• Tidak ada hasil yang ditemukan

FOKUS PELAYANAN URUSAN WAJIB

BAB X PEDOMAN TRANSISI DAN KAIDAH PELAKSANAAN

C. Seni Budaya

2.3 ASPEK PELAYANAN UMUM

2.3.1 FOKUS PELAYANAN URUSAN WAJIB

A. Pendidikan

Pendidikan merupakan salah satu sektor yang mandapat perhatian utama khususnya dalam upaya peningkatan mutu dan kualitas sumber daya manusia sehingga mampu berperan aktif dan memberikan konstribusi dalam pembangunan. Berikut ini digambarkan beberapa capaian kinerja bidang pendidikan di Kabupaten Sidenreng Rappang. Pengembangan Anak Usia Dini atau APK PAUD Tahun 2012 mencapai 76,59 % hingga pada tahun 2014 mencapai 87,33 % presentase ini menunjukkan cakupan pelayanan anak usia dini yang terlayani.

Perkembangan rasio siswa per sekolah untuk tingkat SD/Mi untuk tahun 2008 sebesar 145,76 % mengalami peningkatan pada tahun 2013 rasio siswa/sekolah sebesar 147 %. Sedangkan Rasio Siswa per Sekolah pada tingkat SMP/MTs pada tahun 2008 sebesar 227,80 % dan pada tahun 2013 menurun rasio siswa/sekolah menjadi 209 %. Pada Rasio siswa per Sekolah tingkat SMA/SMK/MA tahun 2008 sebesar 262,85 % dan mengalami peningkatan pada tahun 2013 menjadi 317 %.

Perkembangan Rasio Siswa per Kelas untuk tingkat SD/Mi untuk tahun 2008 sebesar 22,73 % mengalami penurunan pada tahun 2013 menjadi 22 %. Sedangkan pada tingkat

SMP/MTs pada tahun 2008 sebesar 14,50 % dan pada tahun 2013 meningkat menjadi 25 %. Pada Rasio siswa per Sekolah tingkat SMA/SMK/MA sebesar 34,12 % dan mengalami penurunan pada tahun 2013 menjadi 29 %.

Perkembangan rasio siswa per guru menunjukkan tingkat kecukupan guru pada setaiap jenjang pendidikan. Perkembangan Rasio Siswa per Guru untuk tingkat SD/Mi untuk tahun 2008 sebesar 17,96 % mengalami penurunan pada tahun 2013 menjadi 12 %. Sedangkan pada tingkat SMP/MTs pada tahun 2008 sebesar 31,27 % dan pada tahun 2013 mengalami penurunan menjadi 11 %. Pada Rasio siswa per Sekolah tingkat SMA/SMK/MA sebesar 5,77 % dan meningkat pada tahun 2013 menjadi 10 %.

Perkembangan Angka Putus Sekolah SD/ MI mengalami fluktuasi mulai dari tahun 2008 sebanyak 0,36 % hingga pada tahun 2013 meningkat menjadi 0,4 %, sedangkan pada tingkat SMP/MTs perkembangan Angka Putus Sekolah dalam kurun waktu 6 tahun mengalami penurunan dari tahun 2008 sebesar 0,91 % hingga pada tahun 2013 mengalami penurunan menjadi 0,53 %. Demikian pula pada tingkat SMA/SMK/MA Angka Putus Sekolah pada tahun 2008 sebesar 1,05 % mengalami peningkatan pada tahun 2013 sebesar 2,10 %. Dilihat dari perkembangan pada Angka Putus Sekolah (APS) pada setiap jenjang pendidikan perlu mendapatkan perhatian serius agar penduduk usia sekolah untuh terus melanjutkan pendidikan.

Dilihat dari trend peningkatan terkait dengan Angka Kelulusan untuk SD/ Mi pada tahun 2008 sebesar 95,87 % dan pada tahun 2013 mengalami peningkatan menjadi 96,3 %. Pada tingkat SMP/MTs Angka Kelulusan pada tahun 2008 sebesar 94,87 % dan pada tahun 2013 mengalami peningkatan menjadi 99,14 %. Dan pada tingkat SMA/SMK/MA Angka Kelulusan pada tahun 2008 sebesar 82,37 % mengalami peningkatan menjadi 97,70 %.

Perkembangan Angka Melanjutkan dari SD/MI ke SMP/MTs pada tahun 2013 mencapai 76,64 % sedangkan Angka Melanjutkan SMP/MTs ke SMA/SMK/MA pada tahun 2013 menjadi 86,19 %. Dari aspek kualitas guru, tingkat guru yang memenuhi kualifikasi SI/D4 dalam kurun waktu 6 tahun dari tahun 2008 – 2013 mengalami peningkatan yang cukup signifikan sebesar 167,9 %.

Tabel 2. 42 Kinerja Urusan Pendidikan Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang Tahun 2008 – 2013

No.

Aspek/Fokus/Bidang Urusan/Indikator

Kinerja Capaian Kinerja

Pembangunan Daerah 2009 2010 2011 2012 2013

Pendidikan

1 Rasio Siswa / Sekolah

- Rasio Siswa/Sekolah SD/ MI 142 140,61 142,60 144,6 147 - Rasio Siswa/Sekolah SMP/MTs 231 207,58 228,21 229,48 209 - Rasio Siswa/Sekolah SMA/SMK/MA 621 298,00 311,00 315 317

2 Rasio Siswa / Kelas

- Rasio Siswa / Kelas SD / MI 22 22,04 22,37 22,44 22 - Rasio Siswa / Kelas SMP / MTs 29 27,93 26,90 27,30 25

3 Rasio Siswa / Guru

- Rasio Siswa / Guru SD / MI 14 12,68 13,66 13,52 12 - Rasio Siswa / Guru SMP/MTs 11 10,01 9,94 10,60 11 - Rasio Siswa / Guru SMA/SMK/MA 9 9,00 10 10 10

4 Angka Putus Sekolah

- Angka Putus Sekolah (APS) SD/MI³⁾ 0,42 0,5 0,3 0,30 0,4 - Angka Putus Sekolah (APS) SMP/MTs³⁾ 1,15 0,85 0,80 0,43 0,53 - Angka Putus Sekolah (APS) SMA/SMK/MA³⁾ 0,93 0,76 1,20 2,10 2,10

5 Angka Partisispasi Sekolah (APS)

-APS SD/MI 95,9 94,15 90,52 91,25 *

-APS SMP/MTs 69,65 67,65 66,37 65,66 *

-APS SMA/MA 37,69 41,08 49,75 49,91 *

6 Angka Kelulusan

- Angka Kelulusan (AL) SD/MI²⁾ 96,40 95,2 99,1 99,20 96,32 - Angka Kelulusan (AL) SMP/MTs²⁾ 76,30 89,72 99,28 99,67 99,14 - Angka Kelulusan (AL) SMA/SMK/MA²⁾ 88,53 89,34 97,47 97,99 97,70 Sumber : Dinas Pendidikan Kabupaten Sidenreng Rappang 2013

B. Kesehatan

1. Angka Kematian Ibu

Angka Kematian Ibu (AKI) adalah banyaknya wanita yang meninggal dari suatu penyebab kematian terkait dengan gangguan kehamilan atau penanganannya selama kehamilan, melahirkan dan dalam masa nifas (42 hari setelah melahirkan) per 100.000 KH. AKI berguna untuk menggambarkan tingkat kesadaran perilaku hidup sehat, status gizi dan ibu, kondisi lingkungan, tingkat pelayanan kesehatan terutama untuk ibu hamil, pelayanan kesehatan waktu ibu melahirkan dan masa nifas. Angka Kematian Ibu melahirkan di Kabupaten Sidenreng Rappang pada tahun 2008 sebesar 123,5 per 100.000 KH, sedangkan tahun 2009 naik menjadi sebesar 129,31 per 100.000 KH, tahun 2010 naik menjadi sebesar 133,11 per 100.000 KH dan tahun 2011 turun menjadi sebesar 69,31 per 100.000 KH, tahun 2012 turun menjadi sebesar 37,70 per 100.000 KH dan pada tahun 2013 naik menjadi sebesar 93,41 per 100.000 KH.

Gambar 2. 28 Angka Kematian Ibu

Sumber : Dinas Kesehatan Kabupaten Sidenreng Rappang Tahun 2013

Angka Kematian Balita

Angka Kematian Balita (AKABA) adalah jumlah anak yang dilahirkan pada tahun tertentu dan meninggal sebelum mencapai usia 5 tahun, dinyatakan sebagai angka per 1.000 KH. AKABA menggambarkan tingkat permasalahan kesehatan anak dan faktor-faktor lingkungan yang berpengaruh terhadap kesehatan anak balita seperti gizi, sanitasi, penyakit menular dan kecelakaan.

Gambar 2. 29 Angka Kematian Balita Sumber : Dinas Kesehatan tahun 2013

AKABA di Kabupaten Sidenreng Rappang pada tahun 2008 sebesar 0,2 per 1.000 KH, sedangkan tahun 2009 naik menjadi sebesar 0,43 per 1.000 KH, tahun

123.5 129.31 133.11

69.31

37.70

93.41

2008 2009 2010 2011 2012 2013

Angka Kematian Ibu (AKI) Per 100.000 KH di Kabupaten Sidenreng Rappang

Tahun 2008-2013 0.2 0.43 0.95 0.87 0.57 0.75 2008 2009 2010 2011 2012 2013

Angka Kematian Balita (AKABA) Per 1.000 KH di Kabupaten Sidenreng Rappang

2010 naik menjadi sebesar 0,95 per 1.000 KH dan tahun 2011 sebesar 0,87 per 1.000 KH, tahun 2012 turun menjadi sebesar 0,57 per 1.000 KH dan pada tahun 2013 naik menjadi sebesar 0,75 per 1.000 KH

Angka Kematian Bayi

Angka kematian bayi adalah banyaknya bayi yang meninggal sebelum mencapai usia satu tahun per 1.000 kelahiran hidup pada tahun yang sama. Gambaran perkembangan Angka Kematian Bayi di Kabupaten Sidenreng Rappang pada tahun 2008 sebesar 3,1 per 1.000 KH, sedangkan tahun 2009 naik menjadi sebesar 6,25 per 1.000 KH, tahun 2010 naik menjadi sebesar 10,46 per 1.000 KH dan tahun 2011 turun sebesar 7,62 per 1.000 KH, tahun 2012 turun menjadi sebesar 6,79 per 1.000 KH dan pada tahun 2013 turun menjadi sebesar 6,16 per 1.000 KH.

Gambar 2. 30 Angka Kematian Bayi Sumber : Dinas Kesehatan tahun 2013

Kasus Gizi Balita

Berikut ini digambarkan kasus gizi berdasarkan tinggi badan per berat badan yang terjadi di Kabupaten Sidenreng Rappang dalam kurun waktu tahun sejak tahun 2009 – 2013, dimana kasus gizi kurang pada tahun 2009 sebesar 249 kasus dan pada tahun 2013 mengalami meningkat menjadi 581 kasus. Sedangkan kasus gizi buruk mangalami penurunan yang cukup signifikan dari tahun 2009 sebanyak 28 kasus dan pada tahun 2013 mengalami penurunan mencapai 10 kasus.

3.1 6.25 10.46 7.62 6.79 6.16 2008 2009 2010 2011 2012 2013

Angka Kematian Bayi (AKB) Per 1.000 KH di Kabupaten Sidenreng Rappang

Gambar 2. 31 Kasus Gizi Buruk dan Gizi Kurang

Sumber : Dinas Kesehatan Kabupaten Sidenreng Rappang tahun 2013

Jumlah Posyandu pada tahun 2009 - 2013 sebanyak 309 unit, tidak terjadi penambahan dan ketersediaan posyandu di setiap Desa/Kelurahan minimal 2 unit. Rasio Puskesmas, Poskesdes dan Pustu per 100.000 penduduk pada tahun 2009 sebesar 38,30 dan pada tahun 2013 sebesar 45,58.

Jumlah Rumah Sakit di Kabupaten Sidenreng Rappang dari tahun 2009 - 2013 sebanyak 3 rumah sakit. Dimana Rasio Rumah Sakit Per Satuan sebesar 1,20 pada tahun 2009 dan sebesar 1,07 pada tahun 2013. Sementara Rasio Dokter Per 100.000 Penduduk dari tahun 2009 sebanyak 17,15 dan pada tahun 2013 sebesar 17,03.

Perkembangan Cakupan Komplikasi Kebidanan yang ditangani selama periode 2009 sampai 2013 mengalami fluktuasi pada tahun 2009 mencapai 41,81% dan tahun 2103 sebesar 73,71%. Adapun cakupan komplikasi kebidanan yang dimaksud adalah ibu hamil, ibu bersalin, ibu nifas yang mengancam jiwa ibu /bayi.

Perkembangan cakupan pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan yang memiliki kompetensi kebinanan mengalami peningkatan dari tahun 2009 hanya mencapai 82,89% hingga pada tahun 2013 mencapai 96,11%.

Perkembangan cakupan Desa/Kelurahan Universal Child Immunization (UCI) dari tahun 2009 sebesar 83,96% dan tahun 2013 sebesar 95,28%. Cakupan Desa/Kelurahan Universal Child Immunuzation (UCI) adalah Desa/Keurahan. dimana >80% dari jumlah bayi

249 240 258 287

581

28 20 26 21 10

2009 2010 2011 2012 2013

Kasus Gizi Buruk dan Gizi Kurang di Kabupaten Sidenreng Rappang Tahun 2009-2013

yang ada di Desa/Kelurahan tersebut sudah mendapat imunisasi data lengkap dalam waktu satu tahun.

Perkembangan Cakupan Gizi Buruk mendapat perawatan di Kabupaten Sidenreng Rappang tahun 2013 sudah mencapai 100%. Hal ini menunjukkan bahwa kasus balita gizi buruk sudah tertangani seluruhnya.

Berikut disajikan data kinerja kesehatan Kabupaten Sidenreng Rappang Tahun 2009-2013:

Tabel 2. 43 Kinerja Kesehatan Tahun 2009 – 2013 Kab Sidenreng Rappang

No Aspek/Fokus/Bidang

Urusan/Indikator Kinerja

Capaian Kinerja

Pengembangan Daerah 2009 2010 2011 2012 2013

Kesehatan

1 Jumlah Posyandu (unit) 309 309 309 309 309

2 Jumlah Balita 4.702 5.076 5.111 5.893 14.216

3 Rasio Posyandu Per Satuan Balita 15,22 16,43 16,54 19,07 46,01

4 Rasio Puskesmas, Pustu, dan Poskesdes Per 100.000 Penduduk

38,30 41,98 43,87 45,99 45,58

5 - Rasio Rumah Sakit Per Satuan Penduduk

1,20 1,19 1,14 1,10 1,07

6 - Rasio Dokter Per 100.000 Penduduk

17,15 17,03 19,07 18,40 17,09

7 - Cakupan Komplikasi Kebidanan yang di Tangani

41,81% 59,15% 75,62% 69,01% 73,71%

8 - Cakupan Pertolongan Persalinan oleh Tenaga Kesehatan yang Memiliki Kompetensi Kebidanan

82,89% 91,25% 94,56% 92,70% 96,11%

9 - Cakupan Desa/Kel. Universal

Child Immunization (UCI)

83,96% 88,68% 87,74% 99,06% 95,28%

10 - Cakupan Gizi Buruk Mendapat Perawatan

61,29% 100% 100% 100% 100%

11 - Cakupan Penemuan dan Penanganan Penderita Penyakit TBC BTA

58,26% 58,48% 59,89% 54,82% 46,27%

12 - Cakupan Penemuan dan Penanganan Penderita Penyakit DBD

100% 72,69% 70,73% 86,44% 90,17%

13 - Cakupan Pelayanan Kesehatan Rujukan Pasien Masyarakat Miskin

69,78% 39,01% 69,68% 80,48% 81,91%

14 - Cakupan Kunjungan Bayi 69,50% 97,34% 95,34% 96,89% 96,45% Sumber : Dinas Kesehatan Kabupaten Sidenreng Rappang, 2014

Dokumen terkait