4) Promotion Methods
4.7 Financial Plan
4.7.1 Perencanaan Anggaran
Untuk memaksimalkan nilai perusahaan, perusahan memerlukan adanya perencanaan keuangan yang baik seperti kegiataan perencanaan, penganggaran, pengelolaan, pengendalian, pencaran, dan penyimpanan dana yang dimiliki perusahaan. Di dalam perencanaan anggaran tercermin struktur anggaran biaya yang diperlukan dari bisnis model ini. Di dalamnya terdapat bagian struktur modal awal yang diperlukan, beban biaya yang akan dikeluarkan ,proyeksi keuangan dan lain – lain .
Finansial restoran Queen Pempek akan direncanakan untuk 5 tahun ke depan. Rencana keuangan tersebut terdiri dari 3 skenario, yaitu optimistic, average, dan pessimistic. Perbedaan dari ketiga skenario tersebut akan terlihat pada sales forecast.
Perencanaan anggaran ini juga mencakup daftar seluruh barang berserta harga barang yang diperlukan dalam memulai bisnis. Total seluruh biaya yang dikeluarkan untuk menjalankan bisnis ini adalah sebesar Rp 846,520,667 Total biaya ini direncanakan akan di dapat dari modal pribadi.
4.7.2 Total Capital Investment
Modal yang dikeluarkan oleh para investor untuk mulai menjalankan bisnis Queen Pempek ini adalah sebesar Rp 900.000.000. Investor awal untuk
bisnis ini terdiri dari 3 orang dan masing – masing investor dan yang merupakan owner dari bisnis ini masing –masing memberikan modal Rp 300.000.000 setiap investor.
Kami bertiga yang merupakan pemilik Restoran Queen Pempek melakukan investasi yang pembagiannya sebagai berikut:
Tabel 4.6 Tabel nama investor dan modal yang dikeluarkan
1. Ardhitia Bayu IDR 300,000,000 33%
2. Nadia Assegaf IDR 300,000,000 33%
3. Adrianus Yudha IDR 300,000,000 33%
Total IDR 900,000,000
4.7.3 Startup Cost
4.7.3.1 Total Start-Up Expenses
Nilai yang akan di keluarkan pada saat akan melakukan pembukaan bisnis biaya yang akan dikeluarkan sebesar Rp 846.520.667 diluar pembelian asset.
Nilai tersebut didapat dari biaya awal persediaan bahan makanan dan minuman sebesar Rp 97.929.000, biaya izin usaha Rp 20.000.000, biaya marketing, promosi hingga grand opening Rp 13.400.000. Lalu biaya sewa kantor setahun sebesar Rp 55.000.000 , Biaya sewa tanah dan bangunan 5 sebesar Rp 1.000.000.000, dengan
Down Payment 30% sebesar Rp311.666.667 dan biaya renovasi dekorasi bangunan sebesar Rp 30.000.000 sebulan, yang akan dilakukan hingga bulan ke 3.
4.7.3.2 Total Start-Up Assets
Total start up assets adalah nilai yang akan dikeluarkan untuk melakukan pembelian asets dan peralatan untuk keperluan bisnis ini. Biaya-biaya yang dikeluarkan antara lain seperti biaya untuk membeli kendaraan operasional 3 unit sepeda motor sebesar Rp 45.000.000,, biaya untuk membeli peralatan dan perlengkapan kantor sebesar Rp 38.100.000, biaya untuk membeli peralatan dan perlengkapan dapur sebesar Rp 144.908.000, dan biaya untuk membeli equipment sebesar Rp 120.650.000. Total biaya yang dikeluarkan untuk membeli asset adalah sebesar Rp 358.525.000
Berikut rincian dari startup cost yang dibutuhkan untuk memulai bisnis Queen Pempek:
Tabel 4.7 Startup Cost Queen Pempek
4.7.4 Sales forecast
Sales forecast adalah asumsi pendapatan dari setiap revenue streams nya. Sumber pendapatan utama dari Queen Pempek tentunya dari, pejualan pempek baik dari Dine-in, take away, dan juga delivery order. Pertumbuhan sales dibuat dengan pertimbangan sebesar 10%. Perkiraan untuk sales forecasting dibuat selama 5 tahun. Dengan scenario Optimistic hasilnya untuk tahun pertama Queen Pempek mendapatkan sales sebesar Rp 5.473.800.000 ,tahun kedua sebesar Rp 6.021.180.000
Pengeluaran Biaya Jumlah Total
Marketing Cost
Ballyhoo 10,000,000 Social Media Advertising 400,000 Website 3,000,000
Total Marketing Cost for Start up 13,400,000
Legal Fee 20,000,000
Inventory 97,929,000
Furnitures & Equipment
POS system 22,000,000 Restaurant Furniture and Equipment 82,225,000 Serving and Buffet Equipment 16,425,000 Kitchen Equipment 144,600,000 HO and Operational Equipment 83,100,000
Restroom and Janitorial Equipment 10,175,000 Allocation to:
Total 358,525,000 Fixed Assets 331,100,000 Expense 27,425,000
Land and Building
Sewa Tanah dan Bangunan 5 tahun (1,000,000,000) 300,000,000 dp 30% Biaya Sewa Bulan Pertama 11,666,667 Renovasi 3 bulan 30,000,000
Total Land and Building 341,666,667
Miscellanious Expense 15,000,000
Total Start up Cost IDR 846,520,667
Keterangan MODAL AWAL
,tahun ketiga setelah membuka cabang baru, sales pun meningkat 10% sebesar Rp 6.891.678.000, tahun keempat sebesar Rp 7.580.845.800 dan tahun kelima mendapatkan sales sebesar Rp 13.812.730.380.
Gambar 4.38 Sales forecast 5 tahun scenario Optimistic (dalam ribu rupiah)
Gambar 4.40 Sales forecast 5 tahun scenario Pessimistic (dalam ribu rupiah)
4.7.5 Strategi Harga
Untuk strategi pricing, kami menentukan strategi harga untuk tiga skema yang berbeda, yaitu Dine-in, Take-away, dan Delivery order. Dengan food cost 1 unit pempek seharga Rp 2.214, kami menentukan harga dengan mengambil keuntungan kurang lebih ± 100% untuk retail & Delivery. 1 Package berisi 30 Pempek yang dijual seharga 150rb. Untuk skema Dine-in, setelah melakukan survey ke restoran pempek, dan demo produk, kami dapat menyimpulkan bahwa rata-rata 1 orang kenyang setelah memakan 14 buah pempek. Dengan perhitungan 14 x 2.214 = 30.996, maka kami melakukan markup harga 142% sebesar Rp 75.000 untuk menutup cost minuman.
4.7.6 Food Cost
Food cost merupakan harga biaya yang timbul dari Pempek yang kami produksi dan dijual dalam bisnis ini dengan rinciannya sebagai berikut:
Food Cost
1 kg Ikan Tenggiri IDR 125,000
1kg Tepung Sagu IDR 20,000
10 butir telur IDR 10,000
IDR 155,000 bahan tersebut dapat membuat ± 70 pempek mix (adaan,kapal selam, keriting) Food cost 1 biji Pempek = IDR 2,214
4.7.7 Income Statement
Perkiraan laporan laba rugi digunakan untuk melihat biaya yang digunakan selama bisnis berjalan dalam jangka waktu 5 tahun. Laporan ini juga digunakan untuk mengetahui keuntungan atau kerugian yang dialami PT. Nia Gourmet Nasional dalam jangka waktu 5 tahun ke depan, dengan asumsi sebagai berikut:
1. Sales meningkat 10% tiap tahun, dan juga kenaikan inflasi sebesar 10% 2. Kapasitas dari storage kami dalam menampung supply dilakukan dengan
perhitungan yang realistis berdasarkan hasil survey dan observasi.
3. Rata-rata pengunjung yang datang perhari nya disesuaikan dengan jam operasional selama 11 jam, dengan asumsi yang didapat dari survey ke beberapa restoran all you can eat dan juga restoran pempek lainnya, 6 orang perjam pada scenario optimistic sehingga mendapatkan 66 pengunjung per harinya dari maksimum kapasitas kursi 60.
4. Pelanggan Take away dan delivery order 25% dari Dine-in yaitu 17 orang per hari dengan ekstra tambahan ongkos kirim Rp10.000 pada delivery order.
5. Pada tahun ke 2 (2017) melakukan penambahan asset dengan membeli 1 unit mobil secara leasing untuk kegiatan operasional.
6. Pada tahun ke-3 (2018) membuka cabang baru di ITC ambassador dengan tambahan 1 unit motor untuk kegiatan operasional.
7. Pada tahun ke-5 (2020) membuka cabang baru All You Can Eat 8. PPH badan 25%.
Berikut adalah Income Statement untuk 5 tahun ke depan dengan scenario Optimistic, Untuk data selengkapnya dapat dilihat di Apendix di bagian Income Statement.
Tabel 4.8 Forecasted Income statement (Optimistic)
OPTIMIST
Income Statement 2016 2017 2018 2019 2020
Description Total
Sales Dine-in, Retail, and Delivery 5,473,800,000 6,021,180,000 6,891,678,000 7,580,845,800 13,812,730,380 Food Cost 1,707,161,143 1,877,877,257 2,129,053,783 2,341,959,161 4,283,316,220 Gross Profit 3,766,638,857 4,143,302,743 4,762,624,217 5,238,886,639 9,529,414,160 Selling expenses Salary 704,392,000 774,831,200 965,882,320 1,062,470,552 1,873,109,607 Rent expense 140,000,000 140,000,000 140,000,000 140,000,000 440,000,000 Marketing expenses 144,600,000 163,900,000 87,100,000 166,700,000 182,500,000 Utilities - - - -Electricity 24,000,000 26,400,000 34,848,000 38,332,800 66,166,080 Telephone 4,800,000 5,280,000 6,388,800 7,027,680 12,530,448 Internet 6,600,000 7,260,000 9,583,200 10,541,520 18,195,672 Water 7,200,000 7,920,000 10,454,400 11,499,840 19,849,824 Gas 12,000,000 13,200,000 17,424,000 19,166,400 33,083,040 Transport 4,800,000 5,280,000 6,388,800 7,027,680 12,530,448 - - -GA expenses - - - -Maintenance 12,000,000 13,200,000 17,424,000 19,166,400 33,083,040 Depresiasi 66,220,000 96,220,000 105,470,000 105,470,000 171,690,000 Amortisasi 60,000,000 60,000,000 95,000,000 95,000,000 95,000,000 Tax expense 547,380,000 602,118,000 689,167,800 758,084,580 1,381,273,038
Legal fee (start-up cost) 20,000,000 20,000,000
Operational equipment (start-up cost) 27,425,000 27,425,000
Renovation (start-up cost) 90,000,000 90,000,000
Miscellaneous expense (start-up cost) 15,000,000 15,000,000
Operational equipment expenses
(start-up branch) 1,850,000
Miscellaneous expense (start-up branch) 10,000,000
Total Operating Expense 1,886,417,000 1,915,609,200 2,196,981,320 2,440,487,452 4,491,436,197
Operating income 1,880,221,857 2,227,693,543 2,565,642,897 2,798,399,187 5,037,977,963
Other income (expenses)
Interest expense - 3,000,000 3,000,000 3,000,000 3,000,000
Income before tax 1,880,221,857 2,224,693,543 2,562,642,897 2,795,399,187 5,034,977,963
Corporate income tax 470,055,464 556,173,386 640,660,724 698,849,797 1,258,744,491
4.7.8 Forecasted Balance Sheet
Balance Sheet digunakan untuk membantu perusahaan dalam melihat struktur keuangan baik dari segi modal, asset dan juga kewajiban perusahaan.
Berikut Forcasted Balance Sheet untuk 5 tahun ke depan dari PT. Nia Gourmet Nasional dengan skenario Optimistic, Untuk data selengkapnya dapat dilihat di Apendix di bagian Balance Sheet. (Gambar pada halaman selanjutnya.)
Tabel 4.9 Forcasted Balance Sheet (Optimistic)
FORCASTED BALANCE SHEET
Tahun ke-0 (start up) 2016 2017 2018 2019 2020
Asset
Current Asset
Cash on Hand 15,000,000 15,000,000 15,000,000 15,000,000 15,000,000 Cash in Bank 900,000,000 1,790,286,393 3,585,026,550 5,302,478,723 7,234,498,113 10,581,321,585 Inventory - -
-Total Current Asset 900,000,000 1,805,286,393 3,600,026,550 5,317,478,723 7,249,498,113 10,596,321,585
Other Asset
Prepaid expenses 300,000,000 300,000,000 335,000,000 335,000,000 635,000,000 Amortization - 60,000,000- 120,000,000 - 215,000,000- 275,000,000- 635,000,000 Total Other Asset - 240,000,000 180,000,000 120,000,000 60,000,000
-Fixed Asset
Vehicles - Motorcycle 45,000,000 45,000,000 60,000,000 60,000,000 105,000,000 Acc. depreciation - 9,000,000- 18,000,000 - 30,000,000- 42,000,000- 63,000,000 Asset under finance lease
Vehicles - Car 120,000,000 120,000,000 120,000,000 120,000,000 Acc. depreciation - 30,000,000 - 60,000,000- 90,000,000- 120,000,000
Furnitures & Equipments 286,100,000 286,100,000 311,100,000 311,100,000 597,200,000 Acc. depreciation - 57,220,000- 114,440,000 - 177,910,000- 241,380,000- 362,070,000 Total Fixed Asset - 264,880,000 288,660,000 223,190,000 117,720,000 277,130,000
Total Asset 900,000,000 2,310,166,393 4,068,686,550 5,660,668,723 7,427,218,113 10,873,451,585
Liabilities
Current Liabilities
-Loan from third parties - 120,000,000 90,000,000 60,000,000 30,000,000 Loan payment - 30,000,000 - 30,000,000- 30,000,000- 30,000,000 Dividend payables Total Liabilities - - 90,000,000 60,000,000 30,000,000 -Equities Shareholder's Equity 900,000,000 900,000,000 900,000,000 900,000,000 900,000,000 900,000,000 Retained Earnings Prior Year P/L 1,410,166,393 3,078,686,550 4,700,668,723 6,497,218,113 Net Profit 1,410,166,393 1,668,520,157 1,921,982,173 2,096,549,390 3,776,233,472 Dividend payment - 300,000,000- 300,000,000- 300,000,000 Total Equities 900,000,000 2,310,166,393 3,978,686,550 5,600,668,723 7,397,218,113 10,873,451,585
4.7.9 Cash Flow Statement
Cash flow statement digunakan untuk mengetahui dengan jelas berapa banyak biaya kas yang masuk dan berapa banyak biaya kas yang keluar sehingga perusahaan dapat melihat seberapa banyak peningkatan kas yang masuk dan juga yang keluar.
Dilihat dari cash flow statement pada tahun pertama PT. Nia Gourmet Nasional memiliki nilai ending cash balance sebesar Rp 1.805.286.393 lalu tahun kedua terjadi peningkatan menjadi Rp 3.600.026.550, tahun ketiga sebesar Rp 5.317.478.723, tahun keempat sebesar Rp 7.349.498.113 dan tahun kelima sebesar Rp 10.596.321.585. Untuk data selengkapnya dapat dilihat di lampiran di bagian cash flow statement.
Tabel 4.10 Cashflow Statement (Optimistic)
Optimist 2016 2017 2018 2019 2020
OPERATING ACTIVITIES
Earning before income tax 1,880,221,857 2,224,693,543 2,562,642,897 2,795,399,187 5,034,977,963 Add :
Depreciation 66,220,000 96,220,000 105,470,000 105,470,000 171,690,000 Amortization 60,000,000 60,000,000 95,000,000 95,000,000 95,000,000 Deduct :
Corporate income tax - 470,055,464 - 556,173,386 - 640,660,724 - 698,849,797 - 1,258,744,491 Increase (decrease) :
Inc. in prepaid expenses - 300,000,000 - - 35,000,000 - 35,000,000 - 35,000,000 Inc. in inventories - - -
-Net cash provided from operating activities 1,236,386,393 1,824,740,157 2,087,452,173 2,262,019,390 4,007,923,472
INVESTING ACTIVITIES
Acquisition of new fixed assets - 331,100,000 - 120,000,000 - 40,000,000 - - 331,100,000
Net cash used in investing activities - 331,100,000 - 120,000,000 - 40,000,000 - - 331,100,000
FINANCING ACTIVITIES
Initial capital investment 900,000,000 -
-Acquistion (Payment) of loan from third parties 90,000,000 - 30,000,000 - 30,000,000 - 30,000,000
Dividend payment - 300,000,000 - 300,000,000 - 300,000,000
Net cash provided from financing activities 900,000,000 90,000,000 - 330,000,000 - 330,000,000 - 330,000,000
1,805,286,393
1,794,740,157 1,717,452,173 1,932,019,390 3,346,823,472
Beginning cash - 1,805,286,393 3,600,026,550 5,317,478,723 7,249,498,113 Ending cash 1,805,286,393 3,600,026,550 5,317,478,723 7,249,498,113 10,596,321,585
4.7.9.1 Free Cashflow
Free Cashflow ini adalah ukuran yang dipakai oleh investor untuk mengukur kekuatan keuangan sebuah perusahaan guna menunjang pertumbuhannya. Berikut Free Cashflow untuk 5 tahun ke depan dari PT. Nia Gourmet Nasional dengan skenario Optimistic, Untuk data selengkapnya dapat dilihat di Apendix di bagian Free Cashflow
Tabel 4.11 Free Cashflow (Optimistic)
4.7.10 Financial Ratio
Rasio keuangan merupakan salah satu bentuk rasio yang digunakan untuk membandingkan data antara laporan keuangan. Rasio keuangan juga dapat dijadikan sebagai salah satu alat untuk menerapkan strategi perusahaan, baik strategi jangka pendek maupun jangka panjang. Adapun rasio keuangan yang digunakan PT. Nia Gourmet Nasional meliputi Break Even Point, Payback Period, Nett Presenet Value, Internal Rate of Return, dan Return on Investment.
4.7.10.1 Break Even Point (BEP)
Break Even Point merupakan titik impas dimana keadaan jumlah pendapatan dan biaya sama atau seimbang sehingga tidak terdapat keuntungan atau kerugian. BEP biasanya digunakan untuk
Optimist 2016 2017 2018 2019 2020
Operating Cashflow 1,236,386,393 1,824,740,157 2,087,452,173 2,262,019,390 4,007,923,472
Capex 331,100,000 120,000,000 40,000,000 - 331,100,000
menganalisis proyeksi sejauh mana kuantitas produk harus diproduksi dan berapa jumlah profit yang diterima untuk mendapatkan titik impas atau balik modal.
Tabel 4.12 BEP (Optimistic) dalam unit penjualan
Tabel tersebut menunjukkan bahwa BEP didapat setelah paket terjual sebanyak 1,011 unit baik dari Dine in, Take away, ataupun Delivery order
4.7.10.2 Payback Period
Payback Period adalah lamanya waktu yang dibutuhkan untuk sebuah bisnis untuk menutup biaya awal dari penerimaan kas yang dihasilkan. Payback Period menunjukkan kapan bisnis ini bisa balik modal, semakin cepat bisnis ini balik modal, maka bisnis ini akan semakin bagus dan lebih diinginkan oleh para investor.