BAB VIII KINERJA PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN DAERAH
2.2 Aspek Kesejahteraan Masyarakat
2.2.1 Fokus Kesejahteraan dan Pemerataan Ekonomi
Tingkat kesejahteraan ekonomi masyarakat yang tinggi merupakan tujuan yang ingin dicapai oleh setiap daerah. Salah satu indikator penting dalam keberhasilan pembangunan adalah aspek ekonomi yang menyangkut pertumbuhan ekonomi dan pemerataan kesejahteraan. Pemerataan mengandung makna minimalnya kesenjangan kemajuan antar wilayah dan minimalnya kesenjangan pendapatan antar individu dalam masyarakat.
A. Pertumbuhan PDRB
Secara garis besar, pengelompokan sektor ekonomi berdasarkan output maupun input dari asal terjadinya proses produksi untuk masing-masing produsen adalah sebagai berikut:
1. Sektor primer/utama apabila outputnya masih merupakan proses tingkat dasar, meliputi sektor pertanian dan sektor pertambangan dan penggalian.
2. Sektor sekunder adalah sektor ekonomi yang inputnya berasal dari sektor primer, meliputi sektor industri, sektor listrik, gas dan air minum serta sektor bangunan/konstruksi.
0 - 4 5 - 9 10 - 14 15 - 19 20 - 24 25 - 29 30 - 34 35 - 39 40 - 44 45 - 49 50 - 54 55 - 59 60 - 64 65 - 69 70 - 74
> 75
Perempuan Laki-laki
Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Semesta Berencana
Kabupaten Gianyar Tahun 2018-2023 | II - 39
3. Sektor tersier meliputi sektor perdagangan, sektor pengangkutan dan komunikasi, sektor keuangan, persewaan dan jasa perusahaan serta sektor jasa-jasa.
Pertumbuhan ekonomi merupakan suatu indikator dari dampak kebijakan pembangunan yang dilaksanakan, khususnya di bidang ekonomi.
Pertumbuhan ekonomi tersebut merupakan kontribusi dari pertumbuhan berbagai sektor ekonomi yang secara tidak langsung menggambarkan tingkat perubahan ekonomi yang terjadi. Bagi daerah, indikator ini penting untuk mengetahui keberhasilan pembangunan yang telah dicapai dan berguna untuk menentukan arah pembangunan dimasa yang akan datang.
Pertumbuhan ekonomisecara umum dapat ditunjukkan oleh angka Produk Domestik Ragional Bruto (PDRB), Investasi, Inflasi, pajak dan retribusi, pinjaman dan pelayanan bidang ekonomi. Khusus untuk nilai PDRB secara nyata mampu memberikan gambaran mengenai nilai tambah bruto yang dihasilkan unit-unit produksi pada suatu daerah dalam periode tertentu.
Lebih jauh, perkembangan besaran nilai PDRB merupakan salah satu indikator yang dapat dijadikan ukuran untuk menilai keberhasilan pembangunan suatu daerah, atau dengan kata lain pertumbuhan ekonomi suatu daerah dapat tercermin melalui pertumbuhan nilai PDRB. PDRB adalah jumlah nilai tambah seluruh sektor kegiatan ekonomi atau lapangan usaha yang terjadi/muncul disuatu daerah pada periode tertentu. Secara umum data PDRB disajikan Atas Dasar Harga Berlaku (ADHB) dan Atas Dasar Harga Konstan (ADHK) 2010.
Ekonomi Bali pada tahun 2017 mengalami pertumbuhan sebesar 5,59%, nilai tambah yang tercipta ADHB mencapai 215,36 triliun rupiah, sedangkan ADHK 2010 mencapai 144,96 triliun rupiah. Lapangan usaha Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum memberikan kontribusi terbesar bagi perekonomian Bali, yaitu sebesar 23,33%. Sementara itu nilai absolut PDRB Kabupaten Gianyar ADHB tahun 2017ADHB mencapai 24,32 triliun rupiah atau sekitar 17,01 triliun rupiah ADHK 2010 dengan laju pertumbuhan sebesar 5,50%.Sementara itu PDRB per kapita ADHB tahun 2017 sebesar Rp.48,26 Juta atau Rp.33,76 Juta ADHK 2010.Tahun 2017 Kabupaten Gianyar memberikan kontribusi sebesar 11,29% terhadap perekonomian Bali.
PDRB Kabupaten Gianyar ADHB dan ADHK 2010 menurut lapangan usaha dalam periode 2013 – 2017 selengkapnya disajikan pada tabel 2.12 dan tabel 2.13.
Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Semesta Berencana
Kabupaten Gianyar Tahun 2018-2023 | II - 40
Tabel 2.12
Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Gianyar Atas Dasar Harga Berlaku Menurut Lapangan Usaha Tahun 2013 – 2017
(Dalam Jutaan Rupiah)
Lapangan Usaha Tahun
2013 2014 2015 2016* 2017**
A Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan
2.098.175,2 2.350.141,2 2.662.918,8 2.916.319,6 3.123.144,5
B Pertambangan dan
Penggalian 316.412,8 354.715,3 342.006,2 372.519,0 380.133,3 C Industri Pengolahan 1.860.712,9 2.178.044,9 2.463.698,6 2.696.811,1 2.861.737,8 D Pengadaan Listrik
dan Gas 9.989,0 13.775,2 18.863,4 23.560,3 30.568,79
E Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah dan Daur Ulang
21.832,5 24.360,2 26.662,4 29.234,8 31.821,53
F Konstruksi 1.925.001,2 2.086.744,4 2.295.870,0 2.509.838,8 2.717.029,41 G Perdagangan Besar
dan Eceran; Reparasi Mobil dan Sepeda Motor
1.152.382,6 1.347.701,4 1.501.311,7 1.681.910,7 1.926.092,97
H Transportasi dan
Pergudangan 147.882,6 174.262,6 187.805,1 211.144,1 231.151,72 I Penyediaan
Akomodasi dan Makan Minum
3.414.180,9 4.270.932,3 4.863.460,0 5.478.740,3 6.182.458,84
J Informasi dan
Komunikasi 969.344,2 1.085.203,9 1.220.740,0 1.351.169,3 1.475.067,59 K Jasa Keuangan dan
Asuransi 657.768,9 770.320,1 831.518,4 898.963,9 958.401,77 L Real Estate 752.907,0 873.608,2 958.473,5 1.037.630,1 1.053.540,99 M,N Jasa Perusahaan 167.212,6 194.485,3 227.100,8 262.353,7 290.978,52
O Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jam-inan Sosial Wajib
789.115,5 915.142,1 1.019.566,7 1.121.950,4 1.212.375,14
P Jasa Pendidikan 347.568,3 407.900,1 457.795,6 520.407,8 583.542,16 Q Jasa Kesehatan dan
Kegiatan Sosial 468.071,7 548.768,0 629.203,4 719.869,0 820.482,08 R,S,
T,U Jasa lainnya 269.239,1 313.045,2 346.945,4 384.547,9 441.816,10 PRODUK DOMESTIK
REGIONAL BRUTO 15.367.797,0 17.909.150,4 20.053.939,9 22.216.970,7 24.320.343,14
Sumber: Gianyar Dalam Angka, BPS * Angka sementara
** Angka sangat sementara
Tabel 2.13
Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Gianyar Atas Dasar Harga Konstan 2010 Menurut Lapangan Usaha Tahun 2013 – 2017 (Dalam Jutaan
Rupiah)
Lapangan Usaha Tahun
2013 2014 2015 2016* 2017**
A Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan
1.801.395,0 1.866.783,4 1.949.996,3 1.973.164,9 2.028.504,78
B Pertambangan dan
Penggalian 280.506,0 280.047,1 256.986,5 265.287,2 266.359,33 C Industri Pengolahan 1.640.968,4 1.793.255,7 1.928.535,6 2.022.979,9 2.048.636,01 D Pengadaan Listrik
dan Gas 14.515,7 15.594,8 16.059,9 16.960,9 18.562,76
Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Semesta Berencana
Kabupaten Gianyar Tahun 2018-2023 | II - 41
Lapangan Usaha Tahun
2013 2014 2015 2016* 2017**
E Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah dan Daur Ulang
21.876,2 23.482,5 23.871,4 24.792,6 25.383,53
F Konstruksi 1.641.724,9 1.671.547,2 1.732.060,3 1.837.461,3 1.955.197,57 G Perdagangan Besar
dan Eceran; Reparasi Mobil dan Sepeda Motor
1.027.761,0 1.104.118,7 1.189.094,4 1.278.598,2 1.367.084,2. 1
H Transportasi dan
Pergudangan 133.163,6 144.471,1 150.547,5 163.449,9 176.272,46 I Penyediaan
Akomodasi dan Makan Minum
2.713.859,3 2.899.290,2 3.106.769,3 3.394.590,0 3.747.270,67
J Informasi dan
Komunikasi 977.032,7 1.047.158,6 1.149.421,7 1.246.320,3 1.345.035,63 K Jasa Keuangan dan
Asuransi 546.922,6 600.078,1 635.393,0 669.875,8 680.003,15 L Real Estate 686.696,3 748.568,1 785.713,5 819.983,9 836.168,90 M,N Jasa Perusahaan 152.983,7 164.763,1 176.970,1 191.531,8 202.718,16
O Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jam-inan Sosial Wajib
766.275,3 850.280,8 919.456,3 979.802,8 973.517,72
P Jasa Pendidikan 306.949,7 340.205,9 371.284,9 396.327,9 421.433,82 Q Jasa Kesehatan dan
Kegiatan Sosial 417.041,7 469.722,3 513.030,9 559.127,9 604.046,83 R,S,T,U Jasa lainnya 231.724,8 250.055,2 269.213,0 289.653,2 315.285,09 PRODUK DOMESTIK
REGIONAL BRUTO 13.361.397,0 14.269.422,6 15.174.404,7 16.129.908,4 17.011.480,62
Sumber: Gianyar Dalam Angka, BPS * Angka sementara
** Angka sangat sementara
Perkembangan nilai absolut PDRB & Laju Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten Gianyar dalam periode 2010 – 2017 disajikan pada gambar 2.15.
Sumber : Gianyar Dalam Angka, BPS (data diolah) https://bali.bps.go.id
https://gianyarkab.bps.go.id
Gambar 2.15 Perkembangan PDRB & Laju Pertumbuhan Ekonomi
10.902,88 12.138,85 13.604,85 15.370,80 17.909,15 20.140,34 22.127,11 24.320,34
10.902,88 11.682,13 12.508,66 13.364,40 14.269,42 15.168,55 16.125,28 17.011,48
7,15 7,08
2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016* 2017**
Laju Pertumbuhan Ekonomi (%)
PDRB (Miliar Rupiah)
PDRB Harga Berlaku PDRB Harga Konstan 2010 LPE Gianyar
LPE Bali LPE Nasional
Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Semesta Berencana
Kabupaten Gianyar Tahun 2018-2023 | II - 42
Struktur ekonomi suatu daerah tercermin dalam komposisi masing-masing lapangan usaha dalam membentuk total nilai tambah perekonomian di daerah tersebut. Komposisi dari setiap lapangan usaha tersebut dapat bergeser seiring dengan perkembangan perekonomian di suatu wilayah.
Terkait dengan hal ini, untuk melihat struktur perekonomian pada suatu wilayah, salah satu indikator yang dapat digunakan adalah distribusi persentase dari nilai tambah bruto dan laju pertumbuhan untuk setiap lapangan usaha. Analisa terhadap struktur ekonomi ini, sangat bermanfaat untuk melihat potensi suatu wilayah sebagai dasar pengembangan perekonomian di wilayah tersebut.
Sejalan dengan perekonomian Provinsi Bali, tahun 2017 lapangan usaha Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum memberikan kontribusi terbesar bagi perekonomian Gianyar, yaitu sebesar 25,42% (ADHB). Lapangan usaha ini juga mencata laju pertumbuhan tertinggi, yaitu 10,47%. Selanjutnya kontribusi terbesar kedua ditempati lapangan usaha Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan sebesar 12,84% (ADHB)dengan laju pertumbuhan sebesar 2,77%. Sementara itu lapangan usaha Industri Pengolahan menduduki posisi ketiga dengan kontribusi 11,77% (ADHB) dan laju pertumbuhan 1,28%.
Peranan masing-masing lapangan usaha terhadap PDRB Kabupaten Gianyar dan laju pertumbuhannya dalam periode 2013 – 2017 secara lebih rinci disajikan pada Tabel 2.14 dan Tabel 2.15.
Tabel 2.14
Peranan PDRB Atas Dasar harga Berlaku Menurut Lapangan Usaha Tahun 2013-2017 (persen)
Lapangan Usaha Tahun
2013 2014 2015 2016* 2017**
A Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan 13,65 13,12 13,28 13,13 12,84 B Pertambangan dan Penggalian 2,06 1,98 1,71 1,68 1,56 C Industri Pengolahan 12,11 12,16 12,29 12,14 11,77 D Pengadaan Listrik dan Gas 0,06 0,08 0,09 0,11 0,13 E Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah,
Limbah dan Daur Ulang
0,14 0,14 0,13 0,13 0,13
F Konstruksi 12,53 11,65 11,45 11,30 11,17
G Perdagangan Besar dan Eceran;
Reparasi Mobil dan Sepeda Motor
7,50 7,53 7,49 7,57 7,92 H Transportasi dan Pergudangan 0,96 0,97 0,94 0,95 0,95
I Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum
O Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib
5,13 5,11 5,08 5,05 4,99
P Jasa Pendidikan 2,26 2,28 2,28 2,34 2,40
Q Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial 3,05 3,06 3,14 3,24 3,37
R,S,T,U Jasa lainnya 1,75 1,75 1,73 1,73 1,82
PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00
Sumber: Gianyar Dalam Angka, BPS * Angka sementara
Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Semesta Berencana
Kabupaten Gianyar Tahun 2018-2023 | II - 43
** Angka sangat sementara
Tabel 2.15
Laju Pertumbuhan PDRB Kabupaten Gianyar Menurut Lapangan Usaha Tahun 2013 – 2017 (persen)
Lapangan Usaha Tahun
2013 2014 2015 2016* 2017**
A Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan 1,64 3,63 4,46 1,19 2,77 B Pertambangan dan Penggalian 7,71 -0,16 -8,23 3,23 0,40
C Industri Pengolahan 9,27 9,28 7,54 4,90 1,28
D Pengadaan Listrik dan Gas 8,48 7,43 2,98 5,61 0,69 E Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah,
Limbah dan Daur Ulang
5,86 7,34 1,66 3,86 1,97
F Konstruksi 6,29 1,82 3,62 6,09 5,95
G Perdagangan Besar dan Eceran;
Reparasi Mobil dan Sepeda Motor
9,48 7,43 7,70 7,53 7,17
O Administrasi Pemerintahan, Pertahanan
dan Jaminan Sosial Wajib 0,22 10,96 8,14 6,56 -0,06
P Jasa Pendidikan 14,11 10,83 9,14 6,74 6,33
Q Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial 13,14 12,63 9,22 8,99 8,03
R,S,T,U Jasa lainnya 4,46 7,91 7,66 7,59 8,85
PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO 6,82 6,80 6,34 6,30 5,50
Sumber: Gianyar Dalam Angka, BPS * Angka sementara
** Angka sangat sementara
Berdasarkan rata-rata kontribusi dan laju pertumbuhan tiap lapangan usaha dalam periode 2010 – 2017, tipologi lapangan usaha dalam perekonomian Kabupaten Gianyar dapat dilihat pada gambar 2.16. Dalam periode tersebut, lapangan usaha Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum merupakan sektor unggulan Kabupaten Gianyar yang ditunjukkan oleh rata-rata kontribusinya pada perekonomian Kabupaten Gianyar yang mencapai 22,70% per tahun (ADHB). Sektor ini juga mencatat rata-rata laju pertumbuhan yang relatif tinggi, yaitu sebesar 7,96%per tahun. Besarnya kontribusi lapangan usaha ini ditopang atau berkaitan langsung dengan aktivitas kepariwisataan di Kabupaten Gianyar. Lapangan usaha ini bersama-sama dengan Konstruksi, Perdagangan Besar dan Eceran, Reparasi Mobil dan Sepeda Motor, serta Informasi dan Komunikasimerupakan sektor-sektor yang dikategorikan maju dan tumbuh pesat.
Sementara itu pada periode yang sama, lapangan usaha Pengadaan Listrik dan Gas merupakan sektor dengan rata-rata kontribusi terkecil, yaitu 0,09% per tahun (ADHB) tetapi mencatat rata-rata laju pertumbuhan yang cukup tinggi, yaitu mencapai 7,94% per tahun. Lapangan usaha ini bersama-sama dengan Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib, Jasa Pendidikan, Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial, Jasa Keuangan
Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Semesta Berencana
Kabupaten Gianyar Tahun 2018-2023 | II - 44
dan Asuransi, serta Jasa Lainnya merupakan sektor-sektor yang potensial untuk berkembang.
Keterangan :
A Pertanian, Kehutanan, dan
Perikanan I Penyediaan Akomodasi dan Makan
Minum
B Pertambangan dan Penggalian J Informasi dan Komunikasi
C Industri Pengolahan K Jasa Keuangan dan Asuransi
D Pengadaan Listrik dan Gas L Real Estat E Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah,
Limbah dan Daur Ulang
M,N Jasa Perusahaan
O Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib
F Konstruksi
G Perdagangan Besar dan Eceran;
Reparasi Mobil dan Sepeda Motor
P Jasa Pendidikan
Q Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial H Transportasi dan Pergudangan R,S,T,U Jasa lainnya
Sumber : Gianyar Dalam Angka, BPS (data diolah)
Gambar 2.16 Tipologi Lapangan Usaha
Lapangan usaha yang mencatat rata-rata laju pertumbuhan terendah dalam periode 2010 – 2017 adalah Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan, yaitu sekitar 2,89% per tahun. Namun demikian lapangan usaha ini masih mampu memberikan rata-rata kontribusi sekitar 13,75 persen per tahun (ADHB). Lapangan usaha ini bersama-sama dengan Industri Pengolahan merupakan sektor-sektor yang cukup maju tetapi tertekan. Lapangan usaha yang berkategori relatif tertinggal adalah Pertambangan dan Penggalian,
A
Relatif Tertinggal Maju Tapi Tertekan Potensial Berkembang Maju & Berkembang Cepat Sektor Primmer Sektor Sekunder
Sektor Tersier
Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Semesta Berencana
Kabupaten Gianyar Tahun 2018-2023 | II - 45
Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah dan Daur Ulang, Transportasi dan Pergudangan, Real Estat, serta Jasa Perusahaan. Pengelompokan lebih lanjut terhadap ketujuh belas lapangan usaha tersebut ke dalam tiga sektor ekonomi utama menunjukkan bahwa sektor primer (Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan serta Pertambangan dan Penggalian) memberi kontribusi paling kecil dan cenderung menurun setiap tahun.Kontribusi lebih besar diberikan oleh sektor sekunder (Industri Pengolahan, Pengadaan Listrik dan Gas, Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah dan Daur Ulang, serta Konstruksi) yang besarnya relatif konstan dalam periode 2010 – 2017.Kontribusi terbesar berasal dari sektor tersier (Perdagangan Besar dan Eceran, Reparasi Mobil dan Sepeda Motor, Transportasi dan Pergudangan, Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum, Informasi dan Komunikasi, Jasa Keuangan dan Asuransi, Real Estat, Jasa Perusahaan, Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib, Jasa Pendidikan, Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial, serta Jasa Lainnya) yang besarnya cenderung meningkat setiap tahun. Perkembangan kontribusi sektor ekonomi utama tersebut menunjukkan adanya perubahan struktur ekonomi Kabupaten Gianyar dari sektor pertanian ke sektor industri jasa.
Sumber : Gianyar Dalam Angka, BPS (data diolah)
Gambar 2.17 Perkembangan Kontribusi Sektor Ekonomi Utama Tahun 2010-2017
B. Laju Inflasi
Inflasi merupakan salah satu indikator penting yang dapat memberikan informasi tentang dinamika perkembangan harga barang dan jasa yang dikonsumsi oleh masyarakat dan berpengaruh terhadap kemampuan daya beli masyarakat.Inflasi adalah kecenderungan peningkatan harga barang dan jasa secara umum yang terjadi secara terus-menerus. Sebelum tahun 2014, laju inflasi di Bali dihitung di Kota Denpasar dan sejak tahun 2014 laju inflasi juga
17,09 16,51 16,25 15,60 15,04 14,55 13,89 13,49 24,35 23,65 24,63 24,84 24,56 24,41 24,26 23,79 58,56 59,84 59,12 59,56 60,40 61,05 61,86 62,72
5 15 25 35 45 55 65
2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017