C. Rencana Sistem Jaringan Sumber Daya Air
II. Prasarana Air Baku Untuk Air Bersih
2.3. Aspek Pelayanan Umum
2.3.2. Fokus Layanan Urusan Pilihan
Urusan pilihan merupakan urusan pemerintah yang secara nyata ada dan berpotensi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sesuai dengan kondisi, kekhasan, dan potensi unggulan yang ada di Kabupaten Lingga.
2.3.2.2. Pertanian
Sub sektor tanaman bahan makanan adalah merupakan salah satu sub sektor pada sektor pertanian. Sub sektor tersebut mencakup tanaman ubi kayu dan ubi jalar.Produksi bahan makanan/palawija pada tahun 2013 mencapai 1.191,6 ton. Apabila dibandingkan dengan tahun 2012 sebesar 1.205 ton, maka terjadi penurunan sekitar 1,11%. Sedangkan untuk tahun 2015 dengan jumlah produksi (ton) yaitu 135,48 ton. Dengan didominasi oleh Ubi Kayu dan kedua adalah Jagung dan berikutnya adalah Ubi Jalar. Produksi dari tanaman sayur-sayuran pada tahun 2015 mencapai 1.615,30 Ton. produksi tertinggi didominasi oleh kangkung yakni sebesar 510,3 ton, diikuti bayam sebesar 304,9 ton. Sebaliknya produksi terendah adalah terong yaitu 22 ton dan produksi untuk Kubis dan Buncis 0 Ton.
II.92 Gambar. G-II.17
Jumlah Produksi Palawija Menurut Komoditi Tahun 2015 (Ton)
Sumber: Dinas Pertanian dan Kehutanan Kab Lingga,2016
Untuk pertanian tanaman pangan yang terdiri dari tanaman palawija dan hortikultura, telah dikembangkan oleh masyarakat untuk keperluan pasar lokal maupun dipasarkan keluar daerah Kabupaten Lingga. Untuk tanaman pangan jenis komoditi ubi kayu merupakan unggulan daerah dengan luas tanam 200,50 ha dan produksi sebanyak 4.253,69 ton.
Kemudian diikuti oleh jagung seluas 150,5 ha dengan produksi sebanyak 743,96 ton dan ubi jalar seluas 82,6 ha dengan produksi sebanyak 779,73 ton. Luas tanaman dan potensi lahan palawija tahun 2010 - 2014 dapat dilihat pada tabel sebagai berikut:
Tabel. T-II.66.
Luas Tanam dan Produksi Tanaman Pangan/ Palawija Kabupaten LinggaTahun 2010 – 2015
No Jenis Komoditi Luas Tanam (Ha) Produksi (ton)
2010 2011 2012 2013 2014 2010 2011 2012 2013 2014 2015
1 Ubi Kayu 43 34 54 27 25,5 570 980 930 898 810 65,69
2 Jagung 43 40 38 25 4,5 36 174 155 276,6 50 52,36
3 Ubi Jalar 26,6 37 6 3 2 33,3 464 120 17 128 17,43
4 Kacang Tanah 1 10 0 0 0 0 6 0 0 0 0
5 Talas 3 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0
6 Padi 1 0 0 0 0 4 0 0 0 0 0
118 121 99 55 32 643 1624 1205 1192 988 135,48
Sumber: Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Lingga, 2016
Luas tanam sayur mayur menurut komoditas pada dari tahun 2010 - 2015 mencapai 1,400,47 ha yang mayoritas ditanami dengan kangkung yaitu seluas 305,20 ha diikuti dengan kacang panjang seluas 259,30 ha dan sawi seluas 196,20 ha. Produksi sayur mayur dari tahun 2010 - 2014 sebanyak 59.837,30 ton menurut jenis komoditas Produksi tertinggi
Ubi Jalar 14%
Jagung 48%
Ubi Kayu 38%
II.93
didominasi oleh sawi yakni sebesar 20.834,90 ton, kemudian diikuti kangkung sebesar 15.647,30 ton. Sebaliknya produksi terendah adalah buncis yaitu 55 ton.
Tabel. T-II.67.
Luas Tanam dan Produksi Sayur-sayuranTahun 2010 - 2015
No Jenis Komoditi
Luas Tanam (Ha) Produksi (ton)
2010 2011 2012 2013 2014 2015
Sumber : Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Lingga,2016
Beberapa kendala yang dihadapi para petani selain disebabkan kendala produksi adalah karena sulitnya mendapatkan sarana produksi pertanian salah satunya pupuk dan masalah pemasaran hasil pertanian. Meskipun demikian upaya peningkatan dan pengembangan produktivitas sayur-mayur di Kabupaten Lingga terus dilaksanakan.
Tabel. T-II.68.
Realisasi Produksi Buah-buahan Tahun 2010 – 2015
No Jenis Komoditi Produksi (ton)/ Tahun
2010 2011 2012 2013 2014 2015
II.94 Sumber: Dinas Pertanian dan Perkebunan Kab. Lingga, 2016
Produksi buah-buahan di Kabupaten Lingga mempunyai potensi yang bagus untuk dikembangkan di masa mendatang. Selama tahun 2010-2015, produksi buah durian mampu menghasilkan 1.226,03 Ton, pisang mencapai 1480,71 ton, buah pepaya mampu menghasilkan 278,12 ton, dan buah nenas mampu menghasilkan 271,47 ton.
2.3.2.3. Perkebunan
Potensi perkebunan di Kabupaten Lingga masih didominasi oleh komoditas karet. Pada Tahun 2015, luas lahan yang digunakan untuk perkebunan karet mencapai 10.199,50 ha dengan produksi sebanyak 4.127 ton. Secara umum, seluruh jenis komoditi mengalami peningkatan produksi selama 5 tahun terakhir.
Gambar. G-II.18
Jumlah Produksi Perkebunanan Menurut Komoditi Di Kabupaten Lingga Tahun 2015 (Ton)
Sumber: Dinas Pertanian dan Kehutanan Kab. Lingga, 2016 Karet
51%
Sagu 32%
Kelapa Dalam 15%
Lada 2%
11 Mangga 8,35 3,4 2 9,9 9,35 20
12 Salak 10,12 0,08 119 4,42 1,45 11
13 Jambu Air 0,26 0,08 7 1,05 1,98 0
14 Jambu Biji 0,03 6,11 5 4,1 1,94 0
15 Sawo 1,7 2,91 26 0,7 0,01 2
16 Sirsak 1,47 1,61 0 0,3 0,11 0
17 Belimbing 0,02 2,17 0 0,7 0,12 0
1006,3 131,6 547 513,86 217,28 1.216
II.95
Tabel. T-II.69.
Luas Areal dan Produksi Perkebunan Tahun 2010 - 2015
No Jenis Komoditi
Luas Tanam (Ha) Produksi (ton)
2010 2011 2012 2013 2014 2015 2010 2011 2012 2013 2014 2015
1 Sagu 3.391,69 3.447,93 3.455 1.414,50 2970 3.449 12.439,56 0 545 3.218 2.615 2.618
2 Karet 9.275,15 4.696,37 12.194,50 4.868,19 6.105,50 10.199,50 3.118,08 10.207 4.120 4.119,7 4.119 4.127 3 Kelapa Dalam 2.787,46 2.674,91 2.696,75 1.356,40 1.835 2.694 1.160,70 2.841 1.267 1.247 1.275 1.290,6
4 Lada 73,87 100,08 118,89 87,8 109 148,50 31,54 100 36,02 37,95 37 43,8
15528,2 10919,29 18465,14 7726,89 11019,5 16.491 16749,88 13.148 5968 8.623 8046 8.079,40 Sumber : Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Lingga,2016
II.96 2.3.2.4. Peternakan
Potensi peternakan juga memiliki peluang yang cukup besar untuk dikembangkan di Kabupaten Lingga. Pada tahun 2015, populasi ternak sapi dan kambing telah dihasilkan 1.958 ekor sapi, 896 ekor kambing yang tersebar di seluruh kecamatan di Kabupaten Lingga.
Populasi Ayam Kampung memiliki jumlah terbanyak yaitu sebanyak 116.682 ekor, populasi Ayam Petelur dan Ayam Pedaging masing-masing sebanyak 6.500 dan 35.850 ekor.
Dan populasi Itik sebanyak 1548 ekor.
Tabel. T-II.70.
Populasi Ternak di Kabupaten LinggaTahun 2010 – 2015
No Jenis Komoditi Populasi
2010 2011 2012 2013 2014 2015
1 Sapi 1.341 1.756 1.947 1.978 1.978 1958
2 Kambing 748 785 950 896 896 896
3 Ayam Buras 72.131 69.041 69.041 116.684 116.684 116.682 4 Itik 1.611 1.581 1.363 1.936 1.936 1548 5 Ayam Ras Pedaging 32.800 32.850 35.850 35.850 36.350 35.850 6 Ayam Ras Petelur 6.500 6.500 6.500 6.500 6.500 6.500
7 Babi 335 - 450 923
115.466 112.513 115.651 164.294 - Sumber: LKPJ AMJ Kabupaten Lingga 2010-2015
Untuk jenis ternak kecil/unggas yaitu ayam buras dan itik, populasinya menyebar diseluruh kecamatan dengan rincian populasi ayam buras sebanyak 116.684 ekor ayam buras dan itik sebanyak 1.936 ekor itik. Sedangkan ayam ras pedaging populasinya sebanyak 36.350 ekor,cayam ras petelur sebanyak 6.500 ekor. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel dibawah ini.
2.3.2.5. Perikanan
Potensi perikanan di Kabupaten Lingga didominasi oleh perikanan laut dan sektor perikanan laut masih merupakan sektor andalan di Kabupaten Lingga. Volume produksi perikanan laut selama lima tahun terakhir mengalami peningkatan. Penangkapan sebanyak 21.363 ton pada tahun 2010, meningkat menjadi 23.713,671 ton pada tahun 2011, meningkat pada tahun 2012 menjadi 32.100 ton meningkat lagi pada tahun 2013 menjadi 33.214 ton, dan
II.97
pada tahun 2014 meningkat menjadi 33,396 ton. Nilai produksi pada tahun 2010 sebesar Rp.
339.339.014, meningkat pada tahun 2011 menjadi sebesar Rp 466.846.708 dan meningkat pada tahun 2012 menjadi Rp 963.000.000 meningkat lagi pada tahun 2013 menjadi Rp.
996.420.000, meningkat lagi pada tahun 2014 sebesar Rp. 1.001.880.000. Untuk budidaya laut volume produksi tahun 2010 sebanyak 183,13 ton, meningkat pada tahun 2011 sebanyak 251 ton, meningkat pada tahun 2012 menjadi 330 ton dan pada tahun 2013 menjadi 292,72 ton serta pada tahun 2014 meningkat menjadi 58.530 ton, dengan nilai produksi pada tahun 2010 sebesar Rp. 12.653.890, meningkat pada tahun 2011 sebesar Rp 26.384.523 dan meningkat pada tahun 2012 menjadi Rp 34.311.000 meningkat lagi pada tahun 2013 menjadi Rp.
1.895.475.670 serta pada tahun 2014 meningkat menjadi Rp.9.484.696.800. Secara keseluruhan, volume produksi maupun nilai produksi perikanan di Kabupaten Lingga mengalami peningkatan dari tahun 2010 - 2014. Meningkatnya hasil produksi perikanan di Kabupaten Lingga tidak bisa terlepas dari usaha Pemerintah Kabupaten Lingga dalam meningkatkan sarana dan prasarana sektor perikanan. Pada tahun 2013, jumlah armada kapal/perahu penangkapan ikan mencapai 6.128 unit, terdiri dari perahu tanpa motor sebanyak 2.630 unit, perahu bermotor sebanyak 283 unit, dan perahu tempel sebanyak 3.215 unit.
Tabel. T-II.71.
Volume Produksi Perikanan Laut dan Perikanan Darat di Kabupaten Lingga Tahun 2010–2014 (Ton)
Sumber : Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Lingga
Untuk jumlah alat penangkap ikan mencapai 8.820 unit terdiri dari lampara dasar sebanyak 14 unit, jaring insang sebanyak 1.459, jaring udang sebanyak 740, pancing ulur sebanyak 1.723, kelong bilis sebanyak 655, bubu sebanyak 1.305, jaring tamban sebanyak 285, dan lainnya sebanyak 1.076 unit.
No Produksi 2010 2011 2012 2013 2014 2015
1 Penangkapan 21.363 23.713,67 32.100 33.214 33.396 33.587 2 Budidaya Laut 183,13 251 330 292,74 58,503 90,68 3 Budidaya Air Tawar 6,77 240 5.567 124 3.440
II.98
Berikut ini disajikan nilai produksi perikanan laut sejak tahun 2010 sampai dengan 2014.
Dari darat tersebut diketahui bahwa produksi perikanan tangkap meningkat setiap tahun, sedangkan budidaya laut juga mengalami peningkatan sejak 2010 sampai 2014.
Tabel. T-II.72.
Nilai Produksi Perikanan Laut di Kabupaten Lingga Tahun 2010 -2014
No Produksi 2010 2011 2012 2013 2014
1 Penangkapan 339.339.014 466.846.708 963.000.000 996.420.000 1.001.880.000 2 Budidaya Laut 12.653.890.000 26.383.523.000 34.311.000.000 1.895.475.670 9.484.696.800 Sumber : Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Lingga
Indikator di bidang kelautan dan perikanan yaitu konsumsi ikan masyarakat. Konsumsi ikan masyarakat Lingga mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Hal ini ditunjukkan pada Tabel berikut ini.
Tabel. T-II.73.
Konsumsi Ikan Masyarakat Lingga Tahun 2011-2015
Indikator satuan 2011 2012 2013 2014 2015
Konsumsi ikan Kg/Kapita/
Tahun
41,52 41,95 42,10 43,54
46,59 Sumber: Dinas Kelautan dan perikana Kabupaten Lingga
2.3.2.6. Kehutanan
Berdasarkan SK menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor SK.76/MenLHK-II/2015 Luas dan persentase hutan menurut fungsi di Kabupaten Lingga dapat dilihat pada tabel ini.
Tabel. T-II.74.
Luas Dan Persentase Hutan Menurut Fungsi Tahun 2015
Fungsi Luas (Ha) Persentase (%)
(1) (2) (3)
01. Hutan Lindung 31.937 14,6
Conservation Forest
02. Hutan Suaka Alam - -
Natural Conservation Forest
03. Hutan Produksi 66.815 30,5
Production Forest
04. Hutan Produksi Konversi 11.154 5,1
II.99 Conversion Production Forest
Jumlah 109.906,00 50,2
Sumber: Dinas Pertanian dan Kehutanan Kab. Lingga, 2016
Capaian kinerja pembangunan bidang kehutanan sebagai berikut:
Tabel. T-II.75.
Capaian Kinerja Pembangunan Bidang Kehutanan
No Indikator satuan 2011 2012 2013 2014 2015
Sumber: Dinas Pertanian dan Kehutanan Kab. Lingga, 2016
2.3.2.7. Pariwisata
Pembangunan kepariwisataan diarahkan pada pariwisata yang menggalakkan kegiatan ekonomi, sehingga lapangan pekerjaan, pendapatan masyarakat serta penerimaan devisa akan dapat meningkat melalui upaya pengembangan dan pendayagunaan berbagai potensi kepariwisataan. Kabupaten Lingga mempunyai tempat-tempat peninggalan sejarah yang layak untuk pengembangan pariwisata dan panorama alam yang indah yang berbukit dan terjal. Daerah ini mempunyai nilai-nilai budaya sebagai inti peradaban masyarakat yang kuat yang dapat dijadikan objek wisata.
Gambar. G-II.19
Banyaknya Objek Wisata Menurut Kecamatan Di Kabupaten Lingga Tahun 2015
Sumber: BPS, Kabupaten Lingga Dalam Angka Tahun 2015
10 7
II.100
Objek wisata di Kabupaten Lingga seluruhnya ada 95 objek wisata yang terdapat di Kecamatan Singkep 10 objek wisata, Singkep Barat 7 objek wisata, Lingga 35 objek wisata, Lingga Utara 3 objek wisata, Senayang 17 objek wisata, Lingga Timur 7 objek wisata, Singkep Pesisir 8 objek wisata, Singkep Selatan 2 objek wisata, serta Selayar 6 objek wisata Hal ini dapat dilihat pada gambar berikut ini.
Capaian kinerja bidang pariwisata disajikan sebagai berikut:
Tabel. T-II.76.
Capaian Kinerja Bidang Pariwisata
No Indikator satuan 2011 2012 2013 2014 2015
1 Kunjungan wisata orang
7715 9196 10703 13262 12021
2
Kontribusi sektor pariwisata terhadap PDRB
Jumlah
(jutaan) 149.111,13 149.567,18 150.024,93 152.565,13 46.632,70 Sumber: Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Lingga
2.3.2.8. Perdagangan
Nilai volume perdagangan yang ada di Kabupaten Lingga dapat diketahui dari transaksi ekspor dan impor yang ada, berikut nilai ekspor dan impor yang ada di Kabupaten Lingga.
Volume ekspor Kabupaten Lingga tahun 2014 mencapai 259.428.500 kg melalui Pelabuhan Dabo Singkep. Nilainya mencapai 8.815.770US$ yang merupakan total nilai ekspor dari Kabupaten Lingga. Adapun negara yang menjadi tujuan ekspor adalah Cina.
Gambar. G-II.20
Perkembangan Nilai Ekspor Melalui Kabupaten Lingga, 2006-2014 (US$)
Sumber: data dalam angka Kab. Lingga, 2014
II.101
Pada tahun 2013 Volume impor dari negara Cina ke Kabupaten Lingga mencapai 163.000 kg dengan nilai sebesar 850.000 US Dollar. Barang tersebut dibongkar melalui pelabuhan Dabo Singkep.
Gambar. G-II.21
Perkembangan Nilai Impor Melalui Kabupaten Lingga Tahun 2006-2014 (US$)
Sumber: Data dalam Angka Kab. Lingga, 2015
Tabel. T-II.77.
Kontribusi Sektor Perdagangan Terhadap PDRB di Kabupaten Lingga Tahun 2011 – 2014
Uraian 2011 2012 2013 2014
Jumlah Kontribusi (dalam
jutaan) 232.176,10 232.889,13 233.216,08 233.455,88
Eksport Bersih (dalam US $) 35.555.189 36.128.889 36.452.374 38.889.551 Sumber: LKPJ AMJ Kabupaten Lingga 2010-2015
2.3.2.9. Perindustrian
Pembangunan di sektor industri adalah merupakan upaya dalam meningkatkan nilai tambah, menciptakan lapangan usaha, memperoleh kesempatan kerja, menyediakan barang dan jasa yang bermutu dengan harga yang bersaing di dalam negeri dan luar negeri, meningkatkan ekspor guna menunjang pembangunan daerah dan sektor-sektor pembangunan lainnya serta mengembangkan kemampuan teknologi
II.102
Industri pengolahan dibagi menjadi empat kelompok, yaitu industri besar, industri sedang, industri kecil dan industri kerajinan rumah tangga. Pada tahun 2015 dan 2014 jumlah industri rumah tangga sebanyak 2.050 usaha, lebih sedikit dibandingkan tahun 2013 yang hanya 1.259 usaha. Hal yang sama juga terlihat pada industri kecil terdapat 6 usaha pada tahun 2013 sampai dengan pada tahun 2015. Untuk industri besar sedang juga tidak mengalami peningkatan atau penurunan sebanyak 0 usaha pada tahun 2013 sampai dengan 2015. Belum adanya jumlah usaha di masing-masing kelompok ini tentunya tidak akan berpengaruh positif terhadap peningkatan keterserapan tenaga kerja. Pembangunan industri diharapkan dapat berperan dalam pembangunan selama lima tahun kedepan dengan memaksimalkan sumber daya alam yang ada di Kabupaten Lingga diolah dengan sistem industrilisasi.
Tabel. T-II.78.
Data Industri Kabupaten Lingga Tahun 2013-2015
No. Jenis Industri
2. Industri Menengah usaha industri yang memiliki
tenaga kerja antara 20-99 orang dan memiliki TDI
3. Industri Besar usaha industri yang memiliki
tenaga kerja 100 orang atau lebih
Sumber: Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi Kab. Lingga
Berikut ini disajikan kontribusi industry terhadaoPDRB tahun 2011 sampai 2015 yang menunjukkan kecenderungan meningkat. Kontribusi yang meningkat dari tahun ke tahun disebabkan semakin meningkatnya pula pertumbuhan indtsri di kabupaten Lingga.
II.103 Tabel. T-II.79.
Kontribusi Sektor Industri Terhadap PDRB di Kabupaten Lingga Tahun 2011 – 2015
Indikator 2011 2012 2013 2014
Jumlah Kontribusi (dalam jutaan)
100.889,18 101.128,13 101.557,89 102.128,88
Pertumbuhan Industri 1.245 1.251 1.259 1.301
Sumber: LKPJ AMJ Kabupaten Lingga 2010-2015