• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 6 KAIDAH PELAKSANAAN

2. Angka Partisipasi Pendidikan

2.3.1 Fokus Layanan Urusan Wajib

Urusan pelayanan wajib merupakan urusan pemerintahan yang wajib diselengarakan oleh pemerintahdaerah yang berkaitan dengan pelayanan dasar. Secara umum, penyelenggaraan pelayanan dasar Kabupaten Bangka Barat tergambar dari pencapaian kinerja pembangunan dari 26 urusan wajib.

1. Pendidikan

Capaian kinerja urusan pendidikan di Kabupaten Bangka Barat terus menunjukkan peningkatan. Hal ini terlihat dari beberapa indikator pendidikan seperti angka

partisipasi sekolah, Rasio Guru terhadap Murid, angka putus sekolah, dan angka melanjutkan.

a. Rasio Ketersediaan Sekolah/Penduduk Usia Sekolah

Rasio ketersediaan sekolah adalah jumlah sekolah berdasarkan jenjang pendidikan tertentu per jumlah penduduk pada kelompok usia jenjang pendidikan tersebut. Rasio ini mengindikasikan kemampuan untuk mengakomodasi seluruh penduduk usia pendidikan. Selama kurun waktu empat tahun. Semakin kecil rasio antara ketersediaan sekolah dan jumlah penduduk usia sekolah maka semakin menurun kualitas pelayanan pendidikan.

Tabel 2.23 Rasio Ketersediaan Sekolah / Penduduk Usia Sekolah

Jenjang 2010 2011 2012 2013 2014 2015*

SD/MI/Paket A 1:157 1:180 1:161 1:238 1:181 1:342

SMP/MTs/Paket B 1:224 1:246 1:243 1:322 1:261 1:324 SMA/SMK/MA/Paket

C 1:398 1:389 1:421 1:481 1:434 1:308

Sumber data : LAKIP Kab. Bangka Barat 2014, Tahun 2015. *) Data Proyeksi

Dari tabel di atas, diketahui bahwa pertumbuhan penduduk usia sekolah SD dan SMP meningkat dengan pesat. Hal ini tidak diimbangi dengan ketersediaan sekolah. Untuk ketersediaan sekolah SD, pada tahun 2013, satu sekolah SD perlu menampung 238 murid. Terjadi peningkatan kebutuhan dari tahun 2010 ketika satu sekolah SD hanya perlu menampung 157. Begitu juga dengan ketersediaan sekolah SMP, pada tahun 2013, satu sekolah SMP perlu menampung 322 murid. Terjadi peningkatan kebutuhan dari tahun 2010 ketika satu sekolah SMP hanya perlu menampung 224 murid. Namun, berbeda dengan ketersediaan SMA/SMK, dapat diketahui bahwa terjadi penambahan jumlah sekolah sehingga rasio antara ketersediaan SMA/SMK cenderung meningkat signifikan.

b. Rasio Guru/Murid

Rasio guru terhadap murid adalah jumlah guru berdasarkan jenjang pendidikan per jumlah murid pada jenjang pendidikan tersebut. Rasio ini mengindikasikan ketersediaan tenaga pengajar yang juga menunjukkan kondisi ideal proporsi guru dan murid untuk mendukung peningkatan kualitas pendidikan.

Tabel 2.24 Rasio Guru/Murid Kabupaten Bangka Barat Tahun 2009-2014 Jenjang Pendidikan 2009 2010 2011 2012 2013 2014 SD/MI/Paket A 1:18 1:16 1:16 1:16 1:18 1:18 SMP/MTs/Paket B 1:14 1:13 1:13 1:13 1:23 1:17 SMA/MA 1:11 1:11 1:12 1:11 1:15 1:15 SMK 1:08 1:11 1:13 1:11 1:18 1:15

Sumber : LAKIP Kab. Bangka Barat 2014, Tahun 2015.

Data menunjukkan rasio guru terhadap murid pada jenjang pendidikan SD tahun 2014 adalah 1/18. Angka ini berarti seorang guru SD/MI melayani (mengajar) murid sebanyak 18 orang. Selama kurun waktu tahun 2010-2014 rasio ketersediaan guru di Kabupaten Bangka Barat untuk seluruh jenjang pendidikan dari SD, SMP, dan SMA cenderung tidak berubah signifikan. Hal tersebut dapat dipastikan karena penambahan jumlah guru juga diiringi dengan peningkatan jumlah murid pada jenjang tersebut.

Akan tetapi, rasio guru terhadap murid pada jenjang SMA dan SMK yang jauh lebih kecil dibandingkan dengan rasio guru terhadap murid pada jenjang SD dan SMP bukan berarti ketersediaan guru pada jenjang tersebut jauh lebih banyak, melainkan jumlah murid pada jenjang SMA dan SMK yang jauh lebih rendah dari jenjang pendidikan dasar. Hal tersebut didukung dengan angka partisipasi sekolah yang mengalami penurunan dari tingkat SD ke SMP, kemudian semakin menurun di tingkat SMA/SMK. Selain itu juga angka putus sekolah pada jenjang SMP dan SMA/SMK yang lebih tinggi dibanding angka putus sekolah di tingkat dasar.

2. Kesehatan

Tujuan pembangunan kesehatan sebagai salah satu upaya dalam pemenuhan hak dasar rakyat adalah mempermudah masyarakat di dalam memperoleh akses atas kebutuhan pelayanan kesehatan. Fasilitas kesehatan dengan perlengkapan dan tenaga kesehatan yang tersedia di Kabupaten Bangka Barat terbilang cukup memadai, dan telah tersebar sampai tingkat Dusun/Desa. Untuk terus memenuhi kebutuhan masyarakat akan kesehatan, Pemerintah Kabupaten Bangka Barat terus memperbanyak jumlah fasilitas kesehatan maupun jumlah tenaga kesehatan sesuai kebutuhan masyarakat.

a. Rasio Sarana Kesehatan

Sarana kesehatan merupakan salah satu sarana pelayanan umum dalam pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat. Sarana kesehatan yang mencakup rumah sakit, puskesmas, dan poliklinik merupakan sarana kesehatan yang berfungsi menyelenggarakan pelayanan kesehatan rujukan, asuhan keperawatan secara berkesinambungan, diagnosis, serta pengobatan penyakit bagi masyarakat. Semakin tinggi ketersediaan sarana kesehatan akan mampu menjamin pemenuhan kebutuhan dasar kesehatan masyarakat dengan catatan adanya dukungan akses pelayanan kesehatan yang baik.

Tabel 2.25 Rasio Rumah Sakit Per Satuan Penduduk

No. Indikator 2009 2010 2011 2012 2013 2014

1. Rasio pos pelayanan terpadu

(posyandu) per satuan balita 7,94 7,74 6,65 7,93 8,00 8,07 2. Rasio puskesmas, poliklinik,

pustu per satuan penduduk 1,9 0,21 0,16 0,18 0,17 0,17

3. Rasio Rumah Sakit per

satuan penduduk 0,01 0,01 0,01 0,01 0,01 0,01

Sumber: Dinas Kesehatan Kab. Bangka Barat, Tahun 2014.

Data rasio sarana kesehatan pada tahun 2009 sampai dengan 2013 yang ada menunjukkan beberapa hal, yaitu peningkatan jumlah sarana kesehatan rumah sakit dan posyandu dan stagnansi jumlah puskesmas. Penurunan rasio puskesmas dapat dimungkinkan terjadi bukan karena berkurangnya sarana kesehatan puskesmas melainkan karena adanya peningkatan jumlah penduduk sedangkan jumlah puskesmas tetap. Hal ini dapat dipastikan karena dari data kependudukan tidak terjadi penurunan jumlah penduduk yang signifikan. Peningkatan rasio sarana kesehatan ini menunjukkan adanya potensi peningkatan kualitas kesehatan masyarakat, meskipun jika dilihat dari nilainya, ketersediaan sarana kesehatan masih relatif rendah.

b. Rasio Tenaga Kesehatan

Kondisi tenaga kesehatan sangat berpengaruh terhadap pelayanan kesehatan di Kabupaten Bangka Barat. Jumlah tenaga kesehatan, yang terdiri atas dokter dan tenaga medis lainnya, jika tidak sebanding dengan jumlah penduduk yang harus

dilayani akan mengakibatkan pelayanan yang kurang efektif, bahkan tidak tertanganinya kasus-kasus kesehatan.

Tabel 2.26 Rasio Dokter, Tenaga Medis Per 1000 Penduduk

Indikator 2009 2010 2011 2012 2013 2014

Rasio Dokter per 1000

Penduduk 0,16 0,2 0,21 0,29 0,3 0,34

Rasio Tenaga Medis

per 1000 Penduduk 0,22 0,25 0,25 0,34 0,36 0,43

Sumber : Dinas Kesehatan Kab. Bangka Barat, Tahun 2014.

Rasio tenaga kesehatan diperoleh dengan membandingkan tenaga kesehatan, yaitu dokter dan tenaga medis dengan jumlah penduduk dikali 1000. Peningkatan rasio tenaga kesehatan di Kabupaten Bangka Barat di atas menunjukkan adanya peningkatan pelayanan kesehatan yang kemudian mendukung kualitas kesehatan masyarakat. Kondisi ini sebanding dalam mendukung peningkatan pembangunan manusia di Kabupaten Bangka Barat.