Liliana Bambang , J.P Morgan
Meraih kembali pangsa pasar. Kami memprakirakan pertumbuhan penjualan semen SMGR akan mampu melampaui pertumbuhan pasar di tahun 2013, dengan dukungan 2 pabrik baru, di Tuban dan Tonasa, sehingga kembali akan meningkatkan pangsa pasar. Kami juga memprediksi pertumbuhan pendapatan SMGR lebih besar dari pemain lain yang juga terdaftar di BEI. SMGR juga berencana menambah 2 pabrik baru, di Padang dan di Rembang dengan kapasitas total antara 5-6 juta ton per tahun. Program ekspansi tersebut, kami lihat tidak akan mempengaruhi posisi keuangan SMGR yang tetap kuat. Kami (13 November 2012) memberi rating Buy, dengan target harga Rp18.000 per saham dari posisi terakhir, Rp14.700,- (12 November 2012). P/E dalam 12 bulan kedepan diperkirakan adalah 15,6x dan EV/EBITDA adalah 10,3x.
Rachman Koeswanto, PT Deutsche Bank Verdhana Indonesia
Penyelesaian dua pabrik baru dengan kapasitas design total 6 juta ton per tahun akan membuat SMGR mampu mengatasi kendala kapasitas dalam memenuhi permintaan pasar yang tumbuh dengan baik dan meningkatkan pangsa pasar. Namun juga akan membuat Perseroan dapat beroperasi dengan
margin yang semakin baik dan efisien dengan dukungan 2 pabrik baru dan meningkatnya sinergi antar perusahaan dalam grup. Operasi pabrik baru yang didukung dengan fasilitas tambahan lain membuat biaya energi menjadi lebih rendah, biaya pemeliharaan menurun dan biaya packing
semen lebih terkendali. Hasilnya SMGR kami prediksikan akan mampu meningkatkan margin operasi di masa mendatang. SMGR juga (pada 14 November 2012) telah menandatangani
Conditional Share Purchase Agreement untuk mengambil alih kepemilikan saham mayoritas Thang Long Cement Joint Stock Company (Thang Long), produsen semen di Vietnam, dengan kapasitas 2,3 juta ton per tahun.
Oleh karenanya, kami (13 November 2012), merekomendasikan posisi Buy untuk saham ini, dengan harga saat ini adalah Rp14.700 pada PER sebesar 18,3x. Target harga dalam 12 bulan mendatang adalah Rp17.000 per saham dan PER menjadi 14,2x.
Swati Chopra, Merrill Lynch
Permintaan semen domestik diprakirakan naik 14,5% (28 Nov 2012) dan SMGR akan mampu memenuhi pertumbuhan pasar tersebut dengan dukungan 2 pabrik baru berkapasitas design total 6 juta ton pertahun apalagi jika rencana akuisisi Thang Long Cement (TLCC) di Vietnam yang memiliki pabrik berkapasitas 2,3 juta ton per tahun terealisir. Dengan tambahan pabrik baru, kami menilai hambatan kapasitas telah berhasil dilalui oleh SMGR, namun sebaliknya dengan INTP dan Holcim. Pertumbuhan pasar akan memberi tekanan pada kapasitas produksi kedua produsen tersebut, dan memberi potensi margin yang lebih baik pada SMGR. Potensi tersebut dalam beberapa tahun kedepan masih terbuka, mengingat pemain asing baru masih mengalami banyak kendala dalam merealisasikan rencana investasi industri semen di Indonesia. Hal yang sama juga dialami oleh INTP yang berencana membangun pabrik baru di Jawa Tengah. Dengan gambaran tersebut, kami menilai SMGR berada di posisi paling siap menyambut pertumbuhan permintaan semen di tahun-tahun mendatang dibandingkan 2 produsen semen lain yang juga terdaftar di BEI. Oleh karenanya kami (28 November 2012) merekomendasikan BUY untuk saham SMGR dengan target harga Rp17.800 per saham untuk 12 bulan kedepan dan perkiraan PER 13 x.
Adrianus Bias Prasuryo, Samuel Sekuritas Indonesia
Kembalinya Sang Raja Semen. Setelah dalam 3 tahun terakhir mengalami penurunan market share karena keterbatasan kapasitas, 2013 akan menjadi turnaround year bagi Semen Gresik (SMGR) seiring tambahan kapasitas sebesar 8.3jt ton (+30%) dari 2 pabrik barunya dan tambahan kapasitas dari Thang Long Cement, Vietnam, yang akan diakusisi. Dengan tambahan kapasitas ini, pertumbuhan SMGR dalam 2 tahun ke depan akan lebih tinggi dari
peers-nya dan industri yang saat ini justru sedang menghadapi capacity constraint. Perseroan juga akan segera memulai pembangunan pabrik baru di Padang (Sumatera) berkapasitas 3 juta ton, selain telah mendapatkan persetujuan untuk membangun pabrik baru di Rembang (Jawa Tengah). Dengan tambahan kapasitas tersebut, kami memproyeksikan pendapatan perseroan akan tumbuh sekitar 18% CAGR dalam 2 tahun ke depan, lebih tinggi dari rata-rata peers-nya yang hanya sekitar 13%
CAGR. Kami (17 Desember 2012) menaikkan rekomendasi kami untuk SMGR menjadi BUY dengan target harga baru Rp17.500 yang mentranslasikan PER ’13E 18x.
Salman Fajri / Teguh Hartanto, Bahana
Kami berkesempatan mengunjungi fasilitas produksi Tonasa V, pabrik baru yang berkapasitas design sebesar 3 juta ton/tahun sebagai hasil modifikasi dan telah memasuki tahap commissioning sejak 16 September 2012. Selain pabrik baru, beberapa fasilitas penunjang utama, seperti dermaga pelabuhan telah diperbaiki. Pada areal produksi Tonasa, juga tengah dibangun power plant berkapasitas 2x35 MW dengan progress pembangunan per 10-11 Desember 2012 adalah 95,4% dan ditargetkan beroperasi pertengahan tahun 2013. Diluar area Semen Tonasa, SMGR diketahui tengah menambah beberapa packing plant, seperti di Balikpapan, Papua, dan Kendari. Penyelesaian seluruh fasilitas produksi dan fasilitas pendukung distribusi tersebut akan meningkatkan kemampuan SMGR dalam memenuhi permintaan pasar dengan lebih efisien. Dengan demikian, kami (12 Desember 2012) merekomendasikan Buy, dengan target harga saham SMGR Rp17.600 per saham dari harga saat ini sebesar Rp14.800, menunjukkan potensi kenaikan sebesar 19%. Target harga tersebut mencerminkan EV/EBITDA sebesar 10,7x dan PER 15x.
Chandra Pasribu, Danareksa
Program ekspansi berkelanjutan dari SMGR. Setelah menyelesaikan pembangunan dua pabrik baru berkapasitas
design total 6 juta ton per tahun, SMGR telah mendapatkan persetujuan untuk membangun tambahan 2 (dua) pabrik baru berkapasitas design masing-masing sebesar 3 juta ton, di Padang (Sumatera) dan di Rembang (Jawa Tengah). Perseroan juga telah menyelesaikan akuisisi produsen semen di Vietnam, berkapasitas 2,3 juta ton per tahun pada bulan Desember 2012, dan membangun beberapa fasilitas pendukung distribusi, packing plant, di beberapa lokasi prospek. Dengan keseluruhan program ekspansi tersebut SMGR akan memiliki kapasitas produksi terbesar di Indonesia.
Realisasi laba bersih SMGR, sedikit di bawah ekspektasi, akibat naiknya beberapa komponen biaya produksi utama, namun tetap naik 23,5% mencapai RP4,8 triliun. EBITDA margin juga meningkat, sebagai hasil realisasi produksi dari unit pabrik baru. Oleh karena itu kami (27 Februari 2013) merekomendasikan beli saham SMGR dengan target harga Rp18.650 per saham, dari posisi Rp16.650 (26 Februari 2013), dengan PE 15,3 x. Target harga kami pada tanggal 17 Januari 2013 adalah Rp18.650 per saham sementara sebelumnya, tanggal 15 Oktober 2012, kami merekomendasikan beli SMGR dengan target harga Rp15.500 per saham.
AUDITOR
KAP Purwantono, Suhermann & Surja
Anggota Ernst & Young Global Limited Indonesia Stock Exchange Building Tower 2, 7th Floor
Jakarta 12190, Indonesia P. (62-21) 5289 5000 F. (62-21) 5289 4100