BAB III METODE PENELTIAN
C. Perana Pemerintah Dalam Pemberdayaan Pengusaha Dangke di
2. Faktor pendorong Pemberdayaan Pengusaha Dangke Di
2.a. Partisipasi Masyarakat
Dalam pemberdayaan masyarakat pengusaha dangke partisipasi masyarakat perlu diwujudkan untuk menanamkan nilai kesadaran dan kepedulian serta tanggung jawab masyarakat terhadap pentingnya pelatihan dan pembinaan yang bertujuan untuk memperbaiki mutu hidup mereka artinya melalui partisipasi yang diberikan, berarti benar-benar menyadari bahwa kegiatan seminar dan pelatihan bukanlah sekedar kewajiban yang harus dilaksanakan oleh aparat pemerintah sendiri melainkan juga menuntut keterlibatan masyarakat yang akan diperbaiki mutu hidupnya.
berdasarkan hasil wawancara dengan AK selaku sekertaris yang mengatakan bahwa:
65
“Adanya partisipasi masyarakat sangat dibutuhkan sebagai pendukung
utama dalam kegiatan pelatihan dan pembinaan pengusaha dangke. Pemerintah bekerja untuk masyarakat jadi ujung tombak pembangunan ada pada masyarakat. Saya lihat pemerintah selama ini selalu membuka ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasinya” (wawancara AK 07 oktober 2018)
Menurut (Wolcook dan Narayan,200) partisipasi dibutuhkan untuk mengembangkan sinergi dalam hubungan antara pemerintah dan masyarakat maupun sinergi dalam jejaring komunitas. Partisipasi dapat diwujudkan dalam berbagai bentuk seperti keikutsertaan masyarakat untuk menghadiri setiap kegiatan yang dilaksanakan oleh pememerintah, untuk memberi ide atau gagasan melalui forum ataupun secara langsung ke pengusaha dangke, dan manfaat yang akan diterima oleh masyarakat yang bersangkutan, begitupun dengan partisipasi dalam mengevaluasi hasil produk yang mereka hasilkan sehingga muncul umpan balik tentang masalah maupun kendala yang muncul dalam pelaksanaannya. Sehingga masyarakat paham manfaat dari program yang dilakukan.
Serupa yang dikatakan dalam wawancara dengan HA selaku kabid pengembangan usaha dan kelembagaan yang mengatakan bahwa:
“Partisipasi masyarakat pengusaha dangke sudah cukup bagus, setiap ada
kegiatan- kegiatan yang di lakukan masyarakat pro aktif karena semangat
lokalnya masih terjaga.” (wawancara HA, 07 Oktober 2018)
66
“Setiap ada kegiatan seminar atau pelatihan yang di adakan oleh
pemerintah saya sering hadir, karna menurut saya pelatihan sangat bermanfaat bagi saya demi berkembangnya usaha dangke yang saya miliki.” (wawancara TR 10 Oktober 2018)
Di kecamatan anggeraja, partisipasi masyarakat merupakan faktor utama terhadap keberhasilan program pemberdayaan masyarakat pengusaha dangke, mulai dari partisipasi ide/ pikiran melalui seminar dan pelatihan, masyarakat memahami bahwa apa yang mereka lakukan adalah untuk kepentingan mereka. Sebagai aparat dinas peternakan dan perikanan harus berusaha membuat masyarakat berpartisipasi dalam kegiatan seminar dan pelatihan. Partisipasi merupakan tantangan besar akan tetapi dengan semangat lokal yang masih terjaga di kecamatan Anggeraja masyarakat dengan mudah digerakkan.
2.b. Kekayaan Sumber Daya Alam
Sumber daya alam adalah kekayaan yang tersedia di alam dan dapat dimanfaatkan oleh manusia dalam usaha untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. ( ibid :125) Seperti pemanfaatan potensi perkebunan, peternakan di Kabupaten Enrekang yang melimpah. Kebanyakan masyarakat mengolahnya menjadi bahan makanan siap konsumsi. Salah satu contoh pemanfaatan Sumber Daya Alam seperti susu sapi di olah jadi dangke dan salah satu makanan pokok masyarakat di Kabupaten Enrekang. Tak hanya itu, dangke juga dapat diolah menjadi krupuk dengan beberapa varian rasa ada rasa original,coklat,balado. Berbagai
potensi-67
potensi Sumber Daya Alam tersebut tak hanya menjadi pendukung bagi proses pemberdayaan namun telah menjadi pondasi yang kuat dalam pemenuhan kebutuhan masyarakat di Kabupaten Enrekang.
2.c. Bantuan Modal
Sumber daya modal adalah sumber daya yang dibuat oleh manusia baik berupa uang maupun modal barang dan digunakan untuk membantu kegiatan produksi. Modal merupakan factor penunjang dalam berwirausaha, tanpa adanya uang dan barang usaha tidak akan mampu berjalan. Modal diperlukan agar bisa menghasilkan berbagai macam barang dan jasa dengan cepat dan efisien. Seperti pemilik usaha dangke. Tujuan memberi bantuan permodalan dan pendanaan adalah untuk merekomendasikan usaha bisnis agar lebih produktif yang pada gilirannya mampu menjadi usaha yang kompetitif. Untuk bisa mencapai tujuan itu dana yang ada harus di distribusikan dengan tepat sasaran dan harus terhindar dari terjadinya penyimpangan dana bantuan. Agar kita memiliki informasi yang memadai mengenai keberadaan pendanaan dan permodalan pemilik usaha dangke, maka perlu dilakukan wawanncara dengan EK selaku kasi pelayanan usaha investasi dan perkreditan Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Enrekang terkait dengan pendanaan dan permodalan usaha dangke, mengatakan bahwa:
“Kami selaku pemerintah tentunya sangat mendorong dengan usaha yang
dilakukan para pengusaha dangke dari itu kami menyediakan dana untuk mengoptimalkan usaha untuk itu dana bergulir dan kredit dalam bentuk pinjaman serta pembiayaan lainnya untuk sesuai dengan kebutuhan para pemilik/ pengelola pengusaha dangke. Dengan dibentukknya lembaga ini diharapkan pengelolaan dana bergulir ini dapat dilaksanakan sebaik-baiknya dan bermanfaat untuk para pengusaha dangke yang ada di
68
Berdasarkan pernyataan informan diatas peran pemerintah dalam memberikan modal sangat mendorong dalam mengelola usaha dangke yang ada di Kecamatan Anggeraja dengan memberikan dana bergulir dan kredit atau pinjaman untuk menjalankan usaha yang mereka jalani dalam hal ini usaha dangke. Selanjutnya wawancara dengan MS selaku pengusaha dangke terkait dengan permodalan dan pendanaan usaha dangke yang mengatakan bahwa:
“Menurut saya dengan adanya bantuan dari pemerintah berupa pendanaaan
sangat membantu dalam pengembangan usaha dangke saya, pendanaan ini sangat membantu karena dana yang diberikan dapat menambah jumlah sapi saya yang awalnya 3ekor menjadi 5ekor dan meningkatkan lebih banyak lagi hasil produksi saya dan bisa membuat dangke lebih banyak
lagi dan juga usaha menjadi semakin maju” (Wawancara dengan MS ,10
oktober 2018).
Secara nasional jumlah permodalan untuk usaha termasuk besar jumlahnya. Namun jika dibandingkan jumlah pengusaha yang memerlukan modal usaha jumlah dana atau permodalan masih jauh dari cukup. Khususnya pengusaha dangke yang jumlahnya cukup banyak tidak sebanding dengan dana atau permodalan yang di keluarkan oleh Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Enrekang. Jika dilihat dari aspek pendanaan atau permodalan ternyata sudah mendukung perkembangan usaha dangke. Memang benar modal atau pendanan tentang usaha dangke benar-benar ada di keluarkan oleh Dinas Peternakan dan Perikanan telah ada dan benar-benar telah digunakan oleh masyarakat pengusaha dangke dalam mengembangkan usahanya dengan segala keterbatasannya. Pengusaha dangke memang masih membutuhkan tambahan dana dari pemerintah dalam hal ini Dinas Peternakan dan Perikanan.
69
Teknik dan strategi pemasaran merupakan salah satu cara untuk meningkatkan daya tarik dan nilai produk sehingga menghasilkan nilai tambah.
Dalam wawancara SA selaku kasi pengelolaan pemasaran dan promosi mengatakan bahwa
“Beberapa hal spesifik yang harus dipahami dengan baik jika suatu usaha Ingin sukses ialah di lihat dari Jumlah peminatnya. faktor pengukur dalam menilai berhasil atau tidaknya usaha utamanya adalah model promosi dan pengembangan produknya. Promosi produk sendiri dilakukan oleh segenap instansi dan masyarakat yang terkait, dan dilakukan dengan berbagai cara. sejauh ini pemasaran produk-produk yang telah di kembangkan masyarakat telah mengalami perkembangan, produk-produk yang selama ini hanya di pasarkan dalam skala lokal dan sebagai oleh-oleh saja bahkan sudah ada yang di ekspor keluar provinsi. Strategi pemasaran yang kami lakukan tidak hanya sebatas itu tetapi kami juga sering ikut pameran disejumlah kota, dan kami juga sering mempromosikan produk ketika ada pameran besar yang berlangsung di sekitaran kota Kab.Enrekang. Memasarkan produk-produk dangke tidak hanya sampai disitu saja tetapi kami juga menempuh pemasaran produk dengan sistem online, di skala Kab.Enrekang dan sekitarnya”. (wawancara SA 07 Oktober 2018)
Bidang pemasaran mempunyai nilai tambah yang dapat diciptakan dengan menggunakan strategi penciptaan nilai (value creation strategy) melalui nilai
70
pelanggan (customer value). Strategi ini dikenal dengan “Model Best”. Suryana ( 2013 : 71)
Model Best yang dimodifikasi oleh Walters memilah-milah model menjadi tiga kelompok, yang meliputi:
a. Analisis pelanggan (customer analysis) b. Penciptaan nilai (value creation)
c. Kepuasan pelanggan (customer satisfaction)
2.e. Tingginya Permintaan
Permintaan yang semakin tinggi dapat mendorong ekonomi kreatif. Wawancara RW selaku pengusaha dangke mengatakan bahwa:
“yang menjadi penyemangat kami dalam mengembangkan usaha salah
satunya adalah permintaan konsumen yang semakin banyak, konsumen itu sendiri berasal dari berbagai macam kalangan. Terkadang dalam sehari ada 2-3 orang yang memesan produk dangke kami dengan jumlah yang banyak. Untuk memenuhi pesanan itu kami kewalahan apa lagi kalau
memesan dangke melebihi yang di produksi”. (wawancara RW 08 Oktober
2018)
Semakin tinggi permintaan terhadap produk-produk ekonomi kreatif semakin tinggi rangsangan untuk berkreasi dan berinovasi. Dengan adanya permintaan yang semakin meningkat, para kreator semakin bersemangat untuk berimajinasi
71
dan berinovasi. Dengan demikian, kreatifitas dapat mendorong permintaan, dan permintaan dapat mendorong kreativitas. Suryana ( 2013 : 59)
3. Faktor Penghambat Pemberdayaan Pengusaha Dangke Di Kabupaten