Tinta white board dapat dipersiapkan dengan metode yang sudah diketahui, bahwa hasil optimum akan diperoleh apabila menggunakan bangunan komponen yang berikut ini ;
6. Volatile solvent vehicle. 7. Colorant
8. Binder resin.
9. Optional surfactant. 10. Optional releasing agent. 11. Agen pemlastis.
12. Wetting agent 13. Anti skinning agent. 14. Levelling agen. 15. Anti floating agen. 16. Defoaming agen.
17. Preservatif dan fungicides.
Diawali dengan mencampur pelarut dan resin diikuti dengan penambahan pewarna akan membuat hasil terbaik dengan sifat pewarnaan, erasability, writability dan stabilitas apabila digunakan sebagai tinta untuk white board.
Berikut ini akan dinukilkan pembuatan tinta white board dari beberapa ahli yang telah mendaftarkan penemuannya sebagai hak intelektual. Penemuan tersebut merupakan karya ilmiah yang jenial dari pribadi yang dengan tekun melukan riset dan percobaan untuk mendapatkan produk yang sesuai dengan perkembangan zaman.
Papan tulis white board mulai muncul sejak tahun 60an, maka sejak saat itu pembuatan tinta white board atau erasable ink mulai diproduksi. Awal pembuatan tinta white board tidak menggunakan resin atau polimer, kemudian menggunakan resin alami sebagai binder misalnya sirlak, gum atau lacquer. Akhir akhir ini penggunaan polimer sebagai binder sudah sedemikian maju. Polimer sebagai binder
yang digunakan meliputi polivinil alkohol, polivinil asetat, polivinil chloride, polivinil butyral, polivinil pyrolidone dan gabungan dari resin tersebut unutk mendapatkan hasil yang terbaik.
Penggunaan pelarut untuk pembuatan tinta white board, awalnya menggunakan senyawa keton, sepert aseton, metil etil keton atau metil isobutyl keton. Senyawa keton mempunyai bau yang sangat menyengat dan dapat merusak organ dalam khususnya paru – paru. Adanya kekwatiran terhadap masalah tersebut maka para peneliti mulai merumuskan formulasi tinta white board yang tidak menggunakan pelarut dari seenyawa keton tersebut.
Segera dimulai pemburuan tinta white board yang user friendly yaitu yang menggunakan air sebagai pelarutnya. Formulasi tinta white board yang bmenggunakan air sebagai pelarut belum menunjukkan kesempurnaan karena waktu kering yang lama sehingga bila dihapus akan menyebabkan papan white board menjadi kotor. Formulator mulai mengkombinasikan antara pelarut yang bukan keton dengan air. Saat ini berkembang formulasi tinta white board yng menggunakan air dan alkohol sebagai pelarutnya sebagai jawaban atas masalah lingkungan dan kesehatan, maka unutk sesaat dapat dinikmati tinta white board yang lebih aman untuk digunakan, walaupun alkohol sendiri juga merupakan pelarut yang tidak sepenuhnya aman untuk kesehatan.
A.Tinta white board tanpa menggunakan resin.
Whiteboard telah lama diguanakan sebagai pengganti blackboard, belajar dari US patent no 3 563 782 atas nama Liberman dan kawan – kawan merupakan hak paten pertama tentang tinta whiteboard. Komposisi tinta whiteboard mengandung pelarut yang mempunyai tegangan permukaan yang rendah sebagai bagian yang paling besar dan sejumlah kecil pewarna ( dye ) tanpa ada komponen resin sebagai binder. Berikut ini merupakan contoh dari formulasi tersebut. Hampir semua dye yang dapat larut dalam alkohol dapat digunakan untuk formulasinya. Contoh dari dye tersebut adalah ; 1. Spirit nigrosin SSB – Color indeks 864.
3. Luxol Fast Red – Solvent Red 33. 4. Luxol Fast Red L
5. Spirit Soluble Fast Red 2G
Tabel 4.1 Formulasi tinta white board tanpa binder resin. Komposisi A
Color Ingredients Range percent Optimum percent
Black Nigrosine SSB 10 -20 15
Ethyl cellosolve 45 - 80 60
Pentoxol* 10 - 35 25
Komposisi B
Blue Spirit Soluble Fast Blue RBF 5 – 10 7.5 Ethyl Cellosolve 55 - 85 67.5
Pentoxol 10 - 35 25
Komposisi C
Red Spirit Fast Red 3R 10 - 20 20
Ethyl Cellosolve 80 – 90 80 Komposisi D Black Nigrosine SSB 20 Methyl Cellosolve 70 Pent-Oxone* 10 Komposisi E Black Nigrosin WSB No 50 20 Water 65 Pentoxol 14 Pluronic L-64** 1 Komposisi F Black Nigrosin WSB No 50 15 Water 20 Methyl Cellosolve 65 Komposisi G Black Nigrosin WSB No 50 10 Water 40 Methyl Cellosolve 10 Pentoxol 40
* Pentoxol dan **Pent-Oxone adalah pelarut ***Pluronic L-64 merupakan wetting agen
Formula diatas telah dicoba dituliskan diatas plastik polyethylen putih dengan hasil yang bagus, berwarna hitam mengkilap dan mudah dihapus.
Kelemahan dari tinta diatas adalah, apabila terkena kulit atau kain sangat sulit untuk dihilangkan, walaupun mudah dihapus dari permukaan yang tidak menyerap seperti keramik, plastik dan whiteboard.
Apabola dimasukkan pada alat tulisnya atau pena, penyimpanannya harus horisontal akibatnya akan makan banyak ruangan ditempat penyimpanan. Penyimpanan secara vertikal yang lama mengakibatkan persipitasi ( pengendapan ) warna pada ujung nib dari pena, sehingga menyebabkan penumpukkan warna yang selanjutnya pada pemakaian seterusnya akan didapati warna yang memudar.
b.Tinta white board menggunakan resin alami.
Untuk memberikan gambaran yang lebih jelas diberikan tiga contoh formulasi tinta berdasarkan us patent.
1. US Patent 4 097 289
Konsep dasar dari paten ini, tinta dibangun atas komponen volatil organik solven, binder ( resin ) natural, sintetis atau drivatif cellulose, colorant, separating agent dari senyawa ester ( n butyl stearat, isopropil myristat, ethyl laurat dll ).
Tabel 5.2 formulasi tinta menggunakan resin alami a. Black ink.
Microlith black C – A Geigy 5 bagian. Celulose asetat butirat ( lv) 3 bagian.
I propanol 20 bagian.
N butyl asetat 67.5 bagian
N butyl stearat 4.5 bagian
b. Blue ink.
Microlith blue 4 G – A Geigy 5 bagian.
Ethyl celulose 1 bagian.
Celulose asetat butyrat 2 bagian.
i. propanol 20 bagian.
Butyl asetat 67.5 bagian.
Isopropil miristat 4.5 bagian c. Red ink.
Microlith scarlet R.A Geygi 5 bagian.
Butanol 5 bagian
Ethyl asetat 7 bagian.
Butyl asetat 56 bagian.
I – decyl stearat 4.5 bagian 2. US Patent 4 587 117
Konsep dasar dari paten ini, tinta dibangun atas komponen volatil organik solven, binder ( resin ) natural, colorant, separating agent dari senyawa fatty acid ester
Tabel 5.3 formulasi tinta menggunakan resin alami
1. Blue ink.
Fuji IK Blue 2B ( C.I. 69825 ) 6.0 ( pewarna biru )
MEK 80.0 ( pelarut )
Uniester H310 14.0 ( Separating agent ) 2. Black ink.
. Microlit Black C – A ( C.I.77266) 7.0 ( pewarna hitam )
Ethanol 73.0 ( pelarut )
Ethyl cellosolve 5.5 ( pelarut )
NJLUB TPO 5.0 ( separating agent ) Uniester H312R 5.0 ( separating agent ) Noigen ET-80 4.2 ( surfactan )
Softer 1000 0.3 ( surfactan ) 3. Black ink
Fuji IK Black 8.0 ( pewarna hitam ) Methyl Isobutil Keton 83.0 ( pelarut )
UniesterH334R 6.0 ( separating agen )
3. US Patent 4 256 494
Konsep dasar dari paten ini, tinta dibangun atas komponen volatil organik solven, binder ( resin ) natural, sintetis atau derivatif cellulose, colorant, separating agent dari
senyawa ester ( n butyl stearat, isopropil myristat, ethyl laurat dll ). Senyawa glikol propilen glikol, diethilen glikol dan hidrocaebon wax.
Tabel 5.4 formulasi tinta menggunakan resin alami
1. Red ink. Permanent red F4R 3 % Ethyl celulose 3 % Benzene 27 % I – propanol 30 % Ethanol 24 % Triethilen glikol 11.% Parafin wax 2.%
Drying up time 30 menit.
2. Red ink. Permanent red F4R 3 % Ethyl celulose 3 % Benzene 22 % I – propanol 30 % Ethanol 26 % Triethilen glikol 11.% α - olefin wax 5.%
Drying up time 20 menit. 3. Blue ink
Cyanine blue 3%
Acetyl selulose 4 % Methyl celosolve asetat 53.%
Ethanol 30 %
Liquid parafin 8 %
Drying up time 30 min. 4. Red ink Permanent red F4R 3 % Ethyl celulose 3 % Benzene 28 % I – propanol 30 % Ethanol 24 %
Poliethylen polipropilen glikol 10 %
Parafin wax 2.%
Drying up time 30 menit.
c.Formulasi menggunakan alkohol sebagai pelarut.
Adanya pengalaman formulasi tinta dengan menggunakan senyawa keton atau senyawa lain yang berbau menyengat atau tidak sehat, formulator kemudian merumuskan suatu formulasi tinta yang lebih sehat, ramah lingkungan dan tidak berbau menyengat. Formulasi tinta whiteboard yang baik harus memenuhi kriteria berikut ini;
1. mudah kering. 2. mudah dihapus.
3. tidak terjadi persipitasi. 4. tidak berbau.
5. tidak beracun.
Formulasi tinta yang seperti diatas dapat dipenuhi dengan menggunakan tinta yang pelarutnya alkohol. Senyawa alkohol dibanding senyawa keton lebih aman, kurang berbau, kurang toksik dan mudah didapat. Tinta yang menggunakan alkohol dan air sebagai pelarut lebih mudah untuk kering jika dibandingkan tinta yang hanya menggunakan air saja sebagai pelarut.
Berikut ini adalah beberapa formulasi tinta yang menggunakan alkohol sebagai pelarut, belajar dari us paten nomor 6 031 023 maka didapatkan formulasi tinta yang berikut ini;
Tabel 5.5 formulasi tinta alkohol sebagai pelarut
Ingredient 1 2 3 4
Ethanol 96% 50.2 43.0 52.0 43.0
PVP K-30* 12.4 12.0 12.0 12.0
FLUOROALIPHTIC ( C4 – C8 MIXTURE ) oxyethylen adduct surfactan
5 5 5 5
Alkoxylatic phosporic acid ester
4.0 4.0 4.0 4.0
TWEEN 60** 1.0 1.5 1.4 1.4
VISCOSOFT VP 25395*** 5.0 4.5 4.6 4.6
Mykon NRW – 3 1.0 1.0 1.0 1.0
Bis(2- ethylhexyl ) sebaceate 9.0 9.0 9.0 9.0
Colorant 12.4 20.0 12.0 20.0
Total
* PVP K-30 = international Spealty Product, 2 – pyrrolidone, 1 ethylhexyl – homo polimer. ** Tween 60 = ICI America Inc ( Poly( ethylene ) 2 sorbitan monostearat.
*** Viscosoft VP 2539 = Boehme Filatex INC : Propiertary aminosilicone dan alcohol ethoxylate emulsion.
Formulasi lain menggunakan resin polyvinyl butyral dan polyvynil pyrrolidone, yang menggnakan kombinasi dua resin menghasilkan tinta yang lebih baik, formulasi tersebut adalah seperti berikut,
Tabel 5.6 formulasi tinta alkohol sebagai pelarut
Ingredient 1 2 Ethanol 96% 74.5 49.0 2 propanol - 32.5 Tween 60 4.0 11.5 Fluorocarbon 1.0 - Plyvynil butyral 2.5 4.0
Polyvynil pyrrolidone co acrylic acid 15.0 -
Colorant 3.0 3.0
Total 100.0 100.0
Formulasi 1 lebih menghasilkan produk tinta white board yang lebih baik dari pada formulasi 2.