• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

2.7 Fibrilasi Ventrikel

kemudian asistol. (Rampengan, 2014).

20

2. Asistol

3. Disosiasi elektromekanikal 4. Bradiaritmia

2.4.7 MANAJEMEN

1. Memperbaiki penyebab yang berpotensi fibrilasi ventrikel

Termasuk: iskemia yang terus-menerus, toksisitas obat, abnormalitas elektrolit, hipoksia, gagal jantung kongestif akut

2. Mengobati yang mendasari penyakit jantung

Termasuk: ACE inhibitor untuk CHF, beta bloker untuk PJK 3. Apakah ada bedah atau pilihan alat untuk pasien?

Termasuk CABG untuk PJK, Implantable Cardioverter Defibrillator (ICD) untuk obat jantung anti-aritmia.

Gambar 2.8 Asistol (PERKI, 2014).

Tabel 2.1 Pengobatan untuk Cardiac Arrest Survivors (Rampengan, 2014).

2.4.8 PROGNOSIS

Prognosis henti jantung di dalam rumah sakit terkait penyakit non kardiak buruk, dan perawatan pasca resusitasi didominasi oleh penyakit kormobid. Pasien dengan kanker stadium akhir, gagal ginjal, penyakit sistem saraf pusat akut, infeksi tidak terkontrol, memliki survival rate <10%. (Myerburg dan Castellanos, 2012)

22

2.6 KERANGKA KONSEP

Petugas Bandar Udara Kualanamu

 Tingkat pengetahuan mengenai BHD

 Sikap mengenai BHD

Gambar 2.10 KerangkaKonsep.

19 BAB III

METODE PENELITIAN

3.1 RANCANGAN PENELITIAN

Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan cross sectional, yaitu penelitian yang menggambarkan gambaran tingkat pengetahuan dan sikap petugas yang beroperasi di terminal Bandar Udara Internasional Kualanamu.

3.2 LOKASI PENELITIAN

Penelitian dilakukan di Bandar Udara Internasional Kualanamu.

3.3 POPULASI DAN SAMPEL 3.3.1 POPULASI

Populasi penelitian ini adalah petugas yang beroperasi di terminal Bandar Udara Internasional Kualanamu.

3.3.2 SAMPEL

Sampel pada penelitian ini menggunakan teknik total sampling, yaitu seluruh petugas yang beroperasi di terminal Bandar Udara Internasional Kualanamu pada tahun 2019 yang memenuhi kriteria eksklusi dan inklusi.

Adapun kriteria inklusi dan eksklusi dalam pemilihan sampel pada penelitian ini adalah:

1. Kriteria Inklusi

a. Petugas yang beroperasi di terminal Bandar Udara Internasional Kualanamu yang bersedia mengikuti penelitian dengan menandatangani lembar persetujuan responden.

b. Semua pernyataan dalam lembar kuesioner terjawab.

2. Kriteria Eksklusi

a. Petugas yang beroperasi di terminal Bandar Udara Internasional Kualanamu yang tidak mengisi kuesioner dengan lengkap.

24

b. Petugas yang beroperasi di terminal Bandar Udara Internasional Kualanamu yang menjawab kuesioner dengan lebih dari satu jawaban.

3.4 METODE PENGUMPULAN DATA 3.4.1 DATA PRIMER

Data primer dalam penelitian ini adalah data yang diperoleh langsung dari sumber data. Pengumpulan data dilakukan dengan pembagian kuesioner kepada subjek penelitian dan peneliti langsung mengumpul kembali kuesioner apabila sudah selesai diisi. Penelitian dilakukan pada jam kerja diantara pergantian shift petugas yang beroperasi di terminal Bandar Udara Internasional Kualanamu.

3.4.2 INSTRUMEN PENELITIAN

Instrumen penelitian ini adalah lembar persetujuan responden dan kuesioner.

3.5 DEFINISI OPERASIONAL

No Variabel Definisi Cara ukur Alat ukur Hasil ukur Skala ukur

26

3.6 METODE ANALISA DATA 3.6.1 PENGOLAHAN DATA

Proses pengolahan data ini melalui tahap-tahap sebagai berikut:

1. Editing

Dilakukan dengan cara meneliti kelengkapan data dan pencocokan data yang telah terkumpul sehingga tidak ada kesalahan dalam pengumpulan data.

2. Coding

Kuesioner penelitian yang sudah diisi oleh responden yang telah diberi kode oleh peneliti secara manual sebelum diolah oleh komputer.

3. Scoring

Menetapkan pemberian skor pada kuesioner tingkat pengetahuan dan sikap yang diukur dengan kategori baik dengan skor 16-20, cukup dengan skor 11-15 dan kurang dengan skor 0-10.

4. Entry data

Memasukan data ke dalam komputer dengan menggunakan aplikasi SPSS.

5. Cleaning

Pemeriksaan semua data yang sudah diperoleh dari responden yang telah dimasukkan ke dalam program komputer, dicek kembali untuk melihat kemungkinan adanya kesalahan-kesalahan kode, ketidaklengkapan, dan sebagainya, kemudian dilakukan pembetulan atau koreksi.

6. Saving

Penyimpanan data yang siap untuk dianalisis 7. Analisa Data

3.6.2 ANALISA DATA

Data yang didapatkan diolah dengan menggunakan perangkat lunak statistik.

Data tersebut akan dianalisis secara statistik. Data yang dihasilkan akan disajikan dalam bentuk tabel hasil perangkat lunak statistik.

23 BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

Penelitian ini dilakukan di Bandar Udara Internasional Kualanamu yang berlokasi di Jalan Bandara Kualanamu, Ps.Enam Kualanamu, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara 20553 yang secara resmi dioperasikan pada tanggal 25 Juli 2013.

Luas keseluruhan Bandara Kualanamu adalah 1.365 hektar dengan landasan kedua terpanjang di Indonesia setelah Batam. Pembangunan bandara ini merupakan bagian dari MP3EI, untuk menggantikan Bandar Udara Internasional Polonia yang telah berusia lebih dari 85 tahun.

Penelitian ini menggunakan teknik total sampling sehingga semua petugas bandara dimasukkan ke dalam sampel penelitian. Total sampel dalam penelitian ini sebanyak 224 responden yang telah memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi.

Berdasarkan 224 kuesioner yang telah memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi, diperoleh informasi mengenai demografi responden sebagai acuan dalam melihat karakteristik responden yang menjadi sampel penelitian. Demografi responden dalam penelitian ini berupa umur, jenis kelamin, tingkat pendidikan, dan jenis pekerjaan. Secara lebih rinci demografi dapat dilihat pada tabel 4.1 berikut:

Dari tabel 4.1, diatas dapat dilihat dari jenis kelamin memiliki presentase petugas bandara dengan jenis kelamin laki-laki (87,9%) lebih banyak dari presentase petugas bandara dengan jenis kelamin perempuan (12,1%). Apabila dilihat dari kelompok umur responden sebagian besar termasuk dalam kelompok usia 18-40 tahun, yaitu dengan presentase 96,9%, sebanyak 217 orang. Dari tingkat pendidikan yang ditempuh sebagian responden memiliki tingkat pendidikan SMA dengan presentase 64,7 % (145 orang). Mayoritas responden dari jenis pekerjaan adalah airport security dengan presentase 45,5 % , sebanyak 102 orang.

Tabel 4.1 Demografi Responden.

KETERANGAN JUMLAH (ORANG) PERSENTASE (%)

Jenis Kelamin

24

Laki-laki 197 87,9

Perempuan 27 12,1

KETERANGAN JUMLAH (ORANG) PERSENTASE (%)

Umur (tahun)

Airport Rescue and Fire Fighting 53 23,7

Airport Operation and Services 36 16,1

Lainnya (Cleaning Services, Glass

Cleaner, dan Vendor) 33 14,7

Tabel 4.2 Distribusi Frekuensi Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin pada

Masing-Masing Pekerjaan.

Pada tabel 4.2, diketahui terdapat 197 responden laki-laki (87,9%) dan 27 responden perempuan (12,1%). Selain itu diketahui bahwa jenis pekerjaan airport security terdapat 94 responden laki-laki dan 8 responden perempuan (n=102;

45,5%) , jenis pekerjaan airport rescue and fire fighting terdapat 51 responden laki-laki dan 2 responden perempuan (n=53; 23,7%), jenis pekerjaan airport operation and services terdapat 27 responden laki-laki dan 9 responden perempuan (n=36; 16,1%) dan jenis pekerjaan lainnya (cleaning services, glass cleaner, dan vendor) terdapat 25 responden laki-laki dan 8 responden perempuan (n=33; 14,7%).

24

Hasil penelitian menggambarkan bahwa mayoritas responden berdasarkan jenis kelamin pada masing-masing pekerjaan adalah laki-laki sebanyak 197 orang (87.9%). Hasil tersebut sejalan dengan penelitian Saputro (2016) yaitu didapatkan

30

mayoritas responden adalah laki-laki, karena sebagian besar laki-laki mengambil peran dalam memutuskan masalah serta bertanggungjawab dalam mengambil keputusan sehingga ketika ada survey tentang kesehatan maka pihak laki-laki yang menjadi obyek respondennya.

Pengetahuan adalah hasil pengindraan manusia, atau hasil tahu seseorang terhadap objek melalui indra yang dimilikinya (mata, hidung, telinga, dan sebagainya). Pada waktu pengindraan sampai menghasilkan pengetahuan tersebut sangat dipengaruhi oleh intensitas perhatian dan persepsi terhadap objek.

Sebagian besar pengetahuan seseorang diperoleh melalui indra pendengaran yaitu telinga dan indra penglihatan yaitu mata (Notoatmodjo, 2012).

Tabel 4.3 Distribusi Responden dengan Tingkat Pengetahuan Berdasarkan Umur.

Pada tabel 4.3, diketahui terdapat 33 dewasa awal dan 3 dewasa tengah memiliki tingkat pengetahuan baik (n= 36; 16,1%), kemudian 160 dewasa awal dan 4 dewasa tengah memiliki tingkat pengetahuan cukup (n= 164; 73,2%), serta 24 dewasa awal memiliki tingkat pengetahuan kurang (n= 24; 10,7%).

Berdasarkan perbandingan tingkat pengetahuan tentang bantuan hidup dasar berdasarkan kelompok usia terdapat responden dewasa awal yang berpengetahuan cukup sebanyak 160 orang (96,9%) dari 217 orang sedan gkan responden dewasa tengah yang berpengetahuan cukup sebanyak 4 orang (3,1%) dari 7 orang, hal ini menunjukkan bahwa dewasa awal memiliki tingkat pengetahuan lebih baik dari dewasa tengah. Hasil tersebut sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Sofyan & Sahputra (2009) yaitu pengetahuan tinggi terhadap variabel yang diteliti lebih besar dimiliki oleh responden dengan tahapan usia dewasa awal dibandingkan dewasa tengah.

Umur

Tabel 4.4 Distribusi Responden dengan Tingkat Pengetahuan Berdasarkan Jenis Pekerjaan.

Pada tabel 4.4, diketahui terdapat 17 petugas airport security, 6 petugas airport rescue and fire fighting, 4 petugas airport operation and services dan 9 petugas lainnya memiliki tingkat pengetahuan baik (16,1%) dan 8 petugas airport security, 9 petugas airport rescue and fire fighting, 3 petugas airport operation and services dan 4 petugas lainnya memiliki tingkat pengetahuan kurang (10,7%).

Tabel 4.5 Distribusi Responden dengan Tingkat Pengetahuan Berdasarkan Tingkat Pendidikan. tingkat pendidikan terakhir responden. Pada tamat SMA memiliki tingkat pengetahuan yang baik sebanyak 22 orang (15,2%) kemudian pengetahuan cukup sebanyak 108 orang (74,5%) serta yang memiliki pengetahuan kurang sebanyak 15 orang (10,3%) sedangkan responden dengan latar belakang tamat sarjana

32

pengetahuan cukup sebanyak 56 orang (70,9%) serta yang memiliki pengetahuan kurang sebanyak 9 orang (11,4%).

Hasil penelitian ini menggambarkan bahwa responden dengan latar belakang SMA dan Sarjana memiliki pengetahuan yang cukup. Hasil penelitian ini tidak sesuai dengan penelitian Hutapea (2012) yang menunjukkan tingkat pendidikan SMA memiliki pengetahuan yang kurang sebanyak 23 orang dari 46 orang (50%) dan tingkat pendidikan Sarjana memiliki pengetahuan yang buruk sebanyak 2 orang dari 46 orang.

Menurut Notoatmodjo (2012), sikap adalah reaksi atau respons seseorang yang masih tertutup terhadap suatu stimulus atau objek. Sikap belum merupakan suatu tindakan ataupun aktivitas, namun merupakan predisposisi tindakan atau perilaku.

Tabel 4.6 Distribusi Responden dengan Sikap Berdasarkan Jenis Pekerjaan.

Pada tabel 4.6, diketahui terdapat 66 petugas airport security, 21 petugas airport rescue and fire fighting, 15 petugas airport operation and services dan 13 petugas lainnya memiliki sikap baik (51,3%), kemudian 31 petugas airport

menyatakan bahwa terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi pembentukan sikap seseorang, antara lain pengalaman pribadi, pengaruh orang lain, kebudayaan,

m e d i a m a s s a d a n f a k t o r

34

emosional.

Tabel 4.7 Distribusi Responden dengan Sikap Berdasarkan Tingkat Pendidikan.

Tingkat Pendidikan N %

Tamat SMA

Tamat Sarjana (S1/S2/S3)

Sikap Kurang 6 7 13 5,8

Cukup 59 37 96 42,9

Baik 80 35 115 51,3

Total 145 79 224 100

Pada tabel 4.7, menunjukkan sikap tertinggi mengenai bantuan hidup dasar yaitu pada tamat SMA sebanyak 80 orang (55,2%) dari 145 orang dan yang memiliki sikap terendah yaitu pada tamat SMA sebanyak 6 orang (4,1%) dari 145 orang.

29 BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 KESIMPULAN

1. Tingkat pengetahuan petugas Bandar Udara Internasional Kualanamu tentang bantuan hidup dasar memiliki pengetahuan yang cukup.

2. Sikap petugas Bandar Udara Internasional Kualanamu tentang bantuan hidup dasar memiliki sikap yang baik.

3. Gambaran karakteristik responden didapatkan beberapa hasil antara lain : dewasa awal memiliki pengetahuan yang cukup dibandingkan dengan dewasa tengah, latar belakang pendidikan SMA memiliki pengetahuan yang cukup dibandingan dengan tamat sarjana dan yang bekerja sebagai airport security, airport rescue and fire fighting, airport operation and services, dan lainnya (cleanning services, glass cleaner, dan vendor) memiliki pengetahuan yang cukup.

5.2 SARAN

Dari serangkaian proses penelitian yang telah dilakukan, maka dapat diberikan beberapa saran yang mungkin dapat bermanfaat bagi semua pihak yang terkait dalam penelitian ini. Adapun saran yang diberikan, yaitu :

1. Untuk petugas Bandar Udara Internasional Kualanamu diharapkan dapat meningkatkan dan memperbaharui pengetahuan khususnya Bantuan Hidup Dasar.

2. Untuk Bandar Udara Internasional Kualanamu diharapkan dapat selalu memberikan pelatihan dan pembinaan secara regular mengenai Bantuan Hidup Dasar pada seluruh petugas Bandara.

3. Untuk peneliti lain, menjadi data dasar yang dapat dikembangkan menjadi penelitian lebih baik dan hendaknya menambah pengetahuan dan sikap pada petugas bandara pada bagian maskapai.

36

DAFTAR PUSTAKA

American Heart Association. 2015, Fokus Utama:Pembaharuan Pedoman Heart Association 2015 untuk CPR dan ECC, AHA.

American Heart Association. 2017, About Cardiac Arrest, accessed 14 April 2019, Available at: https://www.heart.org/en/health-topics/cardiac-arrest/about-cardiac-arrest.

American Heart Association. 2017, Cardiac Arrest, accessed 14 April 2019, Available at: https://www.heart.org/en/health-topics/cardiac-arrest.

Annas, D. S. 2016, Hubungan Pengetahuan Bantuan Hidup Dasar (BHD) dengan Kesiapan Menolong Siswa Anggota PMR di Madrasah Aliyah Negeri Purworejo.

Arikunto, S. 2013, Prosedur Penelitian : Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: PT.

Rineka Cipta.

Azwar, S. 2012, Sikap Manusia Teori dan Pengukurannya. Yogyakarta

Bariqi, F. 2017, Pengaruh Pelatihan Bantuan Hidup Dasar terhadap Tingkat Pengetahuan Menolong Korban Kecelakaan Lalu Lintas Pada Polisi Kota Yogyakarta.

Connor, Robert E O, 2017. Cardiac Arrest. accessed 14 April 2019, Available at:

https://www.msdmanuals.com/profesional/critical-care-medicine/cardiac-arrest-and-cpr/cardiac-arrest

CPR Seattle. 2015, The Good Samaritan Law-How does that work, exactly?, accessed 10 April 2019, Available at: http://www.cprseattle.com/blog/the-good-samaritan-law-how-does-that-work-exactly.

Depkes RI. 2016, Kesehatan Kegawatdaruratan dan Penanganannya. Jakarta:

Depkes RI.

Frame, Scott B. 2010, PHTLS : Basic and Advanced Prehospital Trauma Life Support, Missouri: Mosby.

Hurlock, E. B. 2012, Psikologi Perkembangan, Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang Kehidupan. Jakarta: Erlangga.

Hutapea, E. L. 2012, Gambaran Tingkat Pengetahuan Polisi Lalu Lintas tentang Bantuan Hidup Dasar (BHD) di Kota Depok.

International Federation of Red Cross and Red Crescent Societies. 2011, International First Aid and Resuscitation Guidelines 2011.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 2017, Penyakit Jantung Penyebab Kematian Tertinggi, Kemenkes Ingatkan Cerdik, accessed 14 April 2019,

Available at:

http://www.depkes.go.id/article/view/17073100005/penyakit-jantung-penyebab-kematian-tertinggi-kemenkes-ingatkan-cerdik-.html

McNally B, Robb R, Mehta M, Vellano K, Valderrama A L , Yoon P W, Sasson C, Crouch A, Perez A B, Merritt R & Kellermann A. (2011), Out of Hospital Cardiac Arrest Surveillance - Cardiac Arrest Registry to Enhance Survival (CARES). Retrieved April 2014, 2019, from https://www.cdc.gov/mmwr/preview/mmwrhtml/ss6008a1.htm

Moll V. (2018), Overview of Respiratory Arrest, assessed 14 April, 2019, from https://www.msdmanuals.com/profesional/critical-care-medicine/respiratory-arrest/overview-of-respiratory-arrest

Monsieurs, K.G., Nolan, J.P., Bossaert, L.L., Greif, R., Maconochie, I.K., Nikolaou, N.I., Perkins, G.D., Soar, J., Truhlář, A., Wyllie, J. and Zideman, D.A. 2015, European Resuscitation Council Guidelines for Resuscitation : section 1',Executive summary. Resuscitation, pp. 1-80.

Myerburg R.J., Castellanos A. 2012. Cardiac Arrest and Sudden Death. In:

Braunwald E, ed. Heart Disease: A Textbook of Cardiovascular Medicine.

Philadelphia: Saunders, pp. 742-79.

Notoatmodjo, S. 2012, Metode Penelitian Kesehatan. Jakarta: PT. Rineka Cipta.

Notoatmodjo, S. 2012, Promosi Kesehatan dan Perilaku Kesehatan. Jakarta:

Penerbit Rineka Cipta.

PERKI. 2015,accessed 14 April 2019 ,Available at:

http://www.inaheart.org/education_for_patient/2015/5/7/henti_jantung.

Porzer, M., Mrazkova,E., Homza, M., and Janout, V. 2017, Out-of-hospital cardiac arrest. Biomed Pap Med Fac Univ Palacky Olomouc Czech Repub, Vol 61, no 4, pp. 348-353.

Pro Emergency. 2011, Basic Trauma Life Support, Cibinong: Pro Emergency.

Rampengan, S.H. 2014, Buku Praktis Kardiologi. Badan Penerbit Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Jakarta.

Resuscitation Council. 2010, Adult Basic Life Support. accessed 29 Maret 2019, Available at: http://www.resus.org.uk/pages/bls.pdf.

Saputro, A. D. 2016, Gambaran Tingkat Pengetahuan Warga Desa Tuban Kecamatan Gondangrejo Kabupaten Karanganyar tentang Bantuan Hidup Dasar (BHD).

38

Sofyan dan Sahputra. 2009, Gambaran Tingkat Pengetahuan Perawat Tentang Teknik Steril Dikamar Bedah Rumah Sakit, PT.Pelni Depok, Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia.

Subagjo Agus. Achyar. Ratnamaningsih, E. Putranto Bondan H. Sugiman Tantani Kosasih A. Agustinus R. 2012, Bantuan Hidup Jantung Dasar. Jakarta:

Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia.

Sunyoto. 2010, Presentasi,Case Study, Simulasi. accessed 29 Maret 2019, Available at:

http://fkm.unsri.ac.id/index.php?option=com_content&view=article&id=4 4:presentasicase-study-simulasi&catid=8:informasi

LAMPIRAN A. Biodata Penulis

DAFTAR RIWAYAT HIDUP

Nama : Angeline

NIM : 160100073

Tempat / Tanggal Lahir : Medan / 3 Mei 1998

Agama : Buddha

Nama Ayah : Hendro

Nama Ibu : Lim Ai Ciu

Alamat : Jln. Brigjend Zein Hamid gg Pribadi No A24 Riwayat Pendidikan :

1. SD Swasta Sutomo 1 Medan (2004-2010) 2. SMP Swasta Sutomo 1 Medan (2010-2013) 3. SMA Swasta Sutomo 1 Medan (2013-2016)

4. Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara (2016-Sekarang) Riwayat Pelatihan :

1. Peserta PKKMB (Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru) FK USU 2016

2. Peserta MMB (Manajemen Mahasiswa Baru) FK USU 2016 3. Peserta Seminar Dokter Keluarga dan Workshop Sirkumsisi 2016

4. Peserta Seminar dan Workshop Basic Life Support dan Traumatology 2017

40

5. Peserta PMO Cabang Musculoskelatal FK USU 2018 Riwayat Organisasi : -

Riwayat Kepanitiaan :

1. Panitia Seksi Konsumsi MMB (Manajemen Mahasiswa Baru) 2017 FK USU

2. Panitia Seksi Adm. Kesek Pema Debating Championship FK USU 2017 3. Panitia Pharmacological approach on Drug Issues 2017

4. Panitia Seksi Adm. Kesek Bakti Sosial MIND FK USU 2018 5. Panitia Pharmacological approach on Drug Issues 2018

6. Panitia Seksi Medis Obat Pengabdian Masyarakat SCORA FK USU 2019 7. Panitia Seksi Adm Kesek Perayaan Waisak MIND FK USU 2017

Riwayat Prestasi :

1. Semifinalis PMO Cabang Musculoskelatal FK USU 2018

LAMPIRAN B. Pernyataan Orisinalitas

42

LAMPIRAN C. Ethical Clearance Penelitian

LAMPIRAN D. Surat Izin Penelitian

44

LAMPIRAN E. Lembar Penjelasan

LEMBAR PENJELASAN Bapak/Ibu Yth.,

Perkenalkan nama saya Angeline, mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara. Saat ini, saya sedang melakukan penelitian yang berjudul

“Tingkat Pengetahuan dan Sikap Petugas Bandar Udara Internasional Kualanamu terhadap Bantuan Hidup Dasar”. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan petugas bandara mengenai bantuan hidup dasar berdasarkan umur, jenis kelamin, tingkat pendidikan, dan jenis pekerjaan.

Pada penelitian ini, pengambilan data dilakukan dengan memberikan kuesioner. Saya mengharapkan ketersediaan dan kerja sama Bapak/Ibu untuk mengisi kuesioner yang sebenar-benarnya dalam penelitian ini. Data ini akan bermanfaat demi perkembangan pelayanan Bantuan Hidup Dasar di Indonesia.

Partisipasi Bapak/Ibu bersifat sukarela, tanpa ada paksaan maupun tekanan. Setiap data dalam penelitian ini dirahasiakan dan digunakan untuk kepentingan penelitian. Jika selama penelitian terdapat hal-hal yang kurang jelas, maka Bapak / Ibu dapat menghubungi saya:

Nama : Angeline

Alamat : Jln. Brigjend Zein Hamid gg Pribadi No A24 No. HP : 081262894546

Demikian yang dapat saya sampaikan. Terima kasih atas partisipasi Bapak/Ibu dalam penelitian ini. Setelah memahami berbagai hal yang menyangkut penelitian ini diharapkan Bapak/Ibu bersedia mengisi lembar persetujuan yang telah disiapkan.

Medan,

Peneliti,

(Angeline)

46

LAMPIRAN F. Lembar Persetujuan Responden

LEMBAR PERSETUJUAN RESPONDEN

Saya yang bertanda tangan di bawah ini:

Nama :

Setelah mempelajari dan mendapatkan penjelasan yang sejelas-jelasnya mengenai penelitian yang berjudul “Tingkat Pengetahuan dan Sikap Petugas Bandar Udara Internasional Kualanamu terhadap Bantuan Hidup Dasar”, dengan ini saya menyatakan bahwa saya BERSEDIA dengan sukarela menjadi subjek penelitian tersebut. Demikian persetujuan ini saya sampaikan dengan sukarela dan tanpa ada paksaan dari pihak manapun.

LAMPIRAN G. Kuesioner Penelitian

KUESIONER PENELITIAN

PETUNJUK : Jawablah dengan memberi tanda silang (X) pada salah satu jawaban yang menurut anda sesuai.

1. Bantuan Hidup Dasar (BHD) atau dalam bahasa Inggris disebut Basic Life Support (BLS) merupakan pengertian dari:

a. Pertolongan pertama yang dilakukan pada seseorang yang mengalami henti jantung

b. Tindakan yang dilakukan pada seseorang yang mengalami patah tulang c. Tindakan yang dilakukan pada seseorang yang mengalami nyeri

2. Bantuan Hidup Dasar (BHD) dapat dilakukan oleh:

a. Kalangan medis seperti dokter dan perawat saja

b. Siapa saja baik dari bidang medis maupun masyarakat yang mampu melakukannya

c. Masyarakat saja

3. Seseorang diberikan Bantuan Hidup Dasar (BHD) apabila a. Henti jantung dan atau henti nafas

b. Luka

c. Patah tulang

4. Tindakan Bantuan Hidup Dasar (BHD) terdiri dari:

a. Pembebasan jalan nafas dan memberi bantuan nafas b. Pembebasan jalan nafas dan sirkulasi

c. Pembebasan jalan nafas, memberikan bantuan nafas, dan pijat jantung 5. Dalam Bantuan Hidup Dasar (BHD) dikenal istilah CAB yang merupakan

singkatan dari:

a. Calm, Airway, and Breathing b. Circulation, Airway, and Breathing c. Circulation, Airway, and Blood

48

6. Saat menemukan korban yang tidak sadar, hal yang pertama kali kita lakukan adalah

a. Cek kesadaran dengan menepuk pundak korban sambil memanggil

“Pak! Pak!” atau “Ibu! Ibu!”

b. Membebaskan jalan nafas c. Memberi nafas buatan

7. Apabila korban tidak sadar yang perlu dilakukan selanjutnya adalah a. Memberikan jalan nafas

b. Cek nadi korban

c. Meminta bantuan atau hubungi nomor darurat (ambulans atau rumah sakit terdekat)

8. Lokasi yang tepat untuk melakukan pijat jantung adalah a. Di tengah perut

b. Di tengah tulang dada c. Diantara perut dan dada

9. Tindakan pijat jantung dilakukan pada : a. Alas yang keras dan datar b. Alas yang keras dan tidak datar c. Alas yang lunak dan datar

10. Pijat jantung dan pemberian nafas buatan dilakukan dengan perbandingan a. 30 : 2 (30 kali pijat jantung : 2 kali nafas buatan)

b. 30 : 1 (30 kali pijat jantung : 1 kali nafas buatan) c. 15 : 2 (15 kali pijat jantung : 2 kali nafas buatan) 11. Pijat jantung dilakukan dengan frekuensi / kecepatan

a. 50x per menit b. 80x per menit c. 100x per menit

12. Dalam pelaksanaan pijat jantung minimal kedalaman pijat jantung adalah a. 3 cm

b. 5 cm c. 7 cm

13. Pembebasan jalan nafas dilakukan dengan beberapa cara, yaitu :

a. Menekan dahi kebelakang, mengangkat dagu, dan mendorong rahang atas

b. Mengangkat dagu dan mendorong rahang c. Mengangkat dagu saja

14. Menilai pernafasan dapat dilakukan dengan cara :

a. Melihat gerakan dada, mendengar suara nafas, dan merasakan hembusan nafas

b. Melihat gerakan dada saja c. Mendengar suara nafas saja

15. Bantuan pernafasan dapat dilakukan dengan beberapa cara, yaitu : a. Mulut ke mulut saja

b. Mulut ke hidung saja

c. Dari mulut ke mulut dan mulut ke hidung

16. Pemeriksaan nadi dilakukan setiap ... siklus pijat jantung dan pemberian nafas buatan

a. 3 siklus b. 2 siklus c. 5 siklus

17. Setelah melakukan tindakan Bantuan Hidup Dasar (BHD) dan korban telah sadar, yang kita lakukan pada korban adalah posisi pemulihan dengan cara:

a. Dengan membantu korban duduk b. Membantu korban berdiri

c. Membantu korban tidur dengan posisi miring 18. Tindakan pijat jantung dapat dihentikan apabila:

a. Penolong dalam keadaan letih atau bantuan medis telah datang atau korban kembali pulih

b. Penolong tidak mau lagi melakukan pijat jantung c. Penolong merasa tidak berhak melakukan pijat jantung

50

KUESIONER PENELITIAN

Petunjuk pengisian : Berikan tanda checklist () pada jawaban yang menurut anda Benar

No Pertanyaan Ya Tidak

1 Saya hanya akan melihat saja tanpa menolong saat ada kejadian kecelakaan dijalan

2 Saya akan merespon cepat saat dibutuhkan menghadapi korban pingsan dan henti jantung yang butuh pertolongan 3 Saya akan minta bantuan kepada orang sekitar saat

memberikan pertolongan 4

Saya segera berikan petolongan napas buatan / rescue breathing pada korban yang tak sadarkan diri tanpa melihat status

5

Saya tetap melakukan kompresi dada (RJP) pada korban henti jantung walaupun korban dicurigai mengalami patah

Saya tetap melakukan kompresi dada (RJP) pada korban henti jantung walaupun korban dicurigai mengalami patah

Dokumen terkait