• Tidak ada hasil yang ditemukan

TabeTabel IV Fasilitas ibadah yang ada di Desa Grogol Kelurahan Dukuh

No. Nama Tempat Ibadah Jumlah

1. Masjid 2

2. Mushola 2

3. Gereja 1

NO. AGAMA JUMLAH

1. ISLAM 4.532

2. KRISTEN 437

3. KATOLIK 149

4. HINDU 23

4. Pura -

5. Vihara -

6. Klenteng -

(Sumber: Data monograf fasilitas prasarana ibadah Kelurahan Dukuh

tahun 2016).

B. Hasil Wawancara Pelaku Pernikahan Sirri di Desa Grogol

1. Pernikahan sirri ibu ST dengan Pak AF

Wawancara dengan bapak AF dan ibu ST dilakukan pada

tanggal 3 februari 2017 di rumah bapak AF di Desa Grogol Kelurahan

Dukuh Kecamatan Sidomukti. Bapak AF yang berumur 37 tahun

bekerja sebagai karyawan di sebuah toko bangunan yang ada di

Salatiga. Sedangkan ibu ST berumur 35 tahhun memiliki sebuah usaha

warung yang menjual siomay, batagor, mpek-mpek, dan aneka macam

jus buah di depan rumahnya. Sebelum menikah pak AF berstatus duda

dan ibu ST sedang dalam proses perceraian dengan suami pertamannya

yan bernama pak SW. Dulu sebelum menikah dan tinggal di Desa

Grogol, pak AF adalah warga suruh dan ibu ST ikut suami pertamanya

di Desa Beji Kabupaten Semarang. Ibu ST menikah dengan bapak SW

pada tahun 2008 dan di karuniai satu anak perempuan. Pada saat ibu

ST hidup denga pak SW, beliau mulai merasakan ketidak cocokan lagi

dengan suaminya tersebut. Pada tahun ke dua pernikahan ketidak

cocokan tersebut mulai di rasakan ibu ST di karenakan suaminya tidak

menganggap tidak ada rasa tanggung jawab dari suami pertamanya

terhadap keluarga. Menyikapi sikap suaminya tersebut ibu ST

memutuskan untuk bekerja di luar negeri pada tahu 2010.

Proses awal perkenalan pak AF dan ibu ST adalah saat

sama-sama bekerja sebagai TKI di Taiwan. Pada tahun 2010 pak AF pergi

ke Taiwan untuk bekerja disana selama kurang lebih empat tahun. Dan

pada tahun yang sama ibu ST juga pergi ke Taiwan sebagai tenaga

kerja wanita (TKW) disana selama kurang lebih empat tahun. Pak AF

bekerja sebagai karyawan pabrik alumunim di Kaohsiung Taiwan dan

bu ST bekerja sebagai PRT (pembantu rumah tangga) di Chungli

Taiwan. Pada saat wawancara ibu ST mengatakan bahwa awal

perkenalan beliau dengan pak AF adalah melalui jejaring sosial

facebook. Mereka berkenalan dan saling chating melalui facebook

tersebut. Mereka menjalin hubungan di Taiwan selama kurang lebih

dua tahun. Setelah masa kontak kerja mereka habis mereka kembali ke

Indonesia. Pak AF pulang ke Suruh dan ibu ST pulang ke Jakarta di

rumah kakak nya.

Setelah pulang dari Taiwan mereka masih menjalin hubungan

sehingga menyebabkan ibu ST hamil diluar nikah. Pada saat itu ibu ST

masih berstatus istri dari suaminya dan belom menggugat cerai

suaminya. Dan setelah keluarga ibu ST mengetahui tentang hal itu ibu

sidang cerai yang pertama pada tahun 2015 ibu ST dan pak AF

melangsungkan pernikahan sirri. Pada saat pernikahan sirri ibu ST

sudah dalam masa kehamilan enam bulan dan masih dalam proses

perceraian dengan suami pertamanya.

Pak AF dan ibu ST melangsungkan pernikahan sirri di Desa

Grogol pada tanggal 10 desember 2015. Pada pernikahan pak AF dan

ibu ST terdapat dua orang saksi, yaitu pak YT sebagai saksi pihak

laki-laki dan pak MJ sebagai saksi pihak perempuan. Wali serta orang yang

mengijabkan mempelai pada pernikahan sirri tersebbut adalah pak SN

yang merupakan kakak tiri dari pihak perempuan ( ibu ST), sedangkan

yang memberikan doa pada pernikahan sirri tersebut adalah seorang

ustaz bernama Pak SR dari Pagergedok. Pernikahan sirri tersebut

dilakukan sekitar jam 10.00 WIB di rumah bapak TR sebagai kakak

ipar dari pihak perempuan. Pernikahan tersebut tidak mengundang

tokoh masyarakat satu pun, hanya pihak tertentu saja yang hadir dalam

pernikahan sirri tersebut.

2. Pernikahan pak MJ dengan ibu TM

Wawancara dengan bapak MJ dan ibu TM dilakukan pada

tanggal 5 februari 2017 di kediaman bapak MJ di desa Grogol. Bapak

MJ berumur 41 tahun. Sebelum tinggal di Grogol beliau adalah warga

Lebak Bringin Kabupaten Semarang. Pak MJ bekerja di pabrik

minyak nila di daerah Bandungan Kabupaten Semarang. Sebelum

Pak MJ dan ibu SK berumah tangga hampir 10 tahun namun belum

dikaruniai anak. Sedangkan ibu TM adalah seorang janda beranak satu

berumur 41 tahun. Sebelum menikah dengan pak MJ, ibu TM bekerja

sebagai tenaga kerja wanita (TKW) di Arab saudi. Awal mula

perkenalan pak MJ dengan ibu TM adalah saat pak MJ dan ibu TM

sama-sama bekerja di Ques Net salah satu lembaga multi level

marketing (MLM). Sejak saat itu pak MJ dan ibu TM menjalin hubungan dan pada akhirnya mereka menikah.

Pernikahan pak MJ dan ibu TM dilaksanakan pada tanggal 14

april 2017 pukul 09.00 WIB di kediaman ibu TM di Desa Grogol. Pada

saat menikah status pak MJ masih menjadi suami sah dari ibu SK

(belum bercerai). Pada saat proses pernikahan tersebut terdapat dua

orang saksi yaitu pak WD, sebagai saksi pihak perempuan dan pak KS

sebagai saksi pihak laki-laki. Wali yang mengijabkan dalam

pernikahan ibu TM adalah pak SP ayah dari ibu TM. Sedangkan ustaz

yang mendoakan pada pernikahan tersebut adalah pak SR dari

Pagergedok Banyubiru. Dari pernikahan tersebut dikaruniai satu anak

perempuan.

3. Pernikahan sirri bapak KF dengan ibu ES

Data di dapat dari wawancara dengan bapak KF dan Ibu ES

pada tanggal 12 februari 2017 di rumah kontrakan ibu ES di Grogol.

Pak KF adalah seorang pegawai rumah makan berusia 26 tahun,

di Salatiga berumur 46 tahun. Sebelum menikah dengan pak KF ibu

ES adalah seorang janda yang pernah menikah dua kali. Pernikahan

pertama dengan pak DN dikaruniai dua orang anak, sedangkan

pernikahan yang kedua dengan pak AD dikarunia seorang anak.

Awal mula perkenalan pak KF dan ibu ES saat pak AF mengantar

makanan di tempat kerja ibu ES. Sejak saat itu pak KF dan ibu ES

menjalin hubungan. Selama kurang lebih tiga bulan menjalin

hubungan, pak KF sering datang ke rumah ibu ES pada malam hari

dan kadang menginap . Dikarenakan tetangga yang resah terhadap

kelakuan pak KF dan ibu ES maka salah satu tetangga yang dekat

dengan ibu ES menegur agar tidak melakukan kumpul kebo.

Dari teguran tersebut pak KF dan ibu ES melangsungkan

pernikahan sirri di rumah kontrakan ibu ES di Desa Grogol pada

tanggal 26 desember 2017 pukul 09.00 WIB. Saat pernikahan

dilakukan terdapat empat orang saksi, satu orang wali, dan seorang

ustaz dari banyubiru. Wali serta orang yang mengijabkan dalam

pernikahan adalah pak BN kakak tiri dari ibu ES, seorang buruh tani

di Candi Kabupaten Semarang berumur 50 tahun. Pada pernikahan

sirri yang dilakukan oleh pak KF dan ibu ES tersebut, ayah ibu ES

tidak diberitahu sedangkan keluarga pak KF juga tidak diberi tahu

mengenai pernikahan tersebut. Pernikahan yang dilakukan oleh pak

Banyubiru selaku orang yang dan mendoakan pada pernikahan

tersebut.

C. Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Nikah Sirri

1. Faktor pada kasus ibu ST dan pak AF

Pada saat wawancara ibu ST mengatakan beberapa faktor

mengapa beliau menikah sirri dengan pak AF. Faktor yang pertama

adalah sudah tidak cinta dengan suami yang pertama, dikarenakan

suami yang pertama ibu ST yang bernama pak SW sudah tidak

menafkahi ibu ST selama dua tahun baik nafkah lahir maupun batin.

Ibu ST mengatakan pak SW sudah tidak bertanggung jawab terhadap

ibu ST dan anak nya yang berumur delapan tahun .

Faktor yang kedua adalah masih dalam proses perceraian dengan

suami pertamanya. Ibu ST mengatakan saat melakukan pernikahan

sirri dengan pak AF beliau masih dalam proses bercerai dengan suami

pertama. Jika secara hukum di Indonesia bahwasanya orang yang

masih dalam proses perceraian dan belum sah menjadi seorang janda

dan belum berakhir masa iddahnya maka tidak dibolehkan untuk

menikah secara resmi oleh orang lain.

Faktor yang ketiga adalah ibu ST sudah dalam keadaan hamil

era globalisasi ini akses informasi dari media cetak maupun media

elektronik mudah sekali didapat. Dengan adanya kemudahan tersebut

dapat menimbulkan dampak yang positif dan negatif. Salah satu

dampak positif nya adalah pola pikir masyarakat yang semakin meluas

dan berpengetahuan, sedangkan dampak negatif yang muncul adalah

jika hal tersebut tidak diimbangi dengan proteksi penyaringan atas

informasi yang didapat akan berakibat fatal. Hal ini berakibat

terjadinya perbuatan yang menyimpang, salah satunya adalah free sex

dan yang terjadi pada kasus bu ST dan pak AF adalah salah satu

contohnya, ibu ST hamil diluar nikah dengan pak AF.

2. Faktor pada kasus bapak MJ dan ibu TM

Pada wawancara dengan bapak MJ mengenai faktor yang

mempengaruhi beliau menikah sirri dengan ibu TM dikarenakan pak

MJ sudah lama menikah dengan ibu SK belum dikaruniai seorang anak,

maka dari itu bapak MJ berfikiran untuk melakukan poligami untuk

bisa mendapatkan keturunan.

Faktor yang kedua adalah status bapak MJ yang masih suami dari

ibu SK, yang mana mereka belum bercerai secara sah akan tetapi ibu

SK sudah menikah lagi dengan orang lain.

3. Faktor pada kasus bapak KF dan ibu ES

Pada wawancara dengan narasumber tanggal 12 februari 2017, ada

beberapa faktor yang mempengaruhi nikah sirri diantaranya pak KF dan

dirumah kontrakan ibu ES. Sejak warga mengetahui hal tersebut dan

ditegur oleh pemilik kontrakan maka mereka melakukan pernikahan

sirri pada tanggal 26 desember 2016. Karena sudah terlanjur malu

dengan warga, maka pernikahan tersebut diakukan secara diam-diam

dan keluarga kedua belah pihak pun tidak diberi tahu, hanya kakak ibu

ES saja yang menghadiri pernikahan tersebut yang menjadi wali.

D. Wawancara Dengan Wali Nikah Kakak Tiri

1. Pada Pernikahan Ibu ST dan Pak AF.

Menurut keterangan ibu ST pada saat wawancara tentang wali yang

menikahkannya dengan pak AF pada saat nikah sirri adalah pak SN

berumur 44 tahun, yang merupakan kakak tiri dar ibu ST. Pak SN

tinggal di Klaten besama ketiga anaknya dan istrinya. Pak SN bekerja

sebagai sales mainan dan petani di Klaten. Pak SN adalah kakak tiri

dari pernikahan ibunya bu ST yang bernama ibu AM dengan bapak pak

SN yang bernama RR. Pada pernikahan ibu AM dan pak RR dikaruniai

lima orang anak termasuk pak SN didalamnya. Ditengah perjalanan

pernikahan pak RR sakit dan meninggal, sehingga ibu AM menikah lagi

dengan bapak RM dan dikarunia satu orang anak saja yaitu ibu ST.

Dalam penjelasannya pada wawancara tanggal 3 februari 2017 lalu

ibu ST menjelaskan alasan pak SN selaku kakak tirinya sebagai wali

dalam pernikahannya. Ibu ST menjelaskan bahwa beliau adalah anak

hanyalah saudara tiri, sedangkan saudara dari ibunya bu ST tinggal di

Jakarta semua. Sementara bapak dan ibu dari bu ST sudah meninggal

dunia.

Sedangkan menurut penjelasan pak SN pada saat diwawancarai

tentang keterlibatan beliau dalam pernikahan sirri adiknya beliau

mengatakan bahwa merasa kasian dengan ibu ST, dikarenakan pada

pernikahan ibu ST sebelumnya yang tidak harmonis, suaminya tidak

bertanggung jawab atas anak dan istrinya. Dikarenakan kondisi ibu ST

yang sudah mengandung dengan status di luar nikah dengan bapak AF,

maka bapak SN merasa perlu untuk segera menikahkan ibu ST dengan

Bapak AF, dan hal ini sudah disepakati oleh kedua belah pihak

keluarga. Meskipun proses perceraian ibu ST dan bapak SW masih

dalam proses. Pernikahan tersebut dilakukan secara diam-diam dan

disegerakan karena untuk menutupi aib (hamil di luar nikah).

2. Pada pernikahan ibu ES dan bapak KF

Menurut keterangan ibu ES saat wawancara, ibu ES mengatakan

bahwa yang menjadi wali saat pernikahannya adalah bapak BN, pak BN

adalah kakak tiri dari ibu ES. Pak BN adalah anak dari ibu TG (ibu tiri)

dari ibu ES. Alasan ibu ES menjadikan pak BN sebagai wali dalam

pernikahannya dikarenakan pernikahan ibu ES yang mendadak dan

tidak ada satu pun keluarga dari ibu ES yang tau maka pak BN

ada lagi yang bisa dimintai bantuan selain pak BN. Karena saudara ibu

ES yang tinggalnnya jauh dari ibu ES.

Sedangkan menurut keterangan dari pak BN saat diwawancarai pak

BN mengatakan bahwa beliau membantu ibu ES karena memang

saudara yang dekat dengan ibu ES hanya pak BN. Sedangkan saudara

kandung ibu ES perempuan semuanya. Dan bapak dari ibu ES memang

tidak diberitahu soal pernikahan sirri tersebut dikarenakan hubungan

ibu ES dengan bapaknya memang tidak harmonis. Maka dari itu pak

BN sebagai kakak merasa kasian dengan ibu ES.

E. Hasil Wawanacara Dengan Ustaz

Pada wawancara yang saya lakukan pada tanggal 4 februari 2017 di

rumah pak SR (ustaz yang menikahkan bu ST dengan pak AF) beliau

menanggapi saya dengan baik dan santun. Pak SR adalah seorang

petani yang berumur 60 tahun. Perawakannya pendek dan terlihat baik.

Selain sebagai petani sayur beliau adalah seorang pemuka agama di

Desa pagergedok Wirogomo Kabupaten Semarang. Beliau memang

terkenal sebagai pemuka agama yang baik dan ramah terhadap orang.

Pak SR tinggal dengan istri, ke dua anak, dan seorang cucunya. Dalam

kehidupan sehari-hari beliau memang terkenal sebagai seorang ustaz.

Pada saat wawancara dengan pak SR tentang nikah sirri pak SR pun

menanggapi pertanyaan saya dengan santun. Beliau berpendapat bahwa

sah. Menurut pak SR perbedaan antara nikah resmi dan sirri hanya

berbeda di pencatatan pernikahannya saja. Jika nikah secara resmi itu

dicatatkan oleh petugas pencatat pernikahan dan disahkan oleh negara

sedangkan nikah sirri itu tidak dicatatkan oleh negara. Menurut pak SR

hal yang terpenting dari pernikahan adalah terpenuhinya syarat dan

rukun pernikahan terpenuhi.

Jika itu sudah ada maka pernikahan sudah dikatakan sah, entah itu

nikah sirri maupun nikah secara resmi. Pada saat peneliti menanyakan

mengenai pernikahan bu ST dan pak AF yang beliau nikahkan pada saat

kondisi hamil diluar nikah beliau menjawab mengapa beliau mau

menikahkan pasangan tersebut beliau mengatakan bahwa pak SR hanya

membantu menikahkan orang yang mau menutupi aib, agar orang

tersebut tidak terjerumus ke dalam dosa. Pak SR juga mengatakan

bahwasanya beliau hanya mau menikahkan orang yang beliau kenal

saja. Beliau beranggapan bahwa jika beliau mempunyai ilmu agama

dan tidak mau membantu terhadap orang yang meminta bantuan beliau

maka beliau beranggapan bahwa beliau adalah orang yang

menyia-nyiakan ilmunya. Maka dari itu pak SR mau menikahkan pak AF

dengan ibu ST dan ibu ES dengan pak KF, dikarenakan bapak SR telah

mengenal keluarga ibu ST dan ibu ES. Saat peneliti menanyakan

tentang wali dari bu ST dan ibu ES adalah kakak tiri beliau menjawab

tidak tahu menahu tentang hal tersebut, beliau hanya membantu

dimulai Pak SR sudah bertanya mengenai masalah wali nikahnya,

namun ibu ST dan ibu ES mengatakan bahwa wali nikahnya adalah

kakak kandung bukan kakak tiri. Maka dari itu pak SR mau membantu

dalam proses pernikahan sirri dari kedua pasangan tersebut.

F. Persepsi Masyarakat Dan Tokoh Agama Tentang Pernikahan Sirri dan

Wali Nikah Kakak Tiri.

1. Persepsi Masyarakat

Persepsi masyarakat dalam masalah nikah sirri diwakilkan oleh

bapak WS salah satu rt yang ada di Desa Grogol. Pada wawancara

tanggal 15 februari 2017 Pak WS mengatakan bahwa beliau adalah

seorang wirausaha bordir yang ada di Desa Grogol berumur 52 tahun.

Beliau tinggal bersama dengan istri dan kedua anaknya. Kegiatan pak

WS sehari-hari adalah mengelola wirausaha yang ditempatkan di

rumahnnya. Pak WS mempunyai dua orang karyawan untuk membantu

usahanya. Pada saat peneliti datang kerumah pak WS beliau

menyambut dengan baik. Saat peneliti bertanya tentang pendapat pak

WS mengenai nikah sirri beliau berpendapat bahwa nikah sirri itu

memang sah menurut agama akan tetapi beliau tidak menyetujui bahwa

nikah sirri itu dilakukan. Beliau beranggapan bahwa nikah yang

dilakukan secara diam-diam dan perangkat desa seperti rt misalnya itu

tidak diberi tahu atau mendapat laporan kependudukan beliau

seperti ketua rt misalnya. Pernikahan sirri yang dilakukan sudah

melanggar aturan yang sudah ada di Desa Grogol. Inti wawancara

dengan pak WS pada intinya pak WS tidak setuju dengan adanya

pernikahan sirri.

Pendapat yang kedua dari bapak PR, wawancara dilakukan pada

tanggal 7 maret 2017. Narasumber adalah salah satu tokoh masyarakat

di Desa Grogol, pak PR menjabat sebagai RW di Desa tersebut. Pak PR

seorang PNS yang bekerja di kantor kelurahan Dukuh, pak PR berumur

42 tahun dan tinggal bersama dengan istri dan kedua anaknya. Menurut

pendapat pak rmengenai nikah sirri pak PR berpendapat bahwa pak PR

lebih setuju apabila menikah secara resmi dan dicatatkan oleh negara,

dikarenakan dampak dari pernikahan sirri itu sangat berpengaruh

terhadap istri dan anaknya kelak. Terutama pada pengurusan surat-surat

kelahiran dsb. Pak PR juga berpendapat bahwa sepengetahuan beliau

nikah sirri memang sah jika dalam perspektif agama, tetapi jika

dikaitkan dengan peraturan pemerintah yang ada di Indonesia maka

nikah tersebut dianggap suatu pernikahan yang ilegal dikarenakan tidak

dicatatkan oleh negara. Jadi pak PR berpendapat bahwa beliau tidak

setuju dengan adanya pernikahan sirri apalagi pernikahan yang

dilakukan di Desa Grogol.

2. Persepsi Tokoh Agama

Pendapat yang pertama berasal dari pak KM, narasumber adalah

Pak KM dilakukan pada tanggal 15 februari 2017, Pak KM adalah

seorang wirausaha yang mempunyai warung kecil-kecilan serta

menerima jahitan baju. Pada saat beliau diwawancarai tentang nikah

sirri beliau berpendapat bahwa nikah sirri itu sah menurut agama, tetapi

beliau mengatakan kita ini hidup di negara yang bukan negara agamis

pak KM mencontohkan Arab, jika kita hidup dinegara yang agamis

maka nikah sirri itu sah menurut agama. Menurut pak KM, Indonesia

adalah negara hukum dimana hukum yang mengatur warganya. Hidup

di negara yang beragam agamanya berarti ada banyak aturan dalam

negara tersebut.

Pak KM berpendapat bahwa jika menikah maka harus taat

terhadap hukum agama dan hukum negara. Jika menyinggung tentang

wali nikah baik nikah sirri maupun nikah secara resmi wali harus wali

nasab yang sudah diatur dalam peraturan KHI dan Undang-Undang

tentang pernikahan tahun 1974. Jika memang wali nasab tidak bisa

menikahkan atau mungkin sudah meninggal bisa digantikan oleh wali

hakim. Manurut pak KM nikah sirri itu sah menurut agama tetapi

dalam hukum Indonesia menikah dengan tidak dicatatkan oleh negara

maka pihak istri lah yang akan dirugikan, entah itu masalah warisan,

masalah akta kelahiran anak, masalah nasab seorang anak, status anak

dimata masyarakat dll. Maka dari itu menurut pendapat pak KM beliau

Pendapat yang kedua adalah pendapat pak TM, wawancara

dilakukan pada tanggal 15 februari 2017. Pak TM adalah seorang

modin di Desa Grogol. Beliau berumur 43 tahun, tinggal dengan istri

dan dua orang anaknya. Kegiatan beliau sehari-hari adalah membantu

masyarakat yang meminta bantuan untuk mengurus surat menyurat.

Pada saat peneliti meminta pendapat tentang pernikahan sirri kepada

pak TM beliau berpendapat bahwa pernikahan yang dilakukan secara

sirri itu memang sah menurut agama.

Tetapi terkadang pernikahan sirri itu disalah gunakan oleh

pihak-pihak tertentu. Misalnya hanya untuk memburu nafsu. Menurut pak TM

Dokumen terkait