• Tidak ada hasil yang ditemukan

DI BMT NURUL FALAH

B. Faktor Pendukung dan Penghambat di BMT Nurul Falah 1.Faktor Pendukung

Dari beberapa keberhasilan yang telah dicapai oleh BMT Nurul Falah Sawangan Depok, seperti penghimpunan dana, penanaman dana, layanan Baitul-Maal (Kepedulian Sosial),hasil-hasil usaha, jasa layanan rekening pembayaran listrik dan telepon serta pengembangan sector riil (waserba), tidak terlepas dari beberapa factor pendukung lainnya:

- Guna memperlancar dalam pengembangan operasional BMT Nurul Falah, maka dibutuhkan dukungan permodalan. Dalam hal ini pendiri BMT Nurul Falah seperti Yayasan Nurul Falah, ICMI Orsat Depok, dan beberapa tokoh dilingkungan sekitar Kedaung Sawangan Depok telah ikut serta dalam pengembangan operasional BMT dengan cara menanam saham, yang disebut SPK (Simpanan Pokok Khusus) yang ditawarkan dalam bentuk point SPK dengan ketentuan minimal 1 point SPK sebesar Rp. 250.000,- sampai maksimal 4 point SPK sebesar Rp. 1.000.000,- dan pada saat itu SPK awal sampai terkumpul Rp. 26.975.385,- dari para pendiri sebagai modal awal operasional BMT Nurul Falah.

Para pendiri ternyata memberikan kepercayaan yang sangat tinggi kepada BMT Nurul Falah. Hal tersebut didasarkan kemampuan BMT dalam mengelola modal uang yang telah ditanam oleh para pendiri.

Sebagai tindak lanjut dari kepercayaan itu, maka para pendiri membolehkan kepada pengelola (karyawan) BMT untuk menjadi pemegang saham dengan menyertakan modalnya sebesar ketentuan yang telah ditetapkan diatas.

- Masyarakat

Lingkungan masyarakat dalam hal ini meliputi masyarakat seperti para pengusaha kecil-mikro, ibu rumah tangga, para remaja dan lain-lain. Keterlibatan mereka sebagai nasabah dan mereka juga memanfaatkan dana komersial BMT (sebagai nasabah debitur). Terbukti jumlah nasabah setiap tahunnya terus meningkat, yang sampai saat ini jumlah keseluruhan nasabah yang ada di BMT Nurul Falah adalah 1.531 nasabah/anggota

- Sarana Penunjang Operasional

Menunjang operasional BMT, pihak BMT Nurul Falah menyediakan berupa kantor BMT yang berfungsi sebagai tempat untuk melayani para nasabah. Selain kantor yang memadai untuk pelayanan para nasabah sarana yang ada seperti; lemari untuk menyimpan arsip, meja teller, computer, ruang khusus untuk para pengelola dan peralatan elektronik lainnya tersedia yang dapat menunjang operasional BMT.

2. Faktor Penghambat

Sejak awal pertumbuhan, BMT hadir ditanah air sebagai lembaga “

grass-root” dengan sejumlah keterbatasan baik dari sisi SDM, permodalan maupun manajemen, belum lagi ditambah dengan keberpihakan pemerintah yang masih dianggap setengan hati. Hal ini dapat dilihat dari tidak atau belum adanya regulasi khusus atas keberadaan BMT.

Hal tersebut tidak jauh berbeda dengan kondisi BMT Nurul Falah yang sejak awal tidak luput dari keterbatasan diberbagai sisi, sebut saja misalnya keterbatasan permodalan, SDM dan akses mendapatkan pinjaman dari pihak luar, baik lembaga pemerintahan BUMN, BUMS, LSM maupun lembaga donor.

Pengalaman BMT Nurul Falah selama ini menunjukkan ternyata kendala yang paling sering terasa adalah ketika banyak permintaan pembiayaan, BMT agak riskan apabila terlalu banyak menggunakan dana pihak ketiga (dana tabungan) yang notabene dana tersebut merupakan dana jangka pendek, sementara disisi lain BMT perlu menyalurkan pembiayaan sebagai bentuk fungsi intermediasi BMT dalam pemenuhan pengajuan pembiayaan. Dengan demikian dana dana jangka panjang merupakan kebutuhan BMT dalam menjamin penyediaan dana untuk pembiayaan-pembiayaan BMT.

Disamping itu juga akses pinjaman dana-dana program dari pemerintah sepertinya sulit untuk ditindak lanjuti dan diperoleh. Karna terkadang informasi

adanya dana-dana program tersebut hanya sekedar informasi saja, pada kenyataannya dana-dana tersebut sulit untuk diakses. Beberapa kali BMT mensiasati kesulitan tersebut dengan bersilaturhmidengan lembaga – lembaga yang terkait baik silaturahmi langsung, pengiriman laporan, data dan profil BMT. Namun pada saat ini belum ada tindak lanjut dari yang bersangkutan dan belum dapat membuahkan hasil.

Faktor tersebut inilah yang sering kali dirasakan BMT Nurul Falah dalam operasional sehari – hari. Namun demikian kita sebagai pengelola BMT Nurul Falah meyakini bahwa setiap kendala pasti ada jalan keluarnya. Untuk itulah segenap manajemen tak henti-hentinya memanfaatkan setiap peluang yang dapat mengembangkan BMT dimasa yang akan datang.

C. Kinerja dan Realisasi Pembiayaan Murabahah pada BMT Nurul Falah 1. Klarifikasi Nasabah Berdasarkan Jenis Fasilitas

BMT Nurul Falah dalam operasionalnya mengelola pembiayaan yaitu

murabahah dan mudharabah. Namun produk pembiayaan murabahah ini yang paling dominan, dikarenakan memiliki resiko yang paling kecil daripada pembiayaan lainnya. Dengan demikian pembiayaan murabahah merupakan salah satu keunggulan BMT Nurul Falah.

Tabel 4.1

Klarifikasi Nasabah berdasarkan Fasilitas 2012 – 2014

2012 2013 2014 Jenis Fasilitas Jumlah Out Sanding % Jumlah Out Sanding % Jumlah Out Sanding % Murabahah 189.497.500 97,37% 173.535.000 97% 120.629.000 95,61% Mudharabah 0 0 % 0 0 % 0 0 % Musyarakah 0 0 % 0 0 % 0 0 % Bitsaman Ajil 0 0 % 0 0 % 0 0 % Operasional Lain 5.103.000 2,63% 5.356.500 3% 5.531.000 4,39% Total 194.600.500 100% 178.891.500 100 % 126.160.000 100 %

Sunber : BMT Nurul Falah

2. Posisi Pembiayaan Murabahah BMT Nurul Falah tahun 2012 – 2014

Mekanisme pembiayaan ditetapkan oleh BMT Nurul Falah menindaklanjuti pembiayaan yang akan diberikan berupa anggaran yang disusun pada awal periode akan direalisasikan kemudian sebagaimana terlihat pada table 4.2 sebagai berikut:

Tabel 4.2

Sumber : BMT Nurul Falah

Pada Tabel 4.2 terlihat target perbulannya senilai Rp. 30.000.000. dan realisasi BMT Nurul Falah Pada tahun 2012 dengan penjelasan sebagai berikut: a. Pada bulan Januari pembiayaan murabahah realisasi senilai Rp. 27.180.000 dengan nilai efektifitas 90,60 % kemudian pada bulan Februari realisasi pembiayaan murabahah senilai Rp. 11.630.000 dengan nilai efektifitas 38,76% dapat terlihat realisasi pembiayaan murabahah menurun senilai Rp.15.550.000.

Target dan Realisasi Pembiayaan Murabahah Tahun 2012

Bulan Target Realisasi Efektifitas Januari 30.000.000 27.180.000 90,60% Februari 30.000.000 11.630.000 38,76% Maret 30.000.000 22.615.000 75,38% April 30.000.000 12.640.000 42,13% Mei 30.000.000 9.915.000 33,05% Juni 30.000.000 12.080.000 40,26% Juli 30.000.000 9.570.000 31,90% Agustus 30.000.000 10.862.500 36,20% September 30.000.000 24.210.000 80,70% Oktober 30.000.000 15.860.000 52,86% November 30.000.000 20.540.000 68,46% Desember 30.000.000 12.395.000 41,31%

b. Pada bulan Maret pembiayaan murabahah senilai Rp. 22.615.000 dengan nilai efektifitas 75,38%, terlihat bahwa realisasi bulan Februari dengan realisasi bulan Maret naik senilai Rp. 10.985.000.

c. pada bulan April realisasi pembiayaan murabahah senilai Rp. 12.640.000 dengan nilai efektifitas 42,13%, terlihat bahwa realisasi bulan Maret dengan realisasi bulan April turun senilai Rp. 9.975.000.

d. Pada bulan Mei realisasi pembiayan murabahah senilai Rp. 9.915.000 dengan nilai efektifitas 33,05%, terlihat bahwa realisasi bulan April dengan realisasi bulan Mei turun senilai Rp. 2.725.000.

e. Pada bulan Juni realisasi pembiayaan murabahah senilai Rp. 12.080.000 dengan nilai efektifitas 40,26%, terlihat bahwa realisasi bulan Mei dengan realisasi bulan Juni naik senilai Rp. 2.165.000.

f. Pada bulan Juli realisasi pembiayaan murabahah senilai Rp. 9.570.000 dengan nilai efektifitas 31,90%, terlihat bahwa realisasi bulan Juni dengan realisasi bulan Juli turun senilai Rp. 2.510.000.

g. Pada bulan Agustus realisasi pembiayaan murabahah senilai Rp. 10.862.500 dengan nilai efektifitas 36,20%, terlihat bahwa realisasi

bulan Juli dengan realisasi bulan Agustus naik senilai Rp. 1.292.500.

h. Pada bulan September realisasi pembiayaan murabahah senilai Rp. 24.210.000 dengan nilai efektifitas 80,70%, terlihat bahwa realisasi

bulan Agustus dengan realisasi bulan September naik senilai Rp. 13.357.500.

i. Pada bulan Oktober realisasi pembiayaan murabahah senilai Rp. 15.860.000 dengan nilai efektifitas 52,86% , terlihat bahwa realisasi bulan September dengan realisasi bulan Oktober turun senilai Rp. 8.350.000.

j. Pada bulan November realisasi pembiayaan murabahah senilai Rp. 20.540.000 dengan nilai efektifitas 68,46%, terlihat bahwa realisasi

bulan Oktober dengan realisasi bulan November naik senilai Rp. 4.680.000.

k. Pada bulan Desember realisasi pembiayaan murabahah senilai Rp. 12.395.000 dengan nilai efektifitas 41,31%, terlihat bahwa realisasi

bulan November dengan realisasi bulan Desember turun senilai Rp. 8.145.000.

Dalam penjelasan di atas terlihat bahwa realisasi pembiayaan murabahah

naik turun dari bulan Januari sampai dengan bulan Desember namun terlebih setiap bulannya belum mencapai target senilai Rp. 30.000.000 , jadi dapat dikatakan bahwa realisasi pembiayaan murabahah pada BMT Nurul Falah belum optimal dalam mencapai target pada tahun 2012.

Tabel 4.3

Target dan Realisasi Pembiayaan Murabahah Tahun 2013

Bulan Target Realisasi Efektifitas Januari 30.000.000 8.255.000 27,51% Februari 30.000.000 28.437.500 94,79% Maret 30.000.000 15.607.500 52,21% April 30.000.000 8.812.500 29,37% Mei 30.000.000 19.327.500 64,42% Juni 30.000.000 5.517.500 18,39% Juli 30.000.000 5.875.000 19,58% Agustus 30.000.000 25.067.500 83,55% September 30.000.000 20.725.000 69,08% Oktober 30.000.000 17.582.500 58,60% November 30.000.000 21.677.500 72,25% Desember 30.000.000 4.905.000 16,35%

Sumber : BMT Nurul Falah

Pada Tabel 4.3 terlihat target perbulannya senilai Rp. 30.000.000. dan realisasi BMT Nurul Falah Pada tahun 2013 dengan penjelasan sebagai berikut:

a. Pada bulan Januari realisasi pembiayaan murabahah senilai Rp. 8.255.000 dengan nilai efektifitas 27,51%, terlihat pada bulan Desember 2012 realisasi pembiayaan murabahah senilai 12.395.000 dengan bulan Januari realisasi pembiayaan murabahah senilai Rp. 8.255.000 , sehingga terlihat bahwa realisasi mengalami penurunan senilai Rp. 4.140.000, kemudian pada bulan Februari realisasi pembiayaan murabahah senilai Rp. 28.437.500 dengan

nilai efektifitas 94,79% dapat terlihat realisasi pembiayaan murabahah

mengalami kenaikan senilai Rp.20.182.500.

b. Pada bulan Maret pembiayaan murabahah senilai Rp. 15.607.500 dengan nilai efektifitas 52,21%, terlihat bahwa realisasi bulan Februari dengan realisasi bulan Maret mengalami penurunan senilai Rp. 12.830.000.

c. pada bulan April realisasi pembiayaan murabahah senilai Rp. 8.812.500 dengan nilai efektifitas 29,37%, terlihat bahwa realisasi bulan Maret dengan realisasi bulan April mengalami penurunan senilai Rp. 6.795.000.

d. Pada bulan Mei realisasi pembiayan murabahah senilai Rp. 19.327.500 dengan nilai efektifitas 64,42%, terlihat bahwa realisasi bulan April dengan realisasi bulan Mei mengalami kenaikan senilai Rp. 10.515.000..

e. Pada bulan Juni realisasi pembiayaan murabahah senilai Rp. 5.517.500 dengan nilai efektifitas 18,39%, terlihat bahwa realisasi bulan Mei dengan realisasi bulan Juni mengalami penurunan senilai Rp. 13.810.000.

f. Pada bulan Juli realisasi pembiayaan murabahah senilai Rp. 5.875.000 dengan nilai efektifitas 19,58% , terlihat bahwa realisasi bulan Juni dengan realisasi bulan Juli turun senilai Rp. 357.500.

g. Pada bulan Agustus realisasi pembiayaan murabahah senilai Rp. 25.067.500 dengan nilai efektifitas 83,55% , terlihat bahwa realisasi bulan Juli dengan realisasi bulan Agustus mengalami kenaikan senilai Rp.19.192.500.

h. Pada bulan September realisasi pembiayaan murabahah senilai Rp. 20.725.000 dengan nilai efektifitas 69,08%, terlihat bahwa realisasi

bulan Agustus dengan realisasi bulan September mengalami penurunan senilai Rp. 4.342.500.

i. Pada bulan Oktober realisasi pembiayaan murabahah senilai Rp. 17.582.500 dengan nilai efektifitas 58,60%, , terlihat bahwa realisasi bulan September

dengan realisasi bulan Oktober mengalami penurunan senilai Rp. 3.142.500.

j. Pada bulan November realisasi pembiayaan murabahah senilai Rp. 21.677.500 dengan nilai efektifitas 72,25% , terlihat bahwa realisasi

bulan Oktober dengan realisasi bulan November mengalami kenaikan senilai Rp 4.095.000.

k. Pada bulan Desember realisasi pembiayaan murabahah senilai Rp. 4.905.000 dengan nilai efektifitas 16,35%, terlihat bahwa realisasi bulan

November dengan realisasi bulan Desember turun senilai Rp. 16.772.500.

Dalam penjelasan di atas terlihat bahwa realisasi pembiayaan murabahah

naik turun dari bulan Januari sampai dengan bulan Desember namun terlebih setiap bulannya belum mencapai target senilai Rp. 30.000.000 , jadi dapat

dikatakan bahwa realisasi pembiayaan murabahah pada BMT Nurul Falah belum optimal dalam mencapai target pada tahun 2013.

Tabel 4.4

Target dan Realisasi Pembiayaan Murabahah Tahun 2014

Bulan Target Realisasi Efektifitas Januari 30.000.000 15.700.000 52,33% Februari 30.000.000 17.957.500 59,85% Maret 30.000.000 16.425.000 54,75% April 30.000.000 4.887.500 16,29% Mei 30.000.000 5.175.000 17,25% Juni 30.000.000 2.150.000 7,16% Juli 30.000.000 3.737.500 12,45% Agustus 30.000.000 33.090.000 110,30% September 30.000.000 4.432.000 14,77% Oktober 30.000.000 5.337.500 17,79% November 30.000.000 2.337.500 7,79% Desember 30.000.000 9.400.000 31,33% Sumber : BMT Nurul Falah

Pada Tabel 4.4 terlihat target perbulannya senilai Rp. 30.000.000. dan realisasi BMT Nurul Falah Pada tahun 2012 dengan penjelasan sebagai berikut:

a. Pada bulan Januari realisasi pembiayaan murabahah senilai Rp. 15.700.000 dengan nilai efektifitas 52,33%, terlihat pada bulan

Desember 2013 realisasi pembiayaan murabahah senilai Rp. 4.905.000 dengan bulan Januari realisasi pembiayaan murabahah senilai Rp. 15.700.000, sehingga terlihat bahwa realisasi mengalami kenaikan

senilai Rp. 10.795.000, kemudian pada bulan Februari realisasi pembiayaan murabahah senilai Rp. 17.957.500 dengan nilai efektifitas 59,85% dapat terlihat realisasi pembiayaan murabahah mengalami kenaikan senilai Rp.2.257.500.

b. Pada bulan Maret pembiayaan murabahah senilai Rp. 16.425.000 dengan nilai efektifitas 54,75%, terlihat bahwa realisasi bulan Februari dengan realisasi bulan Maret mengalami penurunan senilai Rp. 725.000. c. pada bulan April realisasi pembiayaan murabahah senilai Rp. 4.887.500 dengan nilai efektifitas 16,29%, terlihat bahwa realisasi bulan Maret

dengan realisasi bulan April mengalami penurunan senilai Rp. 11.537.500.

d. Pada bulan Mei realisasi pembiayan murabahah senilai Rp. 5.175.000 dengan nilai efektifitas 17,25%, terlihat bahwa realisasi bulan April dengan realisasi bulan Mei mengalami kenaikan senilai Rp. 287.500. e. Pada bulan Juni realisasi pembiayaan murabahah senilai Rp. 2.150.000

dengan nilai efektifitas 7,16%, terlihat bahwa realisasi bulan Mei dengan realisasi bulan Juni mengalami penurunan senilai Rp. 3.025.000.

f. Pada bulan Juli realisasi pembiayaan murabahah senilai Rp. 3.737.500 dengan nilai efektifitas 12,45%, terlihat bahwa realisasi bulan Juni dengan realisasi bulan Juli mengalami kenaikan senilai Rp.1.587.500.

g. Pada bulan Agustus realisasi pembiayaan murabahah senilai Rp. 33.090.000 dengan nilai efektifitas 110,30%, terlihat bahwa realisasi

bulan Juli dengan Realisasi bulan Agustus mengalami kenaikan senilai

Rp. 29.352.500. pada bulan agustus realisasi pembiayaan murabahah

telah mencapai target senilai Rp. 33.090.000 ini membuktikan bahwa pada bulan agustus pembiayaan murabahah telah mencapai efektifitas.

h. Pada bulan September realisasi pembiayaan murabahah senilai Rp. 4.432.000 dengan nilai efektifitas 14,77%, terlihat bahwa realisasi bulan Agustus dengan realisasi bulan September mengalami penurunan senilai Rp. 28.658.000.

i. Pada bulan Oktober realisasi pembiayaan murabahah senilai Rp. 5.337.500 dengan nilai efektifitas 17,79%, , terlihat bahwa realisasi

bulan September dengan realisasi bulan Oktober mengalami kenaikan senilai Rp. 905.500.

j. Pada bulan November realisasi pembiayaan murabahah senilai Rp. 2.337.500 dengan nilai efektifitas 7,79% , terlihat bahwa realisasi

bulan Oktober dengan Realisasi bulan November mengalami penurunan senilai Rp 3.000.000.

k. Pada bulan Desember realisasi pembiayaan murabahah senilai Rp. 9.400.000 dengan nilai efektifitas 31,33%, terlihat bahwa realisasi

bulan November dengan realisasi bulan Desember mengalami kenaikan senilai Rp.7.062.500 .

Dalam penjelasan di atas terlihat bahwa realisasi pembiayaan murabahah

naik turun dari bulan Januari sampai dengan bulan Desember. Namun pada bulan Agustus 2014 realisasi pembiayaan murabahah mencapai target senilai Rp. 33.090.000 dengan nilai efektifitas mencapai 110,30%, jadi dapat dikatakan bahwa realisasi pembiayaan murabahah pada BMT Nurul Falah sudah Optimal pada bulan Agustus dan sudah mencapai target. Namun pembiayaan

murabahah masih belum optimal pada bulan – bulan lainnya dalam mencapai target pada tahun 2013.

Terlihat bahwa BMT Nurul Falah memiliki target setiap bulannya dari tahun 2012 sampai dengan 2014 senilai Rp. 30.000.000. Namun dilihat dari realisasinya dari bulan Januari sampai dengan bulan Desember kurang dari Rp. 30.000.000. Tetapi pada bulan Agustus 2014 realisasi pembiayaan

murabahah mencapai target, sehingga pada bulan Agustus 2014 BMT Nurul Falah sudah mencapai efektifitas pada pembiayaaan murabahah. Namun BMT Nurul Falah masih belum mengalami optimal dalam pembiayaan murabahah

pada bulan Januari sampai dengan Desember tahun 2012 – 2014 kecuali pada bulan Agustus 2014.

3. Pendapatan Margin Keuntungan Pembiayaan Murabahah Pada Tahun 2012 – 2014

Pendapatan yang diperoleh dari pembiayaan murabahah yang berupa pendapat margin dan pendapatan yang berasal dari administrasi pembiayaan BMT Nurul Falah Sawangan Depok tahun 2012 – 2014 adalah sebagai berikut:

Tabel 4.5

Pendapatan Margin Pembiayaan Murabahah Tahun 2012 Bulan Target Realisasi Efektifitas Januari 4.500.000 3.658.550 81,30% Februari 4.500.000 1.874.600 41,65% Maret 4.500.000 2.266.300 50,36% Mei 4.500.000 2.944.100 20,98% April 4.500.000 2.831.000 62,91% Juni 4.500.000 1.196.000 26,57% Juli 4.500.000 2.074.000 46,08% Agustus 4.500.000 1.015.000 22,55% September 4.500.000 1.597.750 35,50% Oktober 4.500.000 2.107.750 46,83% November 4.500.000 2.077.150 46,15% Desember 4.500.000 1.641.900 36,48%

Pada Tabel 4.5 terlihat pendapatan margin pembiayaan murabahah tahun 2012 mengalami kenaikan dan penurunan margin tiap bulannya. Target margin pembiayaan murabahah perbulannya senilai Rp 4.500.000, terlihat di table margin terbesar terdapat pada bulan Januari senilai Rp. 3.658.550 dengan nilai efektifitas 81,30% dan margin terkecil terdapat pada bulan Agustus senilai 1.015.000 dengan nilai efektifitas 22,55%. hal ini membuktikan pada tahun

2012 margin pembiyaan murabahah belum mencapai target senilai Rp 4.500.000 setiap bulannya, jadi pada di simpulkan bahwa margin

pembiayaan murabahah pada bulan 2012 belum mencapai efektifitas. Tabel 4.6

Pendapatan Margin Pembiayaan Murabahah Tahun 2013 Bulan Target Realisasi Efektifitas Januari 4.500.000 1.887.900 41,95% Februari 4.500.000 1.737.000 38,60% Maret 4.500.000 1.908.700 42,41% April 4.500.000 2.731.800 60.70% Mei 4.500.000 2.235.500 49,67% Juni 4.500.000 1.833.550 40,74% Juli 4.500.000 2.343.000 52,06% Agustus 4.500.000 1.007.500 22,38% September 4.500.000 2.133.500 47,41% Oktober 4.500.000 2.274.500 50,54% November 4.500.000 2.217.000 49,20% Desember 4.500.000 1.556.000 34,57%

Pada Tabel 4.6 terlihat pendapatan margin pembiayaan murabahah tahun 2013 mengalami kenaikan dan penurunan margin tiap bulannya. Target margin pembiayaan murabahah perbulannya senilai Rp 4.500.000, terlihat di table margin terbesar terdapat pada bulan April senilai Rp. 2.731.800 dengan nilai efektifitas 60.70% dan margin terkecil terdapat pada bulan Agustus senilai 1.007.500 dengan nilai efektifitas 22,38%. Hal ini membuktikan pada tahun

2013 margin pembiayaan murabahah belum mencapai target senilai Rp 4.500.000 setiap bulannya, jadi pada di simpulkan bahwa margin

pembiayaan murabahah pada bulan 2013 belum mencapai efektifitas. Tabel 4.7

Pendapatan Margin Pembiayaan Murabahah Tahun 2014 Bulan Target Realisasi Efektifitas Januari 4.500.000 1.237.250 27,49% Februari 4.500.000 2.367.500 52,61% Maret 4.500.000 1.140.750 25,35% April 4.500.000 2.231.000 49,57% Mei 4.500.000 1.708.500 37,96% Juni 4.500.000 805.700 17,90% Juli 4.500.000 817.500 18,16% Agustus 4.500.000 1.689.000 37,53% September 4.500.000 618.550 13,73% Oktober 4.500.000 1.154.000 25,64% November 4.500.000 2.279.000 50,64% Desember 4.500.000 1.454.500 32,32%

Pada Tabel 4.7 terlihat pendapatan margin pembiayaan murabahah tahun 2014 mengalami kenaikan dan penurunan margin tiap bulannya. Target margin pembiayaan murabahah perbulannya senilai Rp 4.500.000, terlihat di table margin terbesar terdapat pada bulan Februari senilai Rp. 2.367.500 dengan nilai efektifitas 52,61% dan margin terkecil terdapat pada bulan September senilai 618.550 dengan nilai efektifitas 13,73%. Hal ini membuktikan pada tahun 2014 margin pembiayaan murabahah belum mencapai target senilai Rp 4.500.000 setiap bulannya, jadi pada di simpulkan bahwa margin pembiayaan murabahah

pada bulan 2014 belum mencapai efektifitas.

Terlihat dari data – data di atas margin pembiayaan murabahah di BMT Nurul falah memiliki target setiap bulannya senilai Rp. 4.500.000, namun setelah melihat data di atas bahwa margin pembiayaan murabahah dari tahun 2012 – 2014 belum mencapai target dan belum optimal dalam meningkatkan efektifitas margin setiap bulannya.

Hal ini membuktikan BMT Nurul Falah belum optimal untuk mencapai target perbulannya. Hal yang membuat BMT Nurul Falah belum mencapai target disebabkan adanya beberapa indikasi yaitu:

a. Kurangnya personil BMT Nurul Falah dalam memasarkan produk pembiayaan murabahah sehingga belum mencapai target.

b. BMT Nurul Falah memasarkan produk pembiayaan murabahah hanya di wilayah tertentu, sehingga masyarakat di wilayah tertentu saja yang mengajukan pembiayaan murabahah.

c. Sedikitnya masyarakat yang mengajukan pembiayaan murabahah dalam jumlah pembiayaan dengan nominal yang cukup besar, sehingga realisasi pembiayaan murabahah belum mencapai target.

d. Kurangnya pengetahuan masyarakat dengan pembiayaan murabahah di BMT Nurul Falah, sehingga masyarakat lebih memilih berkerjasama dengan bankling (bank keliling) atau Rentenir keliling yang menawarkan bunga yang cukup besar sehingga akad – akad pembiayaan syariah tidak terlaksanakan. Hal ini membuktikan bahwa pembiayaan syariah masih bersaing dengan pembiayaan konvensional yang mengutamakan bunga.

BAB V

PENUTUP

A. Kesimpulan

1. Mekanisme Pembiayaan Muarabahah yang dilakukan di BMT Nurul Falah dimulai dengan nasabah datang ke BMT Nurul Falah dengan membawa surat permohonan

pembiayaan, yang mana didalamnya tercakup tujuan, jenis barang yang dibutuhkan

serta sumber dana. Setelah itu nasabah mengisi data survei yang telah disediakan

oleh BMT Nurul Falah dan mengisi formulir calon anggota koperasi dan bukti

kwitansi atau formulir dari suplaier tentang barang yang akan dibeli, setelah syarat

administrasi terpenuhi maka pihak BMT melakukan penelitian untuk menganalisis

apakah nasabah tersebut berhak mendapatkan pembiayaan dengan survey ke tempat

nasabah dan menganalisanya. Apabila dalam penelitian tersebut nasabah dianggap

layak akan dilangsungkan akad Murabahah yang didalamnya terdapat dana yang

dapat dicairkan serta jangka waktu untuk membayar dan mencairkan dana tersebut

kepada bagian teller dengan membayar uang administrasi sebesar 2% dari

pembiayaan yang disetujuioleh pihak BMT Nurul Falah.

2. Faktor pendukung BMT Nurul Falah meliputi: dukungan permodalan, dukungan masyarakat (memanfaatkan dana komersial BMT sebagai nasabah debitur), sarana penunjang operasional.

Faktor penghambat BMT Nurul Falah meliputi: keterbatasan permodalan, SDM dan akses mendapatkan pinjaman dari pihak luar, baik lembaga pemerintahan BUMN, BUMS, LSM maupun lembaga donor.

3. Kinerja pembiayaan murabahah dapat dikatakan cukup baik namun kurang efektif dalam mencapai tujuan BMT. Hal ini dapat dilihat dari tidak tercapainya anggaran pembiayaan murabahah yang telah ditetapkan. Tidak tercapainya target yang diharapkan bukan karena system pembiayaan yang tidak efektif tetapi bisa jadi disebabkan oleh factor lain seperti kurangnya produktifitas pegawai, kurangnya daya masyarakat untuk mengambil pembiayaan murabahah

di BMT melainkan lebih memilih meminjam pembiayaan kepada rentenir atau bankling (bank keliling).

B. Saran

1. BMT Nurul Falah sebagai salah satu lembaga keuangan yang bergerak dalam bidang unit simpan-pinjam yang berkantor di kota Depok hendaknya meningkatkan

kinerja BMT melalui peningkatan dan pengembangan SDM para personilnya. Hal

ini dianggap perlu karena dengan peningkatan dan pengembangan SDM BMT

Nurul Falah akan bisa bersaing secara sehat dengan lembaga-lembaga keuangan

syari’ah atau lembaga keunangan konvensional yang lain. Peningkatan SDM ini dianggap perlu mengingat prosedur operasional lembaga keuangan syari’ah lebih rumit dibandingkan dengan konvensional, sehingga para personel betul-betul

memahami istilah-istilah asal (Arab) selain juga memahami istilah umumnya di

lembaga keuangan konvensional.

2. Aga dapat meningkatkan proporsi pembiayaan murabahah sesuai dengan target ada baiknya BMT Nurul Falah menguncurkan lebih banyak pembiayaan ke sector mikro. Tingkat resiko yang tinggi dapat diminimalisir dengan melakukan proses pembianaan dan monitoring secara rutin kepada nasabah pembiyaan. Dengan cara ini diharapkan BMT Nurul Falah dapat mencapai tujuan yaitu meningkatkan efektifitas pembiayaan murabahah.

3. Dilihat dari banyaknya segi positif yang bisa didapat dari pembiayaan murabahah, BMT Nurul Falah hendaknya lebih mensosialisasikan keberadaannya ditengah – tengah masyarakat. Ini tidak hanya terhadap pembiayaan murabahah saja, tetapi juga pada produk – produk BMT Nurul Falah lainnya yang dapat dilakukan dengan meningkatkan promosi – promosi dan juga berbagai penjelasan yang dapat dilakukan petugas pemasaran akan produk BMT Nurul Falah, baik melalui media cetak maupun elektronik.

Dokumen terkait