pertanyaan :
1. Setujukah anda bahwa ekonomi keluarga dapat menentukan keberlangsungan pendidikan anak? Kemukakan alasan anda!
2. Bagaimana gambaran realitas ekonomi keluarga terhadap keberlangsungan pendidikan anak?
3. Kalau dilihat dari ekonomi keluarga bagiamana minat warga terhadap keberlangsungan pendidikan anak?
4. Menurut anda apakah minat orang tua menentukan keberlangsungan pendidikan anak? Kemukakan alasan anda!
5. Faktor-faktor apa yang menjadi peluang dan tantangan ekonomi keluarga terhadap keberlangsungan pendidikan anak?
6. Menurut anda faktor apa yang mempengaruhi keberlangsungan pendidikan anak?
KEPLA DESA CENDANA HIJAU JAJANG JAYAWINATA
SEKERTARIS DESA CENDANA HIAJU
RAHADI
BENDAHARA
BIDANG PENDIDIKAN
BIDANG AGAMA
KESEHATAN DAN PERTANIAN
BIDANG SOSIAL
MASYARAKAT