BAB II TINJAUAN PUSTAKA
F. Fintech
Finteh terlahir atas sebuah fenomena baru yang mentransformasikan suatu sistem atau pasar yang eksisting dengan memperkenalkan kepraktisan, kemudahan akses, kenyamanan dan biaya yang ekonomis yang dikenal dengan istilah inovasi disruptif (Christensen dan Bower (1995). Menurut The National Digital Research Centre di Dublin, Irlandia (2014) mendefinisikan fintech sebagai “innovation in financial services”. Sedangkan menurut International Trade Administration (2016), fintech merupakan revolusi atas penggabungan jasa keuangan dengan pemanfaatan teknologi informasi yang meningkatkan kualitas layanan keuangan dalam wujud menyederhanakan rantai transaksi dan menciptakan stabilitas keuangan dengan meningkatkan kecepatan cash flow.
Menurut Seom dan Dhar dalam Wahyu (2020) menggambarkan bahwa fintech merupakan langkah inovasi dari sektor keuangan yang terintegrasi dengan teknologi untuk menghasilkan fasilitas tanpa adanya perantaraan, mengubah metode perusahaan dalam menyediakan layanan dan produk.37 Selain itu dalam Word Economic Forum dalam penelitian Wahid Wahyu (2020) menjelaskan bahwa fintech merupakan pemanfaatan teknologi dan sebuah bisnis inovatif di sektor keuangan. Inovasi keuangan ini berupa pemanfaatan teknologi untuk dapat menghasilkan cara baru seperti halnya dalam lembaga keuangan.
Berdasarkan pengertian-pengertian peneliti menyimpulkan bahwa fintech adalah sebuah inovasi di era digital yang
37 Wahid Wachyu Adi Winarto. (2020). Peran Fintech dalam Usaha Mikro Kecil dan Menengah. Jurnal Ekonomi & Ekonomi Syariah IAIN Pekalongan Volume 3 No. 1 Tahun 2020
menyatukan teknologi informasi dan jasa keuangan sebagai salah satu aplikasi layanan keuangan dalam mendorong strategi nasional keuangan inklusif (SNKI).
1. Klasifikasi Fintech
a. Crowdfunding dan peer to peer lending
Crowdfunding adalah teknik pendanaan unit usaha atau proyek usaha yang melibatkan manusia secara luas (kemenkeu.go.id, 2017). Peer to peer lending yaitu metode pemberian pinjaman kepada individu dalam bentuk uang, mengajukan pinjaman pada pemberi pinjaman yang menghubungkan antara pemberi pinjaman dengan peminjam atau investor secara online (koinwork.com, 2018).38
b. Market Aggregator
Market Aggregator adalah mengumpulkan dan mengelola data yang bisa dimanfaatkan pengguna untuk membantu pengambilan keputusan (CNBC Indonesia, 2018).39
c. Risk and Invesment Management
Risk and Invesment Management atau biasa disebut dengan Risiko dan investasi manajemen dalam financial technology digunakan sebagai perencanaan dalam bentuk digital.
d. Payment, Settlement and Clearing
Payment, Settlement and Clearing adalah seluruh sektor fintech dengan layanan sistem pembayaran baik yang diselenggarakan oleh industry perbankan atau lembaga Bank Indonesia (CNBC Indonesia, 2018).
2. Mobile Payment
Mobile payment merupakan alternatif pembayaran menggunakan perangkat elektronik.40 Menurut Mallat (2007) mobile payment didefinisikan sebagai penggunaan perangkat seluler untuk transaksi pembayaran atau transfer dana ke penerima secara langsung maupun dengan perantara. Selanjutnya teori lainnya mendefinisikan mobile payment adalah alat penyelesaian
38 Koinwork. Com. (2018). Semua yang perlu anda ketahui tentang Peer to Peer Lending (P2P Lending)
39 https://www.cnbcindonesia.com
40 Antovski, L dan Gusev, M. (2003). M-Payments: Information Technology Interfaces.95-100
pembayaran dan transaksi antara dua pihak dengan cepat, nyaman, aman, sederhana dan dapat digunakan kapan dan dimana saja dengan perangkat seluler (Liebana-cabanillas et.al., 2014).
3. Perkembangan Mobile Payment
Dalam 20 tahun terakhir tepatnya mulai tahun 1994 hingga tahun 2014, menjadi masa perkembangan teknologi diantaranya yaitu mengubah praktik bisnis dan inovasi dalam sistem informasi keuangan.41 Mobile payment dipandang secara luas sebagai revolusi berikutnya dalam teknologi pembayaran. Kemajuan komunikasi dan teknologi informasi menjadi peran penting dalam melakukan inovasi pembayaran ini.
Evolusi mobile payment dimulai dengan diperkenalkan mobile payment melalui SMS pada tahun 1997. Pada tahun yang sama, dua mesin penjual otomatis Coca Cola di Finlandia juga sudah mulai menggunakan SMS sebagai alat pembayaran dan layanan perbankan berbasis ponsel juga dilincurkan di Finlandia.
Selanjutnya, pada tahun 2001 penggunaan perbankan online semakin meluas. Di tahun tersebut perusahaan jaringan 3G diluncurkan. Pada tahun 2002 eBay’s mengakuisisi Paypal. Pada tahun 2004 NFC (New Field Communication) forum dibentuk dan Mobilelime mulai menawarkan pembayaran seluler berbasis NFC.
Pada tahun 2005, NTT DoCoMo meluncurkan layanan pembayaran seluler DCMX di Jepang. Di tahun berikutnya, mobile WiMax standar untuk jaringan 4G hadir di Korea dan pada tahun yang sama layanan cloud computing pertama kali ditawarkan oleh Amazon Web Services (AWS). Pada tahun 2007, Apple memperkenalkan iphone original berbasis layanan transfer uang yang tersebar di Afrika. Pada tahun 2008 HTC memperkenalkan smartphone pertama yang berbasis android. Setahun kemudian, Long Term Evolution (LTE) 4G pertama kali diluncurkan di Eropa.
Pada tahun 2010 aplikasi square untuk membaca kartu kredit diluncurkan di smartphone berbasis iOS dan android. Pada tahun tersebut penggunaan layanan perbankan berbasis seluler mulai tersebar luas.
41 Liu, J., Kauffman, R. J. dan Ma, D. (2015). Electronic commerce research and application competitipn, cooperation and regulation:
Understanding the evolution of the mobile payments technology ecosystem.
Electronic commerce research and application.
Pada tahun 2011 google wallet, mobile payment berbasis NFC, diluncurkan di Amerika Serikat dan perusahaan handset meluncurkan lebih dari 40 smartphone berbasis NFC. Di tahun 2012 Paypal bekerjasama dengan 15 toko retail yang menggunakan pembayaran berbasis cloud, pada tahun yang sama Apple memberikan paten untuk teknologi iWallet miliknya dari softcard menggunakan mobile payment berbasis NFC di Austin dan Salt Lake City di Amerika Serikat.
Aplikasi seluler dapat digunakan untuk transfer uang, mobile payment berbasis NFC dan card readers menjadi milik AT&T, Vantiv untuk penerimaan mobile payment dan platforms NFC mulai diluncurkan. Nasabah bank menggunakan kembali pembayaran kartu kredit virtual dan pembayaran QR-code di Cina.
Apple juga meluncurkan iPhone 6 yang didukung NFC dan menggunakan Apple Pay sebagai layanan pembayaran. Apple Pay juga bekerjasama dengan Master Card, Visa dan American Express NFC POS.
4. Karakteristik Mobile Payment
42Karakteristik mobile payment terdiri dari : a. Mobility
Mobility adalah penentu yang digunakan untuk mengukur sejauh mana seseorang merasakan manfaat yang diterima dalam konteks waktu, ruang dan akses layanan.
Sementara itu, menurut Schierz et.al (2010) tren umum pengguna yang menggunakan perangkat seluler (mobile) terhadap penggunaan mobile payment memiliki sikap positif dan niat yang timbul untuk menggunakan. Selanjutnya, menurut Kim et.al (2010) mobility dapat memperluas jaringan dan memungkinkan untuk melakukan akses informasi, komunikasi dan layanan dimana dan kapan saja.
b. Reachability
Reachability dikategorikan sebagai layanan waktu krisis dimana penyedia layanan memberikan pemberitahuan melalui pesan singkat pada perangkat seluler. Di sisi lain, menurut Kim et.
42 Kim, C., Mirusmonov, M., dan Lee.I (2010). Computers in human behavior an empirical examination of factors influencing the intention to use mobile payment. Computers in human behavior 26(3), 310-322.
al (2010) reachability adalah layanan seluler yang disediakan oleh penyedia layanan yang dapat dijangkau dengan mudah oleh pengguna perangkat seluler.
c. Compatibility
Compatibility menjadi pertimbangan seseorang menggunakan mobile payment karena penggunaan mobile payment akan berpengaruh terhadap perilaku pengguna. Sementara itu, menurut Yang et.al (2012) apabila seseorang dapat menyesuaikan mobile payment dalam kehidupan sehari-harinya dengan baik, hal ini mempengaruhi niat seseorang untuk mau menggunakan mobile payment.
d. Convenience
Kenyamanan menjadi salah satu faktor pengguna mau menggunakan mobile payment karena pengguna dapat mengakses layanan dimana saja dan kapan saja. Selanjutnya teori lain menurut Kim et.al (2010) kenyamanan adalah kombinasi dari kepuasan waktu dan tempat. Sementara itu, menurut Liu et.al (2015) kenyamanan yang dirasakan oleh pengguna dapat meningkatkan potensi penerimaan pengguna akan mobile payment.
G. Kerangka Konseptual
Perceived Risk (X1)
Pengetahuan Keuangan
(X2)
Government Support
(X3)
Perceived Usefulness
(Z)
Minat (Y)