1 Kutasari
Keberhasilan proses pembelajaran ditentukan oleh banyak faktor, diantaranya guru, siswa, sarana dan prasarana serta lingkungan. Berdasarkan hasil temuan penelitian diketahui bahwa faktor-faktor yang menghambat dan mendukung keberhasilan pembelajaran Seni Budaya kompetensi dasar menggambar bentuk silindris di SMP Negeri 1 Kutasari antara lain:
a. Guru
Salah satu hal yang bisa menghambat keberhasilan suatu pembelajaran diantaranya adalah guru kurang memahami materi atau kurang menguasai keterampilan. Hal ini sangat mungkin terjadi dalam pembelajaran Seni Budaya khususnya Seni Rupa. Dimana dalam satu sekolah karena keterbatasan tenaga pengajar, seorang guru Seni Budaya harus mengajarkan materi Seni Budaya secara terpadu yang didalamnya terdiri dari Seni Rupa, Seni Musik, maupun Seni Tari.
Keadaan yang terjadi di SMP Negeri 1 Kutasari yang memiliki 24 kelas dengan dua orang guru seni budaya, alokasi waktu 2 jam pelajaran sehingga pembagian jadwal dan beban mengajar masing- masing guru 12 kelas (24 jam). Hal yang di alami ibu Anggita Friandani Putri, S.Pd. Dengan latar belakang pendidikan Seni Tari, beliau mengampu Seni Budaya kelas VII (tujuh), yang didalam pembelajaran Seni Rupa salah satu kompetensi yang harus diajarkan adalah menggambar bentuk. Dan berdasarkan keterangan yang diperoleh saat wawancara dengan ibu Anggita, beliau memang merasa kesulitan atau tidak bisa menggambar.
b. Siswa
Unsur lain yang memegang peran adalah siswa, tingkat kecerdasan, kreatifitas, motifasi belajar yang tinggi menentukan keberhasilan suatu pembelajaran.
commit to user
Berdasarkan data PPDB tahun pelajaran 2012/2013, peserta didik baru yang diterima di SMP Negeri 1 Kutasari dengan jumlah NEM terendah dari tiga mata pelajaran: 15,80 dan rata rata: 5,25. Dari nilai tersebut bisa dijadikan gambaran input peserta didik/siswa, khususnya kelas VII (tujuh) tahun pelajaran 2012/2013. Data lain yang dapat dijadikan gambaran tingkat kecerdasan siswa adalah nilai murni hasil ulangan tengah semester genap tahun pelajaran 2012/2013. Pada mata pelajaran Seni Budaya kelas VII (tujuh) nilai tertinggi: 97, Nilai terendah: 47 Nilai rata-rata: 67. Angka tersebut masih dibawah KKM yang diharapkan, untuk kelas VII (tujuh) yaitu: 68
c. Sarana Prasarana
Sarana Prasarana Sekolah yang memadai sangat mendukung keberhasilan dalam pembelajaran. SMP Negeri 1 Kutasari sampai saat ini memiliki vasilitas berupa ruang kepala sekolah, ruang guru, ruang tata usaha, ruang kelas, laboratorium IPA, laboratorium komputer, ruang perpustakaan, Mushola, lapangan olah raga, lapangan upacara dan WC yang bersih dan cukup. Ruang kelas di sekolah ini rata rata cukup untuk 40 siswa, dengan perlengkapan berupa meja kursi, dan papan tulis serta penerangan yang cukup, bahkan pada ruang kelas IX (Sembilan) sudah dilengkapi dengan LCD proyektor. Di SMP Negeri 1 Kutasari juga sudah terpasang internet.
d. Lingkungan
Lingkungan yang tertib, bersih, aman dan nyaman mendukung kelancaran suatu pembelajaran. Kebersihan sekolah juga merupakan hal yang sangat menunjang pembelajaran karena dengan tempat belajar yang bersih kesehatan warga sekolah akan terjamin. Aktifitas belajar yang tertib dan terprogram juga merupakan faktor penentu keberhasilan suatu pembelajaran.
SMP Negeri 1 Kutasari yang terletak di desa Meri kecamatan Kutasari Purbalingga, termasuk daerah pegunungan dengan hawa yang sejuk dan tenang sehingga nyaman untuk belajar. Ketertiban, keamanan
commit to user
dan kebersihan di SMP Negeri 1 Kutasari cukup terjaga. Pembelajaran diprogram dengan jelas dan direncanakan sejak awal tahun berdasarkan kurikulum yang berlaku. Ketertiban siswa diatur melalui Tata Tertib sekolah. Pelanggaran tata tertib diatur melalui Angka Kredit Pelanggaran Siswa (AKPS) yang penanganannya dilakukan oleh semua Guru, Wali kelas, Kepala Sekolah dan secara khusus dibimbing oleh Guru Bimbingan dan Konseling (BK). Kebersihan dan keindahan di sekolah ini juga mendapat prioritas. Pemeliharaan lingkungan halaman maupun ruangan dilakukan oleh seluruh warga sekolah baik melalui piket kebersihan kelas bagi siswa dibawah pengawasan wali kelas masing masing maupun program Jumat bersih yang dilaksanakan oleh semua warga sekolah. Untuk menjaga keamanan sekolah dibuat pagar keliling dan pintu keluar masuk. Dengan demikian siswa tetap berada di lingkungan dalam sekolah dan akses keluar masuk selalu terpantau.
e. Alokasi Waktu
Ketersediaan waktu yang cukup sangat diperlukan dalam praktik kesenirupaan termasuk praktik menggambar bentuk. Dalam pembelajaran Seni Budaya pada semester genap tahun 2012/2013. Alokasi waktu yang tersedia untuk pembelajaran seni budaya kompetensi dasar menggambar bentuk pada kelas VII (tujuh) maksimal 4 pertemuan dengan kompetensi dasar menggambar bentuk karya seni rupa terapan 3 dimensi daerah setempat, yang tentunya dalam pelaksanaannya dilakukan melalui beberapa tahapan, diantaranya konsep menggambar bentuk, teknik menggambar bentuk, prinsip-prinsip menggambar bentuk, langkah-langkah menggambar bentuk, baik secara teori maupun praktik, sehingga untuk praktik menggambar bentuk benda silindris alokasi waktu yang tersedia sangat terbatas.
Berdasarkan data tersebut yang kami peroleh melalui observasi pembelajaran dan wawancara dengan guru Seni Budaya kelas VII (tujuh) yaitu: ibu Anggita Friandani Putri, S.Pd. dapat disimpulkan beberapa hal
commit to user
yang dapat menghambat pembelajaran Seni Budaya khususnya praktik menggambar bentuk di SMP Negeri 1 Kutasari, diantaranya adalah:
1) Hambatan yang dialami oleh guru dalam pelaksanaan pembelajaran Seni budaya kompetensi dasar menggambar bentuk di SMP Negeri 1 Kutasari adalah : a) Dengan latar belakang pendidikan Seni Tari, Ibu Anggita mengalami kesulitan dalam praktik menggambar, termasuk praktik menggambar bentuk. b) Keterbatasan waktu dalam pembelajaran dan tuntutan ketuntasan semua materi Seni budaya dalam satu semester sehingga kegiatan praktik seni rupa khusunya menggambar bentuk tidak mendapat waktu yang cukup. c) Hambatan yang dialami siswa dalam pelaksanaan pembelajaran Seni Budaya menggambar bentuk benda silindris adalah: Kurangnya kesiapan siswa dalam peralatan dan bahan untuk menggambar. d) Kurangnya sarana khusus pembelajaran Seni Budaya seperti ruang kelas khusus Seni Budaya yang dapat difungsikan untuk kegiatan latihan, praktik Seni Rupa dan memajang karya.
2) Beberapa faktor penunjang proses pembelajaran Seni Budaya di SMP Negeri 1 Kutasari yaitu: Letak geografis, serta lingkungan yang bersih, tertib dan nyaman untuk pembelajaran.