Faktor produksi modal atau yang di sebut modal mengandung banyak arti, tergantung pada penggunaanya. Modal sama artinya dengan harta kekayaan seseorang yakni berupa uang, tabungan, tanah, rumah, mobil, dan lain sebagainya yang dimiliki. Modal dapat dibagi menjadi dua, yaitu modal tetap dan modal bergerak. Modal tetap adalah barang-barang yang yang digunakan dalam proses produksi yang dapat digunakan beberapa kali, meskipun akhirnya barang-barang modal ini habis juga, tetapi tidak sama sekali terisap dalam hasil. Contoh modal tetap adalah mesin, pabrik, gedung, dan lain-lain. Modal bergerak adalah barang-barang yang digunakan dalam proses produksi yang hanya bisa digunakan untuk sekali pakai, atau dengan kata lain, yaitu barang-barang yang habis digunakan dalam proses produksi, misalnya bahan mentah, pupuk, bahan bakar, dan lain-lain.
Perbedaan ini digunakan berhubungan dengan perhitungan biaya. Biaya modal bergerak harus sama sekali diperhitungkan dalam harga biaya rill, sedangkan biaya modal tetap diperhitungkan melalui penyusutan nilai.24
Islam merupakan sistem kehidupan yang bersifat komprehensif, yang mengatur semua aspek, baik dalam sosial, ekonomi, dan politik maupun kehidupan yang bersifat spiritual. Seperti yang terkandung dalam firman Allah dalam Qs. An-Nahl ayat 89,25 ialah :
2323 Suhawardi K. Lubis dan Farid Wajdi, Hukum Ekonomi Islam. (Jakarta : Sinar Grafika, 2012). 159-160
24 Moehar Daniel, Pengantar Ekonomi Pertanian, 55-56.
25 Al-Qur‟an terjemah Depag RI
39 kamu (Muhammad) menjadi saksi atas seluruh umat manusia. dan Kami turunkan kepadamu Al kitab (Al Quran) untuk menjelaskan segala sesuatu dan petunjuk serta rahmat dan kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri”.
Islam adalah agama yang sempurna dan mempunyai sistem tersendiri dalam menghadapi permasalahan kehidupan, baik yang bersifat material maupun nonmaterial. Karena itu ekonomi sebagai satu aspek kehidupan, tentu juga sudah diatur oleh islam. Ini bisa dipahami, sebagai agama yang sempurna, mustahil islam tidak dilengkapi dengan sistem dan konsep ekonomi. Suatu sistem yang dapat digunakan sebagai panduan bagi manusia dalam menjalankan kegiatan ekonomi. Suatu sistem yang garis besarnya sudah diatur dalam Al-Qur‟an dan As-Sunnah.
Ekonomi islam sesungguhnya secara inheren merupakan konsekuensi logis dari kesempurnaan islam itu sendiri. Islam haruslah dipeluk secara kaffah dan komprehensif oleh umatnya. Islam menuntut kepada umatnya untuk mewujudkan keislamannya dalam seluruh aspek kehidupannya. Sangatlah tidak masuk akal, seorang muslim yang menjalankan shalat lima waktu, lalu dalam kesempatan lain ia juga melakukan transaksi keuangan yang menyimpang dari ajaran islam.
Dalam mewujudkan kehidupan ekonomi, sesungguhnya Allah telah menyediakan sumber dayanya dialam raya ini. Allah SWT mempersilahkan manusia untuk memanfaatkannya, sebagaiman firman-Nya, yaitu :
40
Artinya : “Dia-lah Allah, yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu dan Dia berkehendak (menciptakan) langit, lalu dijadikan-Nya tujuh langit.
dan Dia Maha mengetahui segala sesuatu”.
Dalam istilah ilmu fikih, dinyatakan oleh kalangan Hanafiyah bahwa harta itu adalah sesuatu yang digandrungi oleh tabiat manusia dan mungkin disimpan untuk digunakan saat dibutuhkan. Namun harta tersebut tidak akan bernilai kecuali bila dibolehkan menggunakanya secara syariat. Mereka membedakan antara materi dan nilai. Materi hanya bisa terwujud hanya ketika seluruh manusia atau sebagian diantara mereka menggunakannya sebagai materi. Tetapi nilai hanya berlaku bila di bolehkan oleh ajaran syariat.
Apabila harta tersebut merupakan hak milik Allah, sementara Allah telah menyerahkan atas harta tersebut kepada manusia, melalui izin darinya, maka perolehan seorang atas harta tersebut sama dengan kegiatan yang dilakukan oleh seseorang untuk memanfaatkan serta mengembangkan harta, yang antara lain karena menjadi hak miliknya. Sebab ketika seorang memiliki harta, maka esensinya, dia memiliki harta tersebut untuk memanfaatkannya. Sehingga dalam hal ini dia terikat dengan hukum-hukum syara’ dan bukan bebas mengelola secara mutlak. Begitu pula dia juga tidak bisa bebas mengelola zat barang tersebut secara mutlak, meskipun ia memiliki zat nya. Alasannya adalah bahwa ketika dia mengelola dalam rangka memanfaatkan harta tersebut dengan cara yang tidak sah menurut syara’, misalnya dengan menghambur-hamburkannya atau menggunakannya untuk suatu kemaksiatan, maka negara wajib mengawalnya dan melarang untuk mengelola, juga merampas wewenang yang telah diberikan negara kepadanya sehingga harta tersebut haruslah digunakan secara amanah.
Didalam syariat harta terbagi menjadi dua bagian yaitu :
41 1. Harta tetap (diam), adalah harta yang tidak mungkin dipindahkan seperti tanah yang melekat dengan tanah, seperti bangunan permanen. Menurut kalangan Hanafiyah yang termasuk harta diam ialah hanya tanah saja.
Namun menurut kalangan Malikiyah pengertian bisa meluas kepada segala yang melekat dengan tanah secara permanen, seperti tanaman dan bangunan. Karena keduanya tidak mungkin dipindahkan kecuali harus diubah sehingga bangunannya menjadi hancur berkeping-keping.
2. Harta bergerak aalah harta yang cepat dipindahkan dan dialihkan (seperti uang).
Berdasarkan klasifikasi ini muncul sejumlah hukum (Al-Mushlih dan Ash-Shawi, 2004) yang terkait dengan harta tetap harta bergerak :
a. Disahkan menjual harta diam sebelum diserahterimakan, menurut sebagian ulama, seperti Abu Hanfiah dan Abu Yusuf tidak sah menjual harta bergerak sebelum diserahterimakan, namun dalam aplikasinya ada sedikit perbedaan pendapat.
b. Mendahulukan pembersihan harta bergerak sebelum harta diam ketika seseorang dalam terlilit hutang (bangkrut).
c. Tidak dibolehkannya menjual harta diam orang yang tercekal, karena masih kecil atau karena idiot kecuali dalam kondisi darurat atau kemaslahatannya yang pasti atau karena kebutuhan mendesak. Sementara menjual harta bergerak dibolehkan untuk kemaslahatan semata.26
Terkait dengan terhadap harta dapat dijelaskan sebagai berikut :
1. Harta pribadi, harta ini tidak boleh diambil oleh orang lain melainkan dengan kerelaan hati dari pemilikinya.
2. Harta milik Allah, harta pada dasarnya milik Allah (hakikat kepemilikan) manusia hanya diberi kesempatan memilikinya sementara.
26 Nurul huda dan Mustafa Edwin Nasution, Investasi pada Pasar Modal Syariah. Jakarta : Kencana, 2008. hal 2-4
42 3. Harta milik bersama, konsekuensi harta ini adalah didahulukannya kepentingan bersama daripada kepentingan pribadi, ketika terjadi bentrokan dengan memberikan tersebut.27
Modal adalah faktor produksi adalah kekayaan yang dipakai untuk menghasilkan kekayaan lagi. Dia adalah “alat produksi yang diproduksi” atau dengan kata lain “alat produksi buatan manusia”. Modal meliputi semua barang yang diproduksi tidak untuk konsumsi, melainkan untuk produksi lebih lanjut.
Mesin, peralatan, alat-alat pengangkutan, proyek irigasi seperti kanal dan dam, persediaan bahan mentah, uang tunai yang ditanamkan di perusahaan, dan sebagainya, semua itu adalah contoh-contoh modal. Jadi modal adalah kekayaan yang didapatkan oleh manusia melalui tenaganya sendiri kemudian menggunakannya untuk menghasilkan kekayaan lebih lanjut. Makna modal yang disampaikan di atas membedakannya dari tanah dan tenaga kerja, karena baik tanah maupun tenaga kerja bukan merupakan faktor produksi yang tidak diproduksi melainkan disediakan oleh alam. Oleh karena itu, tanah dan tenaga kerja disebut faktor produksi buatan manusia atau yang diproduksi.
Modal adalah salah satu faktor produksi selain tanah, tenaga kerja dan organisasi yang digunakan untuk membantu mengeluarkan asset lain. Distribusi berskala besar dan kemajuan industri yang telah dicapai saat ini adalah akibat pengunaa modal. Ini menunujukan bahwa tenaga manusia saja (human resource) untuk mengerakan industri tidaklah cukup, sehingga harus didukung oleh faktor produksi yang lain. Modal merupakan asset yang digunakan untuk membantu distribusi asset berikutnya. Menurut Prof. Thomas, hak milik individu negara selain tanah yang digunakan dalam menghasilkan asset berikutnya disebut modal.
Dikatakan bahwa modal dapat memberikan kepuasan pribadi dan untuk membantu menghasilkan kekayaan lebih banyak, asalkan dikelola dengan benar dan tepat sasaran. Jusru karena itu menurut Mustaq Ahmad yang dikatakan bisnis yang menguntukan adalah apabila dilakukan dengan investasi modal
27 Nurul huda dan Mustafa Edwin Nasution, Investasi pada Pasar Modal Syariah. hal 5-6
43 baiknya, bukan sebaliknya, dilakukan dengan investasi yang jelek sehingga medatangkan kerugian.28
Pada umumnya, modal digolongkan menjadi modal tetap (fixed capital) dan modal kerja (working capital). Modal tetap mencakup barang produksi tahan lama yang digunakan lagi dan hingga tak dapat dipakai lagi. Bangunan dan mesin, peralatan, traktor dan truk, dan sebagainya, adalah contoh modal tetap. Adapun modal kerja berisi barang produksi sekali pakai seperti bahan mentah yang langsung habis sekali pakai saja. Modal tetap tidak berarti tetap ditempat. Ia disebut tetap karena uang yang dikeluarkan untuk membelinya „tetap‟ saja selama jangka waktu yang panjang , sedangkan uang pembeli bahan mentah segera kembali setelah barang yang dihasilkan dari bahan mentah tersebut terjual dipasar.
Modal melainkan peranan penting dalam produksi, karena produksi tanpa modal akan menjadi sulit dikerjakan. Jika orang tidak menggunakan alat dan mesin dalam pertanian, melainkan menambang dan melakukan pekerjaan manufaktur melulu dengan tangan mereka saja, maka produktivitas akan menjadi amat rendah.
Demikianlah manusia senantiasa menggunakan peralatan dalam kerja produktif mereka. Bahkan orang-orang primitif pun menggunakan panah untuk berburu serta pancing dan jala untuk mencari ikan. Dengan tumbuhnya ilmu teknologi, maka manusia pun menemukan mesin-mesin berat lagi kompleks untuk membantunya dalam semua bidang produksi seperti pertanian, pertambangan, manufaktur, transportasi, dan komunikasi. Menurut pengertian lainnya modal dapat diartikan barang-barang yang dihasilkan untuk digunakan selanjutnya dalam produksi barang-barang lain.29
Modal menempati posisi penting dalam proses pembangunan ekonomi maupun dalam penciptaan lapangan kerja. Selain meningkatkan produksi, employment juga akan meningkat jika barang-barang modal seperti bangunan dan mesin diproduksi dan jika kemudian digunakan untuk produksi lebih lanjut.
Demikianlah modal itu seperti darah dalam tubuh yang mengalir di segala lini
28 Muhammad Djakfar, Etika Bisnis dalam Perspektif Islam (Malang: UIN Malang Press.
2007) 37
29 Eko Suprayitno, Ekonomi Mikro Perspektif Islam. 163
44 industri serta terus berjalan demikian. Oleh karena demikian penting nya peranan modal dalam produksi ini, maka Islam telah memberi banyak perhatian kepada modal ini.Untuk mendirikan atau menjalankan suatu usaha diperlukan sejumlah modal (uang) dan tenaga (keahlian). Modal dalam bentuk uang yang diperlukan untuk membiayai segala keperluan usaha, pengurusan perizinan, biaya investasi untuk pembelian aktiva tetap, sampai dengan modal kerja. Sementara itu, modal keahlian adalah keahlian dan kemampuan seseorang untuk mengelola atau menjalankan suatu usaha.
Modal yang pertama kali dikeluarkan digunakan untuk membiayai pendirian perusahaan (prainvestasi), mulai dari persiapan yang di perlukan sampai perusahaan tersebut berdiri (memiliki badan usaha). Sebagai contoh misal biaya yang harus di keluarkan pada tahap awal adalah biaya survei lapangan, biaya pembuatan studi kelayakan, izin-izin, dan biaya prainvestasi lainnya. Selanjutnya setelah itu adalah biaya untuk membeli sejumlah aktiva (harta) tetap. Biaya ini dikeluarkan untuk mengoperasikan perusahaan sebagai tempat atau alat untuk melakukan kegiatan, seperti pembelian tanah, pendirian bangunan atau gedung dan lain-lain. Disamping itu, modal juga diperlukan untuk membiayai prosesusaha pada saat bisnis tersebut di jalankan. Jenis biaya ini misalnya biaya bahan baku, biaya tenaga kerja, dan biaya lainnya. Besarnya modal yang di perlukan tergantung dari jenis usaha yang di garap. Dalam kenyataan sehari-hari kita mengenal adanya usaha kecil, usaha menengah, dan usaha besar. Masing-masing memerlukan modal dalam batas tertentu. Jadi, jenis usaha yang menentukan besarnya jumlah modal yang di perlukan. Misalnya jenis usaha pabrikan berbeda dengan pertanian. Hal ini yang memengaruhi besarnya modal adalah jangka waktu usaha atau jangka waktu perusahaan menghasilkan produk yang diinginkan.
Usaha yang memerlukan jangka waktu yang lebih panjang memerlukan modal yang relative besar pula. Sementara kebutuhan akan tenaga ahli yang akan menjalankan usaha dapat diperoleh dari rekrutmen karyawan, (penarikan pegawai) dari berbagai sumber, seperti melalui iklan, dari suatu lamaran yang masuk, dari referensi (kenalan) atau perguruan tinggi. Agar usaha dapat berjalan secara
45 maksimal hal ini menjadi penting untuk keberlangsungan usaha yang akan dijalankan. Kebutuhan modal untuk menjalankan usaha terdiri dari dua jenis yaitu :
a. Modal investasi digunakan untuk jangka panjang dan dapat digunakan berulang-ulang, biasanya umurnya lebih dari satu tahun. Sementara modal kerja dan digunakan untuk jangka pendek dan beberapa kali pakai dalam satu proses produksi. Jangka waktu modal kerja biasanya tidak lebiih dari satu tahun.
Penggunaan utama modal investasi jangka panjang adalah untuk membeli aktiva tetap, seperti tanah, bangunan atau gedung, mesin-mesin, peralatan, kendaraan, serta inventaris lainnya. Modal investasi merupakan porsi terbesar dalam komponen pembiayaan suatu usaha dan biasanya dikeluarkan pada awal perusahaan didirikan atau untuk perluasan suatu usaha tersebut.
b. Modal kerja yaitu modal yang digunakan untuk membiayai operasional perusahaan atau usaha pada saat sedang beroperasi. Jenis modalnya bersifat jangka pendek, biasanya hanya digunakan untuk sekali atau beberapa kali proses produksi.30 Dan faktor produksi ini merupakan benda yang diciptakan oleh manusia untuk memproduksi barang-barang yang mereka butuhkan.31 Dengan demikian modal dapat digunakan untuk keperluan membeli bahan, membayar gaji karyawan dan biaya pemeliharaan serta biaya-biaya lainnya. Modal kerja juga dapat diperoleh dari pinjaman bank (biasanya maksimal setahun).