commit to user BAB
HASIL PENELITIAN DAN
D. Faktor Pendukung dan Faktor Penghambat Pendapatan Daerah
1. Faktor Pendukung
a. Peraturan dan Prosedur Pengelolaan Pendapatan Daerah
Organisasi dalam bekerja selalu menggunakan peraturan atau prosedur yang menjadi pedoman pelaksanaan tugas yang harus dilakukan, dan setiap ayat dalam pendapatan daerah juga menggunakan aturan dan prosedur tertentu dalam pelaksanaannya , karena setiap ayat tersebut
No. Tahun Realisasi Prosentase Peningkatan
PAD 1. 2. 2007 2008 45.655.741.180 52.495.046.350 13,03% 3. 2009 73.397.531.940 28,47% 4. 2010 75.420.216.512 2,68% 5. 2011 104.080.774.286 27,54%
mempunyai objek tersendiri dan berbagai karakteristik yang berbeda-beda begitu juga dengan pengelolanya. Memang dalam pemungutan masing- masing pendapatan daerah telah menggunakan aturan tersendiri.
b. Kesempatan untuk mengikuti pendidikan teknis fungsional
Salah satu upaya yang dilakukan oleh DP2KAD dalam rangka untuk lebih meningkatkan daya apresiasi dan kemampuan yang bemuara pada terciptanya SDM yang handal dan mampu mengatasi segala permasalahan yang timbul dalam pelaksanaan tugas dan fungsi dari DP2KAD, yaitu dengan memberikan kesempatan untuk mengikuti pendidikan baik itu bersifat formal maupun teknis fungsional kepada para pegawai.
Berikut disajikan data mengenai diklat yang merupakan pendidikan teknis fungsional yang pernah diikuti oleh pegawai DP2KAD Kabupaten Karanganyar.
Tabel 4.8
Pendidikan Teknis Fungsional yang Diikuti Pegawai DP2KAD
No Nama Pangkat/Golongan Jabatan Tahun Diklat
1. Drs. Tatag Prabawanto B, M.M. Pembina Tk I (IV/b)
Ka. DP2KAD Diklatpim II 2009 2. Christiani Nurendah W, S.H,M.M Pembina Tk I
(IV/b)
Kabid. Pendaftaran & Pendataan
Diklatpim III 2010
3. RM. Handoko, S.H Pembina (IV/a) Sekertaris Diklatpim III 2010
c. Kesempatan Melanjutkan Pendidikan Formal
Sejalan dengan tuntutan pelaksanaan fngsi DP2KAD dalam meningkatkan kualitas dibutuhkan pendidikan yang memadai karena
dirasakan makin komples dan banyaknya masalah yang ditimbulkan dalam upaya meningkatkan penerimaan pendapatan daerah. Dalam kualitas ini anggota DP2KAD diberikan kesempatan untuk melanjutkan pada pendidikan formal yang lebih tinggi, seperti yang dikemukakan oleh Sekertaris, Bapak Handoko.
kesempatan kepada pegawai untuk melanjutkan pendidikan formal, misal dari SMA bisa melanjutkan ke jenjang
Berikut disajikaan data mengenai pegawai yang melanjutkan pendidikan formal di DP2KAD Kabupaten Karanganyar.
Tabel 4.9
Jumlah Pegawai DP2KAD Kabupaten Karanganyar yang Melanjutkan Pendidikan Formal
(2007-2011)
No. Yang melanjutkan pendidikan formal Jumlah
1. SMA melanjutkan ke S1 5
2. D3 melanjutkan S1 10
3. S1 melanjutkan S2 7
Sumber:DP2KAD Karanganyar
Dengan adanya perbedaan tingkat pendidikan pegawai, tidak menjadi alasan utnuk lebih menonjolkan diri sebagi bagian dari DP2KAD yang mempunyai nilai lebih dalam berbagai hal. Karena di DP2KAD semua mempunyai kedudukan dan kesempatan yang sama dalam memberikan sumbangan sebagai wujud pengabdian, sehingga apabila terdapat perbedaan dalam tingkat pendidikan tidak menjadi halangan, namun justru akan memacu semangat dalam meningkatkan prestasi sehingga pegawai dapat membekali dirinya agar tercapai peningkatan kualitas dalam DP2KAD.
Evaluasi yang juga dilakukan untuk lebih meningkatkan kinerja dari pegawai, yaitu dengan pimpinan memberikan promosi berdasarkan prestasinya. Hal tersebut dikatakan oleh Sekertaris.
prestasi pegawai, kalau prestasinya bagus, mereka akan ditempatkan ke posisi yang
Penerimaan pegawai DP2KAD dilaksanakan melalui penerimaan pegawai negri, yang dilakukan sesuai kebijakan dari pemerintah daerah.
d. Adanya layanan mobil PARYATTI
Dalam rangka meningkatkan penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) di Kabupaten Karanganyar, Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Karanganyar bersama Pemerintah Kecamatan, Pemerintah Desa/ Kelurahan dan BPR BKK kecamatan melaksanakan kegiatan jemput bola. Pembayaran PBB sore hari dari pukul 16.00-19.00 melalui Program PARYATTI (Pajak Rakyat Terurusi Tenteram Indonesia).
Layanan Program PARYATTI dilakukan melalui mobil layanan yang berkeliling dari satu daerah kedaerah lain, sehingga memudahkan mayarakat di daerah yang ingin membayar Pajak PBB.
PARYATTI diresmikan pada tanggal 19 Agustus 2009 Diharapkan dengan Program PARYATTI ini, masyarakat dengan mudah dapat terlayani dan mempunyai kesadaran yang dalam pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan dan dapat meningkatkan PAD.
e. Menjalin kemitraan dengan kelompok kegiatan
Kelompok kegiatan disini terdiri dari dari perkumpulan para objek pajak antara lain PHRI (Pengusaha Restoran dan Hotel Indonesia), IPAD (Ikatan Pembuat Akta tanah Daerah), dan Paguyuban PKL.
Menjalin kemitraan dengan kelompok kegiatan dapat memudahkan dalam melakukan sosialisasi. PHRI misalnya dengan begitu dapat meningkatkan penerimaan retribusi hotel dan restoran.
f. Membentuk Kelompok Kerja Tim Audit
Pembentukan tim audit dengan memberdayakan sumber daya manusia dalam rangka pemeriksaan pajak dan retribusi dengan maksud mendeteksi kebenaran pembayaran pajak maupun retribusi serta
sweeping tunggakan. Cakupan objek pemeriksaan dari tim ini meliputi
kewajiban pajak dan retribusi yang harus dibayar oleh pengushaa yang diperiksa. Sehingga jangka panjang dapat tercipta suasana yang kondusif untuk pemungutan pajak dan retribusi daerah dalam arti dapat menghilangkan tunggakan dan meningkatkan kesadaran wajib pajak dan retribusi sehingga target pendapatan daerah dapat tercapai.
g. Strategi menangani tunggakan
Strategi ini adalah jenis kebijakan yang berorientasi pada upaya merealisasikan tunggakan baik dengan persuasuive maupun law enforcement.
a. Kepada PPAT yang berhasil memasukkan pajak PBB diberikan fee operasional 0,05% dari perolehan pajak PBB tersebut
b. Membentuk tim pembentukan reklame untuk melakukan
pembongkaran reklame yang tidak berijin atau tidak dibayar pajaknya
c. Sosialisasi perpajakan daerah kepada objek pajak dan retribusi melalui sarasehan kelurahan dan paguyuban
2. Faktor Penghambat
a. Belum tersedianya jadwal layanan mobil PARYATTI
Layanan mobil PARYATTI disediakan untuk memudahkan masyarakat dalam membayar PBB. Tetapi pihak DP2KAD belum memberikan jadwal yang pasti mengenai jadwal dimana dan kapan mobil tersebut memberikan pelayanan.
b. Partisipasi Masyarakat dalam Membayar Pajak
Kesadaran masyarakat akan membayar pajak sangat menentukan dalam pengelolaan pendapatan daerah. Kesadaran masyarakat dibedakan menjadi dua, dimana kesadaran masyarakat pedesaan dalam membayar pajak lebih tinggi jika dibandingkan dengan masyarakat perkotaan.
c. Masih banyak pegawai yang kurang menguasai teknologi
Semakin pesatnya perkembangan teknologi harus diimbangi dengan kualitas Sumber Daya Manusia agar dapat mengoperasikan teknologi tersebut. Sudah tersedianya sistem informasi manajemen yang memadai di DP2KAD seperti SIMDA maupun SIM PBB juga harus diikuti dengan kemampuan mengoperasikan teknologi tersebut.
commit to user
BAB V PENUTUPA. Kesimpulan
Dari hasil penelitian dan pemabahasan pada bab sebelumnya maka dapat diambil kesimpulan bahwa DP2KAD sudah mengaplikasikan fungsi manajemen dengan baik, antara lain;
1. Dalam perencanaan, DP2KAD sudah menjalankan dengan baik. Hal tersebut terbukti karena DP2KAD dengan melakukan perancanaan secara rutin maka didapatkan detail operasionalisasi dari bisang- bidang yang mengelola pendapatan daearah.
2. Sementara itu koordinasi juga sudah dilakukan dengan baik oleh DP2KAD. Yaitu dengan melakukan koordinasi internal di setiap bulannya dan koordinasi ekternal setiap tiga bulan sekali. Dengan koordinasi tersebut dapat meminimalisir kendala-kendala dalam pencapaian pengelolaan pendapatan daerah.
3. Dalam hal pelaksanaan, DP2KAD juga sudah melaksanaan dengan baik. Usaha yang paling nyata dilakukan adalah dengan mengurangi tunggakanm yaitu dengan melakukan jemput bola ke wajib pajak maupun retribusi.
4. Pengawasan terdiri dari pengawasan internal maupun pengawasan eksternal. Dimana pengawasan internal rutin dilakukan oleh Kepala
Dinas dengan memantau perkembangan pendapatan daerah melalui SIMDA, SIM PBB maupun MAPADA. Sedangkan, pengawasan eksternal dilakukan oleh BPK, Inspektorat Kabupatan maupun Inspektorat Provinsi dan DPRD.
B. Saran
Dari kesimpulan di atas, maka penulis memberikan saran kepada DP2KAD antara lain:
a. Meningkatkan kemampuan pegawai DP2KAD dalam pengoperasian
teknologi. Yaitu dengan memberikan pelatihan mengenai
pengoperasian komputer, supaya semua pegawai dapat menguasai akan teknologi SIMDA maupun SIM PBB.
b. Layanan program Mobil PARYATTI yang ada sudah memudahkan wajib pajak dalam membayar PBB, tetapi jadwal pelayanan mobil tersebut belum mengumumkan jadwal yang pasti. Hendaknya DP2KAD memberikan kepastian jadwal dimana dan kapan mobil PARYATTI memberikan layanan.