PT MERDEKA COPPER GOLD Tbk DAN ENTITAS ANAK/AND ITS SUBSIDIARIES
FINANCIAL REPORTING POLICIES
a. Dasar penyusunan dan penyajian laporan
keuangan konsolidasian dan pernyataan kepatuhan
a. Basic of preparation and presentation of consolidated financial statements and statements of compliance
Laporan keuangan konsolidasian telah disusun sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia (“SAK”), yang
mencakup Pernyataan (“PSAK”) dan
Interpretasi (“ISAK”) yang dikeluarkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia dan Peraturan Nomor VIII.G.7 tentang Pedoman Penyajian serta Pengungkapan Laporan Keuangan yang
diterbitkan oleh OJK (dahulu Badan
Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (BAPEPAM-LK)) untuk Perusahaan Publik.
The consolidated financial statements have
been prepared in accordance with
Indonesian Financial Accounting Standards (“FAS”), which includes the statements (“SFAS”) and interpretations (“IFAS”) issued by the Financial Accounting Standards Board of Indonesian Institute of Accountants, and Regulation Number VIII.G.7 on Guidelines on Financial Statements Presentations and Disclosures issued by the OJK (formerly Capital Market and Financial Institution Supervisory Agency (BAPEPAM-LK)), for Publicly Listed Company.
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued in Indonesian Languange
Ekshibit E/9 Exhibit E/9
PT MERDEKA COPPER GOLD Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2015
(Disajikan dalam Dolar Amerika Serikat, kecuali dinyatakan lain)
PT MERDEKA COPPER GOLD Tbk AND ITS SUBSIDIARIES
NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS FOR THE YEAR ENDED 31 DECEMBER 2015
(Expressed in United States Dollar, unless otherwise stated)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI DAN
PELAPORAN KEUANGAN PENTING (Lanjutan)
2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING AND
FINANCIAL REPORTING POLICIES (Continued)
a. Dasar penyusunan dan penyajian laporan
keuangan konsolidasian dan pernyataan kepatuhan (Lanjutan)
a. Basic of preparation and presentation of consolidated financial statements and statements of compliance (Continued)
Penyusunan laporan keuangan konsolidasian berdasarkan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia memerlukan penggunaan estimasi akuntansi kritikal tertentu. Penyusunan
laporan keuangan juga mengharuskan
manajemen untuk membuat pertimbangan dalam proses penerapan kebijakan akuntansi Grup. Area-area yang memerlukan tingkat pertimbangan yang lebih tinggi atau kompleks, atau area dimana asumsi dan estimasi yang berdampak signifikan terhadap laporan keuangan konsolidasian diungkapkan dalam Catatan 3.
The preparation of consolidated financial statements in conformity with Indonesian Financial Accounting Standards requires the use of certain critical accounting estimates. It also requires management to exercise its judgement in the process of applying the Group’s accounting policies. The areas involving a higher degree of judgement or complexity, or areas where assumptions and estimates are significant to the consolidated financial statements are disclosed in Note 3.
Laporan keuangan konsolidasian disusun berdasarkan dasar akrual, kecuali laporan
arus kas konsolidasian, dan dengan
menggunakan konsep biaya historis, kecuali untuk yang telah diungkapkan didalam catatan atas laporan keuangan konsolidasian yang relevan.
The consolidated financial statements are prepared on the accrual basis, except for the consolidated statements of cash flow, and using the historical cost concept of accounting, except as disclosed in the relevant notes to the consolidated financial statements herein.
Laporan arus kas konsolidasian menyajikan penerimaan dan pengeluaran kas dan setara kas yang diklasifikasikan menurut aktivitas operasi, investasi dan pendanaan. Laporan arus kas konsolidasian disajikan dengan menggunakan metode langsung.
The consolidated statements of cash flows present the receipts and payments of cash and cash equivalents classified into operating, investing and financing activities. The consolidated statements of cash flows are presented using the direct method.
Seluruh angka dalam laporan keuangan konsolidasian ini disajikan dalam Dolar Amerika Serikat (AS$) yang merupakan mata uang fungsional Grup.
All figures in the consolidated financial statements are expressed in United States Dollar (US$), which is the functional currency of Group.
Kebijakan prinsip akuntansi yang diadopsi
dalam penyusunan laporan keuangan
konsolidasian diatur dibawah. Kebijakan ini diterapkan secara konsisten dengan semua periode penyajian, kecuali dinyatakan lain.
The principal accounting policies adopted in the preparation of the consolidated financial statements are set out below. The policies have been consistently applied to all the periods presented, unless otherwise stated.
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued in Indonesian Languange
Ekshibit E/10 Exhibit E/10
PT MERDEKA COPPER GOLD Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2015
(Disajikan dalam Dolar Amerika Serikat, kecuali dinyatakan lain)
PT MERDEKA COPPER GOLD Tbk AND ITS SUBSIDIARIES
NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS FOR THE YEAR ENDED 31 DECEMBER 2015
(Expressed in United States Dollar, unless otherwise stated)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI DAN
PELAPORAN KEUANGAN PENTING (Lanjutan)
2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING AND
FINANCIAL REPORTING POLICIES (Continued)
b. Perubahan pada pernyataan standar
akuntansi keuangan dan interpretasi
pernyataan standar akuntansi keuangan
b. Changes to the statements of financial accounting standards and interpretations of financial accounting standards
Pada tanggal 1 Januari 2015, Grup menerapkan pernyataan standar akuntansi keuangan (“PSAK”) dan interpretasi standar akuntansi keuangan (“ISAK”) baru dan revisi yang efektif sejak tanggal tersebut. Perubahan kebijakan akuntansi Grup telah dibuat seperti yang disyaratkan, sesuai dengan ketentuan transisi dalam masing-masing standar dan interpretasi.
On 1 January 2015, the Group adopted new and revised statements of financial
accounting standards (“SFAS”) and
interpretations of financial accounting standards (“IFAS”) that are mandatory for application from that date. Changes to the Group’s accounting policies have been made as required, in accordance with the transitional provisions in the respective standards and interpretations.
Penerapan standar dan intepretasi baru atau revisi, yang relevan dengan operasi Grup dan memberikan dampak pada laporan keuangan konsolidasian, adalah sebagai berikut:
The adoption of the following new or revised standards and interpretations which are relevant to the Group’s operations and resulted in an affect on the consolidated financial statements, as follows:
PSAK 1 (Revisi 2013), “Penyajian Laporan
Keuangan” SFAS 1 (Revised 2013), “Presentation of
Financial Statements”
PSAK 1 (Revisi 2013) memperkenalkan terminologi baru untuk laporan laba rugi komprehensif yang disebutkan menjadi “Laporan laba rugi dan penghasilan
komprehensif lain”. PSAK ini
mengharuskan bahwa pos-pos dari
penghasilan komprehensif lain
dikelompokkan menjadi dua kelompok
(1) pos-pos yang tidak akan
direklasifikasi ke laba rugi; dan (2) pos-pos yang akan direklasifikasi ke laba rugi.
SFAS 1 (Revised 2013) introduces new terminology for the statement of comprehensive income is renamed as a “Statement of profit or loss and other comprehensive income”. This SFAS
requires that items of other
comprehensive income must be grouped together into two sections: (1) items that will not be reclassified to profit or loss; and (2) items that will or may be reclassified to profit or loss.
PSAK 24 (Revisi 2013), “Imbalan Kerja” SFAS 24 (Revised 2013), “Employee
Benefits”
Penerapan PSAK 24 (Revisi 2013),
“Imbalan kerja” mengakibatkan
perubahan kebijakan akuntansi Grup sebagai berikut:
The adoption of SFAS 24 (Revised 2013), “Employee benefits” results into changes on the Group’s accounting policies as follows:
1) Seluruh biaya jasa lalu diakui langsung di laporan laba rugi. Sebelumnya, biaya jasa lalu diakui berdasarkan metode garis lurus sepanjang periode vesting jika
perubahan bersifat kondisional
terhadap sisa jasa pekerja untuk periode waktu tertentu (periode
vesting).
1) All past service costs are now recognized immediately in profit or loss. Previously, past service costs were recognized on a straight line basis over the vesting period if the changes were conditional on the employees remaining in service for a specified period of time (the vesting period).
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued in Indonesian Languange
Ekshibit E/11 Exhibit E/11
PT MERDEKA COPPER GOLD Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2015
(Disajikan dalam Dolar Amerika Serikat, kecuali dinyatakan lain)
PT MERDEKA COPPER GOLD Tbk AND ITS SUBSIDIARIES
NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS FOR THE YEAR ENDED 31 DECEMBER 2015
(Expressed in United States Dollar, unless otherwise stated)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI DAN
PELAPORAN KEUANGAN PENTING (Lanjutan)
2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING AND
FINANCIAL REPORTING POLICIES (Continued)
b. Perubahan pada pernyataan standar
akuntansi keuangan dan interpretasi
pernyataan standar akuntansi keuangan
(Lanjutan)
b. Changes to the statements of financial accounting standards and interpretations
of financial accounting standards
(Continued)
PSAK 24 (Revisi 2013), “Imbalan Kerja” (Lanjutan)
SFAS 24 (Revised 2013), “Employee
Benefits” (Continued)
2) Biaya bunga dan imbal hasil yang diharapkan dari aset program diganti dengan nilai bunga bersih yang dihitung berdasarkan tingkat diskonto terhadap kewajiban (aset) imbalan pasti bersih.
2) The interest cost and expected return on plan assets is replaced by a net interest amount that is calculated by applying the discount rate to the net defined benefit liability (asset).
3) Revisi standar ini juga mensyaratkan pengungkapan yang lebih ekstensif.
Pengungkapan tersebut telah
diterapkan di Catatan 15.
3) The revised standard also requires more extensive disclosures. These have been provided in Note 15.
PSAK 46 (Revisi 2014), “Pajak
Penghasilan”
SFAS 46 (Revised 2014), “Income Tax”
Standar ini mengatur mengenai pajak final yang sudah tidak memenuhi kriteria sebagai pajak penghasilan. Dampak perubahan standar yang direvisi tersebut di atas terhadap laporan keuangan konsolidasian disajikan pada Catatan 21.
This standard prescribes the final tax does not satisfy the criteria of income tax. The impact of the above revised standard on the consolidated financial statements is presented in Note 21.
c. Prinsip–prinsip konsolidasi c. Principles of consolidation
Efektif 1 Januari 2015, Perusahaan
menerapkan PSAK No. 65, “Laporan Keuangan Konsolidasi”, kecuali beberapa hal berikut yang diterapkan secara prospektif:
Effective 1 January 2015, the Company adopted SFAS No. 65, “Consolidated Financial Statements”, except for the
following items that were applied
prospectively:
(i) rugi Entitas Anak yang menyebabkan
saldo defisit bagi kepentingan
nonpengendali (“KNP”);
(i) losses of a subsidiary that result in a
deficit balance to non-controlling interests (“NCI”);
(ii) kehilangan pengendalian pada Entitas
Anak; (ii) loss of control over a subsidiary;
(iii) perubahan kepemilikan pada Entitas
Anak yang tidak mengakibatkan
hilangnya pengendalian;
(iii) change in the ownership interest in a subsidiary that does not result in a loss of control;
(iv) hak suara potensial dalam menentukan keberadaan pengendalian; dan
(iv) potential voting rights in determining
the existence of control; and
(v) konsolidasi atas Entitas Anak yang memiliki pembatasan jangka panjang.
(v) consolidation of a subsidiary that is
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued in Indonesian Languange
Ekshibit E/12 Exhibit E/12
PT MERDEKA COPPER GOLD Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2015
(Disajikan dalam Dolar Amerika Serikat, kecuali dinyatakan lain)
PT MERDEKA COPPER GOLD Tbk AND ITS SUBSIDIARIES
NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS FOR THE YEAR ENDED 31 DECEMBER 2015
(Expressed in United States Dollar, unless otherwise stated)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI DAN
PELAPORAN KEUANGAN PENTING (Lanjutan)
2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING AND
FINANCIAL REPORTING POLICIES (Continued)
c. Prinsip–prinsip konsolidasi (Lanjutan) c. Principles of consolidation (Continued)
PSAK 65 mengatur penyusunan dan penyajian laporan keuangan konsolidasian untuk sekelompok Perusahaan yang berada dalam pengendalian suatu Perusahaan induk, dan akuntansi untuk investasi pada Entitas Anak, pengendalian bersama Perusahaan dan Perusahaan asosiasi ketika laporan keuangan tersendiri disajikan sebagai informasi tambahan.
SFAS 65 provides for the preparation and presentation of consolidated financial statements for a group of entities under the control of a parent, and the accounting for
investments in subsidiaries, jointly
controlled entities and associated entities when separate financial statements are presented as additional information.
Apabila perusahaan mengendalikan investee, maka hal tersebut diklasifikasikan sebagai entitas anak. Perusahaan mengendalikan investee jika tiga elemen berikut terpenuhi: kekuasaan atas investee, eksposur atau hak atas imbal hasil variabel dari keterlibatannya dengan investee, dan kemampuan untuk menggunakan kekuasaannya atas investee untuk mempengaruhi jumlah imbal hasil investor. Pengendalian dapat dikaji kembali ketika fakta dan kondisi mengindikasikan
bahwa terdapat kemungkinan adanya
perubahan pada elemen pengendalian tersebut.
Where the company has control over an investee, it is classified as a subsidiary. The company controls an investee if all three of the following elements are present: power over the investee, exposure to variable returns from the investee, and the ability of the investor to use its power to affect those variable returns. Control is reassessed whenever facts and circumstances indicate that there may be a change in any of these elements of control.
Pengendalian defacto terjadi pada situasi dimana perusahaan memiliki kemampuan praktis untuk mengarahkan aktivitas relevan atas investee tanpa memiliki hak suara
mayoritas. Untuk menentukan apakah
pengendalian defacto terjadi, maka
perusahaan mempertimbangkan beberapa fakta dan keadaan berikut ini:
De-facto control exists in situations where the company has the practical ability to direct the relevant activities of the investee without holding the majority of the voting rights. In determining whether de-facto control exists the company considers all relevant facts and circumstances, including:
Ukuran kepemilikan hak suara entitas
relatif terhadap ukuran dan
penyebaran kepemilikan pemilik suara lain;
The size of the company’s voting rights
relative to both the size and dispersion of other parties who hold voting rights;
Hak suara potensial substantif yang dimiliki oleh perusahaan dan para pihak lain;
Substantive potential voting rights held
by the company and by other parties;
Pengaturan kontraktual lain; Other contractual arrangements;
Pola historis dalam penggunaan hak suara.
Historical patterns in voting
attendance.
Laporan keuangan konsolidasian menyajikan hasil Perusahaan dan entitas anaknya yang disebutkan pada catatan 1c, seolah-olah merupakan satu entitas.
The consolidated financial statements present the results of the Company and its subsidiaries mentioned in Note 1c as if they formed a single entity.
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued in Indonesian Languange
Ekshibit E/13 Exhibit E/13
PT MERDEKA COPPER GOLD Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2015
(Disajikan dalam Dolar Amerika Serikat, kecuali dinyatakan lain)
PT MERDEKA COPPER GOLD Tbk AND ITS SUBSIDIARIES
NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS FOR THE YEAR ENDED 31 DECEMBER 2015
(Expressed in United States Dollar, unless otherwise stated)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI DAN
PELAPORAN KEUANGAN PENTING (Lanjutan)
2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING AND
FINANCIAL REPORTING POLICIES (Continued)
c. Prinsip–prinsip konsolidasi (Lanjutan) c. Principles of consolidation (Continued)
Seluruh transaksi material dan saldo akun antar Perusahaan (termasuk laba atau rugi yang signifikan yang belum direalisasi) telah dieliminasi secara penuh.
All material intercompany transactions and account balances (including the related significant unrealized gains or losses) have been eliminated in full.
Entitas Anak dikonsolidasi secara penuh sejak tanggal akuisisi, yaitu tanggal Perusahaan memperoleh pengendalian, sampai dengan
tanggal Perusahaan induk kehilangan
pengendalian.
Subsidiaries are fully consolidated from the date of acquisitions, being the date on which the Company obtains control, and continue to be consolidated until the date such control ceases.
Kerugian Entitas Anak yang tidak dimiliki secara penuh diatribusikan pada KNP bahkan jika hal ini mengakibatkan KNP mempunyai saldo defisit.
Losses of a non-wholly owned subsidiary are attributed to the NCI even if that results in a deficit balance.
Jika kehilangan pengendalian atas suatu Entitas Anak, maka Perusahaan:
In case of loss of control over a subsidiary, the Company:
menghentikan pengakuan aset (termasuk goodwill) dan liabilitas Entitas Anak;
derecognizes the assets (including
goodwill) and liabilities of the
subsidiary;
menghentikan pengakuan jumlah
tercatat setiap KNP;
derecognizes the carrying amount of any
NCI;
menghentikan pengakuan akumulasi
selisih penjabaran, yang dicatat di ekuitas, bila ada;
derecognizes the cumulative translation
differences, recorded in equity, if any;
mengakui nilai wajar pembayaran yang diterima;
recognizes the fair value of the
consideration received;
mengakui setiap sisa investasi pada nilai
wajarnya; recognizes the fair value of any
investment retained;
mengakui setiap perbedaan yang
dihasilkan sebagai keuntungan atau kerugian dalam laporan laba rugi; dan
recognizes any surplus or deficit in
profit or loss; and
mereklasifikasi bagian induk atas
komponen yang sebelumnya diakui
sebagai penghasilan komprehensif
lainnya ke laporan laba rugi, atau mengalihkan secara langsung ke saldo laba, sebagaimana mestinya.
reclassifies the parent’s share of
components previously recognized in other comprehensive income to profit or
loss or retained earnings, as
appropriate.
Kepentingan non-pengendali (KNP) Non-controlling interests (NCI)
KNP mencerminkan bagian atas laba atau rugi dan aset neto dari Perusahaan-Entitas Anak yang tidak dapat diatribusikan secara langsung maupun tidak langsung pada Perusahaan, yang masing-masing disajikan dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian dan dalam ekuitas pada laporan posisi keuangan konsolidasian, terpisah dari bagian yang
dapat diatribusikan kepada pemilik
NCI represent the portion of the profit or loss and net assets of the subsidiaries not attributable, directly or indirectly, to the Company, which are presented in the consolidated statement of profit or loss and other comprehensive income and under the equity section of the consolidated statement
of financial position, respectively,
separately from the corresponding portion attributable to the equity holders of the
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued in Indonesian Languange
Ekshibit E/14 Exhibit E/14
PT MERDEKA COPPER GOLD Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2015
(Disajikan dalam Dolar Amerika Serikat, kecuali dinyatakan lain)
PT MERDEKA COPPER GOLD Tbk AND ITS SUBSIDIARIES
NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS FOR THE YEAR ENDED 31 DECEMBER 2015
(Expressed in United States Dollar, unless otherwise stated)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI DAN
PELAPORAN KEUANGAN PENTING (Lanjutan)
2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING AND
FINANCIAL REPORTING POLICIES (Continued)
c. Prinsip–prinsip konsolidasi (Lanjutan) c. Principles of consolidation (Continued)
Kepentingan non-pengendali (Lanjutan) Non-controlling interests (Continued)
Perubahan dalam bagian kepemilikan
Perusahaan pada suatu Entitas Anak yang tidak mengakibatkan hilangnya pengendalian dicatat sebagai transaksi ekuitas. Nilai
tercatat kepentingan Perusahaan dan
nonpengendali disesuaikan untuk
mencerminkan perubahan bagian
kepemilikannya atas Entitas Anak. Setiap perbedaan antara jumlah KNP disesuaikan dan nilai wajar imbalan yang diberikan atau diterima diakui secara langsung dalam ekuitas dan diatribusikan pada pemilik Perusahaan Induk.
Changes in the Company ownership interest in a Subsidiary that do not result in loss of control are accounted for as equity transactions. The carrying amounts of the Company and non-controlling interest are adjusted to reflect the changes in their relative interests in the Subsidiary. Any differences between the amount by which the NCI are adjusted and the fair value of consideration paid or received is recognized directly in equity and attributed to the owners of the Parent Company.
Transaksi dengan kepentingan
non-pengendali dihitung sebagai transaksi dengan pemilik dalam kapasitasnya sebagai pemilik dan oleh karena itu tidak terdapat goodwill yang diakui sebagai hasil transaksi tersebut. Penyesuaian kepentingan non-pengendali berdasarkan jumlah proporsional aset bersih Entitas Anak.
Transactions with non-controlling interests are accounted for as transactions with owners in their capacity as owners and therefore no goodwill is recognised as a result of such transactions. The adjustments to non-controlling interests are based on a proportionate amount of the net assets of the subsidiaries.
Kombinasi bisnis Business combination
Kombinasi bisnis dihitung dengan
menggunakan metode akuisisi pada tanggal akuisisi, yaitu tanggal pengendalian beralih
kepada Grup. Pengendalian adalah
kekuasaan untuk mengatur kebijakan
keuangan dan kebijakan operasi Perusahaan
untuk memperoleh manfaat dari
aktivitasnya.
Business combinations are accounted for using the acquisition method as at the acquisition date, which is the date on which control is transferred to Group. Control is the power to govern the financial and operating policies of an entity so as to obtain benefits from its activities.
Di dalam menilai pengendalian, Grup mempertimbangkan hak suara potensial yang saat ini dilaksanakan.
In assessing control, Group takes into consideration of potential voting rights that are currently exercisable.
Imbalan yang dialihkan tidak termasuk jumlah yang terkait dengan penyelesaian pada hubungan yang sebelumnya ada. Jumlah tersebut, umumnya diakui di dalam laporan laba rugi.
The consideration transferred does not include amounts related to the settlement of preexisting relationships. Such amounts are generally recognised in profit or loss.
Biaya-biaya terkait dengan akuisisi, selain yang terkait dengan penerbitan efek-efek utang maupun ekuitas, yang terjadi dalam kaitan kombinasi bisnis Grup, dibebankan pada saat terjadinya.
Costs related to the acquisition, other than those associated with the issue of debt or equity securities, that occur in connection with Group’s business combination are expensed as incurred.
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued in Indonesian Languange
Ekshibit E/15 Exhibit E/15
PT MERDEKA COPPER GOLD Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2015
(Disajikan dalam Dolar Amerika Serikat, kecuali dinyatakan lain)
PT MERDEKA COPPER GOLD Tbk AND ITS SUBSIDIARIES
NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS FOR THE YEAR ENDED 31 DECEMBER 2015
(Expressed in United States Dollar, unless otherwise stated)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI DAN
PELAPORAN KEUANGAN PENTING (Lanjutan)
2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING AND
FINANCIAL REPORTING POLICIES (Continued)
c. Prinsip–prinsip konsolidasi (Lanjutan) c. Principles of consolidation (Continued)
Kombinasi bisnis (Lanjutan) Business combination (Continued)
Semua imbalan kontinjensi diakui pada nilai wajar pada saat tanggal akuisisi. Apabila imbalan kontinjensi diklasifikasikan sebagai ekuitas, maka hal tersebut tidak diukur kembali dan penyelesaiannya dicatat di dalam ekuitas. Selain itu, perubahan berikutnya terhadap nilai wajar imbalan kontinjensi diakui di dalam laporan laba rugi.
Any contingent consideration is recognised at fair value at the acquisition date. If the