a. Ketersediaan SDM (testi) Untuk menemukan calon atlet berbakat yang lebih banyak, artinya harus banyak juga calon atlet yang dites dan dibina. Fakta di lapangan, cukup banyak daerah yang dalam memenuhi aturan jumlah calon atlet yang dites mengalami kesulitan, karena kendala jarak antara sekolah atau tempat tinggal dengan tempat tes. Ketersediaan SDM di daerah sangat penting dalam kegiatan pemanduan bakat.
b. Keberadaan Klub/Sentra Olahraga Unggulan Daerah Klub/Sentra Olahraga Junior adalah wadah bagi bibit atlet untuk menjalani pendidikan dan latihan sesuai keberbakatan yang dimiliki. Namun banyak ditemukan ketiadaan klub/sentra olahraga di daerah, membuat pembinaan bibit-bibit atlet menjadi terkendala dan bahkan terhenti tanpa ada tindak lanjut dari stakeholder di daerah.
c. Komitmen pemerintah daerah Peran pemerintah daerah sangat penting dalam menindak lanjuti bibit-bibit atlet hasil pemanduan bakat, baik dalam bentuk fasilitasi maupun penganggaran. Tetapi yang terjadi di selama ini, banyak daerah hanya mementingkan gebyar pelaksanaan kegiatan tanpa ada strategi untuk melaksanakan pemanduan bakat secara mandiri dan program lanjutan membina bibit atlet. Pada dasarnya tujuan kegiatan pemanduan bakat adalah, selain mencari bibit atlet, juga bertujuan agar daerah dapat melakukan pemanduan bakat secara mandiri.
d. Dukungan dan motivasi Orang Tua Orang tua memiliki peran yang sangat penting dalam sebuah proses pembinaan bibit atlet. Dukungan dan motivasi orang tua akan mempengaruhi tingkat keseriusan/kemauan calon atlet dalam menjalani pendidikan dan latihan. Kenyataan selama ini masih banyak orang tua yang belum menyadari peran tersebut, sehingga banyak ditemukan atlet yang kurang memiliki motivasi dalam menjalani pemusatan latihan, disebabkan kurang adanya dukungan/dorongan/motivasi dari orang tua.
Laporan Kinerja 2020
Pemuda Maju!
Olahraga Jaya!
Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga
33
2. Bimbingan Teknis (Bintek) Pengembangan Bakat Cabang Olahraga
Kegiatan Bimbingan Teknis Pengembangan Bakat Cabang Olahraga pada tahun 2020 telah dilaksanakan dengan hasil 989 Orang dari target 1000 Orang, dengan persentase capaian realisasi sebesar 98,90%. Salah satu indicator kegiatan ini adalah, Terselenggaranya pendampingan oleh para pakar/ahli keolahragaan terhadap proses diklat daerah, sehingga terjadi peningkatan jumlah olahragawan Nasional yang dipersiapkan untuk mengikuti event bertaraf nasional, regional dan internasional (single dan/atau multi event).
1000 1000
989
1000 1000 1000
100% 100% 98,90%
0 200 400 600 800 1000 1200
2018 2019 2020
TABEL PERBANDINGAN JUMLAH FASILITASI PENYELENGGARAAN DAN/ATAU KEIKUTSERTAAN PADA KOMPETISI OLAHRAGA JUNIOR BERTARAF NASIONAL, REGIONAL, DAN INTERNASIONAL (SINGLE DAN MULTIEVENT) TAHUN 2018-2020
REALISASI TARGET PK %
Jumlah fasilitasi penyelenggaraan dan/atau keikutsertaan pada kompetisi olahraga junior bertaraf nasional, regional, dan internasional (single dan multievent) pada tahun 2020 tidak mencapai 100% dikarenakan situasi pandemi covid-19 yang masih belum usai hingga saat ini, sehingga cukup menghambat dalam hal pelaksanaan kegiatan Bimbingan Teknis Pengembangan Bakat Cabang Olahraga Namun dapat di lihat dari hasil realisasi yang diraih pada tahun 2020 yakni 98,90% adalah termasuk dalam predikat SANGAT MEMUASKAN (AA). Adapun hal-hal yang menjadi kendala ataupun faktor keberhasilan dan juga solusi untuk ke depannya adalah sebagai berikut:
Laporan Kinerja 2020
Pemuda Maju!
Olahraga Jaya!
Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga
Solusi :
a. Perencanaan sebuah program Latihan perlu dilakukan sesuai dengan tahapan jenjang usia, agar lebih tepat dalam menentukan porsi Latihan bagi para atlet.
b. Senantiasa melakukan pemantauan dan koordinasi, sehingga apabila terdapat kekurangan-kekurangan, tersedia cukup waktu untuk melakukan perbaikan dan penyempurnaan Teknik Latihan pada atlet.
a. Memperketat sistem perekrutan atlet dengan memperhatikan daftar kriteria cabang olahraga, agar atlet yang dibina benar-benar atlet yang memiliki potensi dan bakat untuk dikembangkan menjadi atlet andalan.
a. melakukan training camp, pengembangan mental atlet, dan hal-hal lain yang dianggap perlu dalam membentuk kematangan atlet secara teknik dan mental bagi para atlet.
34
Faktor yang mempengaruhi keberhasilan/kegagalan :
a. kemampuan narasumber dalam menangkap permasalahan yang ada pada pusat-pusat diklat atlet di daerah, serta mencarikan solusi jalan keluar atas permasalahan yang ada tersebut.
b. Adanya keseriusan dan motivasi atlet dalam menjalankan Teknik-teknik yang diajarkan oleh pakar yang dilakukan berulang terus menerus secara konsisten dan teratur, sehingga akan membuahkan hasil berupa kematangan Teknik yang benar terhadap suatu Gerakan Latihan.
c. Adanya peran serta Pelatih dalam melakukan pemantauan, pemanduan, dan pengembangan terhadap Teknik atlet, serta melakukan proses penjaringan calon atlet berbakat selanjutnya sebagai Langkah regenerasi atlet binaan dimasa mendatang.
Laporan Kinerja 2020
Pemuda Maju!
Olahraga Jaya!
Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga
35
3. Tenaga keolahragaan olimpik yang difasilitasi dalam pengembangan tenaga keolahragaan
Program Tenaga keolahragaan olimpik yang difasilitasi dalam pengembangan tenaga keolahragaan di daerah Pelatihan Pelatih, Instuktur, Wasit, Juri, dan Tenaga Pendukung Olahraga Tingkat Nasional dan Internasional diselenggarakan dalam upaya meningkatkan kompetensi Pelatih, Instuktur, Wasit, Juri, dan Tenaga Pendukung dalam pengembangan tenaga keolahragaan khususnya dalam rangka meningkatkan kompetensi sertifikasi baik nasional maupun internasional.
Jumlah fasilitasi Tenaga keolahragaan olimpik yang difasilitasi dalam pengembangan tenaga keolahragaan adalah termasuk yang paling terdampak terhadap agenda refocussing percepatan penanganan Corona Virus Disease 2019. Namun demikian dapat disimpulkan bahwa prosentase pencapaian target indikator kegiatan yang pada dasarnya dengan penilaian berkategori baik untuk keseluruhan kegiatan.
Dapat di lihat dari hasil realisasi pada tahun 2020 kegiatan fasilitasi tenaga keolahragaan olimpik yang difasilitasi dalam pengembangan tenaga keolahragaan mecapai realisasi sebesar 76% dan mendapat skor penilaian BAIK (B). Adapun hal-hal yang menjadi kendala dan faktor keberhasilan serta solusi untuk ke depannya adalah sebagai berikut:
2840
121% 75,26% 76%
0
2018 2019 2020
TABEL PERBANDINGAN FASILITASI TENAGA KEOLAHRAGAAN OLIMPIK DALAM PENGEMBANGAN TENAGA KEOLAHRAGAAN PELATIH, INSTRUKTUR,,
WASIT, JURI, DAN TENAGA PENDUKUNG OLAHRAGA BERSERTIFIKAT NASIONAL DAN INTERNASIONAL
REALISASI TARGET PK %
Laporan Kinerja 2020
Pemuda Maju!
Olahraga Jaya!
Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga
36
Faktor yang mempengaruhi keberhasilan/kegagalan :
a. Faktor yang mempengaruhi tidak tercapainya target pada indikator kinerja diatas adalah adanya agenda refocussing percepatan penanganan Corona Virus Disease 2019.
b. Masih kurangnya kompetensi SDM.
SOLUSI:
a. Perlunya peningkatan koordinasi intensif dengan pihak-pihak pemangku kepentingan terkait dengan kelancaran tugas pokok.
b. Perlu adanya peningkatan kompetensi sumber daya manusia.
c. Perlu adanya penambahan anggaran untuk mendukung dan memfasilitasi proses peningkatan kualitas program pembinaan dan pengembangan prestasi olahraga di daerah khususnya dalam peningkatan mutu, kapasitas, dan profesionalitas tenaga keolahragaan melalui dana dekonsentrasi.
Laporan Kinerja 2020
Pemuda Maju!
Olahraga Jaya!
Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga
37
4. Bantuan Pemerintah Sarana dan Prasarana Olahraga Pendidikan, Olahraga rekreasi, dan Olahraga Prestasi
Program Bantuan Pemerintah untuk pembangunan dan/atau rehabilitasi lapangan olahraga merupakan program Kementerian Pemuda dan Olahraga dalam rangka mendorong dan memacu partisipasi masyarakat untuk melakukan pembangunan di bidang keolahragaan. Diharapkan melalui program ini masyarakat memiliki kesempatan untuk berperan serta dalam proses pelaksanaan pembangunan baik dalam hal perencanaan, pelaksanaan, maupun pengawasan hingga prasarana yang di bangun nanti bisa maksimal hasilnya.
Dalam rangka meningkatkan pemassalan, pembudayaan, dan prestasi olahraga dalam masyarakat melalui bidang olahraga rekreasi, olahraga pendidikan, dan olahraga prestasi Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga melakukan pengadaan bantuan sarana berupa alat olahraga kepada seluruh lapisan atau organisasi kemasyarakatan diantaranya karang taruna, desa, kelurahan, lembaga pemerintah, club olahraga, PPLP, induk organisasi olahraga, dan perkumpulan/komunitas yang mempunyai minat/kegemaran terhadap olahraga.
Dapat di lihat dari hasil realisasi pada tahun 2020 Indikator Kinerja Bantuan Pemerintah berupa Sarana dan Prasarana Olahraga dapat melampaui target, dari jumlah target bantuan Sarana dan Prasarana Olahraga berjumlah 234 Lembaga, Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga dapat merealisasikan 258 lembaga, adapun prosentase capaian kinerja yang terrealisasi yakni 110% yang mana indikator kinerja ini mendapat skor penilaian SANGAT MEMUASKAN (AA).
Adapun hal-hal yang menjadi kendala dan faktor keberhasilan serta solusi untuk ke depannya adalah sebagai berikut:
943
8736
42 87 258 234
2245% 10041% 110%
0
2018 2019 2020
JUMLAH BANTUAN PEMERINTAH BERUPA SARANA DAN PRASARANA OLAHRAGA
REALISASI TARGET PK %
Laporan Kinerja 2020
Pemuda Maju!
Olahraga Jaya!
Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga
38
Faktor yang mempengaruhi keberhasilan/kegagalan :
a. Kurangnya kapasitas dan jumlah SDM dari sisi teknis khususnya dalam membangun prasarana olahraga serta pemahaman pegawai terhadap pengadaan barang/jasa pemerintah.
b. Belum optimalnya implementasi terhadap standardisasi yang telah dibuat.
SOLUSI :
a. Memberikan pelatihan kepada pegawai dalam materi Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah dan juga pelatihan lainnya dalam rangka meningkatkan kompetensi SDM b. Untuk sisi teknis lebih mengedepankan pembangunan besar dapat dilaksanakan oleh Kementerian PU PR dikarenakan Kemenpora memiliki tugas fungsi kebijakan.
Pembuatan standardisasi baik sarana maupun prasarana diperlukan studi banding serta koordinasi dengan induk cabang olahraga internasionalnya.
Laporan Kinerja 2020
Pemuda Maju!
Olahraga Jaya!