• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 5 HASIL DAN PEMBAHASAN

5.2. Pembahasan

5.2.1. Faktor Risiko Mayor pada Pasien PJK

5.2.1.1. Prevalensi faktor risiko mayor pada pasien PJK berdasarkan riwayat merokok

Berdasarkan tabel di atas diperoleh hasil distribusi pasien berdasarkan riwayat merokok dan dapat disimpulkan bahwa pasien yang memiliki riwayat merokok adalah yang paling banyak untuk faktor risiko mayor pada pasien PJK berdasarkan riwayat merokok. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian sebelumnya terhadap pasien-pasien di lokasi yang sama yang menunjukkan prevalensi pasien PJK yang merokok (69,8%) lebih banyak dibandingkan dengan

38

yang tidak merokok (30,2%).14 Penelitian tersebut juga menyatakan bahwa pada orang yang memiliki riwayat merokok memiliki risiko untuk terkena PJK sebesar 3,64 kali lebih besar dibandingkan dengan yang tidak memiliki riwayat merokok.14 Merokok dan asap rokok merupakan faktor risiko dominan untuk mempercepat perkembangan dari penyakit aterosklerosis. Hal ini dihubungkan dengan adanya peningkatan stress oksidatif dan penurunan dari antioksidan dalam tubuh.14

5.2.1.2. Prevalensi faktor risiko mayor pada pasien PJK berdasarkan riwayat hipertensi

Berdasarkan tabel di atas diperoleh hasil distribusi pasien berdasarkan riwayat hipertensi dan dapat disimpulkan bahwa pasien yang memiliki riwayat hipertensi adalah yang paling banyak untuk faktor risiko mayor pada pasien PJK berdasarkan riwayat hipertensi. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian sebelumnya terhadap pasien-pasien yang dirawat di RSUP Dr. Kariadi Semarang tahun 2011 yang menunjukkan jumlah pasien PJK yang memiliki riwayat hipertensi (69,5%) lebih banyak dibandingkan dengan yang tidak hipertensi (30,5%).37

5.2.1.3. Prevalensi faktor risiko mayor pada pasien PJK berdasarkan hiperlipidemia

Berdasarkan tabel di atas diperoleh hasil distribusi pasien berdasarkan hiperlipidemia dan jika dibandingkang antara < 200 mg/dl dan ≥200 mg/dl akan menunjukkan bahwa pasien yang memiliki kadar kolesterol dalam darah ≥ 200 mg/dl adalah yang paling banyak untuk faktor risiko mayor pada pasien PJK berdasarkan riwayat hiperlipidemia. Pembagian kategori tersebut dibuat karena kadar kolesterol normal dalam darah adalah < 200 mg/dl. Hal ini sejalan dengan penelitian yang sudah dilakukan di Semarang menunjukkan bahwa faktor utama dalam terjadinya PJK adalah faktor risiko lipid yang meliputi kadar kolesterol dan trigliserida.37 Berdasarkan penelitian sebelumnya yang dilakukan di Semarang tahun 2008 juga didapatkan bahwa prevalensi pasien PJK yang memiliki kadar

39

kolesterol≥200 mg/dl (56,3%) lebih banyak dibandingkan dengan yang memiliki kadar kolesterol < 200 mg/dl (43,7%).22

5.2.1.4. Prevalensi faktor risiko mayor pada pasien PJK berdasarkan riwayat keluarga

Berdasarkan tabel di atas diperoleh hasil distribusi pasien berdasarkan riwayat keluarga dan dapat disimpulkan bahwa pasien yang memiliki riwayat keluarga adalah yang paling banyak untuk faktor risiko mayor pada pasien PJK berdasarkan riwayat keluarga. Hal ini sejalan dengan penelitian sebelumnya yang mendapatkan prevalensi pasien PJK yang memiliki riwayat keluarga (58,7%) lebih banyak dibandingkan dengan yang tidak memiliki riwayat keluarga (41.3%).22 Diperkirakan bahwa pasien yang orang tuanya positif memiliki 29% peningkatan risiko untuk terjadinya CAD. Sebuah penelitian juga dilakukan dengan melakukan observasi pada pasien yang positif orang tuanya mengalami penyakit jantung. Didapatkan hasil dari 2740 sampel wanita, setelah 30 tahun diobservasi, 481 diantaranya menjadi CAD dan dari 2107 sampel pria didapatkan 606 diantaranya menjadi CAD.38

5.2.1.5. Prevalensi faktor risiko mayor pada pasien PJK berdasarkan usia

Berdasarkan tabel di atas diperoleh hasil distribusi pasien berdasarkan usia dan dapat disimpulkan bahwa pasien yang memiliki usia 55-64 tahun adalah yang paling banyak untuk faktor risiko mayor pada pasien PJK berdasarkan usia. Hal ini sejalan dengan penelitian sebelumnya yang menunjukkan bahwa prevalensi pasien PJK yang memiliki umur >59 tahun (79%) lebih banyak jika dibandingkan dengan yang memiliki umur 18-59 tahun (21%).6

5.2.1.6. Prevalensi faktor risiko mayor pada pasien PJK berdasarkan DM

Berdasarkan tabel di atas diperoleh hasil distribusi pasien berdasarkan DM didapatkan 123 pasien yang memiliki riwayat DM (50,8%) dan 119 pasien yang tidak memiliki riwayat keluarga (49,2%). Dapat disimpulkan bahwa pasien yang memiliki riwayat DM adalah yang paling banyak untuk faktor risiko mayor pada

40

pasien PJK berdasarkan DM. Hal ini sejalan dengan penelitian sebelumnya yang menunjukkan bahwa prevalensi pasien PJK yang memiliki riwayat DM (58,1%) lebih banyak jika dibandingkan dengan yang tidak memiliki riwayat DM (41,9%).14 Hal tersebut juga dinyatakan oleh penelitian lain yang menyatakan bahwa kenaikan kadar gula darah puasa ≥126 mg/dl akan meningkatkan risiko

untuk terjadinya PJK pada umur ≥ 45 tahun sebanyak 4,1 kali dibandingkan

dengan yang memiliki kadar gula darah puasa < 126 mg/dl.22 Hal tersebut kemungkinan karena adanya aktivasi dari sitokin-sitokin inflamasi pada pasien DM dan karena adanya disfungsi endotel pada pasien DM. Disfungsi endotel itu sendiri juga secara umum hadir pada pasien dengan DM yang dapat dibuktikan dengan meningkatnya kadar endothelin 1 dan menurunnya kadar nitrit oksida. Peningkatan pembentukan trombus juga terjadi pada pasien DM yang diduga menjadi penyebab terjadinya PJK juga. Namun, tidak semua pasien DM akan menjadi pasien PJK. Akhir-akhir ini ditemukan biomarker baru pada pasien DM tipe 2 yang memiliki komplikasi menjadi pasien PJK yang meningkat dan secara positif berhubungan dengan tingkat keparahan dari PJK, yaitu Osteonectin Secretin Acidic and Rich in Cystein (SPAR C) namun mekanisme bagaimana bisa terjadinya masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut.39

5.2.2. Faktor risiko minor pada pasien PJK

5.2.2.1. Prevalensi faktor risiko minor pada pasien PJK berdasarkan jenis kelamin

Berdasarkan tabel di atas diperoleh hasil distribusi pasien berdasarkan jenis kelamin dan dapat disimpulkan bahwa pasien yang berjenis kelamin laki-laki adalah yang paling banyak untuk faktor risiko minor pada pasien PJK berdasarkan jenis kelamin. Hal ini sejalan dengan penelitian sebelumnya yang dilakukan di RSUP H. Adam Malik menunjukkan bahwa pasien PJK laki-laki (56,7%) lebih banyak dibandingkan dengan perempuan (43,3%).14 Hal ini mungkin berkaitan dengan beberapa hipotesa yang menyimpulkan bahwa kadar estrogen yang tinggi pada wanita dapat menjadi salah satu faktor proteksi terjadinya PJK. Sebuah penelitian yang dilakukan dengan mengambil populasi dari 45 negara juga

41

menunjukkan bahwa prevalensi PJK pada perempuan (22,5%) dari 33.280 pasien PJK yang menjadi populasi, angka yang lebih sedikit dibandingkan dengan laki-laki (77,5%).40

5.2.2.2. Prevalensi faktor risiko minor pada pasien PJK berdasarkan Obesitas

Berdasarkan tabel di atas diperoleh hasil distribusi pasien berdasarkan obesitas dan dapat disimpulkan bahwa pasien yang tidak obesitas adalah yang paling banyak untuk faktor risiko minor pada pasien PJK berdasarkan obesitas. Hal ini juga sejalan sengan penelitian sebelumnya yang dilakukan di RSUP H. Adam Malik yang menunjukkan bahwa prevalensi pasien PJK dengan obesitas (22,7%) lebih sedikit dibandingkan dengan pasien PJK yang tidak obesitas (77,3%).14 Hal ini mungkin dikarenakan IMT tidak dapat menggambarkan distribusi lemak di tubuh. Bahkan terjadi penurunan insidensi PJK pada pasien dengan ekstrim obesitas (IMT ≥40 kg/m 2) walaupun memiliki faktor risiko yang umum untuk terjadinya PJK, seperti diabetes, hipertensi, dan hipertrigliseridemia. Bahkan sebelumnya juga dikatakan bahwa pasien obesitas memiliki outcome PJK yang lebih baik dibandingkan dengan yang tidak obesitas berdasarkan IMT.41

5.2.2.3. Prevalensi faktor risiko minor pada pasien PJK berdasarkan riwayat mengonsumsi alkohol

Berdasarkan tabel di atas diperoleh hasil distribusi pasien berdasarkan obesitas dan dapat disimpulkan bahwa pasien yang tidak memiliki riwayat mengonsumsi alkohol adalah yang paling banyak untuk faktor risiko minor pada pasien PJK berdasarkan riwayat mengonsumsi alkohol. Hal ini sesuai dengan penelitian di Brazil yang mendapati bahwa tidak ada hubungan yang pasti antara kebiasaan meminum alkohol dengan terjadinya PJK. Bahkan berdasarkan penelitian tersebut didapatkan kesimpulan bahwa pasien dengan kategori peminum sedang (sampai 15 g/hari untuk wanita dan 30 g/hari untuk pria) memiliki derajat keparahan yang lebih rendah dibandingkan dengan yang tidak peminum alkohol ataupun yang dalam kategori berat.42

42

5.2.2.4. Prevalensi faktor risiko minor pada pasien PJK berdasarkan riwayat menopause pada wanita

Berdasarkan tabel di atas diperoleh hasil distribusi pasien perempuan berdasarkan riwayat menopause dan dapat disimpulkan bahwa pasien perempuan yang menjadi sampel seluruhnya memiliki riwayat menopause. Hal ini karena setelah menopause, antara laki-laki dan perempuan memiliki angka kejadian yang sama terhadap PJK. Ini mungkin berkaitan dengan estrogen yang berfungsi sebagai bahan untuk protektif terhadap pembentukan aterosklerosis yang kadarnya menurun pada perempuan setelah menopause.13 Penelitian di Prancis menyatakan bahwa risiko terjadinya PJK pada wanita pada umur 60 ke atas yang tidak hanya bisa dihubungkan dengan menurunnya kadar estrogen, namun terkait faktor lain seperti profil lipid yaitu meningkatnya kadar kolesterol total maupun LDL.43 Hasil penelitian ini juga sejalan dengan penelitian yang dilakukan di Bogor dan didapatkan bahwa prevalensi pasien PJK yang menopause (70,7%) lebih banyak dibandingkan dengan yang tidak menopause (29,3%). Dan juga telah diteliti bahwa pasien yang menopause akan berisiko sebesar 1,5 kali dibandingkan dengan yang tidak menopause.44

BAB 6

KESIMPULAN DAN SARAN

6.1. Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian prevalensi faktor risiko mayor dan minor pada pasien PJK dengan tindakan kateterisasi di RSUP H. Adam Malik Medan periode Januari sampai dengan Juni 2015 diambil kesimpulan sebagai berikut:

1. Jumlah pasien yang dilakukan tindakan angiografi koroner pada bulan Januari sampai dengan Juni 2015 sebanyak 329 orang, kemudian yang terdiagnosis CAD sebanyak 242 orang. Maka, jumlah sampel yang memenuhi kriteria sebanyak 242 orang.

2. Prevalensi pasien PJK yang dilakukan kateterisasi yang terbanyak adalah yang memiliki hasil CAD 3 VD yaitu sebanyak 123 orang (50,8%).

3. Prevalensi faktor risiko mayor untuk terjadinya PJK yang terbanyak pada pasien hipertensi yaitu 149 orang (61,6%).

4. Prevalensi faktor risiko minor untuk terjadinya PJK yang terbanyak pada pasien dengan jenis kelamin laki-laki yaitu sebanyak 213 orang (88,0%) dan sampel wanita yang terbukti PJK seluruhnya telah mengalami menopause yaitu sebanyak 29 orang (100%).

6.2. Saran

Berdasarkan hasil penelitian, maka saran yang disampaikan adalah:

1. Diharapkan hasil penelitian ini dapat menjadi data dasar sebagai acuan untuk penelitian-penelitian berikutnya terutama yang berkaitan dengan faktor risiko PJK.

2. Diharapkan kepada petugas kesehatan dapat melakukan pencegahan secara dini dengan melakukan penyuluhan di masyarakat umum yang berhubungan dengan faktor risiko yang dapat menyebabkan terjadinya PJK dan menyarankan masyarakat untuk melakukan pemeriksaan

44

kesehatan secara berkala dan menjaga pola hidupnya melalui penyuluhan tersebut.

3. Diharapkan penelitian selanjutnya untuk mencari hubungan antara faktor risiko mayor dan minor dengan derajat beratnya sumbatan pembuluh darah pada pasien PJK dan menggunakan jumlah sampel yang lebih banyak.

BAB 2

TINJAUAN PUSTAKA

Dokumen terkait