• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

3.4 Fenomena Yang Diamati

3.4.1 Definisi Konsep

Definisi konseptual digunakan untuk menegaskan konsep-konsep yang jelas yang digunakan supaya tidak menjadi perbedaan penafsiran antara penulis dan pembaca. Konsep-konsep yang digunakan dalam teori ini adalah:

1) Implementasi Kebijakan

Van Meter dan Van Horn dalam Agustino (2012:139) mendefinisikan implementasi kebijakan, sebagai tindakan-tindakan yang dilakukan baik oleh individu-individu atau pejabat-pejabat atau kelompok-kelompok pemerintah atau swasta yang diarahkan pada tercapainya tujuan-tujuan yang telah digariskan dalam keputusan kebijakan.

Ada enam variabel, menurut Van Meter Dan Van Horn dalam Agustino (2012:142), yang mempengaruhi kinerja kebijakan publik tersebut, adalah:

1. Ukuran dan Tujuan Kebijakan 2. Sumbe Daya

3. Karakteristik Agen Pelaksana

4. Sikap/Kecenderungan (Disposition) Pada Pelasana 5. Komunikasi Antarorganisasi Dan Aktivitas Pelaksana

6. Lingkungan Ekonomi, Sosial Dan Politik

2) Kawasan Ekonomi Khusus

Kawasan Ekonomi Khusus yang selanjutnya disebut KEK adalah kawasan dengan batas tertentu dalam wilayah hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia yang ditetapkan untuk penyelenggara fungsi perekonomian dan memperoleh fasilitas tertentu.

Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dikembangkan melalui penyiapan kawasan yang memiliki keunggulan geoekonomi dan geostartegi dan berfungsi untuk menampung kegiatan industri, ekspor, impor dan kegiatan ekonomi lain yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan daya saing internasional. Didalam Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dapat dibangun fasilitas pendukung dan perumahan bagi pekerja, dalam setiap KEK juga disediakan lokasi untuk Usaha Mikiro Kecil Menengah (UMKM), dan koperasi, baik sebagai pelaku usaha maupun sebagai pendukung kegiatan perusahaan yang berada di dalam kawasan.

3.4.2 Definisi Operasional

Definisi operasional merupakan penjabaran konsep atau variabel penelitian dalam rincian yang terukur atau disebut juga indikator penelitian. Biasanya menggunakan matrik, indikator dan nomor pertanyaan sebagai lampiran. Melihat penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif, maka dalam penjelasan definisi operasional

akan dikemukakan fenomena-fenomena penelitian yang tentunya dikaitkan dengan konsep teori yang digunakan menurut Danald Van Metter dan Carl Van Horn (1975) .

Ada enam variabel, menurut Van Meter Dan Van Horn dalam Agustino (2012:142), yang mempengaruhi kinerja kebijakan publik tersebut, adalah:

1) Ukuran Dan Tujuan Kebijakan

kinerja Implementasi kebijakan dapat diukur tingkat keberhasilannya jika-dan-hanya-jika ukuran dan tujuan dari kebijakan memang realistis dan sosio-kultur yang mengada di level pelaksana kebijakan. Dalam hal untuk mengetahui apasaja tuujuan dari pegembanggan KEK Tanjung Lesung.

2) Sumber Daya

Keberhasilan proses Implementassi kebijakan sangat tergantung dari kemampuan memanfaatkan sumberdaya yang tersedia baik itu manusia, waktu dan finasial. Hal ini untuk menilai bagaimana Sumber Daya yang ada dalam mendukung dalam implementasi KEK Tanjung Lesung, sementara yang menjadi pelaksana pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus Tanjung Lesung adalah PT Banten West Java anak Perusahaan PT Jababeka. Target dari implementasi pengembangan KEK Tanjung Lesung ini adalah sampai 3 Tahun. Dan biaya finansial dalam pengembangan KEK Pariwisata Tanjung Lesung ini dibiayai oleh pihak investor baik itu dalam dan luar negri. Pada peresmian pengoperasian

KEK Tanggal 23 Febuari 2015 sudah ada perusahaan yang melakukan MOU dengan PT Banten West Java dihadapan Persiden Joko Widodo, yaitu: PT Telkom, Presiden University, PT China Harbour Indonesia, PT Pengembangan Pelabuan Indonesia (persero), Pigeon Barrels Limited, Eastern Latittude Limited, Eurosia Management.

3) Karakteristik Agen Pelaksana

Pusat perhatian pada agen pelaksana meliputi organisasi formal dan organisasi informal yang akan terlibat pengimplementasian kebijkan publik. Dalam hal ini tujuannya adalah untu mengetahui bagaimna peran dari para implementor KEK Tanjung Lesuung. Adapun pihak-pihak yang terlibat didalam pengembangan KEK Tanjung Lesung itu antara lain PT Banten West Java, Para Investor Kawasan Ekonomi Khusus Tanjung Lesung dalam hal ini yaitu PT Telkom yang merupakan salah satu dari Perusahaan yang sudah melakukan MOU dalm pengembangan KEK Tanjung Lesung. SKPD di Kabupaten Pandeglang yang terkait dalam pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus Tanjung Lesung itu dapat dilihat dari rencana aksi daerah yaitu:

4) Sikap/Kecenderungan (Disposition) Pada Pelasana

Sikap penerimaan atau penolakan dari (agen) pelaksana akan sangat banyak mempengaruhi keberhasian atau tidaknya kinerja Implementasi kebijakan publik. Dalam hal ini melihat bagaimana sikap yang dilakukan oleh para pelaksana KEK Tanjung Lesung dalam adanya penolakan-penolakan terhadap pengembangan Kawasan Ekonomi

Khusus Tanjung Lesung, serta hambatan-hambatan yang terjadi selama pengembangan KEK Pariwisata Tanjung Lesung.

5) Komunikasi Antarorganisasi Dan Aktivitas Pelaksana

Koordinasi merupakan mekanisme yang ampuh dalam implementasi kebijakan publik. Semakin baik koordinasi komunikasi antara pihak-pihak yang terlibat dalam suatu proses implementasi, maka asumsinya kesalahan-kesalahan akan sangat kecil untuk terjadi. Begitu pula sebaliknya. Dalam hal ini yang peneliti nilai adalah bagaimana kordinasi antara PT Banten West Java dengan SKPD yang terkait dalam implementasi pengembangan KEK Tanjung Lesung

6) Lingkungan Ekonomi, Sosial Dan Politik

Hal terakhir yang perlu juga diperhatikan guna menilai kinerja implementasi publik dan persefektif yang ditawarkan oleh Van meter-Van Horn adalah, sejauhmana lingkungan eksternal turut mendorong keberhasilan kebijakan publik yang ditetapkan. Lingkungan sosial, ekonomi, dan politik yang tidak kondusif dapat menjadi biang keladi dari kegagalan kinerja implementasi kebijakan. Karena itu, upaya untuk mengimplementasikan kebijakan harus pula memperhatikan kekondusifan lingkungan eksternal, dalam hal ini peneliti ingin melihat bagaimana dampak yang dihasilkan oleh pengembangan KEK Tanjung Lesung terhadap masyarakat atau lingkungan dan apakah implementasi pengembangan KEK Tanjung Lesung, ini juga dapat mempengaruhi lingkungan politik yang ada atau sebaliknya.

Definisi operasional ini disusun dengan fokus penelitian berdasarkan apa yang akan peneliti kaji dan temukan saat di lapangan kemudian akan diolah seperti yang sudah dijelaskan diatas dan dikembangkan sesuai dengan data yang diperoleh menjadi satu rangkaian informasi yang dijabarkan dalam bentuk deskriptif sehingga menjadi suatu hasil penelitian yang paten dan dapat dipertanggung jawabkan keabsahan datanya. Adapun untuk lebih jelasnya mengenai definisi operasional dalam penelitian ini dapat dilhat padatabel 3.1 berikut ini:

Tabel 3.1

Definisi Operasional Penelitian

No Variabel Dimensi Penilaian Sub Dimensi Penilaian

1 Ukuran Dan Tujuan Kebijakan

a.Kejelasam Tujuan Dari Pengembangan KEK

Ukuran Atau Standar Keberhasilan Dari Pennyelenggaraan KEK b.Terukur Kesesuaian Pengembangan

Kawasan Ekonomi Khusus Dengan Kondisi Masyarakat. 2 Sumber Daya a.dukungan SDM Kesiapan SDM Penyelenggara

KEK

Kesesuain Tugas Dan Wewenang Para Implementor KEK Tanjung Lesung Kinerja Para Implementor Pengembangan KEK Tanjung Lesung

b.Dukungan Dana Dana Dan Anggaran Pengembangan KEK c. Dukungan sarana

dan prasarana Kondisi Sarana Dan Prasarana KEK d.Dukungan waktu Kecukupan Waktu Dalam

Pelaksanaan Pengembangan KEK

3 Karakteristik Agen Pelaksana

a. Karakteristik/peran Karakteristik/Peran Dari Masing-Masing Stake Holder Kesiapan Para Stake Holder Dalam Pengimplemntasian

Sumber Peneliti 2015

Dokumen terkait