• Tidak ada hasil yang ditemukan

Berbagai faktor memungkinkan bagi anak untuk melakukan kenakalan dan kegiatan kriminal yang dapat membuat mereka terpaksa berhadapan dengan hukum dan sistem peradilan pidana. Mungkin ada macam-macam faktor seseorang itu melakukan tindak pidana pencurian yang dilakukan oleh anak tersebut yaitu25 :

1. Faktor Keluarga 2. Faktor Ekstenal 3. Faktor Lingkungan 4. Faktor Psikologi 5. Faktor Pendidikan

Ad.1 Faktor Keluarga

25 Kartini Kartono, Patologi Sosial 2 Kenak alan Remaja, Jakarta:Raja Grafindo Persada,1998 hal 120

Keluarga merupakan lingkungan yang terdekat untuk membesarkan, mendewasakan dan dimana anak mendapatkan pendidikan untuk yang pertama kali. Keluarga merupakan lingkungan yang paling kuat dalam membsarkan anak dan terutama bagi perkembangan tingkah laku anak, sehingga keluarga memiliki peranan yang penting dalam perkembangan anak.

Keluarga yang baik akan berpegaruh positif, bagi perkembangan anak sedangkan keluarga yang kurang baik akan berpengarug negatif. Oleh karena itu baik buruknya suatu keluarga mempunyai pengaruh yang kuat terhadap perkembangan seorang anak.

Keluarga dalam keadaan ekonomi keluarga yang kurang mampu dan orang tua tidak mampu memenuhi keluarga yang kurang mampu dan orang tua tidak mampu memenuhi kebutuhan anak-anaknya, terutama pada masa usian remaja (puber) yang penuh dengan keinginan-keinginan, cita-cita, anak-anak itu. Setidaknya memerlukan pakaian yang layak, pendidikan untuk masa depannya. Ketika hampir semua kebutuhan anak tersebut tidak dapat dipenuhi, maka anak tersebut mencoba dengan jalannya sendiri untuk memenuhi kebutuhannya itu dengan suatu bentuk kejahatannya, yaitu dengan melakukan tindak pidana pencurian. Karena disebabkan kurang mampunya orang tua dalam memenuhi kebutuhan anak

yang kurang kontrol orang tua terhadapa anak-anaknya dalam pergaulan, maka tanpa di ketahui anak itu dapat saja melakukan kejahatan.26

Ad.2 Faktor Ekomomi Sosial

Krisis dibidang ekonomi membawa pada peningkatan jumlah pengangguran, gelandangan dan meningkatnya kejahatan konvensional yang tinggu, khususnya kejahatna pencurian. Adanya patologi sosial atau penyakit masyarakat apabila ditammbah dengan adanya kemerosotan nilai- nilai agama dapat membawa kearah penurunan moral khususnya kejahatan yang dilakukan oleh anak.

Faktor ekonomi sangat berpengaruh terhadap kehidupan masyarakat. Susunan masyarakat dimana terdapat perbedaan golongan kelas ekonomi menengah keatas atau menegah kebawah ataupun golongan masyarakat yang golongan miskin dibangkitkan dengan adanya kekeyaan yang sering dipertontonkan.

Apalagi jika dilihat dari masa pertumbuhan anak-anak yang suka meniru dan berkeinginan besar untuk memiliki akan mudah tergiur terhadap apa yang didemonstrasikan oleh anak-anak kalangan atas baik

ssecara langsung maupun tidak langsung. Hal ini tentu saja akan lebih cepaat mendorong anak tersebut melakukan kejahatan.

Ad.3 Faktor Lingkungan

Lingkungan yang mempegaruhi setiap perkembangan jiwa dan perilaku seorang anak biasanya dimulai dari lingkungan yang terkecil yaitu keluarga dan lingkungan tempat tinggal anak tersebut. Pada lingkungan keluarga kejahatan anak dapat terjadi karena kurang dapatnya orang tuanya sehingga anak merasa tidak diperhatikan, atau karena keberadaan orang tua mereka yang telah terpisah atau karena keberadaan orang tua mereka yang telah terpisah dan kurang kontrol orang tua terhadap setiap langkah pergaulan anaknya.

Faktor lingkungan tempat tinggal anak berpengaruh pada perkembangan jiwa dan kepribadiannya karena memang sudah merupakan naruli manusisa untuk berkumpul dengan teman-teman untuk bergaul, namun terkadang pergaulan akan menimbulkan efek yang baik dan tidak baik. Kebiasaan anak-anak yang jahat tampaknya mempunyai sifat terbuka dan baik seta tolong menolong, asal temannya itu suka pula bergaul dengan merekan dan sama-sama melakukan aktivitas yang sama pula seperti melakukan pencurian, pencurian ini awalnya dilakukan dalam lingkungan keluarga.

Faktor lingkungan yang tak kurang pertingnya dalam memberi arahan adalah media, majalah, TV, radio, internet, dan lain-lain. Memang

disepakati oleh semua pihak bahwa media masa memegang peranan yang posiitif dalam meningkatkan ilmu pengetahuan. Masyarakat dengan alat- alat tersebut dapat mengketahui peristiwa dalam dan luar negeri dengan segera, namun tanpa disadari kemajuan teknologi dapat membawa dampak negatif dari perkembangan jiwa anak tersebut ketika membaca koran, menonton TV banyak dilihat bahwa karena angka kemiskinan yang sangat tinggi para orang dewasa banyak yang melakukan pencurian agar mudah dan mempercepat mendapatkan uang, dengan sifat dan sikap anak yang masih lugu anak cepat mengikuti cara-cara orang dewasa dengan mudah dan cepat mendapaatkan uang.

Jadi, nampaklah bahwa faktor lingkungan, juga memegang peranan dalam mempengarugi atau mendorong anak untuk melakukan kejahatan. Pendidikan dirumah tangga paling menentukan dalam membina kepribadian, sedangkan lingkungan sehari-hari dan sekolah merupakan kejadian nyata bagi kehidupan anak, yang ternyata anak dibwah umur dapat pulan melakukan suatu kejahatan atau tindak pidana.

Ad.4 Faktor Psikologi

Psikologi atau ilmu jiwa adalah suatu ilmu yang memperlajari tindakan-tindakan atau tingkah alaku manusia dihubungkan dengan jiwa para perlakunya27. Karena disini dari masa anak ke masa dewasa dan disini

lah banyak membuat anak tersebut banyak melakukan kejahatan

27 A. Qirom Syamsuddin meliala dan E.Sumaryono, Kejahatan Anak suatu Tinjauan dari

disebabkan anak pada masa perubahan itu lah pemikiraan anak itu labil. Maka dari itu anak banyak cenderung melakukan kejahatan, karena menurut pemikiran anak tersebut, kebutuhannya harus terpenuhi walapun anak tersebut melakukan tindak pidana dalam memenuhi perkara tersebut.

Ad.5 Faktor Pendidikan

Faktor pendidikan ini merupakan salah satu faktor yang sangat besar pengaruhnya terhadap tindak pidana pencurian. Umumnya pelaku tindak pidana pencurian adalah orang-orang yang tidak berpendidikan dan kalaupun berpendidikan hanya berpendidikan rendah saja.

Hal tersebut mengakibatkan kecilnya kemungkinan untuk memperolah pekerjaan karena bagaimana kita ketahui pada masyarakat sekarang ini tidak dapat kita pungkiri lagi bahwa untuk memperoleh pekerjaan maka seseorang harus menguasai ilmu pengetahuan dan keterampilan, sebab pekerjaan yang tersedia pada masa sekarang ini, sebagai besar telah menggunakan teknologi modern tersebut, oleh karena itu maka dibutuhkan para pekerja yang mempunyai ilmu pengetahuan dan keterampilan untuk menguasai teknologi modern tersebut.

G. Metode penelitian

Dokumen terkait