BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
5. Fasilitas
Adapun Sarana Gedung yang dimiliki Rumah Sakit Umum Daerah Syech Yusuf Kabupaten Gowa adalah :
4. Pelayanan Penderita Gawat Darurat di gedung Instalasi Rawat Darurat Sistem Pelayanan IRD
Dengan sistem triage, penderita di pilah dan dilayani berdasarkan kondisi dan riwayat penyakit pasien serta tingkat kegawatannya. Sistem pelayanan di IGD RSUD Syech Yusuf Kabupaten Gowa merupakan sytem terpadu pelayanan 24 jam. Tersedianya ambulance 118, yang dilengkapi dengan radio komunikasi dan alat bantu di dalam ambulance RSUD Syech Yusuf.
5. Instalasi Rawat Jalan (IRJ)
Instalasi Rawat Jalan yang terdiri dari beberapa poli klinik yang setiap hari kerja mulai pyukul 07.30 sampai dengan 14.00 wita yang terdiri dari :
a. Poliklinik umum
b. Poliklinik Penyakit Dalam c. Poliklinik Bedah
d. Poliklinik THT
e. Poliklinik Saraf f. Poliklinik Anak
g. Poliklinik Gigi dan Mulut h. Poliklinik Mata
i. Poliklinik Jiwa
j. Poliklinik Kulit dan kelamin k. Poliklinik Ortopedi
l. Poliklinik KIA/Obgyn 6. Instalasi Rawat Inap (IRNA)
Pelayanan instalasi rawat inap di bagi menjadi lima IRNA a. Rawat inap perawatan I penyakit dalam/interna (asoka) b. Rawat inap perawatan II penyakit anak (melati)
c. Rawat inap perawatan III obsterti, gynekologi, prinatology (mawar) d. Rawat inap perawatan IV penyakit bedah (kamboja)
e. Rawat inap perawatan VII penyakit dalam (tulip) 7. Instalasi penunjng yang terdiri dari :
a. Apotik b. Radiologi c. Laboratorium
d. Instalasi kamar operasi e. Instalasi rehabilitasi medik f. Pemulasaran jenazah g. Intensive care unit (ICU)
h. Instalasi pemeliharaan sarana rumah sakit (IPSRS) 6 . Kelengkapan Di RSUD Syech Yusuf Kabupaten Gowa
1. Jumlah tempat tidur yang tersedia di RSUD Syech Yusuf kabupaten gowa adalah 186 TT yang terdiri dari :
a. VIP = 4 TT b. KLS II = 22 TT c. KLS II = 30 TT
d. KLS III = 130 TT termasuk : a) Perinatologi = 4 TT b) Kamar bersalin = 6 TT c) Indikator = 10 TT d) Gynekologi = 7 TT e) ICU = 8 TT 7. Ketenagaan
Ketenagaan RSUD Syech Yusuf kabupaten gowa terdiri dari 345 orang dengan perincian sebagai berikut :
A. Struktural = 17 orang B. Dokter Umum = 17 orang C. Dokter spesialis = 23 orang D. Dokter gigi = 5 orang E. Perawat = 125 orang F. Perawat gigi = 4 orang G. Bidan = 43 orang
H. Analisis kesehatan = 15 orang I. Radiolografer = 9 orang J. Nutrisionis = 9 orang K. Surveilans = 6 orang L. Farmasi = 11 orang M. Perekam medis = 7 orang N. Fisioterapis = 7 orang O. Aterm = 5 orang P. Akuntansi = 2 orang Q. Sanitarian = 3 orang R. Teknik informatika = 1 orang S. Administrasi = 30 orang T. Tenaga teknis = 2 orang U. Securty = 3 orang V. Sopir = 1 orang
8. Informasi Pelayanan Kesehatan Di RSUD Syech Yusuf Kabupaten Gowa Alamat untuk informasi tentang pelayanan kesehatan di RSUD Syech Yusuf Kabupaten Gowa, menghubungi nomor telpon. 0411-866536 atau ke nomor 08539911116
B. Efektivitas Pengelolaan Jaminan Kesehatan Nasional Di Rumah Sakit Umum Daerah Syech Yusuf Kabupatan Gowa
Pelaksanan Jaminan Kesehatan Nasional Di Rumah Sakit Umum Daerah Syech Yusuf Kabupaten Gowa, fasilitas, dan pelayanan administrasi
merupakan suatu kegiatan administrasi serta kelengkapan yang nantinya merupakan suatu bentuk yang tujuannya untuk terpenuhinya kepuasan pelanggan dengan pelayanan prima. Cakupan JKN akan diperluas secara bertahap sebagai pihak pelaksana adalah semua rumah sakit pemerintah di indonesi salah satunya adalah RSUD Syech Yusuf Kabupaten Gowa Selain dimaksudkan untuk menghapuskan hambatan finansial bagi masyarakat dalam menjangkau pelayanan kesehatan yang komprehensif dan bermutu, JKN juga dimaksudkan untuk :
1. Mewujudkan kendali mutu dan kendali biaya dalam pelayanan kesehatan.
2. Memperkuat layanan kesehatan primer dan sistem rujukannya.
3. Mengutamakan upaya promotif-preventif dalam pelayanan kesehatan untuk menekan kejadian penyakit, sehingga orang yang berobat berkurang, dan pembiayaan kesehatan menjadi lebih efisien.
Berdasarkan pemaparan tersebut maka akan dilakukan wawancara tentang pelayanan Di Rumah Sakit Umum Daerah Syech Yusuf Kabupaten Gowa sebagai penyelenggara Jaminan kesehatan Nasional.
Berikut hasil wawancara dengan Dr.Helena Kendengan SP.Kk di Rumah sakit selaku Dokter Poli rumah sakit RSUD Syech Yusuf Kabupaten Gowa :
“Pelaksanaan Jaminan Kesehatan di rumah sakit Syech Yusuf berjalan dengan baik dan lancar. Tidak ada kendala yang kami hadapi dan pasien yang berobat pun tidak pernah kami pertanyakan dia anggota jkn atau jamkesmas kami selalu melayani dengan baik.”
(wawancara: senin 01 september 2014 pukul 12.00 wita)
Berdasarkan hasil wawancara dengan salah seorang dokter rumah sakit, dapat di simpulkan dokter rumah sakit sangat menjaga komitmen untuk tetap memberikan pelayanan kepada masyarakat tampa membeda bedakan kepada pasien, baik dari pasien umum, jamkesmas maupun JKN.
1. Pelayanan yang di berikan pada pihak rumah sakit
Jenis Pelayanan di berlakukannya JKN yaitu mendapatkan manfaat medis berupa pelayanan kesehatan, dan manfaat non medis berupa akomodasi dan ambulance.
untuk menguji peryataan yang telah di sampaikan oleh Dr.Helena Kendengan SP.Kk tentang penyelenggaraan JKN berjalan secara efektif di Rumah sakit. maka, kebenaran mengenai peryataan tersebut dilakukan serangkaian pertanyaan kepada masyarakat. Berikut pertanyaan ibu H. Raiyah rumah sakit mengenai pelayanan :
“Pelayanan di rumah sakit ini sudah cukup baik, saya selalu di periksa dengan rutin oleh tim dokter di rumah sakit ini, tapi ada resep obat yang diberikan oleh dokter yang tidak di tanggung oleh jkn-bpjs sehingga saya harus membeli obat diluar dengan mengeluarkan uang pribadi”.
(wawancara: selasa 02 september 2013 pukul 13.00 wita)
Selanjudnya pernyataan ibu Aminah memberi tanggapan di rumah sakit ketika dilakukan wawancara diruangan perawatan :
“Saya masuk anggota jkn-bpjs kelas III dengan membayar ansuran di Bank Rp.25.500 tiap bulan karna anjuran Dokter, pelayanan yang saya dapatkan disini bagus. tetapi tentu saya mesti harus membayar yuran tiap bulannya meskipun saya sakit maupun tidak sakit mesti harus membayar dan tentu ini memberatkan karna masih ada biaya kebutuhan tiap hari yang harus terpenuhi dan semakin mahal harganya.”
(wawancara: , 03 september 2014 pukul 12.00 wita)
Selanjudnya hasil wawancara dengan bapak Dg. Sisi selaku pengguna Jkn yang dirawat di rumah sakit diwakilkan oleh anaknya karna kondisinya masih lemah, mengatakan bahwa :
“Pelayanan di rumah sakit ini sudah berjalan dengan baik, setiap ada ganguan rasa sakit yang dialami ketika menjalani penyembuhan sehabis oprasih segera di laporkan ke petugas perawat, tapi pada saat bapak sehabis di oprasih bapak membutuhkan empat kantong darah yang seharga satu kantong darah Rp 250.000 dan kami Cuma bisa membeli dua kantong darah, apakah uang kami ini nantinya bisa diganti atau memang tidak ditanggung oleh Jkn-bpjs saya masih tidak mengerti program dari bpjs kesehatan”.
(wawancara: kamis 04 september 2014 pukul 13.00 wita)
Ada pula tanggpaan hasil wawancara bapak Syamsudding Dg. Siala di rumah sakit :
“Saya rasa pelayanan di rumah sakit ini sudah baik, tetapi masih ada fasilitas pelayanan yang masih harus di tambahkan karna pelayanan disini sangat berbeda dengan pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit umum Bayangkara yang dimana saya pernah di rujuk dan berobat di sana kurang lebih seminggu”
(wawancara: jum‟at 05 september 2014 pukul 13.00 wita)
Berdasarkan hasil wawancara dengan informan di atas terlihat bahwa pelaksanaan pelayanan di Rumah Sakit Umum Daerah Syech Yusuf kabupaten Gowa mengenai Jaminan kesehatan Nasional pelayanan di rumah sakit sudah berjalan dengan baik, tetapi pelayanan mengenai fasilitas obat yang ternyata masih banyak obat yang tidak ditanggung oleh pihak BPJS mengenai program JKN, dan tentu ini sangat membuat masyarakat menjadi semakin kesulitan karna ada patokan harga obat yang ditanggung oleh pihak BPJS dan tentu ada
pembengkakan biaya yang harus dikeluarkan kepada masyarakan dan ini tentu menyulitkan mereka yang tergolong keluarga yang kurang mampu karna masih banyak sekali masyarakat tidak tahu persis apa itu jaminan kesehatan nasional karena masih minim sosialisasi. Fudan, Liver Care, Oxan, dan obat Paten”.
(wawancara: minggu 06 september 2014 10.00 wita)
Berdasarkan hasil wawancara informan empat orang pasien yang berobat di Rumah Sakit Umum Daerah Syech Yusuf kabupaten Gowa mereka semua memberi respon positif tentang pelayanan di rumah sakit tersebut tapi tentu tidak dari segi fasilitas utamanya mengenai obat dan sosialisasi. Jelas tanggapan yang dilontarkan oleh salah seorang dokter poli rumah sakit RSUD Syech Yusuf tentang pelaksanaan efektivitas pengelolaan JKN sudah berjalan dengan baik. Tetapi,Tanggapan masyarakat sama dengan apa yang peneliti lihat selama melakukan pengamatan langsung di lapangan menunjukkan bahwa, pelaksanan pelayanan kesehatan khususnya jaminan kesehatan nasional yang dilaksanankan di Rumah sakit umum daerah Syech Yusuf Kabupaten Gowa pelayanan dan pelaksanaan Kurang Efektif, kenapa dikatakan kurang efekif dikarnakan fasilitas pelayanan obat obatan masih kurang dan ada
patokan harga yang di berikan oleh pihak BPJS sehingga menyulitkan masyarakat dan tentu mengalami pembengkakan harga sehingga mengurangi rasa keterpuasan masyarakat serta sosialisasi masih minim sehingga masyarakat masih bertanya-tanya tentang pelayanan kesehatan apa yang dijaminkan oleh masyarakat dan ini pula juga tentu pelayanan dan fasilitasnya berbeda di setiap rumah sakit sehingga masyarakat tentu memilih rumah sakit rujukan yang fasilitasnya lebih lengkap sehingga dapat memuaskan masyarakat pengguna JKN.
2. Kelengkapan Fasilitas rumah sakit
Fasilitas disediakan oleh pihak penyelenggara untuk dapat mencapai tujuan yang di inginkan serta dapat diatur dengan baik untuk di berikan kepada peserta jaminan kesehatan nasional untuk memuaskan pelayanan yang diberikan kepada pasien di rumah sakit umum daerah Syech Yusuf Kabupaten Gowa .
Berikut hasil wawancara dengan ibu Misnawati, SKM di ruangannya selaku bagian Rekam Medis yang mengangani pengelolaan JKN di RSUD Syech Yusuf Kabupaten Gowa :
“Fasilitas dirumah sakit sudah lengkap baik dari segi fasilitas ruangan yang kami gunakan juga sudah nyaman sehingga sangat membantu kami melakukan pekerjaan dalam mengelola data peserta yang berobat menggunakan jaminan kesehatan Nasional untuk diserahkan kepada manajemen kantor BPJS”
(wawancara: kamis 04 september 2014 pukul 14.00)
Hal yang sama diungkapkan oleh Dr. Helena Kendengan SP.Kk selaku dokter POLI rumah sakit dalam wawancara di ruangannya :
“Fasilitas pengobatan sudah memadai, baik dari instansi rawat jalan, instansi rawat inap, serta instansi penunjang seperti Apotik, radiologi, laboratorium, instalasi kamar operasi semua sudah bagus”
(wawancara: selasa 02 september 2014 pukul 11.00)
Hasil wawancara kepada petugas perekam medis dan salah seorang dokter pelaksanan Jaminan kesehatan Nasional di rumah sakit RSUD Syech Yusuf secara jelas bahwa fasilitas untuk perekam medis mengelola data baik dari fasilitas ruangan yang nyaman dan fasilitas komputer untuk pengkodingan data sudah lengkap demikian juga dari pihak dokter fasilitas kedokteran yang di gunakan di rumah sakit untuk memeriksa pasien sudah mengcukupi. Untuk menguji kebenaran mengenai peryataan tersebut, maka dilakukan serangkaian pertanyaan kepada beberapa pasien di rumah sakit RSUD Syech Yusuf,
Berikut hasil wawancara dengan H. Raiyah di ruangan rawat inap perawatan VIII tentang fasilitas dirumah sakit :
“Fasilias yang saya dapatkan di ruangan ini kelas II sudah bagus, ruangan ber AC dan fasilitas kamar tidur 3, tapi yang saya tidak mengerti kenapa ada resep dokter mengenai obat yang tidak ditanggung oleh BPJS padahal saya ini membayar yuran perbulan untuk mendapatkan kepastian pemeliharaan kesehatan, dan sehingga pada saat ada resep dokter, saya mesti harus membeli obat di luar rumah sakit dengan biaya sendiri, dan ini tentu sangat merugukan saya, di karnakan perogram BPJS adalah mendapatkan kepastian mengenai kesehatan”
(wawancara: kamis 04 september 2014 13.00 wita)
Selanjudnya pernyataan ibu Aminah memberi tanggapan ketika di lakukan wawancara di ruangan perawatan kelas II :
“Saya mendaftar JKN-BPJS dengan mengambil fasilitas kelas III dengan membayar yuran perbulan Rp.25.500, tapi pada saat mejalani pemeriksaan rujukan saya meminta di rawat di RSUD Syech Yusuf, saat mengalami perawatan. fasilitas kamar kelas III tidak ada yang kosong sehingga saya diminta di pindahkan di kamar kelas II tapi tentu dengan biaya tambahan yang mesti harus saya keluarkan dan ini tentu saya mesti harus mengeluarkan biaya lagi”
(wawancara: jum‟at 05 september 2014 13.00 wita)
Selanjudnya hasil wawancara dengan bapak Syamsudding Dg. Siala di ruangan perawatan juga mengatakan bahwa :
“Mendapatkan pelayanan dan fasilitas jkn-bpjs di rumah sakit ini, saya dulu adalah peserta jamkesmas yang ketika berobat rawat jalan maupun rawat inap Cuma memperlihatkan KK semua di gratiskan. Cuma bedanya adalah ketika mendapatkan perawatan rawat inap, saya di tempatkan di bansal dan peserta JKN di tempatkan kelas sesuai paket yang dipilih tetapi Fasilitas yang saya dapatkan sama pelayanannya, Cuma bedanya kalau peserta JKN sakit tidak sakit membayar dan peserta jamkesmas di gratiskan.”
(wawancara: kamis 04 september 2014 pukul 09.00 wita)
Berikut hasil wawancara dengan bapak sisi di ruangan perawatan di rumah sakit :
“ Sehabis di oprasi saya diminta untuk beristirahat seminggu di rumah sakit dan diminta untuk membeli 4 kantong darah dengan biaya sendiri, tetapi saya bertanya ke petugas rumh sakit bahwa uang untuk pembelian 4 kantong darah akan dikembalikan setelah melapor ke kantor BPJS tapi ada juga obat yang tidak di tanggung JKN sehingga saya mesti harus membeli diluar”
(wawancara: jum‟at 05 september 2014 pukul 11.00 wita)
Berdasarkan hasil wawancara dengan empat orang pasien di rumah sakit yang di rawat di ruangan perawatan. Tidak satupun dari mereka yang memberikan komentar positif tentang fasilitas utamanya mengenai obat yang diberikan oleh JKN bpjs, semua responden berpendapat bahwa program yang dirancang BPJS tentang JKN, masyarakat menilai bahwa pelayanan dirumah sakit RSUD Syech Yusuf sudah cukup efektif, tetapi program yang dirancang oleh BPJS masih perlu dilakukan perubahan sehingga masyarakat dapat benar-benar mendapatkan kepastian kesehatan sepenuhnya. seperti yang selama ini di
publikasikan di Media Massa tentang pentingnya mendaftarkan diri sebagai pengguna JKN untuk mendapatkan kepastian kesehatan yang menyeluruh bagi setiap rakyat Indonesia agar penduduk Indonesia dapat hidup sehat, produktif, dan sejahtera.
Selanjudnya pengakuan yang dilontarkan ibu Nasriah,amd Kep selaku perawat di rumah sakit yang melayani pasien di rumah sakit mengungkapkan bahwa :
“Masalah yang kami hadap di rumah sakit ini dalam hal penyelenggaraan jaminan kesehatan nasional adalah mengenai keterbatasan fasilitas salah satunya adalah mengenai ruangan, serta fasilitas pemeriksaan. salah satu contoh adalah meteran O2 yang masih kurang serta alat pemeriksaan yang sudah banyak yang rusak, dan hal yang sering kami hadapi adalah masalah mengenai obat yang tidak ditanggung oleh pihak BPJS”
Wawancara: senin 07 september 2014 pukul 11.00 wita)
Pengakuan yang dilontarkan dengan ibu nasriah dan hasil wawancara informan di atas dapat disimpulkan bahwa memang tidak semua rumah sakit dapat di selenggarakannya program JKN karna, tidak semua rumah sakit sama mekanisme pelaksanaannya, ternyata peneliti melihat obat yang ditanggungkan oleh JKN-BPJS adalah Cuma obat generik dan obat paten tidak ditanggungkan.
serta mengenai obat yang ditanggung oleh JKN-BPJS ada tetapi ketersediaan obat tidak ada di rumah sakit sehingga harus memakan biaya sendiri. dan juga fasilitas ruangan masih kurang seperti pengakuan salah seorang informan yang berpindah kelas akibat kurangnya ruang yang kosong sehingga menimbulkan biaya beban yang harus dikeluarkan, masyarakat menilai perogram JKN-BPJS masih kurang efektif karna masyarakat lebih mengingkan pengobatan secara gratis dibandikan dengan membayar ansuran tiap bulan di bank, yang dimana
sakit, tidak sakit mesti harus di membayar. Apalagi masyarakat golongan kurang mampu lebih memilih jamkesmas ketimbang JKN, yang Cuma perbedaannya Cuma terletak di fasilitas rawat inapnya saja.
Hasil wawancara tersebut sama dengan penilaian yang diamati dilapangan, peneliti selalu melihat bahwa ternyata obat yang ditanggung oleh pihak BPJS adalah Cuma obat yang murah saja, dan sakit, tidak sakit mesti harus membayar sesuai paket yang di pilih. peneliti pula melihat dilokasi penelitian ternyata setiap pasien yang berobat ke rumah sakit dan membutuhkan perawatan medis, dokter selalu menganjurkan untuk mendaftarkan diri sebagai pengguna JKN tampa mengetahui status sosial atau pekerjaan pasien sehingga masyarakat yang miskin harus membayar yuran perbulannya sehingga terbebani dengan biaya tersebut. Padahal program dari BPJS yang selama ini di pulikasikan di berbagai media adalah semua rakyat miskin atau PBI (Penerima Bantuan Iuran) ditanggung kesehatannya oleh pemerintah, tetapi peneliti melihat dana dari PEMDA daerah belum ada sampai sekarang ini. Sehingga rakyat miskin masih membayar yuran dengan biaya sendiri.
3. Manajemen yang menangani Pengelolaan JKN di rumah sakit
Manajemen yang mengelola jaminan kesehatan nasional dirumah sakit adalah bagian rekam medis sebagaimana ibu Misnawati,SKM menjelaskan kepada peneliti mengenai mekanisme pengelolaan di rumah sakit. Berikut wawancara informan mengenai menejemen rekan medis mengelola JKN saat di wawancara di ruangannya :
“seluruh petugas Rekammedis sudah melakukan tugas dengan baik, sebagaimana standar mekanisme penanganan berkas pengkodingan penyakit yang diberikan tanggungan oleh peserta yang menggunakan prinsip asurasi sosial. dan juga sudah sesuai dengan prosedur rumah sakit Klasifikasi B.”
Berdasarkan hasil wawancara dengan ibu Misnawati,SKM selaku bagian rekam medis. dapat disimpulkan bahwa penanganan tentang menejemen yang mengelola JKN dirumah sakit sudah sesuai, yang dimana mekanismenya, yaitu:
1) Pasien mendaftar di TTP (tempat pendaftaran pasien) 2) Pasien menyerahkan surat jaminan kesehatan
3) Pasien diarahkan di ferivikasi jaminan untuk melegalisir
4) Setelah di ferivikasi, pasien kembali ke TPP lalu di arahkan ke POLI 5) Setelah pasien mendapatkan pelayanan, petugas mencatat di buku
register pelayanan
6) Setelah mendapatkan pelayanan, berkas rekam medis pasien di bawah ke bagian pengelolaan rekam medis
7) Berkas pasien kemudian di Koding (kode diagnosa)
8) Setelah petugas rekam medis mengkoding, kemudian berkas tersebut dikirim ke bagian ferivikasi jaminan
9) Di bagian verifikasi jaminan petugas verifikasi mencocokkan apakah masuk tanggungan BPJS atau tidak
Bagan III. Mekanisme pengelolaan JKN di rumah sakit.
C. Faktor Yang Mempengaruhi Pengelolaan Jaminan Kesehatan Nasional Di Rumah Sakit Umum Daerah Syech Yusuf Kabupaten Gowa
Berdasarkan hasil observasi dan wawancara di lapangan mengenai masalah evektivitas pengelolaan jaminan kesehatan nasional di rumah sakit umum daerah Syech Yusuf kabupaten gowa. Terdapat beberapa hal yang menjadi pendukung serta ada juga yang menghambat proses kegiatan pelaksanaan pelayanan kesehatan.berikut pengelompokan faktor yang mempengaruhi efektivitas pengelolaan di rumah sakit :
1. Faktor Pendukung
Faktor pendukung meruakan suatu hal atau kejadian yang membantu proses terjadinya suatu kegiatan dalam pelayanan penyelenggaraan jaminan kesehatan nasional di rumah sakit umum daerah Syech Yusuf Kabupaten
T T P
P O L I
REKAM MEDIS
SELESAI VERIFIKASI JAMINAN
Gowa. Berikut beberapa faktor yang mendukung dalam pelaksanaan pelayanan jaminan kesehatan nasional di rumah sakit :
a. Fasilitas rumah sakit
Kelengkapan fasilitas pemeriksaan di rumah sakit merupakan sarana pendukung yang dapat membantu seluruh pelaksanaan pemeriksaan pengobatan untuk pegawai dalam penanganan di rumah sakit. Berikut hasil wawancara Dr. Helena Kendengan SP.Kk yang mendukung dalam pelayanan pemeriksaan di rumah sakit :
“Fasilitas di rumah sakit sudah cukup lengkap ehingga sangat membantu kami melakukan pengobatan di rumah sakit ini. Fasilitas yang Mendukung di sini adalah ruangan Laboratorium, ruangan Radiologi, dan untuk ruangan fasilitas perawatan untuk peserta jaminan kesehatan nasional sesuai paket yang dipilih kelas III tempat tidur empat, kelas II AC serta tempat tidur tiga, kelas I tempat tidur dua, AC satu, televisi satu, dan kulkas satu, dan untuk ruangan VIP tempat tidur satu, kulkas satu, AC satu, dan televisi satu..”
(Wawancara: selasa 08 september 2014 pukul 11.30 wita)
Berdasarkan hasil wawancara di atas, dapat di simpulkan bahwa fasilitas pengobatan di rumah sakit sudah lengkap, salah satunya untuk ruangan pengobatan laboratorium dan ruangan rawat inap untuk peserta jaminan kesehatan nasional sudah memadai sehingga penyelenggaraan jaminan kesehatan nasional dapat dilaksanakan.
b. Lokasi yang strategis
Lokasi rumah sakit RSUD Syech Yusuf berada tepat di pinggir jalan sehingga mudah untuk di temui masyarakat serta terletak di ibu kota Kabupaten gowa dan tidak jauh dari kantor kecamatan somba opu
kabupaten gowa sehingga sangat mudah untuk di ketahui oleh masyarakat tampa perlu khawatir untuk tersesat.
2. Faktor pemhambat
Faktor penghambat merupakan suatu hal atau kejadian yang dapat menjadi kendala proses terjadinya suatu kegiatan pelaksnaan dalam pelayanan pengelolaan Jaminan kesehatan Nasional Di Rumah Sakit Umum Daerah Syech Yusuf Kabupaten Gowa. Berikut beberapa faktor pemhambat dalam pengelolaan pelayanan jaminan kesehatan nasional di rumah sakit.
1. Kurang pemahaman sosialisasi yang diberikan petugas pelaksana
Petugas rumah sakit merupakan tombak dalam pelayanan kesehatan yang paling mengetahui pasien yang berobat. Pasien rumah sakit sering kecewa fasilitas obat yang ternyata masih ada obat yang tidak di tanggung oleh pihak JKN bpjs di rumah sakit sehingga menimbulkan biaya beban tambahan kepada masyarakat. Serta Pemda kabaten gowa belum mengeluarkan anggaran kepada warga warga yang di bayarkan JKN. Sehingga masyarakat belum mendapatkan manfaat dari JKN sehingga masih mamakai jamkesmas dengan perawatan inap dibansal.
2. Masih Kurangnya tenaga medis
Kekurangan tenaga medis juga berakibat pelaksanaan JKN kurang efektif sehingga penanganan pemeriksaan terhambat peneliti melihat tenaga perawat dinilai masih kurang serta kebanyakan yang ada di
rumah sakit adalah dokter koas yang sementara berprofesi disana sehingga penanganan pengoatan pasien kurang maksimal.
3. Alat medis yang sudah rusak di ruangan UGD
Pemeriksaan pelayanan medis untuk pasien yang mengalami gawat daruat harus segera dilakukan supaya kondisi pasien dapat segera di sembuhkan, tapi kenyataannya fasilitas di ruangan Unit gawat darurat sudah ada alat yang sudah rusak, berikut pengakuan dari ibu
Pemeriksaan pelayanan medis untuk pasien yang mengalami gawat daruat harus segera dilakukan supaya kondisi pasien dapat segera di sembuhkan, tapi kenyataannya fasilitas di ruangan Unit gawat darurat sudah ada alat yang sudah rusak, berikut pengakuan dari ibu