Alternatif 2 (sepasang menara
E. Fasilitas Pelengkap Jalan
Fasilitas pelengkap jalan yang dipaparkan pada bagian ini terdiri dari zebra cross, lampu penerangan jalan dan tempat parkir.
1. Zebra cross
Zebra cross merupakan jalur pejalan kaki kelanjutan trotoar yang disediakan bagi para penyeberang jalan. Zebra cross ditempatkan pada jalur jalan yang padat lalu lintas, dan sekitar persimpangan jalan.
a. Masalah :
Sejauh ini tidak ada masalah dengan penyediaan zebra cross di koridor perencanaan, kecuali warnanya yang pudar.
b. Kondisi faktual :
Lokasi zebra cross di koridor Jalan Mojopahit terdapat pada beberapa spot. Lebar trotoar bervariasi antara 1,20 sampai 2,00 meter. Kondisi zebra cross mulai pudar. c. Persyaratan :
Persyaratan utama zebra cross adalah fungsional, elevasi rata, lebar mencukupi (menurut Standar Bina Marga untuk Jalan Perkotaan Tahun 1987, lebar minimum zebra cross adalah 2,50 meter), warna tidak pudar, dilengkapi rambu tempat menyeberang, mudah dilihat pada siang maupun malam hari, aman bagi penyeberang.
d. Pembahasan :
Berdasarkan observasi lapangan, kondisi zebra cross di koridor perencanaan telah mulai pudar; jumlah zebra cross di persimpangan jalan masih kurang lengkap. Lebar zebra cross sudah memenuhi syarat fungsional.
Zebra cross yang mulai pudar tidak terlihat jelas, dan berpotensi membahayakan keselamatan pengendara kendaraan maupun pejalan kaki. Jumlah zebra cross di Koridor Jalan Mojopahit tersedia beberapa zebra cross
di berbagai persimpangan. Untuk memenuhi persyaratan fungsional di persimpangan jalan, setiap ruas jalan di pertigaan harus dilengkapi satu zebra cross.
e. Arahan :
Jumlah zebra cross di perempatan Koridor Jalan Mojopahit perlu ditambah. Jumlah dan lebar zebra cross perlu ditambah, yaitu di setiap persimpangan
jalan pada koridor perencanaan.
Perpindahan trotoar ke zebra cross perlu memperhitungkan perbedaan ketinggian peil agar tidak membahayakan pengguna jalan; perbedaan tinggi peil agar tidak melebihi 15 cm. Jika lebih dari 15 cm, maka perlu dibuatkan ramp dengan kemiringan maksimum 7° agar pengguna jalan tidak mudah tersandung.
2. Lampu Jalan
Lampu jalan umum ditujukan untuk menerangi permukaan jalan pada malam hari atau pada saat cuaca gelap. Idealnya seluruh permukaan jalan bisa diterangi cahaya lampu jalan dan tidak ada bagian yang terlewatkan. Lampu jalan perlu disediakan tersendiri dan tidak mengandalkan penerangan yang berasal dari bangunan di dalam kaveling. Hal ini dimaksudkan untuk menjaga agar lampu jalan tetap menyala walaupun lampu di dalam kaveling mengalami pemadaman listrik.
a. Kondisi faktual :
Jenis lampu jalan di koridor perencanaan, adalah lampu penerangan berlengan tunggal, tiang terbuat dari besi berwarna silver yang bagian tengahnya dicat dengan warna jingga, tinggi tiang sekitar 6 meter, dipasang pada setiap jarak 25 meter. Koridor Jalan Mojopahit telah dilengkapi lampu jalan.
b. Persyaratan :
Persyaratan penyediaan lampu jalan adalah :
Ditempatkan pada jarak maksimum 40 meter (Peraturan Umum Instalasi Listrik Indonesia; 1987).
Tiang lampu dilarang untuk menempatkan reklame, selebaran, spanduk, yang sifatnya merusak keindahan lampu dan lingkungan.
Tidak ditempatkan berdekatan dengan pepohonan agar cahayanya tidak terhalang oleh kerimbunan pohon.
Sumber tenaga listrik lampu jalan dipisahkan dengan lampu persil. Tinggi tiang lampu antara 6 sampai 7,5 meter.
Jenis dan tinggi tiang, serta jenis lampu dan cahaya lampu, seragam. c. Analisis :
Analisis lampu jalan di wilayah perencanaan dapat dilihat pada tabel dibawah ini :
Tabel 1.6 Analisis Penyediaan Lampu Jalan
No Kondisi Faktual Kriteria Evaluasi
a Jarak antar tiang lampu jalan sekitar 25-30 meter.
Jarak antar tiang lampu jalan pada jalan umum maksimum 40 meter
Koridor Jalan Mojopahit sebelah Selatan; jarak tiang sudah memenuhi krietria. b Tidak ada reklame yang
menempel pada tiang lampu.
Tiang tidak digunakan untuk menempatkan reklame.
Kondisi yang ada sudah sesuai dengan kriteria.
c Ada beberapa tiang lampu yang berada di
Cahaya lampu tidak tertutup kerimbunan
Sebagian besar cahaya lampu jalan tidak terhalang kerimbunan pohon.
No Kondisi Faktual Kriteria Evaluasi
dalam kerimbunan pohon.
pepohonan Tetapi ada sebagain yang cahaya lampunya terhalang kerimbunan pepohonan. Karena itu bagian pohon yang menghalangi cahaya lampu harus dipangkas.
d Sumber tenaga listrik lampu jalan tidak berasal dari lampu persil.
Sumber tenaga listrik lampu jalan terpisah dengan sumber tenaga listrik lampu persil.
Kondisi yang ada sudah sesuai dengan kriteria.
e Tinggi tiang lampu jalan 6 meter.
Tinggi tiang lampu listrik antara 6-7,50 meter.
Kondisi yang ada sudah sesuai dengan kriteria.
f Berwujud tiang berlengan tunggal dan lampu berbentuk oval. Tiang terbuat dari besi dengan warna silver dan warna jingga di bagian tengah.
Keseragaman : jenis tiang dan lampu.
Bentuk tiang dan lampu pada semua koridor seragam. Ini Menunjukkan bahwa bentuk tiang dan lampu sudah sesuai dengan kriteria.
Sumber : Hasil Analisis 2016
Evaluasi pada tabel 1.6 diatas menunjukkan bahwa eksistensi lampu jalan yang sudah sesuai dengan kriteria adalah : tiang tidak digunakan untuk menempelkan reklame, sumber tenaga listrik terpisah dengan sumber tenaga yang berasal dari kaveling, bentuk tiang dan lampu seragam. Yang belum sesuai adalah masih ada yang belum dilengkapi lampu berlengan tunggal; masih adanya lampu jalan yang cahaya lampunya terhalang kerimbunan pohon.
e. Arahan :
Lampu penerangan jalan yang ada di Koridor Jalan Mojopahit, tetap digunakan.
Untuk mengatasi masalah lampu jalan yang cahayanya terhalang kerimbunan pohon dan menjaga agar lampu jalan dapat menerangi permukaan jalan dengan baik, maka bagian pohon yang menghalangi cahaya lampu harus dipangkas sedemikian rupa agar bentuk mahkota pohonnya masih indah. Faktor lain yang perlu diperhatikan : idealnya lampu jalan mampu menerangi
seluruh permukaan jalan, jangan sampai terdapat permukaan jalan yang tidak terjangkau penerangan lampu jalan.
1.1.2.3 Sarana dan Prasarana Lingkungan