• Tidak ada hasil yang ditemukan

Sebagai daerah tujuan wisata, Wonosobo memiliki banyak hotel. Ada banyak pilihan, mulai dari hotel berbintang sampai hotel melati. Sebagian besar hotel-hotel ini terletak di dalam kota Wonosobo. Dengan demikian ketika menginap di hotel ini, anda dapat menikmati suasana kota Wonosobo sambil jalan-jalan. Berikut ini daftar hotel yang ada di Wonosobo. Untuk booking atau informasi lebih lanjut, dapat hubungi hotel yang kita inginkan.

Nama Hotel Type/Star Alamat Phone (0286) Kamar Bed

1 Kresna Bintang IV Jl. Pasukan Ronggolawe No. 30 324111 115 193

2 Surya Asia Bintang II Jl. A. Yani No.137 322992 58 98

3 Bhima Bintang I Jl. a. Yani 321233 49 98

4 Sri Kencana Bintang I Jl. A. Yani No. 81 321551 40 80

5 Parama Bintang I Jl. A. Yani No. 112 321788 35 70

6 Arjuna Bintang I Jl. Sindoro 321389 20 40

7 Dewi Bintang III Jl. A. Yani 321813 55 300

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

33

9 Nirwana Melati III Jl. Resimen 18 No. 36 321066 25 46

10 Duta Melati II Jl. R S U No. 3 321674 14 21

11 Petra Melati II Jl. A. Yani No.97 321447 20 36

12 Dieng Melati I JL. Bayangkara No. 39 322035 7 14

13 Asri Melati I Jl. Resimen 18 322476 3 6

14 Familiy Melati I Jl. Sumbing No. 16 321396 12 27

15 Pendawa Lima Melati I Jl. Resimen 18 No. 46 321257 18 44

16 Sindoro Melati I Jl. Sumbing No. 14 321179 20 44

17 Widuri Melati I Jl. Resimen 18 No. 44 - 10 16

18 Surya Melati I Jl. A. Yani No.6 - 6 12

19 Surabaya Melati I Jl. Raya Dieng 321181 23 45

20 Jawa Tengah Melati I Jl. A. Yani No. 62 - 5 11

21 Asri Dieng Melati I Jl. Telaga Warna, Dieng - 16 25

22 Rahayu Melati I Jl. Resimen 18 No. 50 322431 12 17

23 Bu Djono Melati I Dieng - 6 11

24 Lestari Melati I Dieng - 5 5

25 Mandala Wangi Melati II Jl. Bambang Sugeng Km 4 Mendolo 321813 27 44

26 Dieng Plateau Melati II Jl. Raya Dieng No. 16 - 10 12

27 Slamet Melati I Jl. M. Bambang Sugeng - 12 15

Sumber: Dinas Pariwisata Wonosobo 2.Restoran dan Warung Makan

Di Kabupaten Wonosobo dapat kita jumpai banyak sekali restoran atau warung makan dengan berbagai pilihan masakan. Karena Wonosobo menjadi salah satu tempat tujuan wisata maka usaha tempat makan di sini sangat berkembang cepat, restoran dan warung makan yang dapat kita jumpai di sini antara lain :

No Rumah Makan/Restoran Alamat No. Telephone Masakan 1 Restoran Asia Jl. Angkatan 45 No. 43 (0286) 21165

Eropa, Cina, Indonesia

2 Dieng Kledung Pass Jl. Parakan Km. 17 (0286) 21266-21433

Eropa, Cina, Indonesia

3 Shanti Rahayu Jl. Ahmad Yani (0286) 21337

Eropa, Cina, Indonesia

4 Gudeg Jl. Ahmad Yani No. 143 (0268) 21443 Indonesia

5 Mirasa Jl. Jl. Ahmad Yani (0286) 21165

Eropa, Cina, Indonesia

6 Citra Minang Jl. Ahmad Yani (0286) 21154

Indonesia Padang

commit to user

7 Cicilia Jl. Sumbing No. 84 (0286) 22652 Indonesia

8 Eco Jl. Resimen 18 Indonesia

9 Sari Rasa Jl. Bhayangkara (0286) 21475 Indonesia

10 Mbak Us Jl. S. Parman Indonesia

11 Mbak Tri Jl. S. Parman Indonesia

12 Sate Banyumas Jl. Sumbing No. 84 (0286) 21504 Indonesia

13 Gayatri Jl. Parakan Km. 10 Indonesia

14 Senang Jl. Jl. Dieng Kejajar Indonesia

15 Madekur Jl. Jl. Dieng Indonesia

16 Selera Jl. Jl. Dieng (Kalianget) (0286) 22345 Indonesia 17 Belimbing

Jl. Raya Banjarnegara Krasak

Selomerto Km. 8 Indonesia

18 Sederhana

JL. Raya Banjarnegara Selomerto

Km. 6 Indonesia

19 Tumbuh Lagi

Jl. Raya Banjarnegara Selomerto

(Km. 6) (0286) 23415 Indonesia

20 Inti Sari Jl. Ahmad Yani (0286) 21415 Indonesia

21 Asri Jl. Mayjen Bambang Sugeng Indonesia

22 Argopeni Jl. Argipeni No. 2 (0286) 21415 Indonesia 23 Tawang Jl. Raya Banjarnegara Km. 3 (0286) 21769 Indonesia

24 Pak Muhadi Jl. Ahmad Yani Indonesia

25 Murah Meriah Jl. Raya Magelang Km. 6 Kertek Indonesia

26 Sate Sari Rasa

Jl. Jl. Raya Magelang Km. 5

Kertek (0286) 321415 Indonesia

27 Barokah Jl. Raya Banjarnegara Km. 6 Selomerto

Indonesia

28 Cita Rasa Jl. Ahmad Yani No. 94 (0286) 321384 Indonesia

29 Mie Ongklok Jl. Pasukan Ronggolawe Indonesia

30 Sileri Jl. Raya Dieng Bugangan Indonesia

31 Bu Hari Jl. Masjid Indonesia

32 Langgeng Jl. Masjid Indonesia

33 Sukasari Jl. Raya Banyumas Km. 3 Indonesia

34

Warung Tenda dan

Jajanan di sepanjang jalan Pramuka Indonesia

(buka Pukul 16.00-21.00)

35 Sate Sari Rasa Jl. Raya Magelang Km. 5 Kertek Indonesia 36 Sate Mekar Sari Jl. Raya Magelang Km. 5 Kertek Indonesia 37 Barokah

Jl. Raya Banjarnegara Km. 6

Selomerto Indonesia

38 Cita Rasa Jl. Ahmad Yani No. 94 (0286) 321384 Indonesia

39 Sari Raos Jl. Raya magelang Km. 5 Bojasari Indonesia

40 Bu Hari Jl. Masjid Indonesia

41 Langgeng Jl. Masjid Indonesia

42 Sukasari Jl. Raya Banyumas Km. 3 Indonesia

43 Ayam Goreng Bu Titik Bogangan Indonesia

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

35

Dari daftar Hotel dan Restoran diatas maka kita tidak akan merasa kesulitan ataupun bingung saat kita berwisata di Wonosobo, karena banyak sekali pilihan Hotel dan Restoran yang dapat menjadi pilihan kita sesuai dengan selera kita.

commit to user

BAB III

ANALISIS PENGEMBANGAN

KEPARIWISATAAN KAWASAN WISATA DIENG

A. Atraksi Wisata Kawasan Wisata Dieng.

Atraksi adalah daya tarik wisata atau segala sesuatu yang bisa membuat turis tertarik untuk mengunjungi suatu tempat wisata dan merupakan alasan utama wisatawan asing melakukan perjalanan ke tempat tersebut, sehingga atraksi merupakan faktor penarik utama dalam kegiatan pariwisata. Atraksi ini dapat dibedakan menjadi tiga bagian yaitu:

1. Atraksi Wisata Alam

Atraksi alam adalah atraksi yang ada secara alami dan bukan merupakan ciptaan dari manusia. Ketika berbicara mengenai atraksi alam ini Kawasan Wisata Dieng mempunyai banyak sekali obyek wisata alam seperti Telaga, Kawah, Gua, Sumber Air Panas, Air Terjun dan sebagainya. Obyek-obyek wisata alam di Kawasan Wisata Dieng ini tersebar di dua kabupaten yaitu Wonosobo dan Banjarnegara. Adapun obyek – obyek wisata alam tersebut dapat dilihat pada tabel berikut ini

a. Tuk Bima Lukar

Merupakan objek sumber mata air dari sungai Serayu, konon pada waktu itu antara Pendawa dan Astina bersama-sama mengadakan perlombaan mencari mata air. Tuk Bima Lukar adalah mata air yang ditemukan oleh pihak Pendawa sedangkan Astina menemukan mata air sungai Bogowonto di

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

37

daerah Wonosobo pula.

Tatkala sang Bima dari Pendawa menemukan Tuk Bima Lukar dilihatnya ada seorang gadis cantik yang sedang mandi di sana, karena terpesona melihat kecantikan sang puteri berkatalah dia Siro Ayu yang artinya kamu cantik dari kata Siro Ayu tersebuttimbullah kata Serayu untuk memberi nama aliran mata air itu hingga sampai sekarang sungai itu masih tetap mengalir dan mengunakan nama yang sama. (sumber : Buku pa ndua n wisata Ja wa Tengah ta hun 2000).

b. Kawah Si Kidang

Merupakan lubang yang berisi gas dan cairan belerang panas, kawah ini selalu berpindah-pindah dari waktu ke waktu. Alkisah tersebutlah seorang raja yang berbadan manusia dan berkepala kidang berkuasa di sana ketika pada suatu peperangan akibat ekspansi dari kerajaan tetangganya dia mengalami kekalahan. Oleh raja yang menang dia mendapatkan hukuman yang sangat berat yakni di perintahkan untuk membuat sumur yang digalinya sendiri. Karena ia inggin membalas dendam atas perlakuan yang diterimanya, bertapalah raja itu dalam tanah. Oleh dewa dia diharuskan bertapa selama 100 hari, setelah itu retaklah sumur itu sedikit demi sedikit yang ahirnya menjadi ledakan yang dasyat dan keluarlah lahar dari sana. Itulah sebabnya yang hingga sekarang di beri nama Si Kidang. (sumber : Buku panduan wisata Ja wa Tenga h ta hun 2000).

c. Telaga Warna dan Telaga Pengilon

Letaknya berada di kompleks Cagar Alam Dieng, warna yang ada disana adalah diakibatkan adanya air belerang yang muncul di permukaan air.

commit to user

Kedua Telaga ini dahulu merupakan satu telaga saja, karena terbentungnya sungai Tulis oleh Lava maka telaga ini terpisah menjadi dua sampai sekarang. (sumber : Buku pa nduan wisata Ja wa Tengah tahun 2000).

d. Telaga Cebong

Terletak di desa sambungan ( desa tertinggi di jawa tengah ) ±2300m dari permukaan laut. Bentuknya seperti cebong(anak katak) luasnya 10ha. Telaga ini merupakan cekungan dikelilingi oleh permukaan bukit antara lain : Gunung Pakuwajo, Gunung Prambanan, dan Gunung Sidede terjadi karena pemunculan air tanah. (sumber : Buku panduan wisata Ja wa Tengah tahun 2000).

e. Batu Semar

Terletak di kompleks Hutan Wisata Dieng merupakan batu besar dengan ukuran 36M³ dan di situ secara ilmiah terukir sebuah profil yakni profil manusia, sehingga batu tersebut ada yang memberi nama batu Semar. Di samping itu konon di sana pernah ditemukan sebuah prasasti yang bertuliskan huruf sansekerta dengan demikian pula nama lain dari batu tadi adalah batu tulis. (sumber : Buku pa nduan wisata Ja wa Tengah tahun 2000). f. Gua Sumur

Letaknya bersebelahan dengan Gua Semar. Sebelum orang bertapa di Gua Semar terlebih dahulu harus membersihkan diri(mandi) di dalam sumur yang ada di dalam gua, dengan demikian tak lupa membakar dupa, menabur bunga talon , dan uang logam. (sumber : Buku pa nduan wisata Ja wa Tenga h tahun 2000).

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

39

g. Gua Semar

Terletak di Hutan Wisata Dieng. Gua ini sering digunakan untuk bertapa di samping itu bagi mereka yang menginginkan segala permohonannya terkabul bias juga melalui juru kunci yang ada di sana. (sumber : Buku panduan wisata Ja wa Tenga h ta hun 2000).

h. Gua Jaran

Berdekatan dengan Gua Sumur. Konon pada saat itu ada seekor kuda betina yang karena kemalaman berada di dekat gua dan menginap disana. Dengan tak disadari sekeluar dari gua tersebut kedapatan kuda tersebut telah mengandung. Oleh sementara orang yang belum dikaruniai putera, gua jaran tersebut sering digunakan untuk memohon dengan jalan agar segera punya anak. (sumber : Buku pa ndua n wisata Ja wa Tenga h ta hun 2000).

i. Telaga Menjer

Merupakan telaga alami terluas di Kabupaten Wonosobo, berada pada ketinggian 1.300 m di atas permukaan laut dengan luas 70 hektar dan kedalaman air mencapai 45 meter. Telaga Menjer terletak di desa Maron kec. Garung 12 Km sebelah utara kota Wonosobo.

Sisi utara telaga ini berupa pegunungan yang ditumbuhi tanaman hijau termasuk kebun teh. Sementara itu di sisi selatan dibatasi oleh tanah miring berbatu-batu. Sepintas lalu jika diamati, kemungkinan pada jaman purba ini merupakan kawah dan saat ini sudah tidak aktif sehingga air tertampung di dalamnya.

Dengan air yang luas dan jernih, alam yang tenang dan pegunungan yang mengelilinginya, Telaga ini menyuguhkan suasana damai. Lebih indah lagi

commit to user

ketika langit cerah dipagi hari dibarengi oleh tiupan angin segar perlahan- lahan. Di tepian telaga banyak ditanam pohon pinus, sehingga suasana semakin indah. Di telaga ini, anda dapat naik rakit berkeliling telaga.

Telaga ini sering dikunjungi anak-anak muda baik lokal maupun dari luar kota. Memang letaknya dekat dengan kota Wonosobo. Mereka biasanya berombongan naik sepeda motor. Sepeda motor merupakan sarana yang paling mudah untuk menuju tempat ini.

Banyak juga mereka yang hobi memancing menyalurkan hobinya di telaga ini. Sebagian penduduk sekitar juga ada yang mencari ikan di telaga ini. Air dari telaga ini cukup besar, oleh sebab itu air dari telaga ini digunakan sebagai pembangkit tenaga listrik, dikenal dengan PLTA Garung. (sumber :

Buku panduan wisa ta Ja wa Tengah tahun 2000).

2. Atraksi Wisata Budaya

Atraksi budaya merupakan daya tarik yang berupa hasil olah budi manusia, seperti kesenian (seni pertunjukan dan seni kerajinan), peninggalan bersejarah, adat istiadat masyarakat (upacara tradisional, tata kehidupan sehari-hari),. Adapun aneka atraksi budaya kawasan dataran tinggi Dieng adalah :

a. Hari Jadi Kota Wonosobo

Peringatan hari jadi kota Wonosobo jatuh pada tanggal 24 Juli, selalu dimeriahkan dengan festival dan karnaval dari instansi pemerintahan dan masyarakat Wonosobo sendiri, selain itu juga dimeriahkan dengan berbagai atraksi wisata antara lain prosesi kirab, lomba seni, ruwatan, lepas balon udara tradisional dan lain-lain.

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

41

b. Tenong Suran

Ini adalah upacara tradisi yang di rayakan sebagai upacara peringatan hari jadi dusun Gianti, Desa Kadipaten, Kecamatan Selomerto. Upacara ini dilaksanakan pada bulan sura dilaksanakan dengan merdi desa yang disertai upacara tenongan kemudian dilanjutkan dengan pagelaran seni tradisional semalam suntuk.

c. Tradisi Cukur Gembel

Anak – anak berambut gembel terbilang langka dan jarang kita jumpai seantero wilayah Nusantara ini. Sebagian besar dapat kita temukan di wilayah Kabupaten Wonosobo dan sebagian di Kabupaten Banjarnegara serta di lereng Merbabu. Ruwatan Cukur Rambut Gembel secara tradisional hingga kini masih berjalan turun temurun, terutama di Dataran Tinggi Dieng dan Lereng Sindoro Sumbing. Pemerintah Daerah Kabupaten Wonosobo meramu kegiatan tradisi ini menjadi aset budaya daerah melalui kegiatan tahunan Subdin. Kebudayaan Dinas Pariwisata Kabupaten Wonosobo. Anak berambut gembel memiliki karakter dan perilaku yang berbeda dari kebiasaan anak seusianya. Kalau tidak energik, nakal, berjiwa heroik, suka mengatur akan muncul perilaku yang diam, pemalu, susah bergaul dengan dunia luar. Kondisi kejiwaan ini diyakini masyarakat lebih pada kekuatan mitos dimana gejala kejiwaan yang muncul sangat dipengaruhi oleh kondisi fisik rambut yang tumbuh gembel. Lebih jauh berpangkal pada mitos menceritakan bahwa rambut gembel itu merupakan “ TITIPAN “. Sudah barang tentu karena itu hanya merupakan titipan suatu saat akan diambil kembali oleh yang empunya. Kecenderungan tipe sikap demikian yang

commit to user

terbelenggu oleh daya nalar yang terbatas terbentuklah sikap menerima dengan sepenuh hati. Van Peursen menyebutnya dengan istilah “ sikap mistis “ dimana sikap manusia yang merasakan dirinya terbelenggu oleh kekuatan – kekuatan gaib disekitarnya.

Kondisi anak yang begitu selanjutnya disebut anak “ SUKERTA “ yaitu anak yang di cadangkan menjadi mangsa Batharakala(pengaruh budaya wayang).Untuk melepaskan dan mengangkat kembali anak dari kondisi sialnya itu atau membersihkan sesukernya(gembelnya) harus dilakukan upacara Ruwatan.

Ruwatan berasal dari kata Ruwat yang artinya melepaskan yaitu melepaskan dari nasib sialnya, dari kondisi terbelenggu adat, melepaskan dari karakteristik anak yang cenderung aneh agar kembali tumbuh normal sebagaimana anak yang lain. Acara Ruwatan tidak dapat dipaksakan oleh orang tuanya tetapi setelah anak mengajukan permintaan sebagai persyaratan khusus yang disebut “BEBANA“ atau permintaan. Dari pengalaman masa lalu yang pernah dilakukan Dinas Pariwisata sangatlah beragam bebana yang dimintanya, dan kitapun sebagai pelayan hanya mengiyakan dan berusaha memenuhinya. Sebab kalau tidak dipenuhi rambut gembel yang telah dicukurnya akan tumbuh kembali dan kondisi kesehatan akan terganggu, badan akan terasa panas dingin bahkan sampai ada yang mengigau dan kejang – kejang.

Pada situasi demikian muncul bayangan seperti dikejar – kejar ular raksasa yang siap menerkamnya, tak khayal kalau kemudian “clemang – clemong “ (mengigau) muncul sederetan kata – kata diluar kontrol yang itu justru

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

43

dipercayai sabda sang gaib. Kalau sudah demikian orang tua dan sesepuh hanya akan takut, bingung dan mencermati, mendengarkan serta berusaha untuk memenuhi agar anaknya selamat. Ular hanya akan takut dengan api, maka dalam asesoris yang nampak pada lokasi pelaksanaan ritual itu ada tiga buah naga raksasa suatu penggambaran bentuk perwujudan binatang yang sering mengganggu. Di dalam sendang dipancangkan lima bola api yang mengandung makna dari “Keblat Papat Kalima Pancer“ telah di tangkal dengan api agar tidak mengganggu jalannya upacara ritual terlebih anak yang akan diruwat.

Dipilihnya tempat pelaksanaan di Sendang Kaligondang karena dilokasi ini diyakini penduduk setempat merupakan cikal bakal berdirinya Desa Sendangsari, kecuali itu sendang ini lazim digunakan ritual – ritual lain, airnya jernih tetapi berasa asam. Pemilihan nama desa itupun mengalami pergantian hingga tiga kali. Pada mulanya dinamakan Kaputihan, dalam kurun waktu sekian lama diganti dengan Wiladabanyu dan akhirnya dipilih hingga sekarang dengan nama Sendangsari.

Tipe rambut gembel dapat dibedakan dari dua golongan besar yaitu menurut jenis rambut dan letak tumbuhnya.

Menurut Jenis rambutnya ada tiga model :

1.“Gembel Pari“ yaitu model gembel yang tumbuh memanjang membentuk ikatan rambut kecil – kecil menyerupai bentuk padi. Tipe ini berasal dari jenis rambut lurus dan tipis.

commit to user

2.“Gembel Jatha“ yaitu corak gembel yang merupakan kumpulan rambut gembel yang besar – besar tetapi tidak lekat menjadi satu. Jenis ini berasal dari rambut lurus dan tebal.

3.“Gembel Wedhus/Gembel Debleng“ yaitu model gembel yang merupakan kumpulan rambut besar – besar menjadi satu menyerupai bulu domba. Tipe ini berasal dari rambut berombak / kriting.

Sedangkan menurut letak tumbuhnya :

1. “Gembel Gombak“ yaitu tipe gembel yang letak tumbuhnya dibagian belakang kepala.

2. “Gembel Pethek“ yaitu tipe gembel yang tumbuhnya dibagian samping kepala diatas telinga.

3. “Gembel Kuncung“ yaitu tipe gembel yang letak tumbuhnya di daerah ubun – ubun bagian tengah agak kedepan bagian kepala.

(sumber: Dinas Pa riwisata Wonosobo) d. Tari Jaran Kepang

Biasanya dibawakan oleh 7 orang penari, satu penari sebagai plandang (pemimpin) dan enam lainnya sebagai prajurit. Tarian ini didasarkan pada Legenda Raden Panji Asmoro Bangun yang sedang mencari kekasihnya yang bernama Dewi Sekartaji.

Para penari menaiki jaran (kuda) yang terbuat dari anyaman bambu atau kepang. Pemimpin tari biasanya membawa pecut/cemeti atau cambuk yang biasa digunakan alat bantu dalam mengendalikan kuda. Tarian ini disebut juga jathilan.

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

45

e. Tari Lengger

Berasal dari kata "le", panggilan untuk anak laki-laki dan "ger" dari kata geger yang artinya gaduh. Tarian lengger ini mulanya dibawakan oleh laki- laki yang dirias seperti wanita dan dibawakan oleh sembilan penari. Ada sejenis tarian lain serupa yaitu "Gambyong Lengger" yang biasanya disajikan sebagai tari untuk sambutan

f. Tari Angguk

Tari Angguk merupakan tarian dimana penarinya mengangguk-anggukkan kepala. Kostum yang dipakai mirip kostum prajurit Belanda tempo dulu. Tarian dan lagu yang dibawakan bernafaskan Islam. Jenis tarian ini mirip sekali dengan tari Ndolalak di Kabupaten Purworejo dan Kulon Progo Yogyakarta.

g. Peningalan Bersejarah

Kompleks candi Arjuna terletak di tengah-tengah dataran. Tentunya dahulu sangat sulit untuk membangunnya, karena letaknya di daerah rendah yang sebelumnya penuh air. Lagi pula bangunan-bangunan candi di kompleks Arjuna ini didirikan langsung di atas permukaan tanah, meskipun tanah yang dimaksud tanah keras berupa konglomerat kompak. Sedangkan pada umumnya bangunan candi selalu didirikan dengan pondasidibawah tanah, karena bangunan dibuat dari bahan batu, yang tentu sangat berat. Dengan demikian dapat diduga bahwa para pendiri candi ini adalah orang-orang yang sangat ahli dalam kontruksi.

Yang menarik dari Komplek Candi Arjuna ini adalah candi-candi yang berdiri berderet kea rah utara-selatan dan memiliki arsitektur yang berbeda-

commit to user

beda. Candi-candi tersebut adalah Candi Arjuna, Candi Srikandi, Candi Puntadewa, dan Candi Sembadra. Sedangkan Candi Semar berdiri di depan Candi Arjuna.

1. Candi Arjuna

Candi Arjuna terdapat di barisan paling utara dari kelompok Candi Arjuna. Candi ini mempunyai denah bujur sangkar 6 x 6 m, pembuatannya memakai batu andesit. Pintu masuk berada di sebelah barat, dihiasi dengan kepala kala di bagian atasnya. Dan di bagian pipi tangga candi juga terdapat hiasan berupa kala makara. Di dinding tubuh candi terbagi menjadi tiga bidang yang dibatasi oleh pilaster-pilaster dan dindig ini mempunyailima relung. Diatas relung di hiasi dengan ka la ma rka, sedangkan dibawah relungnya terdapat lapik arca. Namun sekarang ini arcanya sudah tidak ditemukan lagi. Di bawah relung bagian utara terdapat jaladwara yang berfungsi sebagai sarana untuk mengalirkan air suci yang telah digunakan untuk membasuh arca yang ada di dalam bilik candi tersebut. Di dalam candi ditemukan yoni, tapi lingga atau arca yang diatasnya sudah tidak ditemukan lagi. Atap Candi Arjuna terdiri atas tiga tingkat. Dan masing-masing, tingkat satu dan dua di masing- masing sisinya terdapat relung yang dihiasi kala makara.bingkai atas dihiasi antefiks, dan pada bagian sudut dihiasi dengan menara sudut. Puncak atap tidak diketahui, karena sudah runtuh. Suasana keseluruhan candi karena telah bocor (rembes) sehingga lembab dan berlumut, sehingga kian terasa suasana magisnya. Di Candi ini masih sering ditemukan bunga dan sisa pembakaran kemenyan(dupa).(sumber : Buku Dieng Poros Dunia )

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

47

Candi ini letaknya berhadapan dengan Candi arjuna. Berdenah segi panjang dengan ukuran 7 x 3,50 m, terbuat dari batu andesit. Pintu masuk candi ini menghadap ke arak timur dan pintu tersebut mempunyai hiasan ka la ma kara. Sedangkan pada bagian kaki berupa pa dma tidak memiliki hiasan. Dinding tubuh candi yang panjang memiliki tiga bidang penghias. Pada bagian tengah masing-masing bidang memiliki relung, sementara itu bilik candinya dalam keadaan kosong. Berdasarkan bentuknya diperkirakan bilik candi itu dahulunya berfungsi sebagai tempat untuk berbagai alat upacara. Sedangkan atap candi berbentuk melengkung ke atas menyerupai padma yang besar dan bingkai atasnya dihiasi antefiks. Bagian puncak atas, tidak diketahui bentuknya lagi, karena dibagian tersebut sudah mengalami keruntuhan. Melihat bentuk bangun arsitekturalnya yang sederhana, candi ini dimungkinkan merupakan candi tertua di antara candi-candi lainnya. Meski

Dokumen terkait