• Tidak ada hasil yang ditemukan

Fokus Layanan Urusan Pilihan a. Tenaga Kerja

Dalam dokumen BAB II GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH (Halaman 49-55)

Kota Jambi

2.3. Aspek Pelayanan Umum

2.3.2. Fokus Layanan Urusan Pilihan a. Tenaga Kerja

2008 2009 2010 2011 2012

Usaha Mikro 9.517 10.100 10.124 10.156 10.352 1,75

Usaha Kecil 190 190 196 198 198 0,84

Usaha Menengah 5 7 7 12 12 28,03

Jumlah 9.712 10.297 10.327 10.366 10.562 1,75 Sumber : Dinas Koperasi dan UMKM Kota Jambi

2.3.2. Fokus Layanan Urusan Pilihan a. Tenaga Kerja

Angkatan kerja adalah penduduk yang sudah memasuki usia kerja, baik yang sudah bekerja maupun belum bekerja atau sedang mencari pekerjaan menurut ketentuan pemerintah penduduk yang sudah memasuki usia kerja dalah berusia minimal 15 tahun sampai 65 tahun.

Akan tetapi tidak semua penduduk yang memasuki usia kerja termasuk angkatan kerja, sebab penduduk yang tidak aktif dalam kegiatan ekonomi tidak termasuk dalam kelompok angkatan kerja, misalnya ibu rumah tangga, pelajar, mahasiswa serta para purnatugas (pensiunan).

Angkatan kerja sangat dipengaruhi oleh jumlah penduduk. Pertumbuhan angkatan kerja dipengaruhi oleh jumlah penduduk. Struktur penduduk berdasarkan jenis kelamin, usia, dan tingkat pendidikan. Makin banyak komposisi jumlah penduduk laki-laki daripada perempuan, maka makin tinggi angkatan kerjanya.

RPJMD KOTA JAMBI TAHUN 2013 - 2018

BAB 2 II - 50

Kota Jambi

Upaya Menanggulangi Permasalahan Tenaga Kerja, pemerintah wajib menyediakan lapangan kerja dan melindungi hak-hak tenaga kerja. Untuk melaksanakan kewajiban tersebut, maka pemerintah lewat intansi terkait telah melakukan upaya-upaya untuk mengatasi masalah tersebut, baik yang berhubungan dengan angkatan kerja maupun dengan tenaga kerja. Upaya-upaya yang perlu dilakukan oleh pemerintah antara lain sebagai berikut:

1. Membuka kesempatan kerja, usaha perluasan kesempatan kerja dapat dilakukan dengan dua cara yaitu dengan pengembangan industry terutama industri padat karya dan galeri pengetahuan social.

2. Penyelengaraan proyek pekerjaan umum. Pengembangan industry dapat dilakukan dengan meningkatkan penanaman modal asing dan penanaman modal dalam negeri. Penyelengaraan proyek pekerjaan umum dapat dilakukan dengan pembuatan jalan, jembatan, saluran air, bendungan, dan lain-lain. Perluasan tenaga kerja juga dapat dilakukan oleh pemerintah dengan cara mengirimkan tenaga-tenaga kerja Indonesia ke luar negeri baik melalui departemen tenaga kerja maupun melewati perusahan jasa tenaga kerja Indonesia (PJTKI).

3. Mengurangi Tingkat Pengangguran, Pengangguran merupakan salah satu permasalahan ketenagakerjaan. pengangguran tidak dapat dihapuskan, namun hanya dapat dikurangi. Pengurangan angka pengangguran hanya dapat terjadi dengan meningkatkan atau memperluas kesempatan kerja dan menurunkan jumlah angkatan kerja.

Usaha yang dapat dilakukan untuk mengurangi angka pengangguran antara lain:

a. Pemberdayaan angkatan kerja dengan cara mengirimkan tenaga kerja ke Negara/daerah lain yang memerlukan.

b. Pengembangan usaha sektor informal dan usaha kecil.

RPJMD KOTA JAMBI TAHUN 2013 - 2018

BAB 2 II - 51

Kota Jambi

c. Pembinaan generasi muda yang masuk angkatan kerja melalui pemberian kursus keterampilan, pembinaan home industry.

d. Mendorong badan usaha untuk proaktif mengadakan kerja sama dengan lembaga pendidikan.

e. Mendirikan tempat pelatihan kerja seperti balai latihan kerja (BLK).

f. Mendorong lembaga-lembaga pendidikan untuk meningkatkan life skill.

g. Mengefektifkan pemberian informasi ketenaga kerjaan melalui lembaga-lembaga yang terkait dengan upaya perluasan kesempatan kerja.

4. Meningkatkan kualitas angkatan kerja dan tenaga kerja

Kualitas kerja dapat ditingkatkan melalui usaha-usaha berikut.

a. Latihan untuk pengembangan keahlian dan keteampilan kerja (profesionalisme) tenaga kerja dengan mendirikan balai-balai latihan kerja.

b. Pemagangan melalui latihan kerja di tempat kerja.

c. Perbaikan gizi dan kesehatan.

d. Meningkatkan kualitas pendidikan masyarakat dan menyesuaikan keahlian masyarakat dengan kebutuhan dunia usaha melalui pendidikan formal, kursus-kursus kejuruan, dan lain-lain.

5. Meningkatkan kesejahteraan tenaga kerja

Untuk meningkatkan kesejahteraan tenaga kerja, pemerintah telah melakukan berbagai upaya sebagai berikut.

a. Menetapkan upah minimum regional.

b. Mengikutkan setiap pekerja dalam asuransi jaminan social tenaga kerja.

c. Menganjurkan kepada setiap perusahaan untuk meningkatkan kesehatan dan keselamatan kerja.

d. Mewajibkan kepada setiap perusahaan untuk memenuhi hak-hak tenaga kerja selain gaji, seperti hak cuti, hak istirahat, dan lain-lain

RPJMD KOTA JAMBI TAHUN 2013 - 2018

BAB 2 II - 52

Kota Jambi

Dalam situasi ketenakerjaan pada saat ini perlu dicari jalan keluarnya dangan tetap melakukan kebijakan dan program yang telah dilaksanakan sebelumnya, baik program jangka pendek maupun jangka panjang dengan mencari terobosan - terobosan dalam menanggulangi penganguran. Bila terobosan - terobosan tidak segera diambil maka persoalan yang timbul bukan sekedar masalah ketenagakerjaan semata, melainkan dapat berkembang menjadi gejolak dan masalah sosial yang lebih luas yang dapat mengakibatkan melemahnya stabilitas regional maupun nasional yang pada gilirannya dapat menghambat pembangunan yang berkelanjutan.

Selanjutnya Tabel 2.30 menunjukan bahwa peningkatan jumlah angkatan kerja secara absolut jauh lebih besar dibandingkan dengan peningkatan kesempatan kerja, sehingga setiap tahun angka pengangguran tetap tercipta, walaupun ada kecenderungan menurun secara persentase. Peningkatan Upah Minimum Provinsi (UMP) merupakan salah satu sumber terjadinya pengangguran yang berpengalaman untuk itu perlu suatu kebijakan yang mampu mengakomodir semua stakeholder dalam mengatasi masalah ketenagakerjaan.

Penciptaan lapangan pekerjaan belum mampu mengimbangi lajunya peningkatan angkatan kerja, untuk itu kebijakan ketenagakerjaan diarahkan pada upaya perluasan lapangan pekerjaan baik disektor formal maupun informal melalui sistem padat karya produktif dan peningkatan SDM angkatan kerja melalui pelatihan. Tingginya Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK), yaitu 60,71 % pada tahun 2012 mengindikasikan besarnya proporsi anggota rumah tangga yang bekerja, termasuk peran ganda perempuan dalam pasar kerja.

RPJMD KOTA JAMBI TAHUN 2013 - 2018

BAB 2 II - 53

Kota Jambi

Tabel 2.30.

Penduduk, Tenaga Kerja dan Tingkat Pengguran Kota JambiTahun 2008-2012

Uraian Tahun Pertm

( % ) 2008 2009 2010 2011 2012

Jumlah Penduduk 523.572 532.743 532.881 540.258 557.215 1,29 Jumlah Angkatan Kerja 206.731 212.279 236.936 247.214 238.264 3,05 Jumlah Kesempatan Kerja 191.661 195.868 218.401 238.307 307.294 12,07 Angka Pengangguran 15.070 16.411 18.535 8.907 11.657 (4,53) Tingkat Pengangguran (%) 7,29 7,73 7,82 3,60 4,89 (6,58)

TPAK 58,24 58,43 57,54 63,71 60,31 0,71

Upah Minimum Kota (Rp) 724.000 800.000 900.000 1.028.000 1.142.000 11,55 Sumber : Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kota Jambi. 2013

Dilihat dari distribusi penduduk yang bekerja berdasarkan lapangan usaha menunjukkan kecenderungan yang meningkat. Tabel 2.31 memperlihatkan bahwa dari 29.273 orang yang bekerja pada tahun 2012 dimana 20.250 orang (69,18 %) diantaranya bekerja di sektor sekunder. Sementara sektor primer hanya mampu menyerap sebesar 4,16 %. Sedangkan sisanya sebesar 26,66 % terserap di sektor tersier. Untuk itu kedepan dengan semakin terdidiknya angkatan kerja yang memasuki pasar kerja diperlukan pengembangan sektor industri kreatif yang diharapkan mampu mengurangi tingkat pengangguran dan memperluas lapangan pekerjaan.

Sektor skunder sebagai leading sector perlu mendapat perhatian sungguh-sungguh melalui APBD. Karena sektor ini disamping sebagai penyumbang terbesar dalam perekonomian daerah, juga mempunyai daya serap tenaga kerja yang cukup besar. Untuk itu pengembangan industri kreatif harus didukung oleh pengembangan industri hulu melalui kerjasama dengan kabupaten secara sinergis.

RPJMD KOTA JAMBI TAHUN 2013 - 2018

BAB 2 II - 54

Kota Jambi

Tabel 2.31

Penduduk bekerja menurut lapangan usaha di Kota Jambi Tahun 2008-2012

Lapangan Usaha 2008 2009 2010 2011 2012

Pertanian 554 592 621 715 935

Pertambangan 199 215 237 271 283

Industri Pengolahan 2.884 2.907 3.043 3.812 3.812

Listrik Gas dan Air 191 199 224 277 401

Bangunan/Konstruksi 3.325 3.346 3.417 4.293 4.624

Perdagangan 8.706 8.871 9.754 10.939 11.413

Transportasi 663 795 967 1.043 1.059

Keuangan, Persewaan

jasa Perusahaan 2.359 2.407 2.981 3.354 3.579 Jasa-jasa dan lain-lain 2.309 2.311 2.597 3.120 3.167

Jumlah 21.190 21.643 23.841 27.824 29.273

Sumber : Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kota Jambi. 2013.

b. Perindustrian dan Perdagangan

Industri dan Perdagangan merupakan dua institusi ekonomi yang saling membutuhkan. Industri adalah upaya mengubah suatu bentuk input sehingga mempunyai nilai jual. Sementara perdagangan secara parsial merupakan aktivitas menjual hasil industri. Untuk itu baik industri kecil maupun industri menengah sangat membutuhkan lembaga perdagangan sebagai sarana untuk mempertemukan antara eksportir dan importir.

Selama kurun waktu 2008-2012 perkembangan industri kecil dan menengah di Kota Jambi cukup menggembirakan. Hal ini terlihat dari jumlah usaha industri kecil sebanyak 1.208 unit pada tahun 2008 dengan daya serap tenaga kerja mencapai 6.794 orang yang menghasilkan nilai produksi sebesar Rp 579.692,745 miliar. Lima tahun kemudian (2012) terjadi peningkatan jumlah unit usaha 1.453 unit dengan daya serap tenaga kerja sebanyak 7.560 orang dengan nilai produksi sebesar Rp 644.256,042 miliar. Sementara industri menengah, dimana jumlah unit

RPJMD KOTA JAMBI TAHUN 2013 - 2018

BAB 2 II - 55

Kota Jambi

usaha, jumlah tenaga kerja yang terserap dan nilai produksi menunjukkan kecenderungan yang meningkat (Tabel 2.32).

Tabel 2.32

Perkembangan Industri Kecil dan Menengah (IKM) Kota Jambi Periode 2008-2012

Tahun Sumber : Dinas Prindag Kota Jambi

Kota Jambi karena merupakan kota lintasan perdagangan di Provinsi Jambi maka data detail mengenai ekspor dan impor tidak dapat dirinci, karena data yang ada di Badan Penanaman Modal Daerah dan Pelayanan Perizinan Terpadu Provinsi Jambi merupakan akumulasi semua nilai ekspor dan impor kabupaten kota yang ada di Provinsi Jambi.

Dalam dokumen BAB II GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH (Halaman 49-55)

Dokumen terkait