ANALISIS MANAJEMEN MASJID RAYA BAITUS SALAM KOMPLEK BILLY MOON JAKARTA TIMUR
B. Faktor Pendukung Dan Penghambat Yang Dihadapi Masjid Raya Baitus Salam Komplek Billy Moon Jakarta Timur
1. Faktor Penghambat
Merupakan hal yang wajar dan lumrah apabila dalam pelaksanaan manajemen terdapat berbagai hambatan dan itu merupakan salah satu bagian yang senantiasa bergulir di tengah-tengah proses berlangsungnya kegiatan tersebut. Demikian juga halnya dengan dakwah yang dilakukan masjid raya Baitus Salam ada saja hambatan-hambatan yang menghadang untuk menuju kesuksesan, seperti masalah dana/materi, kepengurusan dan
krisis remaja masjid. Walupun ada hambatan seperti itu pihak yayasan dan ketua masjid menghadapinya dengan kepala dingin.
a. Faktor Dana, faktor ini membuat masjid tidak hanya sulit mengembangkan kegiatan, untuk pembangunan fisik sarananya saja terpaksa harus mendapatkannya dari kotak Amal Jariah, maupun melalui proposal yang disebarkan kepada warga sekitar. Walaupun mayoritas warga Billy Moon dari kalangan menengah atas tetap saja ada sebagian dari mereka yang sulit mengeluarkan sedikit hartanya untuk keperluan masjid.
b. Faktor Pengurus, pengurus masjid raya Baitus Salam terdiri dari orang yang mempunyai kegiatan di luar tugas masjid, oleh sebab itulah sehingga mereka melungkan waktu dan tenaganya untuk masjid di tempat kedua.
c. Kesibukan sebagian pengurus di luar masjid akan mengakibatkan masjid raya Baitus Salam lambat untuk mengalami kemajuan dan perubahan, di karenakan sebagian pengurus terkadang tidak selalu ada di tempat dan tidak memantau secara langsung perkembangan masjid raya Baitus Salam.
d. Banyak bermunculnya masjid-masjid yang memiliki kemampuan manajemen yang cukup modern, lebih dinamis, dalam menawarkan program-program dakwah kepada masyarakat sehingga masjid raya Baitus Salam tertinggal dalam menanggulangi permasalahan ummat.
e. Adanya pengaruh dari luar (westernisasi) yang membuat para remaja enggan untuk berkecimpung di dalam organisasi masjid dan mereka lebih senang bergelut dengan hal duniawi saja dan melupakan hal
ukhrawi.28
Dari hambatan-hambatan di ataslah maka para pengurus diharapkan dapat meminimalisir kejadian-kejadian yang tidak diharapkan di masa depan, karena problematika masjid yang muncul tidak boleh dibiarkan berlarut, sehingga keadaannya tidak makin parah. Setiap masalah yang muncul sebaiknya diatasi sesegera mungkin. Bertindak dalam tahap awal akan lebih ringan jika dibandingkan dengan mengatasi sesuatu yang terlanjur kronis. Namun, kesemuanya itu terpulang kembali kepad faktor manusianya, yakni pengurus dan jama’ahnya, mampukah mereka mengatasi kesemuanya itu dengan baik atau tidak. Dalam hal ini penulis, mencoba memberikan solusinya dalam mengatasi problematika masjid di antaranya :
a. Musyawarah, hal pertama yang dilakukan antara pengurus dan pengelola perlu kiranya melakukan musyawarah, melalui musyawarah inilah di harapkan berbagai pemikiran dan pandangan dapat dikemukakan dalam rangka mencari alternatif pemecahan masalah yang terbaik.
b. Keterbukaan, menerapkan keterbukaan dalam mengelola masjid sama pentingnya dengan musyawarah. Keterbukaan bukan saja akan
28
menumbuhkan kepercayaan pengelola yayasan terhadap pengurus, melainkan juga akan mendorong terlaksananya setiap kegiatan dakwah dengan baik.
c. Kerja Sama, hubungan dan kerja sama pengurus dengan pengelola yayasan, jama’ah sangat diperlukan dalam mengatasi berbagi problematika masjid. Tanpa kerja sama, masalh tetap tinggal masalah. Dalam kasus masjid mengalami kerusakan berat, misalnya, tak banyak yang dapat dikerjakan tanpa adanya bantuan dan peran serta jama’ah, pengelola yayasan. Kerja sama juga dapat meringankan pengurus dalam menjalankan berbagai kegiatan masjid raya Baitus Salam. 2. Faktor Pendukung
Sedangkan faktor pendukung masjid raya Baitus Salam adalah sebagai berikut:
a. Adanya respon yang baik dari masyarakat Billy Moon terhadap keberadan masjid raya Baitus Salam.
b. Didukung oleh sumber daya manusia yang berkompeten pada bidangnya walaupun masih terbatas waktu yang mereka miliki.
c. Adanya kerja sama dengan media cetak dan elektronik, sehingga sosialisasi dakwah dapat berjalan dengan baik.
d. Bekerja sama dengan aparat pemerintah setempat dengan baik.
e. Masyarakat Billy Moon selalu berpartisipasi jika para pengurus membuat suatu program kegiatan dakwah.
BAB V PENUTUP A. KESIMPULAN
1. Manajemen masjid raya Baitus Salam secara teoritis terbagi menjadi dua bagian penting seperti: aplikasi bidang program dan aplikasi bidang kepengurusan, bidang program dalam hal ini meliputi pengajaran atau majlis ta’lim umum di dalamnya mengkaji beberapa tema pokok seperti; kajian fiqih, tauhid, tasauf serta pengajian ceramah umum, mengadakan peringatan hari besar Isalam, kemudian menerapkan pula pada aplikasi bidang kepengurusan meliputi; pembagian tugas dalam menjalankan program-program yang telah disepakati membuat planning-planing kerja. 2. Di dalam proses manajemen masjid raya Baitus Salam banyak terdapat
hambatan-hambatan yang dihadapi, serta terdapat faktor pendukung yang membuat setiap kegiatan terlaksana dengan baik, seperti adanya dukungan atau respon yang baik dari masyarakat sekitar tentang keberadaan masjid raya Baitus Salam, masjid raya Baitus Salam mempunyai pengurus yang berkompeten dalam bidang-bidang yang mereka tangani, kerja sama dengan media cetak dan elektronik untuk menunjang kegiatan dakwah, dan bekerja sama dengan pemeritah. Sedangkan faktor penghambat dalam melakukan kegiatan dakwah yaitu, faktor dana dan faktor pengurus yang menduakan tugas-tugas mereka di sebabkan kerja di luar rumah dan adanya pengaruh dari luar (westernisasi) yang membuat para remaja enggan untuk mengikuti kegiatan masjid.
B. Saran-Saran
1. Sebaiknya para pengurus lebih serius dalam menangani persoalan-persoalan yang berhubungan dengan masjid dan jangan selalu menduakan tugas-tugas yang diberikan pihak yayasan terhadap pengurus.
2. Agar rencana pembangunan dan pengembangan masjid dapat lancar dan sukses, maka harus ditingkatkan pencarian dana secara maksimal dan optimal.
3. Para pengurus perlu meningkatkan persatuan dan kesatuan di antara jam’ah maupun dengan umaro dan segenap warga Billy Moon.
4. Sistem manajemen masjid raya Baitus Salam harus lebih ditingkatkan menuju ke manajemen profesional.