BAB III METODOLOGI PENELITIAN
4.7 Jenis kelamin berdasarkan usia
Tabel 4.11 Distribusi proporsi jenis kelamin berdasarkan usia pada korban meninggal akibat kecelakaan lalu lintas di RSUD Dr. Pirngadi tahun 2016 – 2017
Usia Laki-laki Perempuan Total
f % f % f %
≤ 30 tahun 25 65,8 13 34,2 38 100
>30 tahun 47 74,6 16 25,4 63 100
p=0,471 Berdasarkan tabel 4.11, dapat diketahui dari 38 orang korban meninggal akibat kecelakaan lalu lintas yang berusia ≤ 30 tahun dengan jenis kelamin laki-laki sebanyak 25 orang (65,8%) dan perempuan sebanyak 13 orang (34,2%). Dari 63 orang korban meninggal akibat kecelakaan lalu lintas yang berusia >30 tahun dengan jenis kelamin laki – laki ada sebanyak 47 orang (74,6%) dan perempuan sebanyak 16 orang (25,4%).
Berdasarkan hasil analisis statistika dengan menggunakan uji Chi-Square diperoleh nilai p=0,471 (p>0,05), hal ini menunjukkan tidak ada perbedaan proporsi yang bermakna antara usia dengan jenis kelamin.
4.8 Lokasi dengan waktu kejadian (jam)
Tabel 4.12 Distribusi Proporsi lokasi kejadian dengan waktu kejadian (jam) pada korban meninggal akibat kecelakaan lalu lintas di RSUD Dr. Pirngadi tahun 2016 – 2017
Berdasarkan tabel 4.12, dapat diketahui bahwa dari 54 korban meninggal akibat kecelakaan lalu lintas di Medan bagian utara paling banyak pada siang hari yaitu 39 orang (72,2%) dan paling sedikit 15 orang (27,8%). Selanjutnya dari 13 korban meninggal akibat kecelakaan lalu lintas di Medan bagian timur paling banyak pada malam hari yaitu 8 orang (61,5%) dan paling sedikit pada siang hari yaitu 5 orang (38,5%). Selanjutnya dari 6 korban meninggal akibat kecelakaan lalu di Medan bagian selatan pada siang hari dan malam hari masing – masing 3 orang (50%). Korban meninggal akibat kecelakaan lalu lintas di Medan bagian barat paling banyak pada siang hari sebanyak 4 orang (80%) dan paling sedikit pada malam yaitu 1 orang (20%). Korban meninggal akibat kecelakaan lalu lintas di Medan bagian pusat paling banyak pada siang hari yaitu 5 orang (71,4%) dan paling sedikit pada siang yaitu 2 orang (28,6%).
4.9 Lokasi dengan waktu kejadian (hari)
Tabel 4.13 Distribusi Proporsi lokasi kejadian dengan waktu kejadian (hari) pada korban meninggal akibat kecelakaan lalu lintas di RSUD Dr. Pirngadi tahun 2016 – 2017
Lokasi Senin Selasa Rabu Kamis
Berdasarkan tabel 4.13, dapat diketahui bahwa dari 54 korban meninggal akibat kecelakaan di Medan bagian utara paling banyak pada hari sabtu sebanyak 12 orang (22,2%) dan paling sedikit pada hari kamis 2 orang (3,7%). Selanjutnya, dari 13 korban meninggal akibat kecelakaan di Medan bagian timur paling banyak pada hari senin sebanyak 4 orang (30,7%) dan paling sedikit pada hari kamis, jumat, minggu masing-masing 1 orang (7,7%). Selanjutnya dari 6 korban di Medan bagian selatan korban meninggal akibat kecelakaan paling banyak pada hari sabtu sebanyak 2 orang (33,2%) dan tidak ada korban pada hari rabu dan jumat. Selanjutnya dari 5 korban di Medan bagian barat masing -masing pada hari rabu dan sabtu sebanyak 2 orang (40%) dan paling sedikit pada hari kamis sebanyak 1 orang (20%), dan dari 7 korban di Medan bagian pusat paling banyak korban pada hari sabtu 3 orang (42,8%) dan tidak ada korban pada senin, selasa serta minggu.
4.10 Lokasi dengan status jalan
Tabel 4.14 Distribusi Proporsi lokasi kejadian dengan waktu kejadian (bulan) pada korban meninggal akibat kecelakaan lalu lintas di RSUD Dr. Pirngadi tahun 2016 – 2017
Lokasi Jalan
Berdasarkan tabel 4.14, dapat diketahui dari 50 korban meninggal akibat kecelakaan di Medan bagian utara paling banyak pada jalan nasional yaitu 27
Selanjutnya dari 12 korban meninggal akibat kecelakaan di Medan bagian timur pada jalan kota sebanyak 12 orang (100%). Selanjutnya dari 6 korban meninggal akibat kecelakaan di Medan bagian selatan pada jalan nasional dan jalan kota masing- masing sebanyak 3 orang (50%). Selanjutnya dari 4 korban meninggal akibat kecelakaan di Medan bagian barat paling banyak pada jalan kota 3 orang (75%) dan paling sedikit pada jalan nasional 1 orang (25%). Selanjutnya 5 korban meninggal akibat kecelakaan di Medan bagian pusat paling banyak pada jalan kota 4 orang (80%)dan paling sedikit pada jalan nasional 1 orang (20%).
5.1.1 Usia
Gambar 5.1. Diagram Bar Distribusi Proporsi Korban Meninggal Akibat Kecelakaan Lalu Lintas Berdasarkan Usia di RSUD Dr.
Pirngadi Tahun 2016 – 2017.
Berdasarkan gambar 5.1 dapat dilihat bahwa proporsi korban meninggal akibat kecelakaan lalu lintas di Intalasi kedokteran forensik RSUD dr. Pirngadi tahun 2016-2017 paling banyak pada kelompok usia 45-69 tahun yaitu 33,70%
dan paling sedikit pada kelompok usia 0-14 tahun yaitu 5,9%.
Hal ini dikarenakan kelompok usia produktif mempunyai mobilitas yang lebih tinggi dibandingkan kelompok umur lain. Tingginya angka kematian akibat kecelakaan lalu lintas pada kelompok produktif memberikan dampak yang kurang
33.70%
30.70%
20.80%
8.90%
5.90%
45-69 tahun 15-29 tahun 30-44 tahun ≥ 70 tahun 0-14 tahun
menguntungkan terhadap perekonomian. Oleh karena itu ada baiknya strategi dalam pencegahan ditargetkan secara khusus pada kelompok produktif.
Korban meninggal paling rendah pada kelompok usia 0-14 tahun sebanyak 5,90%. Hal ini sebanding dengan penelitian Riandini (2015) korban meninggal akibat kecelakaan lalu lintas paling sedikit pada kelompok usia 6-11 tahun yaitu 1,7%. Hal ini karena pada kelompok usia 0-14 memiliki mobilisasi yang rendah.
5.1.2 Jenis Kelamin
Gambar 5.2 Diagram Pie Distribusi Proporsi Korban Meninggal Akibat Kecelakaan Lalu Lintas Berdasarkan Jenis Kelamin di RSUD Dr. Pirngadi Tahun 2016 – 2017.
Berdasarkan gambar 5.2 dapat dilihat bahwa proporsi jenis kelamin korban meninggal akibat kecelakaan lalu lintas di Instalasi Kedokteran Forensik RSUD Dr. Pirngadi tahun 2016-2017 paling banyak adalah laki-laki yaitu 71,3%
sedangkan perempuan sebanyak 28,7%.
71.30%
28.70%
Laki-laki Perempuan
Hal ini sesuai dengan penelitian Ulin di Kota Medan (2013) proporsi korban meninggal akibat kecelakaan lalu lintas paling banyak laki-laki yaitu 82,4% sedangkan perempuan yaitu 17,6%. Laki-laki berperan sebagai tulang punggung keluarga sehingga cenderung untuk melakukan aktivitas diluar rumah dibandingkan perempuan. Selain itu, laki-laki juga memiliki kencenderungan untuk mengambil risiko saat berkendara dibandingkan dengan perempuan (WHO,2002).
5.1.3 Agama
Gambar 5.3. Diagram Pie Distribusi Proporsi Korban Meninggal Akibat Kecelakaan Lalu Lintas Berdasarkan Agama di RSUD Dr.
Pirngadi Tahun 2016 – 2017.
Berdasarkan gambar 5.3 dapat dilihat proporsi agama korban meninggal akibat kecelakaan lalu lintas di Instalasi Kedokteran Forensik RSUD Dr. Pirngadi tahun 2016–2017 paling banyak adalah agama Islam yaitu 69,30 % dan yang paling sedikit agama Buddha yaitu 9,9%.
69.30%
20.80%
9.90%
Islam Kristen Protestan Buddha
Hal ini disebabkan RSUD Dr. Pirngadi terletak di Kota Medan yang mayoritas penduduknya menganut agama Islam.
5.1.4 Pekerjaan
Gambar 5.4 Diagram Bar Distribusi Proporsi Korban Meninggal Akibat Kecelakaan Lalu Lintas Berdasarkan Pekerjaan di RSUD Dr.
Pirngadi Tahun 2016 – 2017.
Berdasarkan gambar 5.4, dapat dilihat bahwa proporsi pekerjaan korban meninggal akibat kecelakaan lalu lintas di Instalasi Kedokteran RSUD Dr.
Pirngadi Tahun 2016-2017 adalah paling banyak pegawai swasta yaitu 36,6%. Hal ini sesuai dengan penelitian Sinaga (2010) di Kota Medan, proporsi kecelakaan paling banyak adalah swasta sebanyak (56,5%) dan sedikit adalah penyapu jalan (0,2%), pendeta (0,2%) dan pedagang (0,2).
Hal ini terjadi karena RSUD Dr. Pirngadi berada di Kota Medan yang memiliki wilayah industri terutama di kecamatan Medan Deli, sehingga banyak penduduk yang bekerja sebagai pekerja/pegawai swasta. Pekerjaan korban paling
3%
sedikit yaitu sebagai pensiunan sebanyak 2 orang (2%). Hal ini karena pada masa pensiun sudah berusia >60 tahun, pada usia tersebut telah mulai penurunan kesehatan.Penurunan kesehatan tersebut salah satunya adalah kesehatan mata yang dapat memperbesar resiko terjadinya kecelakaan.
5.2 Distribusi Proporsi Korban yang Meninggal Akibat Kecelakaan Lalu Lintas Berdasarkan Waktu Kejadian
5.2.1. Jam
Gambar 5.5 Diagram Pie Distribusi Proporsi Korban Meninggal Akibat Kecelakaan Lalu Lintas Berdasarkan Waktu Kejadian (jam) di RSUD Dr. Pirngadi Tahun 2016 – 2017.
Berdasarkan gambar 5.5, dapat dilihat bahwa proporsi waktu kejadian kecelakaan pada korban meninggal akibat kecelakaan lalu lintas di Instalasi Kedokteran Forensik RSUD Dr. Pirngadi tahun 2016-2017 paling banyak pada pukul 06.01-12.00 yaitu 36,6% dan paling sedikit pada pukul 00.01-06.00 yaitu 14,90%. Hal ini sesuai dengan penelitian Marsaid (2013) yang menyatakan kasus
36.60%
27.70%
20.80%
14.90%
06.01-12.00 12.01-18.00 18.01-24.00 00.01-06.00
kecelakaan terbanyak terjadi pada pukul 06.01-12.00 yaitu 48,3%. Hal ini terjadi karena pukul 06.00-12.00 merupakan jam yang dilakukan masyarakat diluar rumah seperti berangkat sekolah, berangkat kerja, pulang kerja, belanja ke pasar dan lainnya, sehingga volume kendaraan di jalan raya meningkat. Dengan bertambahnya volume maka meningkatkan resiko terjadinya kecelakaan lalu lintas.
Korban meninggal akibat kecelakaan paling rendah pada pukul 00.01-06.00 yaitu 14,90%, hal ini karena pada pukul tersebut merupakan waktu tidur/
istirahat sehingga volume lalu lintas sepi. Namun selain sebagai waktu istirahat, waktu tersebut merupakan waktu kembalinya orang-orang dari kerja lembur yang kondisi fisiknya sedang kelelahan. Pengendara mabuk yang pulang dari tempat hiburan pada pukul 00.01-06.00 dapat meningkatkan resiko kecelakaan lalu lintas.
Keadaan mabuk dapat menyebabkan cedera serius hingga kematian. Hasil penelitian ini sesuai dengan Sinaga (2010) di Kota Medan bahwa kecelakaan lalu lintas paling rendah pada pukul 01.00-04.59 yaitu 9,4%.
5.2.2. Hari
Gambar 5.6 Diagram Bar Distribusi Proporsi Korban Meninggal Akibat Kecelakaan Lalu Lintas Berdasarkan Waktu Kejadian (hari) di RSUD Dr. Pirngadi Tahun 2016 – 2017.
Berdasarkan gambar 5.6, dapat dilihat bahwa proporsi hari kejadian kecelakaan pada korban meninggal akibat kecelakaan lalu lintas di Instalasi Kedokteran Forensik RSUD Dr. Pirngadi tahun 2016-2017 paling banyak pada hari sabtu yaitu 21,80% dan paling sedikit adalah kamis yaitu 7,9%. Hal ini sesuai dengan penelitian Marsaid (2013) kecelakaan lalu lintas paling banyak terjadi pada hari sabtu yaitu 20,5%. Hari sabtu merupakan hari libur dari pekerjaan sehingga kondisi ini dimanfaakan untuk berpergian sehingga lalu lintas lebih padat dari biasanya.
15.80% 15.80%
17.90%
7.90%
11.90%
21.80%
8.90%
0.00%
5.00%
10.00%
15.00%
20.00%
25.00%
Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Minggu
Proporsi (%)
5.2.3. Bulan
Gambar 5.7 Diagram Bar Distribusi Proporsi Korban Meninggal Akibat Kecelakaan Lalu Lintas Berdasarkan Waktu Kejadian (bulan) di RSUD Dr. Pirngadi Tahun 2016 – 2017.
Berdasarkan gambar 5.7, dapat dilihat bahwa proporsi paling besar bulan kejadian kecelakaan banyak pada korban meninggal akibat kecelakaan lalu lintas di Instalasi Kedokteran Forensik RSUD Dr. Pirngadi Tahun 2016-2017 adalah pada bulan April 13,8% dan sedikit pada bulan Januari, Mei dan Desember masing-masing 3%.
Pada bulan April tahun 2017 terdapat 2 hari libur yaitu 14 April 2017 wafat Isa Almasih pada hari jumat dan 24 April 2017 yaitu Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW pada hari senin, sehingga libur akhir pekan bertambah. Hal ini dimanfaatkan masyarakat untuk berpergian.
Pada bulan Desember dan Januari terdapat juga libur panjang, namun bila dilihat dari persentase korban meninggal akibat kecelakaan lalu lintas paling
3%
momen libur bagi masyarakat sehingga mobilitas akan meningkat, untuk mengantisipasi agar tetap aman diadakannya operasi lilin. Operasi lilin ini merupakan gabungan dari Satpol PP, Dishub, Dinkes, Pramuka dan Jasa Rahaja, dengan adanya kerjasama dari beberapa dinas diharapakan dapat meningkatkan keselamatan lalu lintas.
5.3 Distribusi Proporsi Korban yang Meninggal Akibat Kecelakaan Lalu Lintas Berdasarkan Tempat Kejadian
5.3.1 Lokasi Kejadian
Gambar 5.8 Diagram Pie Distribusi Proporsi Korban Meninggal Akibat Kecelakaan Lalu Lintas Berdasarkan Tempat Kejadian di RSUD Dr. Pirngadi Tahun 2016 – 2017.
Berdasarkan gambar 5.8, dapat dilihat bahwa korban meninggal akibat kecelakaan lalu lintas di Instalasi Kedokteran Forensik RSUD Dr. Pirngadi Tahun 2016-2017 pada Kota Medan yaitu 84,2% dan di luar Kota Medan yaitu 15,80%.
Letak RSUD Dr. Pirngadi terletak di Kota Medan sehingga korban meninggal yang akan dilakukan visum banyak yang berasal dari Kota Medan. Korban yang berasal dari luar kota medan yaitu 15 orang berasal dari Percut Sei Tuan dan 1 orang berasal dari Hamparan Perak. Daerah Percut Sei Tuan merupakan
84.20%
15.80%
Kota Medan Luar Kota Medan
perbatasan antara Kabupaten Deli Serdang dengan Kota Medan dan memiliki jarak yang dekat dengan RSUD Dr. Pirngadi.
Gambar 5.9 Diagram Pie Distribusi Proporsi Korban Meninggal Akibat Kecelakaan Lalu Lintas Berdasarkan Tempat Kejadian (Lokasi) di RSUD Dr. Pirngadi Tahun 2016 – 2017.
Berdasarkan gambar 5.9, proporsi lokasi kecelakaan di kota Medan korban lalu lintas akibat kecelakaan lalu lintas di Instalasi Kedokteran Forensik RSUD Dr. Pirngadi tahun 2016-2017 paling banyak terdapat pada Medan bagian utara yaitu 63,5% dan paling sedikit terdapat pada Medan bagian barat yaitu 5,9%. Hal penelitian ini sesuai dengan penelitian Ulin di Kota Medan (2013) proporsi korban meninggal akibat kecelakaan lalu lintas paling banyak di kecamatan Medan Labuhan yaitu 14,6%. Tingginya persentase pada Medan bagian utara karena letak RSUD Dr. Pirngadi lebih dekat dengan daerah Medan bagian utara dibandingkan Rumah Sakit lainnya.
Selain karena dekat, jalan pada Medan bagian utara merupakan jalan 63.50%
15.30%
8,2%
7.10% 5.90%
Medan bagian utara Medan bagian timur Medan bagian pusat Medan bagian selatan Medan bagian barat
oleh kendaraan berukuran besar seperti kontainer serta truk bertonase tinggi.
Kecelakaan yang terjadi antara kendaraan besar dengan kendaraan kecil akan lebih berdampak fatal terhadap kendaraan kecil. Kendaraan yang besar juga menimbulkan kerusakan jalan lebih cepat dibandingkan kendaraan kecil sehingga pemeliharaan jalan harus dilakukan dengan baik agar jalan-jalan tidak mudah rusak. Jalan yang rusak dapat menyebabkan pengendara sulit mengendarai, mengendalikan dan menyeimbangkan kendaraan dan memicu terjadinya kecelakaan.
5.3.2 Status Jalan
Gambar 5.10 Diagram Pie Distribusi Proporsi Korban Meninggal Akibat Kecelakaan Lalu Lintas Berdasarkan Tempat Kejadian (Status Jalan) di RSUD Dr. Pirngadi Tahun 2016 – 2017.
Berdasarkan gambar 5.10, dapat dilihat tempat kejadian (status jalan) korban meninggal akibat kecelakaan lalu lintas di Instalasi Kedokteran Forensik RSUD Dr. Pirngadi tahun 2016-2017 paling banyak pada jalan kota yaitu 48,20%
48.20%
37.70%
9.40%
4.70%
Jalan Kota Jalan Nasional Tidak tercatat Jalan Provinsi
jalan di Kota Medan paling banyak yaitu jalan kota sebanyak 459 ruas jalan dengan panjang 494.237 m sedangkan jalan provinsi sebanyak 6 ruas jalan dengan panjang 22.858 m.
5.4 Distribusi Proporsi Korban yang Meninggal Akibat Kecelakaan Lalu Lintas Berdasarkan Tanda-Tanda Kematian
Gambar 5.11 Diagram Pie Distribusi Proporsi Korban Meninggal Akibat Kecelakaan Lalu Lintas Berdasarkan Tanda-tanda kematian di RSUD Dr. Pirngadi Tahun 2016 – 2017.
Berdasarkan gambar 5.11, dapat dilihat proporsi tanda-tanda kematian pada korban meninggal akibat kecelakaan lalu lintas di Instalasi Kedokteran Forensik RSUD Dr. Pirngadi tahun 2016-2017 paling banyak adalah lebam dan kaku mayat sebanyak 56,40% dan paling sedikit lebam mayat yaitu sebanyak 19,80%. Kaku mayat mulai muncul pada 6 jam pertama setelah kematian hal ini berarti korban kecelakaan meninggal ditempat dan tidak langsung dibawa ke rumah sakit untuk dilakukan visum atau langsung dibawa ke rumah sakit namun
56.40%
23.80%
19.80%
Lebam dan kaku mayat Tidak Ada Lebam mayat
jarak tempat kecelakaan dengan rumah sakit terlalu jauh sehingga membutuhkan waktu yang lama dan muncul lebam mayat dan kaku mayat.
5.5 Distribusi Proporsi Korban yang Meninggal Akibat Kecelakaan Lalu Lintas Berdasarkan Penyebab Kematian
Gambar 5.12 Diagram Pie Distribusi Proporsi Korban Meninggal Akibat Kecelakaan Lalu Lintas Berdasarkan dapat ditentukan penyebab di RSUD Dr. Pirngadi Tahun 2016 – 2017.
Berdasarkan gambar 5.12, dapat dilihat proporsi korban meninggal akibat kecelakaan lalu lintas di Instalasi Kedokteran Forensik RSUD Dr. Pirngadi tahun 2016-2017 yang dapat ditentukan sebanyak 50,40% dan yang tidak dapat ditentukan sebanyak 49,60%. Penyebab yang tidak dapat ditentukan terjadi karena tidak ditemukan penyebab kematian melalui pemeriksaan fisik sehingga harus dilakukan pemeriksaan bedah mayat untuk mencari penyebab kematiannya.
Pemeriksaan bedah mayat dapat dilakukan apabila dalam permintaan pembuatan 50,40%
49,60%
Penyebab dapat ditentukan Penyebab tidak dapat ditentukan
VeR, pihak kepolisian meminta izin kepada keluarga untuk dilakukan visum dalam. Jika keluarga mengizinkan dilakukan visum dalam maka kepolisian akan membuat permintaan VeR untuk dilakukan pemeriksaan fisik dan dalam, namun jika tidak diizinkan pihak kepolisian hanya akan meminta pembuatan VeR pemeriksaan fisik saja. Hal ini berarti tidak semua mayat dapat dilakukan pemeriksaan dalam sehingga tidak semua dapat diketahui penyebab kematiannya.
Penyebab yang dapat ditentukan yaitu penyebab yang dapat diketahui hanya dengan pemeriksaan fisik saja tanpa dilakukan pemeriksaan dalam/ bedah atau tidak ditemukan penyebab melalui pemeriksaan fisik namun ditemukan penyebabnya melalui pemeriksaan bedah mayat dengan izin dari pihak keluarga.
Gambar 5.13 Diagram Pie Distribusi Proporsi Korban Meninggal Akibat Kecelakaan Lalu Lintas Berdasarkan Penyebab Kematian di RSUD Dr. Pirngadi Tahun 2016–2017.
Berdasarkan gambar 5.13, dapat dilihat korban meninggal akibat kecelakaan lalu lintas di Instalasi Kedokteran Forensik RSUD Dr. Pirngadi tahun
78.50%
9.80%
3.90%
3.90% 3.90%
Trauma Kepala Trauma Dada Trauma Perut Trauma Ekstremitas Trauma Multiple
2016-2017 paling banyak disebabkan trauma kepala yaitu 78,5% dan paling sedikit trauma perut 3,9%, trauma ekstremitas 3,9% dan trauma multiple 3,9%.
Hal ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan Ulin (2013) penyebab kematian akibat kecelakaan lalu lintas di Kota Medan paling banyak adalah trauma kepala sebanyak 70,8% dan paling sedikit trauma tungkai atas yaitu 0,4%. Hal ini dapat mungkin terjadi pada pengendara atau penumpang motor tidak menggunakan helm yang sesuai dan pemakaiannya tidak tepat. Pada pengendara atau penumpang mobil tidak menggunakan sabuk secara tepat.
Dalam penelitian ini yang trauma paling sedikit yaitu perut, ektremitas dan multiple. Pada trauma perut lebih sering terjadi benturan dengan benda tumpul
pada kecelakaan sepeda motor. Bagian depan perut yang terbentur sering menimbulkan kerusakan pada hati dan limpa. Pada trauma ektremitas terjadi karena tangan atau kaki saja yang terlindas kendaraan lain. Pada trauma multiple terdapat beberapa cedera yang mematikan sehingga sulit untuk menentukan lesi yang paling serius dan mematikan. Trauma multiple biasanya terjadi pada korban yang tergilas kendaraan besar seperti truk atau kontainer dan menyebabkan beberapa cedera mematikan sehingga korban dipastikan meninggal ditempat.
5.6 Distribusi Proporsi jenis kelamin berdasarkan usia
Gambar 5.14 Diagram Bar Distribusi Proporsi Korban Meninggal Akibat Kecelakaan Lalu Lintas Jenis Kelamin berdasarkan Usia di RSUD Dr. Pirngadi Tahun 2016–2017
Berdasarkan gambar 5.14 proporsi korban kecelakaan lalu lintas pada usia
≤30 tahun dengan jenis kelamin laki-laki yaitu 65,8% dan perempuan 34,2%.
Proporsi korban kecelakaan lalu lintas pad usia >30 tahun dengan jenis kelamin laki-laki yaitu 74,6% dan perempuan 25,4%. Proporsi korban meninggal pada usia >30 tahun banyak pada jenis kelamin laki-laki karena kelompok usia >30 sudah menjadi tulang punggung keluarga sehingga mobilitasnya tinggi.
Berdasarkan hasil analisis statistika dengan menggunakan uji Chi-Square diperoleh nilai p=0,471 (p>0,05), hal ini menunjukkan tidak ada perbedaan proporsi yang bermakna antara usia dengan jenis kelamin.
65.80%
5.7 Distribusi Proporsi lokasi kejadian berdasarkan jam
Gambar 5.15 Diagram Bar Distribusi Proporsi Korban Meninggal Akibat Kecelakaan Lalu Lintas Lokasi Kejadian Berdasarkan Waktu Kejadian (Jam) di RSUD Dr. Pirngadi Tahun 2016–2017.
Berdasarkan gambar 5.15, proporsi korban meninggal akibat kecelakaan di Medan bagian utara paling banyak pada siang yaitu 72,2%, di Medan bagian timur paling banyak pada malam yaitu 61,5%, di Medan bagian selatan pada siang dan malam masing-masing yaitu 50%. Di Medan bagian barat, korban paling banyak pada siang yaitu 80% dan Medan bagian pusat paling banyak pada malam yaitu 71,40%.
Pada siang hari (06.01-18.00) masyarakat memulai aktivitas kerja dan sekolah sehingga masyarakat berangkat menuju tempat kerja, sekolah dan pasar.
Bagi karyawan yang mendapat jadwal kerja malam akan berganti dengan karyawan pagi sehingga aktivitas dijalan semakin padat, apabila karyawan
72.20%
dengan jadwal malam kelelahan dalam bekerja maka konsentrasi dalam mengendarai menurun sehingga dapat menyebabkan kecelakaan dan berdampak fatal.
Pada malam (18.01-06.00) banyak aktivitas truk yang berasal dari belawan melintas Truk lebih memilih pada malam hari karena jalan raya tidak sepadat siang sehingga dapat mengendarai dengan kecepatan tinggi. Adanya faktor manusia, kondisi kendaraan dan lingkungan yang saling mempengaruhi sehingga dapat terjadi kecelakaan.
Gambar 5.16 Diagram Bar Distribusi Proporsi Korban Meninggal Akibat Kecelakaan Lalu Lintas Lokasi Kejadian
Medan bag utara Medan bag timur Medan bag selatan Medan bag barat Medan bag pusat
Proporsi (%)
Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Minggu
Berdasarkan gambar 5.16, proporsi korban meninggal akibat kecelakaan lalu lintas di Medan bagian utara paling banyak pada hari sabtu yaitu 22,2% dan paling sedikit pada hari kamis yaitu 3,7%. Di Medan bagian timur korban meninggal paling banyak pada hari senin yaitu 30,7% dan sedikit pada hari kamis,jumat dan minggu masing-masing 7,7%. Di Medan bagian selatan korban meninggal paling banyak pada hari sabtu yaitu 33,2% dan tidak ada korban pada hari rabu dan jumat. Di Medan bagian barat korban meninggal akibat kecelakaan lalu lintas banyak pada hari rabu dan sabtu masing- masing 40% dan tidak ada korban pada hari senin, selasa,jumat dan minggu. Di Medan bagian pusat korban meninggal akibat kecelakaan paling banyak pada hari sabtu yaitu 42,8% dan tidak ada korban pada hari senin, selasa dan minggu.
5.9 Distribusi Proporsi Lokasi berdasarkan status jalan
Gambar 5.18 Diagram Bar Distribusi Proporsi Korban Meninggal Akibat Kecelakaan Lalu Lintas Lokasi Kejadian Berdasarkan Status 54% Jalan nasional Jalan provinsi Jalan kota
Berdasarkan gambar 5.18, distribusi proporsi korban meninggal akibat kecelakaan lalu lintas di Medan bagian utara paling banyak pada jalan nasional yaitu 54%, di Medan bagian timur paling banyak pada jalan kota yaitu 100%, di Medan bagian selatan banyak pada jalan nasional dan jalan kota masing-masing sebanyak 50%, di Medan bagian barat paling banyak pada jalan kota yaitu 75%
dan di Medan bagian pusat paling banyak pada jalan kota yaitu 80%.
Korban meninggal akibat kecelakaan lalu lintas pada jalan nasional di Medan Utara yaitu pintu masuk ke jalan Tol Belmera, Tol Belmera serta Jl. Yos Sudarso. Kendaraan yang melintasi Jl. Yos Sudarsono sering dilalui kendaraan besar seperti kontainer dan truk sehingga bila terjadi kecelakaan akan berdampak lebih fatal dan didukung oleh pemeliharaan jalan yang kurang baik.
Berdasarkan hasil dan pembahasan penelitian, maka didapatkan kesimpulan bahwa:
6.1.1 Proporsi korban meninggal akibat kecelakaan lalu lintas berdasarkan sosiodemografi yang paling banyak pada kelompok umur 45-59 tahun
6.1.1 Proporsi korban meninggal akibat kecelakaan lalu lintas berdasarkan sosiodemografi yang paling banyak pada kelompok umur 45-59 tahun