BAB IV HASIL PENELTIAN DAN PEMBAHASAN
D. Faktor pendukung dan penghambat dalam proses pembinaan akhlak di
1. Faktor pendukung
Dalam proses pembinaan yang dilakukan dari semua lembaga tentunya ada hal yang dianggap dapat mendukung terhadap kesuksesan dalam proses pembinaan sehingga tujuan dari asrama itu sendiri mampu terwujud dan sesuai dengan harapan.
Dan adapun faktor yang menjadi pendukung dari kesuksesan Pembina dalam melakukan pembinaan akhlak siswa asrama diantaranya:
a. Keikhlasan para Pembina dalam mendampingi dan membina para siswa yang tinggal berasrama.
b. Kerja sama antara Pembina dan orang tua siswa
c. Faktor keluarga (orang tua) yang ikut berfartisipasi memberikan dorongan dan peran untuk memberikan keteladanan yang baik untuk anak-anaknya.
d. Komunikasi yang terjalin
e. Membuat program yang sesuai dengan kebutuhan anak f. Fasilitas yag mendukung dari proses pembinaan g. Semua program saling terintegrasi dengan semua pihak
Hal ini sesui dengan hasil wawancara peneliti dengan ustadz Rusdin selaku Pembina diasrama SMP Unismuh Makassar beliau mengungkapkan:.
“Yang menjadi faktor pendukung dalam proses pembinaan yang dilakukan di asrama ini yang paling utama adalah keikhlasan para Pembina dalam membina akhlak para siswa anak asrama dan ini yang paling utama karena bagaimanapun kita mengajarkan apapun itu tanpa disertai dengan keikhlasan maka itu tidak akan berhasil maka saya mau katakan bahwa yang paling utama dibangun para Pembina diasrama ini adalah niat yang baik yaitu ingin membina mendampingi siswa anak asrama untuk menjadi anak yang baik anak yang menjadi penerus bangsa ,bertanggun jawab. Dan hal yang paling penting lagi adalah komunikasi yang terjalin dengan keluarga siswa anak asrama. Agar kita sebagai Pembina bisa mengetahui seluk beluk dari diri anak tersebut maka ketika kita sudah mengetahui bagaimana si anak ini dari situlah kita bisa mengambil langkah bagaimana dan cara yang tepat untuk masuk kedalam dunia dan memulai pembinaan terhadap anak. Karena walau bagaimanapun ketika kita ingin mengajarkan sesuatu kepada anak mau melakukan pembinaan kepada anak tanpa kita memahami terlebih dahulu dunianya seperti apa, apa yang diinginkan anak ini, apa yang menjadi harapannya knpa dia masuk asrama, dana pa yang menjadi cita-citanya, nah itu semua harus kita ketahui dari anak sehingga dalam pembinaan yang kita lakukan bisa berhasil karana kita sudah tau apa yang kita lakukan.96
Hal ini sejalan dengan apa yang disampaikan oleh ustadz Sunarto pada wawancara peneliti terkait dengan apa yang menjadi faktor pendukung dari suksesnya pembinaan yang dilakukan”
“Hal yang menjadi faktor pendukung suksesnya pembinaan yang saya alami selama ini dalam membina siswa diasrama adalah keikhlasan dalam membina itu yang paling pertama dan yang kedua komunikasi yang baik untuk semua pihak antara pembina, pimpinan orang tua dan siswa yang tinggal asrama itu sendiri sebagai objek.karena selama ini yang terjadi adalah kesalapahaman terkait informasi yang didapat yang didapat orang tua kepada anaknya sehingga ada komunikasi didalamnya, akan tetapi jika komunikasi bagus ada masalah yag disampaikan oleh anak ke orang tuanya kemudian orang tua sampaikan kepembina dan Pembina menjelaskan dengan baik kepada orang tua maka saya rasa dan saya yakin dan percaya sebesar apupun sebuah masalah yang di hadapi akan terselesaikan dengan baik. Dan selanjutnya adalah membuat program yang menjadi sebuah kebutuhan siswa anak asrama, dan selanjutnya yang
96 Wawancara dengan ustadz Rusdin. Pembina tahfidz asrama SMP Unismuh Makassar Minggu 28 Februari 2021. (secara online melalui wa)
takkalah penting adalah sarana dan prasarana yang menunjang pembinaan.
dan terakhir adalah semua yang ada dalam lingkaran saling mendukung.97 Begitupun dengan apa yang disampaikan oleh ustadzh St.Suhaerah S.I.P disaat kami wawancarai beliau diasrama SMP Unismuh Makassar.
“Tentunya menjadi faktor yang mendukung berjalannya dengan baik pembinaan yang saya rasakan selama membina adalah yang pertama kerja sama yang baik sesama pembina dan selanjutnya kerjasama antara Pembina dan orang tua karena bagaimanapun kami selaku Pembina diasrama dalam membina akhlak siswa ini kalau tak ada kerja sama yang baik dari orang tua dalam mengontrol anaknya juga ketika masa libur karena kita disini pulangya itu dua kali satu bulan karena memang disini bukan pesantren dia hanya sekolah SMP yang diasramakan dan dilakukan pembinaan di dalamnya , dan juga bagaimanapun kami di asrama ini dalam membina sudah bagus menerapkan aturan-aturan yang begitu ketak kepada siswa dalam rangka pembentukan akhlak kepada siswa ini bagaimana siswa ini bisa mandiri misalnya tapi orang tua yang manjakan tak bisa di ajak kerja sama ketika kembali kerumah biasa tidak ada evaluasi mengenai perkembangan anaknya diasrama. Dan yang selanjutnya menjadi pendukung adalah adanya dukungan dari orang tua terkait pembina yang dilakukan diasrama artinya tidak menyerahkan sepenuhnya pembinaan kepada Pembina dalam membina akhlak anaknya dan selanjutnya saya rasa sangat penting adalah adanya sarana dan prasarana yang menunjang, terus adanya keterbukaan satu dengan yang lainnya misal antara orang tua santri dan Pembina tidak saling menutupi dari setiap hal yang di mana itu bisa menghambat suatu pembinaan diasrama”98
Dari hasil wawancara peneliti dan observasi yang dilakukan selama ini memang pada dasarnya, bahwa keberhasilan dalam pembinaan dan pendidikan akhlak terhadap anak diasrama adalah keihklasan itu sendiri sebab tanpa adanya keikhlasan dan niat baik dalam melakukan suatu pembinaan maka akan berantakan, kacau dan susah diajak kerja sama dan apa yang dikerjakan dianggap sebagai beban dan selanjutnya, adalah adanya komunikasi yang baik yang terjalin didalamnya serta kerja sama antara sesama Pembina dan kerja sama antara orang
97Wawancara dengan ustadz Sunarto S.Pd. pembina asrama SMP Unismuh Makassar Rabu 24 Februari 2021. (Masjid asrama SMP Unismuh Makassar).
98 Wawancara dengan Ustadzah St.Suhaerah S.I.P. pembina asrama SMP Unismuh Makasaar, Minggu 28 Februari 2021.( Lokasi ; ruanagan perpustakaan SMP Unismuh Makassar).
tua siswa dalam menjalankan aturan-aturan yang dibuat dan takkala penting adalah dukungan dari orang tua siswa terhadap semua pembinaan yang dilakukan diasrama dalam rangka membina akhlak siswa yang tinggal berasrama ini sehingga bisa menjadi anak yang mandiri patuh , taat dan berakhlak sesuai dengan Al-Quran dan Sunnah.
2. Faktor penghambat
Disamping adanya suatu faktor yang mendukung pembinaan diasrama SMP Unismuh Makassar maka pastinya ada faktor yang menjadi penghambat dalam proses berjalannya suatu pembinaan yang sangat lumrah terjadi diasrama dan adapun faktor yang menghambat diantaranya adalah.
a. Komunikasi yang kurang baik
b. Pola perilaku siswa yang sangat susah diatur/kurang disiplin c. Kurangnya mengindahkan kata dan perintah para Pembina d. Sarana dan prasarana yang kurang terjaga
e. Pengaruh siswa yang tidak berasrama.
f. Perkembangan teknologi
Seperti yang telah diungkapkan oleh ustadz Sunarto selaku Pembina diasrama SMP Unismuh Makassar saat melakukan wawancara mengenai faktor penghambat pembinaan selama ini dalam membina akhlak para siswa yang berasrama beliau menyampaikan.
“Seperti apa yang saya sampaikan bahwa yang menjadi sebab suksesnya pembinaan adalah terjalinnya komunikasi yang baik dari semua pihak baik antara Para pembina ,Pembina dengan orang tua siswa Pembina dengan siswa maka yang menjadi kendala pula adalah komunikasi yang kurang baik atau dalam artian tidak nyambung antara Pembina,siswa, dan orang
tua dan juga kadang orang tua yang tidak terbuka kepada pembina terkait dengan keadaan anaknya yang sebenarnya sehingga jika ada masalah semua di bebankan kepada Pembina padahal Pembina sudah berusaha untuk bagaimana melakukan pembinaan kepada siswa yang selanjutnya adalah perilaku siswa yang susah diatur atau dalam artian kurang disiplin, dan juga ini sangat berpengaruh adalah siswa yang tidak berasrama.”99 Hal ini sejalan dengan apa yang disampaikan oleh ustadz Rusdin dalam wawancara diasrama SMP Unismuh Makassar adalah:
“Kendala yang saya rasakan selama membina diasrama ini adalah kurangnya mengindahkan kata-kata dan perintah dari Pembina yang kedua adalah terkadang dalam program dalam pembinaan terkendala dari komunikasi antara Pembina, kurangnya dukungan dan dorongan serta partisipasi orang tua dalam usaha membina akhlak siswa ini juga yang menjadi kendala adalah kurang mengindahkan aturan-aturan asrama yang sudah dibuat.100
Begitupun dengan apa yang disampaikan oleh ustadzah ST.Suhaerah S.I.P saat peneliti mewawancarainya terkait masalah kendala yang menjadi penghambat dalam membina siswa yang tinggal berasrama adalah ;
“Salah satu faktor penghambat atau menjadi kendala dalam proses pembinaan itu selama ini ketidakdisiplinnya para siswa terhadap aturan-aturan yang sudah dibuat oleh Pembina dan orang tua yang tidak taat pada aturan-aturan yang sudah ada diasrama sehingga kami kadang kewalahan mengingatkan orang tua selain itu kurangnya dukungan dari orang tua terhadap pembinaan seakan-akan anak ini diserahkan semua kepada Pembina padahal Pembina juga terbatas, dan juga kurangnya kerjasama antara Pembina dan orang tua siswa banyak orang tua siswa yang susah di ajak kerja sama sehingga kadang jika ada masalah semua di lemparkan kepada Pembina dan ada juga orang tua siswa seakan-akan lepas beban dan peran kepada anaknya kalau sudah masuk asrama ”101
Dari hasil wawancara diatas peneliti dapat menyimpulkan bahwa dalam pembinaan sangat penting terjalinnya sebuah komunikasi yang baik, sebab dengan
99 Wawancara dengan ustadz Sunarto S.Pd. pembina asrama SMP Unismuh Makassar, Rabu Februari 2021. (Masjid asrama SMP Unismuh Makassar)
100 Wawancara dengan ustadz Rusdin. Pembina tahfidz asrama SMP Unismuh Makassar Minggu 28 Februari 2021. (secara online melalui wa)
101 Wawancara dengan ustadzah St.Suhaerah S.I.P. pembina asrama SMP Unismuh Makasaar Minggu 28 Februari 2021, (ruanagan perpustakaan SMP Unismuh Makassar).
komunikasi yang baik antara semua pihak, baik antara para Pembina dan orang tua siswa, Pembina dan siswa binaan. hal ini akan dapat menghindari kendala atau hambatan suatu proses pembinaan diasrama.
Dan juga dalam pembinaan pentingnya melibatkan semua pihak sebab dalam melakukan suatu pembinaan,maka semua pihak sangat berpengaruh terhadap perkembangan anak dan perkembangan pola perilaku keseharian anak dan menentukan tingkah lakunya sebagaimana telah diungkapkan oleh Zahruddin.
Menurut Zahruddin lingkungan diluar sekolah merupakan faktor yang mempengaruhi dan menentukan tingkahlaku manusia, jika kondisi alam jelek ,hal itu merupakan perintang dalam mematangkan bakat seseorang,sehingga hanya mampu berbuat menurut kondisi yang ada, sebaliknya jika kondisi alam yang baik kemungkinan seseorang akan dapat berbuat lebih mudah ,semisal lingkungan rumah tangga akhlak orang tua di rumah juga mempengaruhi akhlak anaknya.102
102 Zahruddin AR dan Hasanudin Sinaga,Pengantar Studi Akhlak(Jakarta,Raja Grafido Persada,2004)H,99
100 BAB V PENUTUP A. KESIMPULAN
Setelah penulis melakukan penelitian dan menganalisis data yang berkaitan dengan pembahasan penulisan skripsi ini.maka peneliti dapat mengambil sebuah kesimpulan sebagai berikut:
1. Peran pembina asrama dalam pembinaan akhlak asrama SMP Unismuh Makassar antara lain adalah sebagai berikut:
a. Sebagai orang tua kedua siswa diasrama yang senatiasa mengayomi, menjaga, membimbing, mengarahkan dan mendidik sepenuhnya selama siswa tinggal diasrama.
b. Sebagai tauladan bagi siswa yang tinggal berasrama dari segala tindakan, baik perkataan dan perbuatan selama berada diasrama.
c. Sebagai pembimbing dan pendamping dari segala aktivitas siswa di asrama.
d. Sebagai guru dan ustadz/ustadzah bagi siswa dalam mengajarkan keagamaan diasrama.
2. Pola pembinaan yang dilakukan pembina dalam membina akhlak siswa diasrama SMP Unismuh Makassar adalah bisa dikatakan sudah cukup bagus namun, masih perlu ditingkatkan baik dari segi aturan-aturan dan program-program yang ada di dalamnya harus jelas arah dan tujuannya sehingga dalam pembinaan bisa maksimal . dan pembinaan yang dilakukan oleh pembina diasrama yaitu dengan cara melakukan pendampingan
perkamar, dimana di setiap kamar ada musrif dan musyrifah yang bertanggun jawab dan pembinaan yang lain adalah dengan mengikuti program-program yang sudah diatur oleh pihak asrama
a. Dalam pembinaan yang dilakukan juga dengan memberikan arahan, bimbingan dan perintah, serta pujian dan pemberian hadiah kepada anak.dan bukan hanya itu, akan tetapi juga pemberian sanksi jika ada yang melanggar . dan juga terdapat metode pembiasaan ibadah yang dengan pengemplementasian pendekatan atau pembiasaan shalat berjama‟ah dan shalat Sunnah, dan menjadi rutinitas siswa di asrama adalah sebelum mereka menunaikan shalat, mereka melakukan tadaarus berjama‟ah yang dipimping oleh Pembina. kemudian, setelah shalat berjama‟ah ditunaikan, siswa di anjurkan untuk zikir terlebih dahulu dan berdoa. setelah itu di perintahkan untuk shalat Sunnah, kemudian di lanjut kultum. Dan bukan hanya itu yang menjadi rutinitas siswa di asrama yaitu puasa senin dan kamis.dan siswa mendapatkan pendampingan secara langsung.
b. Kegiatan-kegiatan pembinaan yang dilakukan pembina dalam membina akhlak siswa asrama SMP Unismuh Makassar adalah sebagai berikut:
1) Pembinaan kajian keagamaan setiap malam jum‟at.
2) pembinaan menghafal Al-Qur‟an dan pendampingan menghafal hadits disubuh hari di masjid dan dilapangan.
3) Mendampingi siswa belajar Bahasa arab dan inggris dimalam hari 4) Mendampingi siswa dalam kegiatan belajar malam
5) Mendampingi dan mengawasi siswa dari semua aktivitas selama berada diasrama
6) Mendampingi siswa latihan muhadarah /kultum
c. Respon atau tanggapan siswa terkait pembinaan akhlak yang ada diasrama SMP Unismuh Makassar antaranya:
1) Siswa menganggap bahwa pembinaan akhlak yang ada di asrama SMP Unismuh makasar yang dilakukan oleh pembina sangat baik dan positif.
Karena mempunyai pengaruh yang sangat baik dalam dirinya, dan membentuk pribadi yang lebih baik.
2) Dan sebagian siswa menganggap bahwa pembinaan yang ada di asrama belum terlalu maksimal karena jadwal perpulangan terlalu banya.
3) Siswa anak asrama masih belum mengamalkan secara penuh apa yang sudah di dapatkan selama berada di asrama dan masih ada siswa yang melanggar peraturan.
3. Faktor pendukung suksesnya pembinaan akhlak siswa asrama SMP Unismuh Makassar adalah pertama, Keiklasan para Pembina dalam mendampingi, mengarahkan dan membina para siswa yang tinggal berasrama yang kedua, adanya Kerja sama antara Pembina dan kepala asrama, pihak sekolah, guru, wali kelas, dan seluruh tenaga pendidik dalam membina akhlak siswa dan ketiga, Adanya kerjasama antara orang tua siswa dan pembina asrama . keempat, adanya Komunikasi yang terjalin dengan baik. Kelima, Membuat program yang sesuai dengan kebutuhan anak. Keenam, adalah Fasilitas yang memadai dari proses pembinaan
yang dilakukan.Sedangkan yang menjadi faktor penghambat dalam pembinaan adalah : Komunikasi yang kurang baik, Pola perilaku siswa yang sangat susah diatur/kurang disiplin, Kurangnya mengindahkan kata dan perintah para Pembina, Sarana dan prasarana yang kurang terjaga, Pengaruh siswa yang tidak berasrama. Teknologi yang semakin berkembang.
B. SARAN
Dari hasil penelitian diketahui peran pembina dalam pembinaan akhlak siswa di asrama SMP Unismuh Makassar masih memiki sedikit kekurangan oleh karana itu, untuk lebih sempurnanya suatu pembinaan yang dilakukan diasrama maka penulis menyarankan agar :
1. Kepada pihak pengelola asrama SMP Unismuh Makassar agar lebih meningkatkan pembinaan akhlak siswa diasrama sehingga ahlakul karimah tertanam dalam diri mereka dan bisa merealisasikan dalam kehidupan sehari-hari.
2. Kepada para pembina agar lebih meningkatkan peranannya dalam membina akhlak siswa di asrama baik dari segi keteladanan, bimbingan, pengarahan, maupun dari pengajaran lainnya.
3. Di harapkan kepada para pembina untuk lebih bersabar lagi dalam mengontrol dan mengawasi siswa di asrama agar lebih patuh pada aturan-aturan yang ada.
4. Mengurangi jadwal pulang dan jadwal penjengukan orang tua santri misalnya satu kali dalam satu semester untuk jadwal perpulangannya dan
satu kali dalam satu bulan untuk jadwal penjengukannya sehingga proses pembinaan sesuai dengan yang diharapkan dan anak-anak bisa bertahan dan mandiri di asrama.
5. Menjalin komunikasi yang baik dari semua pihak yang bertanggun jawab atas pelaksanaan pembinaan yang ada di asrama. Baik antara pembina dan pihak sekolah dan para pendidik, antara pembina dan orang tua siswa . 6. Untuk siswa anak asrama diharapkan agar lebih giat dan lebih bersabar
lagi dalam menjalankan aturan-aturan yang dibuat oleh Pembina, karena tujuan Pembina dalam menerapkan aturan guna untuk membina akhlak para siswa binaannya sehingga menjadi anak yang memiliki akhlakul karimah sesuai dengan Al-quran dan Sunnah,serta berguna untuk agama dan bangsa setelah keluar dari asrama.
7. Untuk siswa terapkanlah akhlakul karimah kepada guru, pembina, orang tua dan teman diasrama maupun di lingkungan luar bahwa inilah siswa binaan asrama SMP Unismuh Makassar.
LAMPIRAN A. Instrumen penelitian
1. Bagaimana tanggapan ustadz/ustadzah terkait dengan peran pembina asrama.?
2. Bagaimana pola kegiatan pembina dalam pembinaan akhlak yang dilakukan di asrama.?
3. Bagaimna respon siswa terhadap pembinaan akhlak yang ada di asrama.?
4. Apakah faktor penddukung dan penghammbat dalam pembinaan akhlak yang di lakukan diasrama.?
5. Apakah kendala-kendala yang di hadapi oleh ustadz/ustadzah dalam melakukan pembinaan di asrama.?
B. Wawancara dengan siswa asrama
1. Bagaimana tanggapan saudara terkait dengan pembinaan akhlak yang ada di asrama SMP Unismuh makassar.?
2. Apa-apa saja kegiatan-kegiatan Pembina yang dibuat dalam melakukan pembinaan selama ini.?
3. Bagaimana penerapan saudara dalam tindakan dan ucapan terkait
pembinaan yang sudah didapat, baik diasrama maupun berada dirumah.?
C. PETUNJUK ANGKET / RESPONDEN SISWA A. Petunjuk pengisian
• Anda tidak perlu mencantumkan nama
• Isilah angket ini sejujur-jujurnya
• Lingkari jawaban yang sesuai menurut anda
• Jawaban anda merupakan bantuan bagi peniliti dalam menyelesaikan tugas akhir
B. Daftar pertanyaan : Peran Pembina Di Asrama
1. Apakah pembina selalu memberikan tauladan yang baik di asrama ? a. Ya
b. Kadang-kadang c. Tidak
d. Tidak sama sekali
2. Bagaimana peran pembina di asrama menurut anda ? a. Baik sekali
b. Baik
c. Kurang Baik d. Buruk
3. Apakah pembina menegur anda apabila anda berbuat salah ? a. Ya
b. Tidak
c. Kadang-Kadang d. Tidak sama sekali
4. Apakah pembina banyak memberikan contoh akhlak yang tidak baik kepada anda?
a. Ya b. Tidak
c. Kadang-Kadang d. Tidak sama sekali
5. Apakah anda memahami dengan baik pengajaran yang diajarkan oleh pembina ?
a. Ya b. Tidak
c. Kadang-kadang
d. Tidak sama sekali
6. Apakah anda mengenal baik seluruh pembina asrama ? a. Ya
b. sebagian c. Tidak
d. Tidak sama sekali
7. Apakah pembina selalu aktif dalam kegiatan di asrama?
a. Ya
b. Kadang-kadang c. Tidak
d. Tidak sama sekali
8. Bagaimana tanggapan anda terhadap para pembina di asrama?
a. Baik sekali b. Baik
c. Kurang baik d. Tidak baik
C. Daftar pertanyaan : Akhlak Siswa
1. Apakah anda mematuhi tata tertib yang ada diasrama?
a. Ya
b. Kadang-kadang c. Tidak sama sekali
2. Bagaimana akhlak anda terhadap pembina asrama?
a. Sopan b. Biasa c. Buruk
3. Bagaimana disiplin yang ada di asrama menurut anda ?
a. Baik b. Biasa c. Baik sekali
4. Apakah anda suka berbohong kepada pembina ? a. Ya
b. Kadang-kadang c. Tidak
d. Tidak sama sekali
5. Apakah anda terpaksa menjalani peraturan yang ada di asrama?
a. Ya b. Tidak
c. Kadang-kadang d. Tidak sama sekali
6. Apakah anda mematuhi segala yang diperintahkan oleh pembina?
a. Ya b. Tidak
c. kadang-kadang d. Tidak sama sekali
DAFTAR GAMBAR 1. asrama SMP Unismuh Makassar
2. Pembinaan malam
3. Kegiatan pembinaan shalat shalat lail
4. Pembinaan hafalan hadits arbain
5. Pendampingan perbaikan bacaan Al-Qur‟an.
6. Pembinaan hafalan Al-Qur‟an
7. Wawancara dengan pembina asrama
8. Wawancara dengan santri
DAFTAR PUSTAKA
Abu Daud ,Anas Ismail, 2014, Dalilu As-Sa’ilin ,Jakarta pusat, adz-dzikir.
Al-Albani , 2000, Shohiul Jami‟ Beirut: Qisthi Press
Al-Ghazali Abu hamid Muhammad, 1989,Ihya ‘ulum ad-Din,beirut:Dar al-Fikr, Al-Hasyimi Muhammad fu‟ad abdul baqi,2017.,shahih bukhari muslim,Jakarta Pt.elex media computindo.
Ali Muhammad, 2014 Syakhsyiyatul Mar’ah Al-Muslimah Kama Yasughatul Islam Fil Kitab Was Sunnah,Jakarta timur,pustaka al-kautsar.
Al-Jaza‟ir ,Abu Bakar Jabir,2008,Minhajudl muslimin, pedoman ideal seorang muslim,.solo:,insan kamil.
Al-manjid fi al-lughah wa I‟lam, 1989 (Beirut:Dar al-Masyrik, cet. Ke-28
Al-Qur,an Al-hufadz, 2019, Al-Qur,an Hafalan mudah terjemahan dan tajwid warna( Bandung, Cordoba.
Al-Suyuti,Jalaluddin Jamius Shagir (Surabaya: Dar Al Nasyr Al Mishriyah, 1992).
Anis Ibrahim,1972, Al-Mu’jam al-Wasith, kairo: Dar al Ma‟arif,
An-Nahlawi Abdurrahman, 1995, Pendidikan Islam Di Rumah, Sekolah Dan Masyarakat, Jakarta: Gema Insani Press.
An-Nawawi, Imam.2016 Riyadhus shalihin,darul hadits Qahirah,jawa tengah.cet 12.
AR Zahruddin dan Hasanudin sinaga, 2004, Pengantar Studi Akhla, Jakarta,Raja Grafido Persada.
Arifin M., 2008,hubungan timbal balik dengan agama .Jakarta bulan bintang Azumardi azra……paradigm 187-188
Bungin Burhan, 2007.Penelitian Kualitatif Komunikasi, Ekonomi, Kebijakan publik dan ilmu Sosial Lainnya,Jakarta: Kencana Prenada Media Group Darajat Zakiyah, 1994, Ilmu Jiwa Agama ,Jakarta: Bulan Bintang.
daulay,Haidar putra , 2014,pendidikaan islam dalam persfektif filsafat,Jakarta pramedia grup.
Departemen Agama RI, 2007,Undang – undang dan peraturan pemerintahan republik Indonesia tentang Pendidikan Jakarta,
Departemen Agama RI, 2018, Al Qur’an dan Terjemahnya,Jakarta,pt.Tiga Serangkai Pustaka Mandiri, Cet.1.
Depdikbud 2005, Kamus Besar Bahasa Indonesia, Jakarta:Balai Pustaka.
Depertemen pendidikan nasional, 2008, kamus besar Bahasa inodesia.Jakarta:pusat Bahasa.
Depertemen pendidikan nasional, 2008, kamus besar Bahasa inodesia.Jakarta:pusat Bahasa.