RESTRUCTURING TRANSACTIONS AMONG ENTITIES UNDER COMMON CONTROL
32. FINANCIAL RISK MANAGEMENT OBJECTIVES AND POLICIES (continued)
c. Risiko kredit c. Credit risk
Risiko kredit yang dihadapi oleh Perusahaan dan Anak perusahaan berasal dari kredit yang
diberikan kepada pelanggan. Untuk
meringankan risiko ini, ada kebijakan untuk memastikan penjualan jasa/produk hanya
dibuat kepada pelanggan yang dapat
dipercaya dan terbukti mempunyai sejarah kredit yang baik. Ini merupakan kebijakan Perusahaan dan Anak perusahaan dimana semua pelanggan yang akan melakukan pembelian jasa/produk secara kredit harus melalui prosedur verifikasi kredit. Untuk pendapatan usaha, Perusahaan dan Anak perusahaan memberikan jangka waktu kredit
dari faktur yang diterbitkan. Sebagai
tambahan, saldo piutang dipantau secara
terus menerus untuk mengurangi
kemungkinan piutang yang tidak tertagih.
The Company and Subsidiaries are exposed to credit risk arising from the credit granted to its customers. To mitigate this risk, it has policies in place to ensure that sales of
services/products are made only to
creditworthy customers with proven track record or good credit history. It is the Company’s and Subsidiaries’ policy that all
customers who wish to trade of
services/products on credit are subject to credit verification procedures. For operating revenues, the Company and Subsidiaries may grant its customers credit terms from the issuance of invoice. In addition, receivable balances are monitored on an ongoing basis to reduce the Company’s and Subsidiaries’ exposure to bad debts.
Ketika pelanggan tidak mampu melakukan pembayaran dalam jangka waktu yang telah diberikan, Perusahaan dan Anak perusahaan
akan menghubungi pelanggan untuk
menindaklanjuti piutang yang telah lewat jatuh tempo. Jika pelanggan tidak melunasi piutang yang telah jatuh tempo dalam jangka waktu yang telah ditentukan, Perusahaan dan Anak perusahaan akan menindaklanjuti melalui jalur
hukum. Tergantung pada penilaian
Perusahaan dan Anak perusahaan,
penyisihan khusus mungkin dibuat jika piutang dianggap tidak tertagih. Untuk meringankan
risiko kredit, Perusahaan dan Anak
perusahaan akan menghentikan penyaluran semua jasa/produk kepada pelanggan sebagai akibat gagal bayar.
When a customer fails to make payment within the credit term granted, the Company and Subsidiaries will contact the customer to act on the overdue receivables. If the customer does not settle the overdue receivable within a reasonable time, the Company and Subsidiaries will proceed to commence legal proceedings. Depending on the Company’s and Subsidiaries’ assessment, specific provisions may be made if the receivable is deemed uncollectible. To mitigate credit risk, the Company and Subsidiaries will cease the supply of all services/products to the customer in the event of late payment and/or default.
d. Risiko likuiditas d. Liquidity risk
Perusahaan dan Anak perusahaan mengelola profil likuiditasnya untuk dapat mendanai pengeluaran modalnya dan mengelola hutang yang jatuh tempo dengan mengatur kas yang cukup dan ketersediaan pendanaan melalui jumlah fasilitas kredit berkomitmen yang cukup.
The Company and Subsidiaries manage its liquidity profile to be able to finance its capital expenditure and service its maturing debts by maintaining sufficient cash and the availability of funding through an adequate amount of committed credit facilities.
Perusahaan dan Anak perusahaan secara reguler mengevaluasi proyeksi arus kas dan terus menerus menilai kondisi pada pasar keuangan untuk kesempatan mengejar inisiatif
penggalangan dana. Inisiatif-inisiatif ini
termasuk hutang bank dan isu pasar modal.
The Company and Subsidiaries regularly evaluate its projected and actual cash flow
information and continuously assesses
conditions in the financial markets for opportunities to pursue fund-raising initiatives. These initiatives may include bank loans and capital market issues.
Tabel berikut ini menunjukan profil jangka
waktu pembayaran kewajiban keuangan
Perusahaan dan Anak perusahaan
berdasarkan pembayaran dalam kontrak.
The table below summarises the maturity profile of the Company’s and Subsidiaries’ financial liabilities based on contractual payments.
< 1 tahun/ 1 - 2 tahun/ 2 - 3 tahun/ > 3 tahun/ Jumlah/
< 1 year 1 - 2 years 2 - 3 years > 3 years Total
Pinjaman jangka pendek 160.170 - - - 160.170 Short-term loans
Hutang usaha Trade payables
Pihak ketiga 215.267 - - - 215.267 Third parties
Pihak yang mempunyai
hubungan istimewa 292.398 - - - 292.398 Related parties
Hutang lain-lain - pihak Other payables -
ketiga 15.458 - - - 15.458 third parties
Biaya masih harus dibayar 278.073 - - - 278.073 Accrued expenses
Kewajiban jangka panjang
yang jatuh tempo Current maturities of
dalam satu tahun long-term debts
Hutang bank 238.631 - - - 238.631 Bank loans
Hutang sewa Finance lease
pembiayaan 6.124 - - - 6.124 payables
Hutang pihak yang
mempunyai hubungan Due to related
istimewa 583 - - - 583 parties
Kewajiban jangka panjang -
setelah dikurangi bagian Long-term debts -
yang jatuh tempo net ofcurrent
dalam satu tahun maturities
Hutang bank - 241.500 166.322 19.157 426.979 Bank loans
1.206.704 241.500 166.322 19.157 1.633.683
33. PERISTIWA SETELAH TANGGAL NERACA 33. SUBSEQUENT EVENT
Fixed Rate Notes (FRN) Fixed Rate Notes (FRN)
Pada tanggal 20 Januari 2011, Perusahaan
menandatangani Perjanjian Penerbitan FRN
dengan Oversea-Chinese Banking Corporation Limited. Berdasarkan perjanjian tersebut, pada tanggal 27 Januari 2011, Perusahaan akan menerbitkan FRN senilai $AS50,0 juta. FRN berjangka waktu 5 (lima) tahun terhitung sejak tanggal 27 Januari 2011. Tingkat bunga FRN sebesar 8,98% per tahun dan akan dibayarkan setiap 6 (enam) bulan sekali yakni setiap tanggal 27 Januari dan tanggal 27 Juli setiap tahunnya. Dana hasil penerbitan FRN akan digunakan untuk pembiayaan belanja modal dan modal kerja. FRN akan dijamin dengan peralatan yang akan dibiayai oleh dana hasil penerbitan FRN. Pada tanggal 27 Januari 2011, Perusahaan telah menerima dana hasil penerbitan FRN sebesar $AS48,4 juta (setelah dikurangi dengan biaya-biaya penerbitan).
On January 20, 2011, the Company entered into Subscription Agreement of FRN with Oversea- Chinese Banking Corporation Limited. Based on this agreement, on January 27, 2011, the Company will issue FRN with total amount of US$50.0 million. FRN is payable in 5 (five) years commencing from January 27, 2011. FRN bears interest at 8.98% per annum and payable semi- annually on January 27 and July 27 each year. Proceeds from the issuance of FRN will be used to finance capital expenditure and working capital. FRN will be secured by the equipment which will be financed by proceeds from the issuance FRN. On January 27, 2011, the Company has received proceeds from the issuance of FRN amounted to US$48.4 million (after deducted by costs of issuance).
34. PENYELESAIAN LAPORAN KEUANGAN