• Tidak ada hasil yang ditemukan

2.5 Teori Permintaan

2.5.2 Faktor Penentu Permintaan

Permintaan seseorang atau suatu masyarakat atas suatu barang ditentukan oleh banyak faktor. Diantara faktor – faktor tersebut yang terpenting adalah:

a. Harga barang itu sendiri

Jika harga suatu barang semakin murah, maka permintaan konsumen terhadap barang itu akan bertambah. Begitu juga sebaliknya, jika harga

suatu barang semakin mahal, maka permintaan konsumen terhadap barang itu akan menurun. (Mandala Manurung, 2004).

b. Harga barang lain yang mempunyai kaitan erat dengan barang tersebut 1. Barang pengganti (barang subtitusi) sekiranya harga barang

pengganti bertambah murah maka barang yang digantikannya akan mengalami pengurangan atau penurunan dan sebaliknya.

2. Barang pelengkap (barang komplementer), kenaikan atau penurunan permintaan barang yang dilengkapinya.

3. Barang netral, perubahan terhadap permintaan salah satu barang tidak akan mempengaruhi permintaan barang lainnya.

c. Pendapatan rata-rata masyarakat dan rumah tangga

Pendapatan para pembeli merupakan faktor yang sangat penting dalam menentukan corak permintaan terhadap berbagai barang. Perubahan pendapatan selalu menimbulkan perubahan permintaan berbagai jenis barang.

d. Cita rasa masyarakat

Cita rasa mempunyai pengaruh yang cukup besar terhadap keinginan masyarakat untuk membeli barang-barang.

e. Jumlah penduduk

Pertambahan penduduk tidak dengan sendirinya menyebabkan pertambahan permintaan. Tetapi biasanya pertambahan penduduk diikuti oleh perkembangan dalam kesempatan kerja. Dengan demikian lebih banyak orang yang menerima pendapatan dan ini menambah daya beli dalam masyarakat. Pertambahan daya beli ini akan menambah permintaan.

f. Ramalan mengenai keadaan di masa mendatang

Perubahan-perubahan yang diramalkan mengenai keadaan pada masa yang akan dating dapat mempengaruhi permintaan. Ramalan para konsumen bahwa harga-harga akan menjadi bertambah tinggi pada masa depan akan mendorong mereka untuk membeli lebih banyak pada masa kini, untuk menghemat pengeluaran pada masa yang akan dating. Sebaliknya, ramalan bahwa lowongan kerja akan bertambah sukar diperoleh dan kegiatan ekonomi akan mengalami resesi, akan mendorong orang lebih berhemat dalam pengeluarannya dan mengurangi permintaan. (Sadono Sukirno, 2005)

Adalah sangat sukar untuk menganalisa sekaligus pengaruh berbagai faktor tersebut terhadap permintaan suatu barang. Oleh sebab itu dalam membicarakan teori permintaan, para ahli ekonomi membuat analisa yang lebih sederhana, dengan menganggap permintaan suatu barang terutama dipengaruhi oleh harga barang itu sendiri. Sadono Sukirno menganalisa mengenai hubungan antar jumlah permintaan suatu barang dengan harga barang tersebut. Adapun dalam analisa tersebut diasumsikan bahwa “faktor-faktor lain tidak mengalami perubahan, ceteris paribus”.

Secara matematis faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan dituliskan dalam persamaan yang dikenal dengan fungsi permintaan:

QD= f(Pq, Py, Y, T, C, Ed,..,) Dimana:

QD = Kuantitas permintaan Pq = Harga barang itu sendiri Py = Harga barang lain

Y = Pendapatan rata-rata masyarakat dan rumah tangga T = Cita rasa masyarakat

C = Jumlah penduduk

Ed = Ramalan mengenai keadaan di masa mendatang

Hal ini disajikan dalam tabel permintaan di bawah ini, yang menunjukkan adanya hubungan antara harga dan jumlah barang yang akan dibeli.

Tabel 2.1. Permintaan barang x

Jenis barang Harga per unit (P) Jumlah yang diminta (Q)

A 10 1 B 9 2 C 8 3 D 7 4 E 6 5 F 5 6 G 4 7

Sumber: Pengantar Teori Mikroekonomi, Sadono Sukirno.

Pada setiap harga pasar, pada suatu waktu tertentu akan terdapat sejumlah barang yang hendak dibeli para pembeli. Pada harga yang lebih rendah jumlah barang yang diminta bertambah, demikian sebaliknya pada harga yang lebih tinggi jumlah ynag akan diminta berkurang. Berdasarkan tabel tersebut kita dapat menentukan jumlah barang yang diminta pada berbagai tingkat harga.

Dari daftar permintaan tabel atas barang X dengan tingkat harga yang berbeda menghasilkan kombinasi tingkat permintaan dan hubungannya dengan tingkat harga sehingga dapat dibuat sebuah kurva permintaan sebagai berikut:

P 12 10 D 8 6 kurva perminta an 4 2 D 0 Q 2 4 6 8 Kurva 2.2. Permintaan Barang dan Harga.

Kurva di atas memperlihatkan bahwa permintaan berbentuk garis lurus yang miring dari kiri atas ke kanan bawah (downward sloping to the right) atau mempunyai lereng (slope) yang negatif. Hal ini sangat erat kaitannya dengan hubungan antara jumlah dan harga yang bersifat berbanding terbalik atau mempunyai arah yang berlawanan. Q naik apabila P turun. Sifat dari permintaan ini disebut Hukum Permintaan .

Hukum Permintaan pada hakikatnya merupakan suatu hipotesis yang menyatakan: “makin rendah harga suatu barang maka makin banyak permintaan terhadap barang tersebut. Sebaliknya, semakin tinggi harga suatu barang, maka makin sedikit permintaan terhadap barang tersebut, faktor-faktor lain dianggap tetap, ceteris paribus”. (Sadono Sukirno, 2005)

2.5.3 Perubahan Permintaan

Ada suatu hal yang penting sekali untuk diperhatikan dalam perubahan permintaan yaitu perbedaan antara istilah permintaan dan jumlah yang diminta. Hal ini sering sekali menimbulkan kesalahpahaman, sebab kebanyakan orang menganggapnya sama. Sampai saat ini masih ada yang mengatakan ”bahwa

naiknya harga sesuatu barang akan menurunkan permintaan akan barang itu” pernyataan itu salah, sebab dalam hal ini bukan permintaan (demand) berubah atau turun, tetapi adalah jumlah yang diminta (quantity demanded). Ada perbedaan yang jelas antara kedua istilah ini, timbul karena adanya perbedaan pengertian masalah perubahan atau gerakan kurva permintaan. Perubahan permintaan dapat dibedakan dalam dua pengertian:

a. Gerakan sepanjang kurva permintaan (shift a long demand curve) b. Gerakan seluruh kurva permintaan (shift of the demand curve)

Hal yang pertama menyebabkan terjadinya perubahan jumlah yang diminta sedangkan hal yang kedua menyebabkan terjadinya perubahan permintaan. Kondisi ini dapat dilihat pada kurva di bawah ini berikut:

P D P P” D Q Q’ Q”

Kurva 2.3. Perubahan Jumlah Yang Diminta

Kurva 2.3 menunjukkan perubahan permintaan sepanjang kurva. Terjadi bila harga barang atau jasa yang diminta berubah naik atau turun. Penurunan harga tersebut akan menaikkan jumlah yang diminta dan kenaikan harga barang atau jasa tersebut akan mengurangi jumlah yang diminta

Dt D Dn P Dt D Dn 0 Q Qt Q Qn

Kurva 2.4 Pergeseran Kurva Permintaan

Kurva 2.4 menunjukkan terjadinya pergeseran kurva permintaan ke kanan atau ke kiri disebabkan oleh perubahan permintaan yang ditimbulkan oleh faktor- faktor selain harga barang atau jasa tersebut. Permintaan bisa naik (kurva permintaan bergeser ke kanan menjadi Dn Dn) dan bisa juga turun (kurva permintan bergeser ke kiri Dt Dt). Pada gambar di atas jelas sekali terjadi adanya pergeseran kurva permintaan, yang disebut perubahan permintaan. (Sugiarto, dkk, 2000)

Ada banyak sebab mengapa kurva permintaan bergeser yakni: a. tingkat pendapatan masyarakat (income)

b. citarasa atau selera masyarakat (taste)

c. harga barang lain khususnya harga barang-barang perlengkapan dan harga barang pengganti (price of related comodities)

Jadi dapat diambil suatu asumsi mengenai apa yang dimaksud dengan kenaikan dan penurunan permintaan, yaitu :

a. Permintaan dikatakan naik jika:

1. Orang atau masyarakat bersedia membeli jumlah yang lebih banyak sekalipun harga barang itu tetap tak berubah.

2. Orang atau masyarakat bersedia membeli jumlah barang yang tetap sekalipun harga barang itu sudah naik.

b. Permintaan dikatakan turun jika:

1. Orang akan membeli jumlah yang lebih sedikit walaupun harganya tidak berubah.

2. Orang akan membeli jumlah barang yang tetap sekalipun harga barang itu sudah turun.

Sehubungan dengan adanya perbedaan pengaruh-pengaruh yang ditimbulkan masing-masing variabel, maka pernyataan perubahan permintaan maupun jumlah permintaan di atas berada dalam keadaan cateris paribus, yang berarti semua hal lain tetap.

Dokumen terkait