BAB III PEMBAHASAN
C. Faktor Pendukung dan Penghambat Sosialisasi
Didalam sosialisasi yang dilakukan oleh KPUD kota Yogyakarta tentu terdapat berbagai faktor pendukung yang ada didalamnya, adapaun cakupan dari faktor pendukung antara lain adalah sebagai berikut :
1. Jangkauan Geografis
Melihat aspek geografis kota Yogyakarta dengan cakupan luas 32 KM persegi luas wilayahnya tentu bukan wilayah yang masuk kategori luas, apalagi didukung dengan infrastruktur yang sudah baik karena letak kota Yogyakarta yang strategis dan berada dipusat pemerintahan Provinsi Daerah IstimewaYogyakarta, sehingga memudahkan dalam memberikan sosialisasi dan memobilisasi kepada setiap elemen masyarakat dengan menggunakan sarana dan moda transportasi yang ada, dengan demikian maka jangkauan yang menjadi target dari objek sosialisasi dapat tercapai. 2. Kerjasama dengan Organisasi masyarakat
Dari untaian pembahasan yang telah diuraikan peneliti pada pembahasan sebelumnya maka terlihat bahwa peran organasisasi
masyarakat sangat membantu dalam proses sosialisasi, hal tersebut dapat dilihat dari kerjasama yang dilakukan KPUD kota Yogyakarta dengan lembaga swadaya masyarakat yang bergerak dibidang kaum difabel yakni Sigap dan Cikal yang menjembatani peran KPUD dalam memberikan sosialisasi kepada penyandang difabel, dengan demikian tidak terjadi kendala dalam proses komunikasi yang dilakukan baik dari pihak pembicara atau narasumber yakni KPUD kota Yogyakarta dan dari pihak penyandang disabilitas selaku peserta sosialisasi. Selain kerjasama dengan lembaga swadaya yang bergerak dalam rung lingkup disabilitas, KPUD kota Yogyakarta juga melakukan kerjasama dengan pihak PKBI, sebuah organisasi yang bergerak dibidang kaum marjinal, dengan kerjasama yang dilakukan ini menjadi akses bagi KPUD untuk masuk kedalam elemen masyarakat marjinal, melalui informasi-informasi yang diberikan oleh PKBI maka memudahkan KPUD kota Yogyakarta dalam melakukan perencanaan guna memberikan sosialisasi kepada kaum marjinal yang jumlahnya minoritas dan tersebar diberbagai penjuru kota Yogyakarta. Kerjasama lain juga dilakukan dengan organisasi wanita, dengan masuk melalui kegiatan-kegiatan RT, RW dan kegiatan masyarakat lainnya, dengan didukungnya hal tersebut menjadi faktor plus bagi penyelenggaraan sosialisasi.
3. Media Massa
Di era yang semakin canggih ini tentu menjadi hal yang wajar apabila pihak KPUD kota Yogyakarta melakukan sosialisasi melalui
media massa, karena melihat aspek-aspek yang ada dimasyarakat sehingga pengguanaan media massa ini dinilai efektif dalam pelaksanaan sosialisasi. Dengan berbagai pilihan media massa seperti media tronik (yakni televisi, radio) media siber (yaitu media sosial, video tron, website serta blogspot) dan media cetak (yakni surat kabar, banner) tentu akan memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk mendapatkan berbagai informasi tentang tahapan dan sosialisasi pemilu.
4. Penggunaan Alat Peraga Sosialisasi (APS)
Penggunaan APS ini tentu menjadi faktor pendukung yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat melalui proses sosialisasi, alat APS yang dibentuk atau digunakan oleh KPUD kota Yogyakarta ini juga mencakup semua elemen masyarakat, baik masyarakat yang normal maupun masyarakat yang mengalami disabilitas, sehingga dengan adanya APS yang dikeluarkan oleh KPUD kota Yogyakarta membantu pihak KPUD dalam memberikan sosialisasi guna memperlancar dan mengurangi resiko penurunan pemilih.
5. Peran serta petugas KPUD kota Yogyakarta melalui Relasi
Tidak dapat dipungkiri bahwa sukses atau tidaknya pelaksanaan pemilu berasal dari proses sosialisasi, apabila proses sosialisasi ini berjalan dengan baik maka akan didapat hasil yang linear dengan proses sosialisasi begitupun sebaliknya. Dibalik kesuksesan dari proses sosialisasi yang diklaim oleh pihak KPUD kota Yogyakarta tidak lepas dari peran serta relawan demokrasi (Relasi) yang menjadi gardu depan dalam proses
sosialisasi, relasi inilah yang turun langsung ke lapangan untuk memberikan arahan dan sosialisasi tentang pemilu presiden 2014 dengan masuk kedalam setiap bagian elemen masyarakat. Sehingga didalam proses yang dilakukan relasi inilah yang nantinya menjadi titik kunci keberhasilan dari proses sosialisasi.
b. Faktor peenghambat 1. Target Sosialisasi
Selain menjadi faktor pendukung, sosialisasi juga menjadi faktor penghambat, hal ini juga ditunjukkan pada proses sosialisasi yang dilakukan dengan metode mendatangi pemuda ditempat-tempat terbuka, tempat berkumpul, dan titik-titik sentral, dalam proses yang dilakukan ini juga bisa mengalami margin eror karena yang berada ditempat-tempat sentral yang didatangi oleh pihak KPUD tidak hanya penduduk asli kota Yogyakarta melainkan juga pelajar dari kabupaten lain bahkan daerah lain yang juga menimba ilmu di kota Yogyakarta, sehingga perlu mensortir data-data dari setiap pemilih pemula yang berada disalah satu spot sentral, hal ini akan menimbulkan ketidakefektifan dalam proses sosialisasi yang menargetka pemilu pemula yang terdaftar sebagai pemilih di kota Yogyakarta.
2. Faktor Individualisme yang tinggi
Faktor individualisme yang tinggi ini menjadi penghambat bagi pelaksanaan sosialisasi dimasyarakat, untuk menilai hal ini tentu dilihat dari gap yang terjadi di masyarakat, antara masyarakat perumahan
menengah keatas dengan menengah kebawah, sisi humanis dari masyarakat kota Yogyakarta yang mulai multikultural juga mempengarungi aspek sosial yang terjadi. Terjadinya individualisme yang tinggi ini dikarenakan karena kepentingan perorangan yang tidak bisa disamakan satu dengan yang lain. Dari hasil wawancara dengan pihak KPUD kota Yogyakarta, menyatakan bahwa tidak ada sanksi sosial yang diberikan di masyarakat kota Yogyakarta karena mengingat pola kehidupan masyarakat kota yang beda dengan daerah pedesaan, ketokohan sesepuh desa masih dijunjung tinggi, jika didaerah pedesaan apabila tidak mengikuti salah satu kegiatan sosial maka akan ada sanksi sosial yang akan diterimakan oleh individu tersebut, akan tetapi berbeda halnya ketika berada dikota, masyarakat cenderung apatis untuk sanksi sosial yang disandangkan kepada individu tersebut.
81 BAB IV PENUTUP
A. Kesimpulan
Dari uraian dan pembahasan yang telah dilakukan oleh peneliti terkait peran KPUD kota Yogyakarta dalam melakukan sosialisasi pemilu presiden 2014, maka dapat disimpulkan sebagai berikut :
1. Peran KPUD kota Yogyakarta dalam meningkatkan pemahaman.
Secara keseluruhan, peran KPUD kota Yogyakarta merangkul semua elemen masyarakat yang ada di kota Yogyakarta dan memberikan pemahaman dan sosialisasi tentang pemilihan presiden 2014 tentang tata cara, dan tahapan pada proses pemilu, selain sosialisasi secara materi KPUD kota Yogyakarta juga menyediakan alat peraga sosialisasi (APS) yang digunakan sebagai media praktek yang bisa dilakukan oleh masyarakat dan untuk lebih mempermudah masyarakat dalam memahami sosialisasi.
Dalam rangka peningkatan pemahaman KPUD kota Yogyakarta dibantu dengan adanya relawan demokrasi (Relasi), relasi inilah yang nantinya diterjunkan ke lapangan sebagai koordinator, KPUD dan relasi juga membidik pemilih pemula agar memberikan hak suaranya di pemilu presiden yang akan berlangsung, sehingga dengan peningkatan pemahaman yang diberikan oleh KPUD kota Yogyakarta kepada pemilih pemula akan memberikan efek untuk naiknya angka partisipan pemilu dan mengantisipasi menurunnya jumlah pastisipan pemilu.
Secara garis besar proses peningkatan pemahaman yang dilakukan oleh KPUD kota Yogyakarta berjalan sesuai target sasaran, akan tetapi ada intensitas yang dilakukan ada yang sangat minim, yakni pada kelompok marjinal dengan sosialisasi yang hanya satu kali dalam satu bulan.
2. Metode Sosialisasi
Metode sosialisasi yang dilakukan oleh KPUD kota Yogyakarta baik dengan komunikasi secara langsung maupu sosialisasi dengan menggunakan media massa berjalan efektif. Dalam pelaksanaan komunikasi secara langsung KPUD kota Yogyakarta turun langsung kepada masyarakat dengan memberikan sosialisasi tentang pemilu presiden, dalam melakukan sosialisasi pihak KPUD tidak bekerja sendiri melainkan bekerja sama dengan pihak organisasi masyarakat seperti PKBI yang bergerak mengamati perilaku sosial masyarakat marjinal, organisasi kemasyarakat Sigap dan Cikal yang berkontribusi dalam merangkul dan mewadahi kaum disabilitas. Hal ini dikarenakan bahwa keberagaman unsur masyarakat yang ada di kota Yogyakarta, sehingga dengan dilakukannya kerjasama itu akan memudahkan kinerja dari KPUD kota Yogyakarta dalam mensosialisasikan aspek-aspek penting yang perlu diketahui oleh segala segmen maupun unsur masyarakat kota Yogyakarta.
Selain menggunakan metode komunikasi secara langsung KPUD kota Yogyakarta juga memanfaatkan peranan media dalam membantu memberikan sosialisasi, pemanfaatan media siber yaitu media sosial, website, blog, dan jaringan internet hal ini dikarenakan perkembangan zaman dan salah satu cara
sosialisasi yang efektif. Selain pemanfaatan media siber KPUD juga menggunakan media cetak berupa koran dan banner, adapaun media lain yang digunakan sebagai metode sosialisasi adalah penggunaan media visual yaitu televisi, radio dan pemanfaatan video tron.
Penggunaan media massa selain media siber, keberadaan media massa visual dan media cetak adalah untuk saling melengkapi dalam memberikan informasi kepada masyarakat, hal ini dilakukan guna mengantisipasi kesenjangan sosial yang ada di lingkup masyarakat kota Yogyakarta.
3. Faktor Pendukung a. Jangkauan Geografis
b. Kerjasama dengan organisasi masyarakat c. Pemanfaatan media massa
d. Penggunaan Alat Peraga Sosialisasi e. Peran Aktif KPUD dan Relasi 4. Faktor Penghambat
a. Target Sosialisasi
b. Faktor individualisme masyarakat yang tinggi
5. Peran KPUD kota Yogyakarta dalam melakukan sosialisasi pemilu presiden 2014 melalui program-program sosialisasi yang dicanangkan oleh instansi KPUD kota Yogyakarta juga memberikan hal yang baru kepada masyarakat, pemanfaatan media-media dan kerjasama yang dilakukan dengan berbagai pihak yang membantu dalam proses sosialisasi berjalan sukses, dengan mendasari target yang dibebankan KPU RI kepada KPUD diseluruh
Indonesia, KPUD kota Yogyakarta berhasil mencapai target nasional dengan jumlah total prosentase 77,76%.
B. Saran
Dari hasil pembahasan yang telah dibahas terkait dengan peran KPUD kota Yogyakarta dalam melakukan sosialisasi pemilu presiden 2014, saran yang dapat diberikan melalui penelitian ini antara lain :
1. KPUD kota Yogyakarta perlu mempertimbangkan proses sosialisasi dengan memanfaatkan unsur budaya lokal yang ada di kota Yogyakarta secara khusus dan Daerah Istimewa Yogyakarta secara umum.
2. Dalam mengatasi permasalahan target sosialisasi dengan mendatangi pemilih pemula ke tempat berkumpul sebaiknya diberikan pamflet dan leflate, karena yang berada dilokasi yang ditargetkan tidak hanya diisi pemilih lokal tetapi juga para pendatang.
3. KPUD kota Yogyakarta perlu memberikan sosialisasi yang lebih intensif kepada kaum marjinal sehingga kaum marjinal juga lebih paham dan mau untuk mengikuti proses demokrasi (pemilu).
Indonesia Pasca Amandemen UUD 1945. Yogyakarta : Laksbang Mediatama. Hal 47 Bagja Waluya. 2007. Menyelami Fenomena Sosial di Masyarakat. Bandung:TP Setiapurna
Inves. Hal 25.
Haryanto, 2004, sistem Politik Suatu Pengantar, Yogyakarta, Liberty, hal 85
Kamanto Soenarto. 2003. Pengantar Sosiologi. Jakarata: Lembaga Penerbit FE UI. Hal. 92. Prihatmoko, dkk. 2008. Menang Pemilu Ditengah Oligarki Partai. Yogyakarta : pustaka
pelajar. Hal 43
Undang-undang nomor 39 tahun 2009 tentang tujuan dan target capaian dalam sosialisasi dan penyampaian informasi umum
Rujukan dari Undang-undang
Undang-undang nomor 15 tahun 2011 tentang penyelenggaraan pemilihan umum Undang-undang nomor 23 tahun 2013 pasal 19 tentang pendidikan politik
Pasal 1 point 8 undang-undang nomor 15 tahun 2011 tentang penyelenggaraan pemilihan umum
Rujukan dari Internet/Jurnal/Website
Data hasil pemilihan umum 2014 Daerah Istimewa Yogyakarta, http://news.detik.com
diakses pada 21 April 2016, pukul 01:10 WIB
Data hasil pemilihan umum 2014 Daerah Istimewa Yogyakarta, http://news.detik.com 21 April 2016, pukul 01:10 WIB
Laporan akuntabilitas kinerja instansi pemerintahan (lakip) komisi pemilihan umum tahun 2014, http://kpud-diyprov.go.id diakses pada 10 April 2016, pukuln 10:13 WIB Undang-undang nomor 39 tahun 2009 tentang tujuan dan target capaian dalam sosialisasi
dan penyampaian informasi umum, http://kpud-diyprov.go.id diakses pada 1 Mei 2016, pukul 16:55 WIB