DEPARTEMEN DAN PROGRAM STUDI
FAKULTAS ILMU BUDAYA UNIVERSITAS DIPONEGORO SEMARANG
Ketua Prodi Sekretaris Prodi
Prof. Dr. Yety Rochwulaningsih, M.Si. Dr. Endang Susilowati, M.A.
NIP 196106051986032001 NIP 195905161988112001
87
A. Latar Belakang
Secara umum dapat dikatakan, bahwa sesungguhnya profesi sejarawan (ahli sejarah) merupakan profesi yang sangat penting dalam peningkatan kualitas peradaban umat manusia. Melalui karya-karyanya, sejarawan mampu membebaskan pemikiran manusia dari ketidaktahuan, manipulasi, dan penggelapan kisah masa lampau yang berakibat pada kekeliruan dalam memahami persoalan kekinian yang menyebabkan salah langkah dalam menapaki masa depan umat manusia. Dengan kata lain, para sejarawan memiliki peran dalam membangkitkan kesadaran sejarah/historical consciousness, yaitu bahwa yang terjadi pada masa lampau akan berakibat pada masa kini dan masa yang akan datang. Dalam tataran kebangsaan, kesadaran sejarah merupakan hal yang sangat vital, karena terkait dengan penghayatan segenap anak bangsa terhadap masa lampaunya sebagai pengalaman bersama (collective memory) (Hughes, 1964: 1-21). Anak bangsa yang memiliki kesadaran sejarah akan mencari jawabannya atas persoalan kekinian bukan hanya dengan belajar sejarah (learning history), tetapi juga belajar dari sejarah (learning from history).
Bagi bangsa Indonesia saat ini, pengembangan yang lebih sophisticated terhadap ilmu sejarah di perguruan tinggi merupakan sesuatu yang sangat urgen. Hal itu terkait dengan perubahan-perubahan besar selama Reformasi yang diikuti dengan serangkaian krisis politik yang disusul dengan berbagai krisis di segala bidang kehidupan yang mengancam integrasi nasional. Dalam situasi nasional seperti itu, penelitian dan pembelajaran sejarah dapat difungsikan sebagai wahana sosialisasi dan internalisasi nilai-nilai budaya bangsa yang mulai terancam keberlangsungannya. Jati diri dan karakter bangsa juga menghadapi gempuran yang hebat. Penelitian dan pembelajaran sejarah akan dapat memberikan bekal yang kuat kepada segenap anak bangsa untuk menghadapi perubahan secara lebih smart (cerdas) dengan cara memahaminya secara benar dan akhirnya dapat menerima serta mengaktualisasikan nilai-nilai budaya yang sesuai dengan jati diri dan karakternya. Jadi, pemahanan dan kesadaran sejarah sangat penting untuk memecahkan persoalan kekinian (present) dan kemasadatangan (future).
Di sinilah peran seorang sejarawan sebagai narator masa lampau (the past)
88
menjadi sangat penting. Jika sejarawan tidak mampu menjelaskan situasi dan persoalan kekinian, maka masyarakat akan gagal pula memperoleh pemahaman terhadap persoalan-persoalan kekinian yang pada gilirannya juga menyesatkan langkah di masa yang akan datang.
Dalam hubungan itu diperlukan pendidikan sejarawan yang andal dalam rangka terus berupaya menemukan alternatif penulisan sejarah yang mampu memberikan sumbangan penyelesaian persoalan bangsa yang saat ini sedang berjuang mempertahankan eksistensi. Diperlukan upaya yang terus-menerus untuk melakukan penelitian sejarah yang sekiranya dapat dimanfaatkan untuk membangkitkan kesadaran historis, aktual, dan sekaligus futural bagi segenap masyarakat Indonesia, dan untuk selanjutnya membangkitkan semangat untuk bergerak membebaskan diri dari berbagai persoalan yang hingga saat ini tidak terpecahkan. Hal ini sesuai ucapan Michael Howard yang menyatakan: “The study of history has been believed to provide a guide, not simply to passive understanding of the world, but to active political and moral action within it”(Michael Howard, 1991).Dengan pendidikan sejarah yang kritis akan lahir penelitian sejarah yang dapat berperan sebagai sebuah tulisan sejarah yang mampu membebaskan cara berpikir masyarakat terhadap masa lampau dari belenggu ketidaktahuan, kepalsuan, mitos-mitos, manipulasi, dan kesalahtafsiran aktual mengenai masa lampau, sehingga memberikan spirit untuk bertindak menyelesaikan permasalahan yang sedang dan akan dihadapi oleh bangsa Indonesia.
Mengingat begitu kompleks permasalahan yang dihadapi, maka lulusan program Strata 1 (S1) dan Strata 2 (S2) Sejarah belum bisa diharapkan sepenuhnya untuk menyelesaikannya. Dalam kerangka perspektif inilah diperlukan jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Berdasar dengan hal itu, Universitas Diponegoro pada 20 September 2016 membuka Program Doktor Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro (PDIS FIB Undip) melalui SK Rektor nomor 1125/UN7.P/HK/2016.
89
A. VISI, MISI dan TUJUAN
1. Visi PDIS FIB Undip
Menjadi Program Studi Doktor Ilmu Sejarah Yang Unggul Khususnya Di Bidang Kajian Sejarah Maritim Dan Interaksi Global Pada Tahun 2025.
2. Misi PDIS FIB Undip
PDIS FIB Undip Menetapkan Misi Yang Mencakup Tri Darma Perguruan Tinggi Sebagai Berikut:
1) Menyelenggarakan Pendidikan Ilmu Sejarah Yang Berbasis Penelitian (Research-Based Teaching) Terbaik Dan Unggul Untuk Menghasilkan Doktor Yang Mempunyai Kompetensi Dalam Bidang Ilmu Dan Keahlian Sejarah Khususnya Sejarah Kemaritiman Dan Integrasi Nasional, Serta Peka Terhadap Permasalahan Masyarakat, Bangsa Dan Negaranya Serta Umat Manusia Serta Lingkungannya Sesuai Dengan Nilai-Nilai Pancasila.
2) Mengembangkan Penelitian Dan Publikasi Ilmiah Yang Profesional Sebagai Sumbangan Terhadap Perkembangan Ilmu Sejarah Khususnya Sejarah Kemaritiman Dan Integrasi Nasional Untuk Kepentingan Nasional Pada Khususnya Dan Kesejahteraan Umat Manusia Pada Umumnya.
3) Mengembangkan Pemikiran Kesejarahan Untuk Membantu Mengatasi Persoalan Aktual Bangsa Sebagai Implementasi Pengabdian Kepada Masyarakat.
4) Meningkatkan Profesionalitas, Kapabilitas, Akuntabilitas, Dalam Tata Kelola (Governance) Serta Kemandirian Penyelenggaraan Program Studi.
90
3. Tujuan PDIS FIB Undip
Tujuan PDIS FIB Undip Adalah Untuk Menghasilkan:
1) Doktor Ilmu Sejarah Yang Mempunyai Integritas Moral, Keilmuan, Martabat, Kepekaan Terhadap Persoalan-Persoalan Aktual Bangsa, Dan Kemandirian Dalam Mengembangkan Ilmu Dan Keahlian Di Bidang Sejarah, Khususnya Sejarah Dan Budaya Maritim Serta Integrasi Nasional, Serta Mampu Mengomunikasikan Kepakarannya Baik Secara Lisan Maupun Tertulis.
2) Publikasi Pada Jurnal Nasional Dan Internasional Yang Terindeks Oleh Lembaga Sitasi Internasional Yang Terfokus Pada Ilmu Sejarah Khususnya Sejarah Kemaritiman Dan Integrasi Nasional.
3) Pemikiran-Pemikiran Baru Mengenai Sejarah Indonesia Pada Khususnya Dan Sejarah Dunia Pada Umumnya Dalam Kerangka Untuk Memecahkan Masalah Kekinian Dan Strategi Untuk Melangkah Di Masa Depan.
4) Penyelenggaraan Tata Kelola Dan Kemandirian Dalam Penyelenggaraan Pendidikan Tinggi Di Program Studi Yang Efisien, Akuntabel, Transparan, Berkeadilan.
B. Lama pendidikan dan fasilitas
Program Studi Magister Ilmu Sejarah menetapkan beban studi sebanyak 66 SKS yang dapat diselesaikan dalam waktu 6 semester dengan lama studi maksimal 10 semester. Fasilitas pendidikan meliputi ruang kuliah yang representatif (ber-AC), perpustakaan, laboratorium komputer, laboratorium sejarah, dan bank. Dengan perincian; Perpustakaan Sejarah menyediakan koleksi buku tidak kurang dari 5000 judul. Sementara itu Laboratorium Sejarah berisi antara lain: rekaman sejarah lisan, sumber-sumber sejarah yang dipublikasikan, sumber-sumber kolonial maupun yang berasal dari masa Jepang, buku-buku referensi, skripsi-skripsi dengan ruang lingkup Semarang, Semuanya dapat dimanfatkan bagi mahasiswa PDIS
91
C. Staf Pengajar
1. Prof. Dr. Singgih Tri Sulistiyono, M. Hum.
2. Prof. Dr. Sutejo K. Widodo, M. Si..
3. Prof. Dr. Dewi Yuliati, M.A.
4. Prof. Dr.Yety Rochwulaningsih, M.Si.
5. Prof. Dr. Mudjahirin Tohir, M.A.
6. Prof. Dr. Irianto Widisuseno, M. Hum.
7. Dr. Endang Susilowati, M.A.
8. Dr. Agus Supriyono, M.A.
9. Dr. Haryono Rinardi, M.Hum.
10. Dr. Alamsyah, M. Hum.
11. Dr. Dhanang R. Puguh, M.Hum.
12. Dr. Mulyono, M. Hum.
13. Dr. Indriyanto, S.H., M. Hum.
14. Dr. Endah Srihartatik, M. Hum.
15. Dr. Dedi S. Adhuri D. Pengelola
Sampai saat ini, pengelola PDIS masih dirangkap oleh pengelola Prodi S-2 Magister Ilmu Sejarah. Hal itu dilakukan dengan pertimbangan efisiensi dan penghematan. Dengan dasar itu, maka pengelola PDIS adalah:
1. Ketua Program Studi : Prof. Dr. Yety Rochwulaningsih, M.Si.
2. Sekretaris Program Studi : Dr. Endang Susilowati, M.A.
E. Profil dan Kompetensi Prodi Doktor Ilmu Sejarah
Para lulusan PDIS FIB UNDIP diproyeksikan dapat mengisi berbagai peran yang strategis dalam masyarakat baik sebagai peneliti, pendidik, expert di kementerian pendidikan dan kebudayaan, analis kebijakan publik, dan sebagainya. Tabel di bawah ini menjelaskan tentang profil lulusan PDIS FIB Undip dan kompetensi yang dimiliki.
92
PROFILLULUSAN