BAB IV HASIL PENELITIAN
4.3 Analisa Statistik
4.3.4 Jenis Kelamin Berdasarkan Jenis Stroke
Distribusi proporsi jenis kelamin penderita hipertensi dengan komplikasi stroke berdasarkan jenis stroke di Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik Medan Tahun 2014-2016 dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 4.11 Distribusi Proporsi Jenis Kelamin Penderita Hipertensi dengan Komplikasi Stroke Berdasarkan Jenis Stroke di RSUP H.
Adam Malik Medan Tahun 2014-2016 Jenis Tabel 4.11 menunjukkan bahwa dari 17 penderita stroke iskemik terdapat proporsti tertinggi pada jenis kelamin perempuan sebanyak 9 orang (52,9%) dan proporsi terendah terdapat pada jenis kelamin laki-laki sebanyak 8 orang (47,1%).
Selanjutnya dari 96 penderita stroke hemoragik terdapat proporsi tertinggi pada jenis kelamin laki-laki sebanyak 50 orang (52,1%) dan proporsi terendah pada jenis kelamin perempuan sebanyak 46 orang (47,9%).
Hasil analisis statistik dengan menggunakan Chi-Square diperoleh p>0,05, sehingga dalam hal ini tidak terdapat perbedaan proporsi jenis kelamin berdasarkan jenis stroke.
4.3.5 Jenis Stroke Berdasarkan Derajat Hipertensi
Distribusi proporsi jenis stroke penderita hipertensi dengan komplikasi stroke berdasarkan derajat hipertensi di Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik Medan tahun 2014-2016 dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 4.12 Distribusi Proporsi Jenis Stroke Penderita Hipertensi dengan Komplikasi Stroke Berdasarkan Derajat Hipertensi di RSUP H. Adam Malik Medan Tahun 2014-2016
Derajat Hipertensi
Jenis Stroke
Total
Iskemik Hemoragik
f % f % f %
Derajat 1 6 19,4 25 80,6 31 100
Derajat 2 11 13,4 71 86,6 96 100
p=0,431 Tabel 4.12 menunjukkan bahwa dari 31 orang penderita hipertensi derajat 1 terdapat proporsi jenis stroke tertinggi yaitu stroke hemoragik sebanyak 25 orang (80,6%) dan proporsi terendah yaitu stroke iskemik sebanyak 6 orang (19,4%). Selanjutnya dari 96 orang penderita hipertensi derajat 2 terdapat proporsi tertinggi pada stroke hemoragik sebanyak 71 orang (86,6%) dan proporsi terendah yaitu stroke iskemik sebanyak 11 orang (13,4%).
Hasil analisa statistik dengan menggunakan Chi-Square diperoleh p>0,05, sehingga dalam hal ini tidak ada perbedaan proporsi jenis stroke berdasarkan derajat hipertensi.
4.3.6 Derajat Hipertensi Berdasarkan Indeks Massa Tubuh
Distribusi proporsi derajat hipertensi penderita hipertensi dengan komplikasi stroke berdasarkan indeks massa tubuh di Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik Medan dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 4.13 Distribusi Proporsi Derajat Hipertensi Penderita Hipertensi dengan Komplikasi Stroke Berdasarkan Indeks Massa Tubuh di RSUP H. Adam Malik Medan Tahun 2014-2016
Indeks Massa Tabel 4.13 menunjukkan bahwa dari 25 orang dengan indeks massa tubuh normal terdapat proporsi derajat hipertensi tertinggi yaitu pada hipertensi derajat 2 sebanyak 17 orang (68%) dan proporsi terendah pada hipertensi derajat 1 sebanyak 8 orang (32%). Selanjutnya dari 17 orang dengan indeks massa tubuh kategori berisiko terdapat proporsi tertinggi pada hipertensi derajat 2 sebanyak 12 orang (70,6%) dan proporsi terendah pada hipertensi derajat 1 sebanyak 5 orang (29,4%). Untuk indeks massa tubuh kategori obesitas I, dari 23 orang terdapat proporsi tertinggi pada hipertensi derajat 2 yaitu 19 orang (82,6%) dan proporsi terendah pada hipertensi derajat 1 sebanyak 4 orang (17,4%). Selanjutnya dari 3 orang dengan indeks massa tubuh kategori obesitas II terdapat proporsi tertinggi pada derajat hipertensi 2 sebanyak 2 orang (66,7%) dan proporsi terendah pada
Hasil analisa statistik dengan menggunakan Chi-Square tidak memenuhi syarat untuk dilakukan karena terdapat 3 sel (30%) yang memiliki nilai expected count kurang dari 5. Oleh karena itu, dilakukan penggabungan sel (Obesitas I dan Obesitas II) untuk kembali diuji dengan Chi Square. Hasil yang didapatkan yaitu p>0,05 sehingga dalam hal ini tidak terdapat perbedaan proporsi derajat hipertensi berdasarkan indeks massa tubuh.
4.3.7 Jenis Stroke Berdasarkan Indeks Massa Tubuh
Distribusi proporsi jenis stroke penderita hipertensi dengan komplikasi stroke berdasarkan indeks massa tubuh di Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik Medan dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 4.14 Distribusi Proporsi Jenis Stroke Penderita Hipertensi dengan Komplikasi Stroke Berdasarkan Indeks Massa Tubuh di RSUP H. Adam Malik Medan Tahun 2014-2016
Indeks Massa massa tubuh normal, proporsi tertinggi terdapat pada penderita stroke hemoragik sebanyak 24 orang (96%) dan proporsi terendah adalah penderita stroke iskemik yaitu 1 orang (4%). Selanjutnya dari 17 penderita dengan indeks massa tubuh berisiko, proporsi tertinggi yaitu pada penderita stroke hemoragik sebanyak 16 orang (94,1%) dan proporsi terendah yaitu pada penderita stroke iskemik
sebanyak 1 orang (5,9%). Demikian juga halnya pada penderita dengan indeks massa tubuh obesitas I, dari 23 penderita terdapat proporsi tertinggi yaitu pada penderita stroke hemoragik sebanyak 17 orang (73,9%) dan proporsi terendah yaitu pada penderita stroke iskemik yaitu 6 orang (26,1%). Selanjutnya dari 3 orang penderita dengan indeks massa tubuh obesitas II, proporsi tertinggi terdapat pada penderita stroke hemoragik yaitu 2 orang (66,7%) dan proporsi terendah pada penderita stroke iskemik yaitu 1 orang (33,3%).
Hasil analisa statistik dengan menggunakan Chi-Square tidak memenuhi syarat untuk dilakukan karena terdapat 5 sel (50%) yang memiliki nilai expected count kurang dari 5.
4.3.8 Jenis Stroke Berdasarkan Keadaan Sewaktu Pulang
Distribusi proporsi jenis stroke penderita hipertensi dengan komplikasi stroke berdasarkan keadaan sewaktu pulang di Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik Medan dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 4.15 Distribusi Proporsi Jenis Stroke Penderita Hipertensi dengan Komplikasi Stroke Berdasarkan Keadaan Sewaktu Pulang di RSUP H. Adam Malik Medan Tahun 2014-2016
Keadaan Sewaktu Tabel 4.15 menunjukkan bahwa dari 46 penderita hipertensi dengan komplikasi stroke yang pulang berobat jalan, diperoleh proporsi tertinggi yaitu pada penderita stroke hemoragik sebanyak 34 orang (73,9%) dan proporsi
terendah terdapat pada penderita stroke iskemik sebanyak 12 orang (26,1%).
Selanjutnya, dari 16 penderita hipertensi dengan komplikasi stroke yang pulang atas permintaan sendiri diperoleh proporsi tertinggi pada penderita stroke hemoragik sebanyak 12 orang (75%) dan proporsi terendah pada penderita stroke iskemik sebanyak 4 orang (25%). Selanjutnya dari 51 penderita hipertensi dengan komplikasi stroke yang meninggal dunia diperoleh proporsi tertinggi yaitu pada penderita stroke hemoragik sebanyak 50 orang (98%) dan proporsi terendah pada penderita stroke iskemik yaitu 1 orang (2%).
Hasil analisa statistik dengan menggunakan Chi-Square dieproleh p<0,05, hal ini berarti ada perbedaan proporsi jenis stroke berdasarkan keadaan sewaktu pulang.
5.1.1 Sosiodemografi
a. Umur dan Jenis Kelamin
Proporsi penderita hipertensi dengan komplikasi stroke berdasarkan umur dan jenis kelamin di Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik Medan tahun 2014-2016 dapat dilihat pada gambar di bawah ini:
Gambar 5.1 Diagram Histogram dan Poligon Distribusi Proporsi Penderita Hipertensi dengan Komplikasi Stroke Berdasarkan Umur dan Jenis Kelamin di Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik Medan Tahun 2014-2016
Berdasarkan Gambar 5.1 dapat dilihat bahwa proporsi tertinggi penderita hipertensi dengan komplikasi stroke berdasarkan jenis kelamin laki-laki terdapat pada kelompok umur 55-59 tahun yaitu 15,0% dan proporsi terendah terdapat pada kelompok umur 70-74 tahun dan ≥75 tahun masing-masing dengan proporsi
1,8
<40 40-44 45-49 50-54 55-59 60-64 65-69 70-74 ≥75
Proporsi (%)
0,9%). Proporsi tertinggi penderita hipertensi dengan komplikasi stroke pada jenis kelamin perempuan terdapat pada kelompok umur 55-59 tahun yaitu 13,2% dan proporsi terendah terdapat pada kelompok umur 45-49 tahun dengan proporsi 0,9%. Penderita hipertensi dengan komplikasi stroke paling banyak terdapat pada usia ≥50 tahun. Berdasarkan jenis kelamin, pada penelitian ini penderita hipertensi dengan komplikasi stroke cenderung sama, keduanya memiliki jumlah yang tidak jauh berbeda dan peningkatan yang hampir sama pada beberapa kelompok umur.
Secara keseluruhan berdasarkan jenis kelamin, proporsi pada jenis kelamin laki-laki adalah 51,3%. Sedangkan pada jenis kelamin perempuan, proporsi penderita hipertensi dengan komplikasi stroke adalah 48,7%.
Umur tertinggi pada jenis kelamin laki-laki yaitu 75 tahun (1 orang) dan umur terendah adalah 30 tahun (1 orang) . Pada jenis kelamin perempuan, umur tertinggi yaitu 84 tahun (1 orang) dan umur terendah adalah 36 tahun (1 orang).
Peningkatan frekuensi stroke seiring dengan bertambahnya usia berhubungan dengan proses penuaan, dimana semua organ tubuh mengalami kemunduran fungsi termasuk pembuluh darah otak. Pembuluh darah menjadi tidak elastis sehingga mengakibatkan pembuluh darah menjadi semakin sempit dan berdampak pada aliran darah otak (Masriadi, 2016).
Hasil penelitian ini sesuai dengan penelitian Sry Andryani Sinaga (2008) di Rumah Sakit Haji Medan tahun 2002-2006 yang memperoleh proporsi tertinggi pada penderita stroke rawat inap berdasarkan jenis kelamin adalah laki-laki sebesar 53,4%.
b. Suku
Proporsi penderita hipertensi dengan komplikasi stroke berdasarkan suku di Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik Medan tahun 2014-2016 dapat dilihat pada gambar di bawah ini:
Gambar 5.2 Diagram Bar Distribusi Proporsi Penderita Hipertensi dengan Komplikasi Stroke Berdasarkan Suku di Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik Medan Tahun 2014-2016
Berdasarkan Gambar 5.2 dapat dilihat bahwa proporsi tertinggi penderita hipertensi dengan komplikasi stroke di Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik Medan tahun 2014-2016 adalah suku Batak sebesar 61,1% dan proporsi terendah adalah suku Minang dan suku Makassar masing-masing sebesar 0,9%.
Hal ini tidak menunjukkan bahwa suku Batak lebih berisiko untuk menderita hipertensi dengan komplikasi stroke namun hanya menunjukkan bahwa mayoritas penderita hipertensi dengan komplikasi stroke yang datang berobat ke Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik Medan mayoritas adalah suku Batak.
Proporsi penderita hipertensi dengan komplikasi stroke pada suku Batak ini 61,1%
Batak Jawa Melayu Aceh Nias Minang Makassar
Proporsi (%)
Suku
merupakan gabungan dari sub suku Batak Toba, Batak Karo, Batak Simalungun, Batak Pakpak dan Batak Mandailing.
Pada umumnya suku Batak cenderung lebih berisiko menderita Hipertensi dikarenakan gaya hidup dan pola makan dalam tradisi yang dijalankan. Dimana suku Batak dalam kesehariannya banyak mengonsumsi garam pada makanan.
Selain itu, makanan pada adat istiadat yang dijalankan sangat didominasi oleh daging yang tinggi kolesterol.
Hasil penelitian ini sesuai dengan penelitian oleh Fredrick Alexander Marpaung (2016) di Rumah Sakit Santa Elisabeth Medan Tahun 2011-2015 yang memperoleh proporsi tertinggi penderita hipertensi dengan komplikasi yang dirawat inap berdasarkan suku adalah suku Batak sebesar 82,2%.
c. Agama
Proporsi penderita hipertensi dengan komplikasi stroke berdasarkan agama di Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik Medan tahun 2014-2016 dapat dilihat pada gambar di bawah ini:
Gambar 5.3 Diagram Pie Penderita Hipertensi dengan Komplikasi Stroke Berdasarkan Agama di Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik Medan Tahun 2014-2016
Berdasarkan Gambar 5.3 dapat dilihat bahwa proporsi tertinggi penderita hipertensi dengan komplikasi stroke di Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik Medan Tahun 2014-2016 berdasarkan agama yaitu Islam sebesar 51,3%
dan proporsi terendah yaitu agama Katolik sebesar 6,2%.
Hal ini tidak menunjukkan hipertensi dengan komplikasi stroke lebih banyak diderita orang yang beragama Islam namun karena sebagian besar penderita hipertensi dengan komplikasi stroke yang berobat ke Rumah Sakit Umum Haji Adam Malik Medan Tahun 2014-2016 lebih banyak yang beragama Islam dibandingkan dengan agama lainnya.
51,3%
42,5%
6,2%
Islam
Kristen Protestan Katolik
Hasil penelitian ini sesuai dengan penelitian oleh Nenny Tripena (2011) di Rumah Sakit Bhayangkara Medan tahun 2008-2010 yang memperoleh proporsi tertinggi penderita hipertensi rawat inap berdasarkan agama adalah agama Islam sebesar 54,3%. Hasil penelitian ini juga sesuai dengan penelitian oleh Agustina Sianipar (2014) di Puskesmas Tanjung Balai Karimun tahun 2010-2012 yang memperoleh proporsi tertinggi penderita hipertensi dengan komplikasi yang dirawat inap berdasarkan agama sebesar 67,3%.
d. Pekerjaan
Proporsi penderita hipertensi dengan komplikasi stroke berdasarkan pekerjaan di Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik Medan tahun 2014-2016 dapat dilihat pada gambar di bawah ini:
Gambar 5.4 Diagram Bar Penderita Hipertensi dengan Komplikasi Stroke Berdasarkan Pekerjaan di Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik Medan Tahun 2014-2016
Berdasarkan Gambar 5.4 dapat dilihat bahwa proporsi tertinggi penderita hipertensi dengan komplikasi stroke di Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam
Malik Medan tahun 2014-2016 adalah wiraswasta sebesar 27,5% dan proporsi terendah adalah lain-lain (tukang dan pegawai swasta) sebesar 3,5%.
Hasil tersebut bukan menunjukkan bahwa wiraswasta yang lebih berisiko menderita hipertensi dan stroke, tetapi penderita hipertensi dengan komplikasi stroke yang berobat ke Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik Medan tahun 2014-2016 lebih banyak bekerja sebagai wiraswasta.
Hasil penelitian ini sesuai dengan penelitian Rissa Kurnia (2007) di Bagian Penyakit Dalam Rumah Sakit Umum Kota Padang Panjang Sumatera Barat Tahun 2002-2006 yang memperoleh proporsi penderita hipertensi yang dirawat inap berdasarkan pekerjaan sebesar 33,5%.
e. Status Perkawinan
Proporsi penderita hipertensi dengan komplikasi stroke berdasarkan status perkawinan di Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik Medan tahun 2014-2016 dapat dilihat pada gambar di bawah ini:
Gambar 5.5 Diagram Pie Penderita Hipertensi dengan Komplikasi Stroke Berdasarkan Status Perkawinan di Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik Medan Tahun 2014-2016
Berdasarkan Gambar 5.5 dapat dilihat bahwa proporsi tertinggi penderita hipertensi dengan komplikasi stroke di Rumah Sakit Umum Haji Adam Malik Medan tahun 2014-2016 berdasarkan status perkawinan adalah kawin sebesar 79,6% sedangkan proporsi terendah adalah duda atau janda sebesar 20,4%.
Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa semua penderita hipertensi dengan komplikasi stroke di Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik Medan berstatus kawin atau sudah pernah kawin sebelumnya. Apabila dilihat dari umur,
Hasil penelitian ini sesuai dengan penelitian Elen Dinarta Naibaho (2016) di Rumah Sakit Umum Daerah Kabanjahe yang memperoleh proporsi tertinggi
79,6%
20,4%
Kawin
Janda atau Duda
penderita hipertensi dengan stroke rawat inap berdasarkan status perkawinan adalah kawin sebesar 80%. Demikian halnya dengan penelitian Fredrick Alexander Marapaung (2016) yang juga memperoleh proporsi tertinggi penderita hipertensi dengan komplikasi berdasarkan status perkawinan adalah kawin yaitu sebesar 95%.
f. Tempat Tinggal
Proporsi penderita hipertensi dengan komplikasi stroke berdasarkan tempat tinggal di Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik Medan tahun 2014-2016 dapat dilihat pada gambar di bawah ini:
Gambar 5.6 Diagram Pie Penderita Hipertensi dengan Komplikasi Stroke Berdasarkan Tempat Tinggal di Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik Medan Tahun 2014-2016
Berdasarkan Gambar 5.6 dapat dilihat bahwa proporsi tertinggi penderita hipertensi dengan komplikasi stroke di Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik Medan tahun 2014-2016 berdasarkan tempat tinggal adalah luar Kota
72,6%
27,4%
Luar Kota Medan Kota Medan
Medan yaitu 72,6%, sedangkan proporsi terendah yaitu yang berasal dari Kota Medan sebesar 27,4%.
Hal ini disebabkan karena Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik Medan merupakan pusat rujukan kesehatan regional untuk wilayah Sumatera Bagian Utara dan Bagian Tengah yang meliputi Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam, Provinsi Sumatera Utara, Provinsi Riau dan Provinsi Sumatera Barat.
Selain itu fasilitas sarana dan prasarana yang disediakan Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik Medan lengkap.
5.1.2 Derajat Hipertensi
Proporsi penderita hipertensi dengan komplikasi stroke berdasarkan derajat hipertensi di Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik Medan tahun 2014-2016 dapat dilihat pada gambar di bawah ini:
Gambar 5.7 Diagram Pie Penderita Hipertensi dengan Komplikasi Stroke Berdasarkan Derajat Hipertensi di Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik Medan Tahun 2014-2016
72,6%
27,4%
Hipertensi Derajat 2 Hipertensi Derajat 1
Berdasarkan Gambar 5.7 dapat dilihat bahwa proporsi tertinggi penderita hipertensi dengan komplikasi stroke di Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik Medan tahun 2014-2016 berdasarkan derajat hipertensi adalah hipertensi derajat 2 sebesar 72,6% dan proporsi terendah adalah hipertensi derajat 1 sebesar 27,4%.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa proporsi tertinggi pada penderita hipertensi dengan komplikasi stroke terdapat pada hipertensi derajat 2 karena penderita hipertensi dengan komplikasi stroke di Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik Medan kebanyakan sudah lanjut usia dan memiliki riwayat hipertensi yang tidak terkontrol. Tekanan darah mengalami peningkatan seiring dengan bertambahnya usia dan kepatuhan minum obat sangat mempengaruhi tekanan darah dalam keadaan normal.
Hasil penelitian ini sesuai dengan penelitian Elen Dinarta Naibaho (2016) di Rumah Sakit Umum Daerah Kabanjahe yang memperoleh proporsi tertinggi penderita hipertensi dengan stroke adalah hipertensi derajat 2 sebesar 62,6%.
5.1.3 Jenis Stroke
Proporsi penderita hipertensi dengan komplikasi stroke berdasarkan jenis stroke di Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik Medan tahun 2014-2016 dapat dilihat pada gambar di bawah ini:
Gambar 5.8 Diagram Pie Penderita Hipertensi dengan Komplikasi Stroke Berdasarkan Jenis Stroke di Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik Medan Tahun 2014-2016
Berdasarkan Gambar 5.8 dapat dilihat bahwa proporsi tertinggi penderita hipertensi dengan komplikasi stroke di Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik Medan tahun 2014-2016 berdasarkan jenis stroke adalah stroke hemoragik sebesar 85,0%, sedangkan proporsi terendah adalah stroke iskemik sebesar 15,0%.
Hasil penelitian ini sesuai dengan penelitian Santoso dkk. (2014) di Rumah Sakit Umum Daerah Koja Periode 2004-2008 yang memperoleh proporsi tertinggi penderita stroke rawat inap berdasarkan jenis stroke adalah stroke hemoragik sebanyak 113 subjek dengan proporsi 51,36%.
85,0%
15,0%
Stroke Hemoragik Stroke Iskemik
5.1.4 Indeks Massa Tubuh
Proporsi penderita hipertensi dengan komplikasi stroke berdasarkan indeks massa tubuh di Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik Medan tahun 2014-2016 dapat dilihat pada gambar di bawah ini:
Gambar 5.9 Diagram Pie Penderita Hipertensi dengan Komplikasi Stroke Berdasarkan Indeks Massa Tubuh di Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik Medan Tahun 2014-2016
Berdasarkan Gambar 5.9 dapat dilihat bahwa dari kartu status yang menyediakan data indeks massa tubuh, proporsi penderita dengan kategori normal sebesar 22,1%, kategori berisiko sebesar 15,0%, kategori obesitas I sebesar 20,4%, dan kategori obesitas II sebesar 2,7%.
Penderita hipertensi dengan komplikasi stroke dengan kategori Obesitas I ada 23 orang dengan proporsi 20,4%. Obesitas atau berat badan berlebihan merupakan faktor risiko sekunder untuk penyakit stroke melalui penyakit jantung terlebih dahulu. Penurunan berat badan pada obesitas dapat membantu pengendalian hipertensi. Pada penelitian ini tidak terlihat bahwa penderita banyak
39,8%
22,1%
20,4%
15,0%
2,7%
Tidak Tersedia Data
Normal Obesitas I Berisiko Obesitas II
yang mengalami obesitas dikarenakan tidak lengkapnya data yang tersedia di rekam medis.
5.1.5 Komplikasi Lain
Proporsi penderita hipertensi dengan komplikasi stroke berdasarkan komplikasi lain selain stroke di Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik Medan tahun 2014-2016 dapat dilihat pada gambar di bawah ini:
Gambar 5.10 Diagram Bar Penderita Hipertensi dengan Komplikasi Stroke Berdasarkan Komplikasi Lain di Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik Medan Tahun 2014-2016
Berdasarkan Gambar 5.10 dapat dilihat bahwa proporsi tertinggi penderita hipertensi dengan komplikasi stroke berdasarkan komplikasi lain selain stroke adalah tidak ada komplikasi yaitu sebesar 50,4% sedangkan proporsi terendah adalah gangguan jantung dan gangguan ginjal masing-masing sebesar 6,2%.
Hasil penelitian ini sesuai dengan hasil penelitian oleh Nenny Tripena (2011) di Rumah Sakit Bhayangkara Medan tahun 2008-2010 yang memperoleh
50,4%
proporsi tertinggi pada penderita hipertensi rawat inap berdasarkan komplikasi adalah tidak ada komplikasi.
5.1.6 Keadaan Sewaktu Pulang
Proporsi penderita hipertensi dengan komplikasi stroke berdasarkan keadaan sewaktu pulang di Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik Medan tahun 2014-2016 dapat dilihat pada gambar di bawah ini:
Gambar 5.11 Diagram Pie Penderita Hipertensi dengan Komplikasi Stroke Berdasarkan Keadaan Sewaktu Pulang di Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik Medan Tahun 2014-2016
Berdasarkan Gambar 5.11 dapat dilihat bahwa proporsi tertinggi penderita hipertensi dengan komplikasi stroke di Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik Medan tahun 2014-2016 berdasarkan keadaan sewaktu pulang adalah meninggal dunia sebesar 45,1%, sedangkan proporsi terendah yaitu pulang atas permintaan sendiri sebesar 14,2%.
Case Fatality Rate (CFR) penderita hipertensi dengan komplikasi stroke di Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik Medan tahun 2014-2016 adalah
45,1%
40,7%
14,2%
Meninggal Dunia Pulang Berobat Jalan
Pulang Atas Permintaan Sendiri
45,1%. Proporsi tertinggi penderita hipertensi dengan komplikasi stroke yang meninggal dunia terdapat pada kelompok umur 55-59 tahun, jenis kelamin laki-laki sebanyak 29 orang, jenis stroke hemoragik sebanyak 50 orang dan hipertensi derajat 2 sebanyak 43 orang. Penyebab kematian pada penderita hipertensi dengan komplikasi stroke di RSUP H. Adam Malik yang meninggal dunia antara lain herniasi otak, perdarahan intrakranial dan intraventrikel, sepsis, gagal ginjal kronis, MOF (Multi Organ Failure), gagal nafas serta cardiac arrest (fungsi jantung berhenti mendadak).
Proporsi tertinggi penderita hipertensi dengan komplikasi stroke yang pulang berobat jalan terdapat pada kelompok umur 55-59 tahun, jenis kelamin perempuan sebanyak 26 orang, jenis stroke hemoragik sebanyak 34 orang dan hipertensi derajat 2 sebanyak 27 orang.
Proporsi tertinggi penderita hipertensi dengan komplikasi stroke yang pulang atas permintaan sendiri terdapat pada kelompok umur 50-54 tahun, jenis kelamin laki-laki sebanyak 9 orang, jenis stroke hemoragik 12 orang dan hipertensi derajat 2 sebanyak 12 orang. Penderita yang pulang atas permintaan sendiri terbagi menjadi pulang paksa (4 orang), dipulangkan sembuh (9 orang) dan dipulangkan belum sembuh (3 orang).
Stroke adalah penyebab utama kecacatan dan kematian di seluruh dunia.
Stroke merupakan kondisi kegawatdaruratan yang harus segera diatasi dalam kruun waktu 4,5 jam. Apabila melebihi waktu tersebut pasien stroke akan menderita kecacatan bahkan kematian (Lisiswanti dkk., 2016).
5.2 Analisa Statistik
5.2.1 Umur Berdasarkan Derajat Hipertensi
Distribusi proporsi umur penderita hipertensi dengan komplikasi stroke berdasarkan derajat hipertensi di Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik Medan tahun 2014-2016 dapat dilihat pada gambar di bawah ini:
Gambar 5.12 Diagram Bar Umur Penderita Hipertensi dengan Komplikasi Stroke Berdasarkan Derajat Hipertensi di Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik Medan Tahun 2014-2016 Berdasarkan Gambar 5.12 dapat dilihat bahwa proporsi tertinggi penderita hipertensi derajat 1 yaitu pada umur ≤55 tahun sebesar 54,8%. Sedangkan proporsi tertinggi penderita hipertensi derajat 2 adalah pada umur >55 tahun sebesar 54,9%.
Hasil analisa statistik dengan menggunakan Chi-Square diperoleh p>0,05, hal ini berarti tidak ada perbedaan proporsi antara umur dengan derajat hipertensi.
54,8%
Hipertensi Derajat 1 Hipertensi Derajat 2
Proporsi (%)
Derajat Hipertensi
≤55 tahun
>55 tahun
Tidak adanya perbedaan tersebut menunjukkan bahwa semua golongan umur bisa terkena hipertensi dan mengalami peningkatan derajat hipertensi.
5.2.2 Umur Berdasarkan Jenis Stroke
Distribusi proporsi umur penderita hipertensi dengan komplikasi stroke
Distribusi proporsi umur penderita hipertensi dengan komplikasi stroke