• Tidak ada hasil yang ditemukan

AMBAR HANUM MELATI RAMADHANI

FAKULTAS KEDOKTERAN HEWAN INSTITUT PERTANIAN BOGOR

BOGOR 2013

17 bangun kembali, hal ini berbeda nyata dengan kelompok A yaitu babi yang terjatuh masih dapat berdiri kembali sebelum akhirnya terjatuh kembali dan memasuki stadium anestesi. Kelompok B terlihat menunjukkan gejala yang lebih halus saat memasuki stadium anestesi. Pada kombinasi anestetikum kelompok ini terdapat xylazin dan zolazepam yang bersifat muscle relaxan, sehingga relaksasi otot yang terjadi lebih baik dibandingkan kelompok A.

SIMPULAN DAN SARAN

Simpulan

Kombinasi zoletil-ketamin-xylazin dan ketamin-xylazin dosis maksimal sebagai anestetikum pada babi lokal (Sus domestica) memiliki efektifitas sama. Penilaian ini berdasarkan pada durasi anestesi yang lebih panjang, rataan nilai temperatur tubuh (oC) yang lebih stabil, dan gejala pada peride induksi yang lebih halus pada kombinasi zoletil-ketamin-xylazin. Sedangkan pada kombinasi ketamin-xylazin dosis maksimal memiliki onset anestesi yang lebih cepat, rataan nilai frekuensi jantung dan respirasi yang lebih baik dari pada kelompok zoletil-ketamin-xylazin. Anestetikum kombinasi ketamin-xylazin dengan (ketamin 10 mg/kg BB dan xylazin 1 mg/kg BB) tidak efektif sebagai anestetikum pada babi lokal (Sus domestica) Indonesia.

Saran

Saran yang diajukan berdasarkan penelitian ini adalah metode yang digunakan dapat dimodifikasi menggunakan alat monitoring saturasi respirasi sehingga didapatkan hasil yang lebih akurat lagi. Selain itu perlu dilakukan penambahan jumlah hewan coba yang digunakan.

DAFTAR PUSTAKA

Adams HR. 2001. Veterinary Pharmacology and Therapeutics. Ames: Iowa State Press.

Altman J. 1973. Observational Study of Behavior: Sampling Methods. Chicago: University of Chicago.

[Anonim]. 2012. Babi. http://id.wikipedia.org/wiki/Babi. [6 Januari 2012].

Booth NH. 1995. Drugs Acting on the Central Nervous System, In Booth, N. H. dan Keith R. Banson ed. Veterinary Pharmacology dan Theurapeutics 5th edition. The Iowa State University Press/Ames. UAA. Pp. 155-157; 250-262; 330-336.

Cattet Marc. 2003. A CCWHC Technical Bulletin: Drug Residues in Wild Meat-Addressing A Public Health Concern. Canadian Cooperative Wildlife

18

Health Centre: Newsletters Publications. Paper 46. http://digitalcommons.unl.edu/icwdmccwhcnews/46. [29 Juni 2012] Cunningham JG. 2002. Textbook of Veterinary Physiology. Philadelphia: W. B.

Saunders Company.

Ganiswara SG, Rianto S, Frans DS, Purwantiyas T, dan Nafrialdi [editor]. 1995. Farmakologi dan Terapi. Jakarta: Gaya Baru.

Garcia PS, Kolesky SE, Jenkins A. 2010. General anaesthetic action on GABAA receptors. Current neuropharmacology. 8:2-9.

Gunanti, Riki S, Raden HS, Muhammad FU, I Gusti NS. 2011. Pembiusan Babi Model Laparoskopi untuk Manusia dengan Zoletyl, Ketamin dan Xylazin. Journal Veteriner 12 no. 4 : 247-253.

Gunawan GS, Rianto SN, Elysabeth, editor. 2009. Farmakologi dan Terapi. Jakarta: Departemen Farmakologi dan Terapeutik Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.

Guyton AC, John EH. 2007. Buku Ajar Fisiologi Kedokteran. Irawati, penerjemah; Luqman YR, editor. Jakarta: EGC. Terjemahan dari: Textbook of Medical Physiology.

Gwendolyn LC. 2008. Small Animal Anesthesia and Analgesia. Ames: Blackwell Publishing.

Hall LW, Kathy WC. 1991. Veterinary Anaesthesia. London: Bailliere Tindal. Houpt KA. 1998. Domestic Animal Behavior for Veterinarians dan Animal

Scientists. Ames: Iowa State University Press.

Kelly WR. 1984. Veterinary clinical diagnosis. London: Bailliere Tindal.

Kuncoro P. 2004. Aktivitas Harian Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus, 1760) Rehabilitan di Hutan Lindung Pegunungan Meratus, Kalimantan Timur [skripsi]. Bali: Universitas Udayana.

Lee JY, Myung CK. 2012. Anesthesia of Growing Pigs with Tiletamine-Zolazepam and Reversal with Flumazenil. Journal Veterinary Medition Science 74(3): 335-339.

Lumb WV, Jones EW. 2007. Veterinary Anesthesia dan Analgesia, Thrid edition. USA: Blackwell Publishing.

McCurnin DM, Joanna MB. 2006. Clinical Textbook for Veterinary Technicians. Philadelphia: Saunders Elsevier.

McKelvey D, K. Wayne H. 2003. Veterinary Anesthesia and Analgesia. Missouri: Mosby.

Plumb DC. 1991. Veterinary Drug Handbook. Minnesota: Pharma Vet Publishing. Plumb DC. 2005. Veterinary Drug Handbook. Minnesota: Pharma Vet Publishing. Riebold TW, DR Geiser, DO Goble. 1995. Large Animal Anesthesia. Ames:

Iowa State University Press.

Slatter D [editor]. 2003. Textbook of Small Animal Surgery. Philadelphia : Saunders.

Swindle MM, Alison. 2007. Swine in the Laboratory: Surgery, Anasthesia, Imaging, and Experimental Techniques. 2nd edition. New York : CRC Press.

Thurmon JC, Wiliam JT, Benson [editor]. 1996. Lumb & Jones Veterinary Anesthesia. Maryland: Williams & Wilkins.

Tunggle CK, S Malchenko, R Woods, Whitworth, JA Green, R Prather, CJ Fitzsimmons, CA Roberts, T Casavant, MB Soares. 2003.

19 Development of New Placental dan Fetal Expressed Sequence Tags (EST) for Gene Discovery in Pig Reproduction. www.extension.iastate.edu [5 Januari 2012]

Waterman AE. 1983. Influence of Premedication with Xylazin on the Distribution dan Metabolism of Intramuscularly Administrered Ketamin in Cats. Research in Veterinary Science: 285-299.

Zulfadli RH. 2005. Tekanan Darah, Frekuensi Jantung, Pernafasan dan Suhu Tubuh Domba Jantan dan Laktasi Non-Anestesia dan Teranestesia Dengan Xylazin-Ketamin [Skripsi]. Bogor: Fakultas Kedokteran Hewan, Institut Pertanian Bogor.

20

LAMPIRAN

Hasil uji statistik onset anestesi

ANOVA

Dependent Variable: onset anestesi

Source DF Sum of

Squares

Mean Square F Value Pr > F Model 1 4.97058824 4.97058824 0.81 0.3810 Error 15 91.50000000 6.10000000 Corrected Total 16 96.47058824

Duncan's Multiple Range Test for onset anestesi

Duncan Grouping Mean N Perlakuan

A 6.750 8 ZKX

A

A 5.667 8 KXMax

Hasil uji statistik durasi anestesi ANOVA

Dependent Variable: durasi anestesi

Source DF Sum of

Squares

Mean Square F Value Pr > F Model 1 579.218954 579.218954 1.65 0.2189 Error 15 5277.722222 351.848148 Corrected Total 16 5856.941176

Duncan's Multiple Range Test for durasi anestesi

Duncan Grouping Mean N Perlakuan

A 54.250 8 ZKX

A

21 Hasil uji statistik nilai temperatur tubuh

ANOVA

Dependent Variable: temperatur tubuh

Source DF Sum of Squares Mean Square F Value Pr > F Model 1 1.57609000 1.57609000 1.65 0.2355 Error 8 7.66240000 0.95780000 Corrected Total 9 9.23849000

Duncan's Multiple Range Test for temperatur tubuh

Duncan Grouping Mean N Perlakuan

A 36.4280 5 ZKX

A

A 35.6340 5 KXMax

ANOVA

Dependent Variable: temperatur tubuh

Source DF Sum of Squares Mean Square F Value Pr > F Model 4 12.78000000 3.19500000 5.23 0.0155 Error 10 6.11333333 0.61133333 Corrected Total 14 18.89333333

Duncan's Multiple Range Test for temperatur tubuh

Duncan Grouping Mean N Perlakuan

A 37.3333 3 0 B 35.8333 3 15 B 3 B 35.2667 3 30 B 3 B 34.9667 3 45 B 3 B 34.7667 3 60

22

Hasil uji statistik nilai frekuensi denyut jantung ANOVA

Dependent Variable: frekuensi denyut jantung

Source DF Sum of Squares Mean Square F Value Pr > F Model 1 85.3333333 85.3333333 2.45 0.1483 Error 10 347.6666667 34.7666667 Corrected Total 11 433.0000000

Duncan's Multiple Range Test for frekuensi denyut jantung

Duncan Grouping Mean N Perlakuan

A 72.167 6 KXMax

A

A 66.833 6 ZKX

ANOVA

Dependent Variable: frekuensi denyut jantung

Source DF Sum of Squares Mean Square F Value Pr > F Model 5 495.111111 99.022222 0.19 0.9592 Error 12 6144.000000 512.000000 Corrected Total 17 6639.111111

Duncan's Multiple Range Test for frekuensi denyut jantung

Duncan Grouping Mean N Perlakuan

A 77.33 3 0 A A 76.00 3 30 A A 74.67 3 60 A A 72.00 3 15 A A 72.00 3 75 A A 61.33 3 45

23 Hasil uji statistik nilai frekuensi respirasi

ANOVA

Dependent Variable: frekuensi respirasi

Source DF Sum of

Squares

Mean Square F Value Pr > F Model 1 115.6000000 115.6000000 6.25 0.0370

Error 8 148.0000000 18.5000000

Corrected Total

9 263.6000000

Duncan's Multiple Range Test for frekuensi respirasi

Duncan Grouping Mean N Perlakuan

A 58.200 5 ZKX

B 51.400 5 KXMax

ANOVA

Dependent Variable: frekuensi respirasi

Source DF Sum of

Squares

Mean Square F Value Pr > F Model 1 115.6000000 115.6000000 6.25 0.0370

Error 8 148.0000000 18.5000000

Corrected Total

9 263.6000000

Duncan's Multiple Range Test for frekuensi respirasi

Duncan Grouping Mean N Perlakuan

A 57.333 3 0 A A 52.000 3 45 A A 50.667 3 15 A A 49.333 3 60 A A 48.000 3 30

24

Tabel Pengamatan

DATA INDUKSI/ RECORVERY

Pengamat:...

Tanggal... No.:... BB:... Sex No. Aktivitas

1 injeksi bius

2 berdiri-jatuh

3 jatuh-berdiri

4 Telinga naik

5 tidak ada perlawanan

6 tidak sadar

8 Rasa sakit

9 reflek mata

10 tonus otot rahang

13 Vokalisasi 14 Maintenance 17 tremor/ kejang 18 Urinasi 19 defekasi 20 Muntah 22 Frek. Napas (/15 s) 23 Frek. Jantung (/15 s) 24 Temperatur Stadium Waktu Awal Waktu Akhir Induksi Anaestesia

25 RIWAYAT HIDUP

Penulis dilahirkan pada tanggal 02 April 1990 di Ngawi-Jawa Timur. Penulis adalah anak pertama dari dua bersaudara pasangan bapak Prayitno, S.Pd. dan ibu Endah Purwatiningsih, S.Pd.

Penulis menyelesaikan pendidikan sekolah dasar di SDN Munggut I pada tahun 2002. Pendidikan menengah pertama penulis tempuh di SMPN 2 Ngawi dan berhasil diselesaikan pada tahun 2005. Pada tahun 2008 penulis berhasil menyelesaikan pendidikan menengah atas di SMAN 2 Ngawi dan pada tahun yang sama penulis mendapatkan kesempatan melanjutkan pendidikan di Fakultas Kedokteran Hewan Institut Pertanian Bogor melalui jalur Undangan Seleksi Masuk IPB (USMI).

Selama menjadi mahasiswa IPB, penulis bergabung dalam beberapa organisasi di kampus. Adapun organisasi yang diikuti yaitu UKM Gentra Kaheman (2008), Himpunan Minat dan Profesi Ruminansia (Himpro Ruminansia) sebagai sekretaris II (2009-2010), dan Ikatan Mahasiswa Kedokteran Hewan Indonesia (IMAKAHI) cabang FKH IPB sebagai ketua divisi kominfo (2010-2011). Penulis juga mengikuti magang profesi dan beberapa kepanitiaan kegiatan kampus FKH IPB.

Dokumen terkait