• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL DAN PEMBAHASAN

4.2 Analisis dan Sintesis

4.2.1.5 Fasilitas dan utilitas

Satu-satunya fasilitas yang ada pada tapak adalah adanya tempat duduk minimalis. Ada dua tempat duduk yang di letakkan di pintu masuk selatan.

Tempat duduk ini hanya dapat menampung sekitar tiga orang dalam satu bangku, total maksimal enam orang. Penggunaan kursi ini termasuk intensif. Jumlah tempat duduk di taman sangatlah kurang. Dibutuhkan kursi tambahan agar user dapat lebih menikmati taman.

Untuk penerangan tidak ada sama sekali didalam tapak, sehingga pada malam hari tapak sangat gelap. Penerangan yang ada hanyalah pada lampu jalan di sekitar tapak yang cahayanya tidak terlalu menerangi tapak. Cahaya lampu taman diluar tapak terhalang rimbunnya pepohonan yang mengelilingi taman. Perlu ditambahkan penerangan di dalam tapak agar tapak masih dapat di akses meskipun malam hari. Karena rimbunnya kanopi pada sekeliling taman, penerangan sebaiknya lampu pendek agar cahaya lampu dapat maksimal.

Pada tapak diperlukan aliran keluar tapak yang menyeluruh. Menurut keterangan salah satu user, pada saat musim hujan tapak memiliki kecenderungan untuk membentuk genangan.Genangan tersebut menjadi banjir dengan ketinggian maksimal ±5 cm ketika hujan besar.

4.2.1.6 Vegetasi dan Satwa

Vegetasi didalam tapak sangat beragam. Pohon peneduh tumbuh sangat rapat sehingga membuat tapak terasa lembap. Jenis-jenis vegetasi yang ada sangat beragam, namun sebagian besar adalah tanaman liar cenderung gulma sehingga dibutuhkan perlakuan khusus untuk menanggulangi gulma yang ada.

Ada beberapa spot yang ditanami tanaman obat oleh ibu-ibu PKK Blok B6. Tanaman tersebut sebagian besar tidak di tanam di dalam tanah namun hanya di tanam dalam polybag dan diletakkan begitu saja sampai besar dan akarnya merusak polybag. Tanaman ini perlu di tata kembali agar usaha ibu-ibu PKK tidak hilang begitu saja dan tanaman tumbuh dengan baik.

Tidak ada satwa yang unik dalam tapak. Hanya ada beberapa hama seperti tikus, belalang, dan sebagainya. Hama tersebut tidak menjadi masalah serius sehingga tidak perlu dicegah keberadaannya dalam tapak.

4.2.2 Aspek Sosial

Untuk mengetahui keinginan dan ide-ide masyarakat, mahasiswa menyiapkan sebuah kuisioner yang akan di sebar ke sebuah kelompok dalam

masyarakat sekitar. Mahasiswa memilih untuk menyebarkan kuisioner kepada kelompok ibu-ibu arisan karena sesuai dengan keterangan ketua RT B6 bahwa kelompok ibu-ibu arisan pernah menanam dan mengurus tanaman obat pada tapak. Pengisian kuisioner dilakukan pada kumpul arisan ibu-ibu yang dilaksanakan pada minggu pertama setiap bulan.

Gambar 11. Suasana saat penjelasan untuk pengisian kuisioner

Kuisioner berisi dua pertanyaan, yaitu pertanyaan mengenai fungsi dan fasilitas yang diinginkan masyarakat untuk desain yang akan di buat. Kuisioner ini di sebar pada arisan bulanan yang di adakan pada minggu pertama di setiap bulan. Dari seluruh kuisioner yang di sebar, hanya 21 respon yang diisi lengkap dan di kembalikan. Rekapitulasi hasil angket dapat dilihat pada tabel 7 dan 8.

Tabel7. Rekapitulasi fungsi yang diusulkan dalam kuisioner

Fungsi yang di inginkan Jumlah Presentase

Tanaman obat (apotik hidup) 10 28,57%

Tanaman buah 9 25,71% Bunga 6 17,14% Tanaman peneduh 4 11,43% Pencegahan banjir 3 8,57% Tanaman sayuran 2 5,71% Penyerap karbondioksida 1 2,86% TOTAL 35 100,00%

Responden tidak dibatasi berapa banyak ide yang dapat dituliskan dalam kuisioner. Presentase hasil kuisioner bukan sebagai penentu besar luasan area masing-masing fungsi atau fasilitas, tapi lebih ke arah tingkat kekuatan dari ide tersebut.

Tabel8. Rekapitulasi fasilitas yang di usulkan dalam kuisioner

Fasilitas yang di inginkan Jumlah Presentase

Taman bermain anak-anak 10 27,03%

Fasilitas olahraga (contoh.

Jogging track) 8 21,62%

Kursi taman 8 21,62%

Penerangan yang memadai 3 8,11%

Tempat sampah 3 8,11%

Tempat parkir 2 5,41%

Pembatas taman 1 2,70%

Air mancur 1 2,70%

Pengolahan sampah organik 1 2,70%

TOTAL 37 100,00%

Dari hasil rekapitulasi angket diterjemahkan kedalam fasilitas-fasilitas yang dibutuhkan untuk memenuhi keinginan masyarakat. Fasilitas tersebut memiliki berbagai kebutuhan ruang yang akan di sesuaikan dengan ketersediaan ruang yang ada pada tapak. Analisis kebutuhan ruang untuk fasilitas disajikan pada tabel 9. Tabel9. Analisis fasilitas yang diinginkan masyarakat

No Fasilitas yang di inginkan

Kebutuhan ruang Kebutuhan yang disediakan

1 Taman bermain

anak-anak 225 m

2 Mainan anak-anak

2 Jogging track 272,8 m2 Jalur jogging

3 Kursi taman 72 m2 Kursi taman berkanopi

4 Tempat parkir 155,2 m2 Area parkir

5 Biopori 30 m2 Lubang biopori

6 Pembatas taman 272,8 m2 Tanaman buah, pagar

7 Tanaman Obat 272,2 m2 Berbagai tanaman obat,

planting pot

8 Air mancur 24 m2 Air mancur

9 Tempat sampah 5 m2 Tempat sampah

Angka kebutuhan ruang didapatkan dengan menggunakan cara sebagai berikut:

1. Taman bermain anak-anak

Angka kebutuhan ruang untuk taman bermain anak-anak didapatkan dengan cara mengalikan jumlah anak yang dapat ditampung pada taman dengan luasan standar kebutuhan satu anak untuk taman bermain. Menurut buku Time Saver Standard for Architecture Landscape, kebutuhan ruang untuk satu anak pada taman bermain adalah 25m2.

2. Jogging track

Angka kebutuhan ruang untuk jogging track didapatkan dengan mengalikan keliling taman dengan lebar jalur jogging track. Luas jogging track yang akan dibuat adalah 1,5m dengan keliling taman sepanjang 182 m2.

3. Kursi taman

Angka kebutuhan ruang untuk kursi taman didapatkan dengan mengalikan kebutuhan ruang kursi taman dengan jumlah orang yang akan ditampung di dalam tapak. Menurut buku Time Saver Standard for Architecture Landscape, kebutuhan ruang untuk kursi yang mampu menampung tiga orang adalah 9 m2. Jumlah orang dapat diakomodir dalam kursi taman adalah 24 orang.

4. Tempat parkir

Angka kebutuhan ruang untuk tempat parkir didapatkan dari kapasitas mobil yang dapat ditampung dan standar luar jalur mobil yang dibutuhkan untuk parkir. Kapasitas mobil yang dapat diparkir pada tempat parkir sebanyak 4 buah mobil. Parkir mobil akan menggunakan tipe parkir 45º sebanyak dua buah mobil dan tipe parkir 90º untuk dua mobil lainnya.

5. Biopori

Angka kebutuhan untuk biopori didapatkan dari luasan pengaruh biopori dikali jumlah biopori yang akan dibuat. Satu buah lubang biopori dapat mempengaruhi tanah sebesar 1 m2.

6. Pembatas taman

Angka kebutuhan untuk pembatas taman didapatkan dengan cara mengalikan keliling taman dengan lebar pembatas taman yang dibuat. Lebar

pembatas taman akan dibuat dengan lebar 3 meter menyesuaikan dengan keadaan tapak.

4.3 Konsep

4.3.1 Konsep Dasar

Konsep dasar dari taman ini adalah taman lingkungan yang mampu memberikan efek kesehatan positif pada penggunanya (Healing Garden). Konsep ini dinilai sejalan dengan keinginan masyarakat yang menginginkan tanaman obat sebagai tanaman yang dominan pada taman tersebut. Dengan adanya taman ini, diharapkan tingkat stress pengguna dapat menurun dan menimbulkan efek kesehatan positif. Untuk mendukung konsep dasar ini, maka dibutuhkan fasilitas yang mampu mendorong aktifitas yang dapat menurunkan tingkat stress pengguna.

Gambar 12. Konsep Dasar

4.3.2 Konsep Desain

Konsep desain yang diterapkan pada taman ini adalah "Healing Beehive". Konsep ini terdiri dari dua hal, yaitu Healing dan Beehive. Secara definisi, healing atau penyembuhan adalah proses pengembalian keseimbangan kesehatan organisme. Karena itu, diharapkan dengan adanya taman ini akan mampu

mengembalikan kondisi fisik dan mental pengguna. Konsep healingakan banyak diterapkan pada elemen softscape dan aktifitas yang dapat dilakukan pada taman ini.

Tanaman yang akan digunakan adalah tanaman yang dapat mendukung konsep healing, seperti tanaman obat, tanaman berbunga, dan tanaman buah. Konsep healing pada tanaman obat mempunyai fungsi literal yaitu dapat menyembuhkan secara fisik. Tanaman obat akan menjadi tanaman yang dominan. Tanaman berbunga dan tanaman buah berfungsi untuk estetika yang bisa menurunkan tensi pengguna.

Konsep healing akan diterapkan pada kegiatan yang dapat dilakukan pada tapak. Akan ada fasilitas untuk melakukan hobi seperti berkebun dan berolahraga. Selain itu juga akan ditambahkan fasilitas untuk anak-anak bermain untuk pengguna berumur 12 tahun kebawah.

Gambar 13. Konsep Desain

Beehive adalah sarang lebah, yang berbentuk heksagonal bertumpuk. Konsep Beehive ini akan di terapkan pada berbagai bentukan hardscape taman.

Bentuk heksagonal banyak digunakan karena heksagonal adalah bentuk poligon simetris yang paling dapat di aplikasikan kedalam desain lanskap dan memiliki keunggulan dalam tiga pasang garis simetris yang paralel dan mampu bersinggungan dengan persegi empat, persegi panjang, dan trapezoid (Booth, 2012).

4.3.3 Konsep Pengembangan

Dokumen terkait