• Tidak ada hasil yang ditemukan

FINANCIAL RISK MANAGEMENT OBJECTIVES AND POLICIES (continued)

Dalam dokumen Elnusa Laporan Keuangan Audit 2010 (Halaman 120-122)

RESTRUCTURING TRANSACTIONS AMONG ENTITIES UNDER COMMON CONTROL

32. FINANCIAL RISK MANAGEMENT OBJECTIVES AND POLICIES (continued)

c. Risiko kredit c. Credit risk

Risiko kredit yang dihadapi oleh Perusahaan dan Anak perusahaan berasal dari kredit yang

diberikan kepada pelanggan. Untuk

meringankan risiko ini, ada kebijakan untuk memastikan penjualan jasa/produk hanya

dibuat kepada pelanggan yang dapat

dipercaya dan terbukti mempunyai sejarah kredit yang baik. Ini merupakan kebijakan Perusahaan dan Anak perusahaan dimana semua pelanggan yang akan melakukan pembelian jasa/produk secara kredit harus melalui prosedur verifikasi kredit. Untuk pendapatan usaha, Perusahaan dan Anak perusahaan memberikan jangka waktu kredit

dari faktur yang diterbitkan. Sebagai

tambahan, saldo piutang dipantau secara

terus menerus untuk mengurangi

kemungkinan piutang yang tidak tertagih.

The Company and Subsidiaries are exposed to credit risk arising from the credit granted to its customers. To mitigate this risk, it has policies in place to ensure that sales of

services/products are made only to

creditworthy customers with proven track record or good credit history. It is the Company’s and Subsidiaries’ policy that all

customers who wish to trade of

services/products on credit are subject to credit verification procedures. For operating revenues, the Company and Subsidiaries may grant its customers credit terms from the issuance of invoice. In addition, receivable balances are monitored on an ongoing basis to reduce the Company’s and Subsidiaries’ exposure to bad debts.

Ketika pelanggan tidak mampu melakukan pembayaran dalam jangka waktu yang telah diberikan, Perusahaan dan Anak perusahaan

akan menghubungi pelanggan untuk

menindaklanjuti piutang yang telah lewat jatuh tempo. Jika pelanggan tidak melunasi piutang yang telah jatuh tempo dalam jangka waktu yang telah ditentukan, Perusahaan dan Anak perusahaan akan menindaklanjuti melalui jalur

hukum. Tergantung pada penilaian

Perusahaan dan Anak perusahaan,

penyisihan khusus mungkin dibuat jika piutang dianggap tidak tertagih. Untuk meringankan

risiko kredit, Perusahaan dan Anak

perusahaan akan menghentikan penyaluran semua jasa/produk kepada pelanggan sebagai akibat gagal bayar.

When a customer fails to make payment within the credit term granted, the Company and Subsidiaries will contact the customer to act on the overdue receivables. If the customer does not settle the overdue receivable within a reasonable time, the Company and Subsidiaries will proceed to commence legal proceedings. Depending on the Company’s and Subsidiaries’ assessment, specific provisions may be made if the receivable is deemed uncollectible. To mitigate credit risk, the Company and Subsidiaries will cease the supply of all services/products to the customer in the event of late payment and/or default.

d. Risiko likuiditas d. Liquidity risk

Perusahaan dan Anak perusahaan mengelola profil likuiditasnya untuk dapat mendanai pengeluaran modalnya dan mengelola hutang yang jatuh tempo dengan mengatur kas yang cukup dan ketersediaan pendanaan melalui jumlah fasilitas kredit berkomitmen yang cukup.

The Company and Subsidiaries manage its liquidity profile to be able to finance its capital expenditure and service its maturing debts by maintaining sufficient cash and the availability of funding through an adequate amount of committed credit facilities.

Perusahaan dan Anak perusahaan secara reguler mengevaluasi proyeksi arus kas dan terus menerus menilai kondisi pada pasar keuangan untuk kesempatan mengejar inisiatif

penggalangan dana. Inisiatif-inisiatif ini

termasuk hutang bank dan isu pasar modal.

The Company and Subsidiaries regularly evaluate its projected and actual cash flow

information and continuously assesses

conditions in the financial markets for opportunities to pursue fund-raising initiatives. These initiatives may include bank loans and capital market issues.

Tabel berikut ini menunjukan profil jangka

waktu pembayaran kewajiban keuangan

Perusahaan dan Anak perusahaan

berdasarkan pembayaran dalam kontrak.

The table below summarises the maturity profile of the Company’s and Subsidiaries’ financial liabilities based on contractual payments.

< 1 tahun/ 1 - 2 tahun/ 2 - 3 tahun/ > 3 tahun/ Jumlah/

< 1 year 1 - 2 years 2 - 3 years > 3 years Total

Pinjaman jangka pendek 160.170 - - - 160.170 Short-term loans

Hutang usaha Trade payables

Pihak ketiga 215.267 - - - 215.267 Third parties

Pihak yang mempunyai

hubungan istimewa 292.398 - - - 292.398 Related parties

Hutang lain-lain - pihak Other payables -

ketiga 15.458 - - - 15.458 third parties

Biaya masih harus dibayar 278.073 - - - 278.073 Accrued expenses

Kewajiban jangka panjang

yang jatuh tempo Current maturities of

dalam satu tahun long-term debts

Hutang bank 238.631 - - - 238.631 Bank loans

Hutang sewa Finance lease

pembiayaan 6.124 - - - 6.124 payables

Hutang pihak yang

mempunyai hubungan Due to related

istimewa 583 - - - 583 parties

Kewajiban jangka panjang -

setelah dikurangi bagian Long-term debts -

yang jatuh tempo net ofcurrent

dalam satu tahun maturities

Hutang bank - 241.500 166.322 19.157 426.979 Bank loans

1.206.704 241.500 166.322 19.157 1.633.683

33. PERISTIWA SETELAH TANGGAL NERACA 33. SUBSEQUENT EVENT

Fixed Rate Notes (FRN) Fixed Rate Notes (FRN)

Pada tanggal 20 Januari 2011, Perusahaan

menandatangani Perjanjian Penerbitan FRN

dengan Oversea-Chinese Banking Corporation Limited. Berdasarkan perjanjian tersebut, pada tanggal 27 Januari 2011, Perusahaan akan menerbitkan FRN senilai $AS50,0 juta. FRN berjangka waktu 5 (lima) tahun terhitung sejak tanggal 27 Januari 2011. Tingkat bunga FRN sebesar 8,98% per tahun dan akan dibayarkan setiap 6 (enam) bulan sekali yakni setiap tanggal 27 Januari dan tanggal 27 Juli setiap tahunnya. Dana hasil penerbitan FRN akan digunakan untuk pembiayaan belanja modal dan modal kerja. FRN akan dijamin dengan peralatan yang akan dibiayai oleh dana hasil penerbitan FRN. Pada tanggal 27 Januari 2011, Perusahaan telah menerima dana hasil penerbitan FRN sebesar $AS48,4 juta (setelah dikurangi dengan biaya-biaya penerbitan).

On January 20, 2011, the Company entered into Subscription Agreement of FRN with Oversea- Chinese Banking Corporation Limited. Based on this agreement, on January 27, 2011, the Company will issue FRN with total amount of US$50.0 million. FRN is payable in 5 (five) years commencing from January 27, 2011. FRN bears interest at 8.98% per annum and payable semi- annually on January 27 and July 27 each year. Proceeds from the issuance of FRN will be used to finance capital expenditure and working capital. FRN will be secured by the equipment which will be financed by proceeds from the issuance FRN. On January 27, 2011, the Company has received proceeds from the issuance of FRN amounted to US$48.4 million (after deducted by costs of issuance).

34. PENYELESAIAN LAPORAN KEUANGAN

Dalam dokumen Elnusa Laporan Keuangan Audit 2010 (Halaman 120-122)