• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kelemahan Penelitian

Dalam dokumen KECERDASAN VISUAL SPASIAL PADA LUKISAN OKTA. (Halaman 140-184)

BAB V PENUTUP

C. Kelemahan Penelitian

1. Batasan pembahasan kecerdasan visual spasial pada karya seni lukis Okta berupa tema, ide gagasan, bentuk, warna, dan ruang.

2. Penelitian ini tidak mengkaji seluruh karya seni lukis Okta, melainkan 5 karya seni lukis yang dikelompokkan berdasarkan ide gagasan, tema, bentuk, warna, dan ruang.

122

DAFTAR PUSTAKA

Armstrong, Thomas. 2002. Multiple Intellegence in the Classroom: Sekolah Para Juara. Terjemahan Oleh Murtanto Y. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. _______, Thomas. 2002. 7 Kind of Smart. Jakarta: Gramedia

_______, Thomas. 2002. Sekolah Para Juara Menerapkan Multiple Intellegences di Dunia Pendidikan. Terjemahan Oleh Murtanto Y. Bandung: Kaifa. Chatib, Munif. 2011. Gurunya Manusia: Menjadikan semua anak Istimewa dan

Semua Anak Juara. Bandung: Kaifa

Davido, Roseline. 2012. Mengenal Anak Melalui Gambar. Jakarta: Salemba Humanika.

Gardner, H. 1999. Itellegence Reframed: Multiple Intellengences for The 21th. New York: Basic Book.

_______, Howard. 2003. Kecerdasan Majemuk (Multiple Intellegence) Teori dalam Praktek. Terjemahan Oleh Alexander Sindoro. Batam: Interaksara.

_______, Howard. 2013. Multiple Intellegences: Memaksimalkan Potensi & Kecerdasan Individu Dari Masa Kanak-kanak Hingga Dewasa. Terjemahan Oleh Yelvi Andri Zaimur. Jakarta: Daras Books.

Hildayani, Rini, dkk. 2005. Psikologi Perkembangan. Jakarta: Universitas Terbuka.

Hurlock, Elisabeth B. 2000. Perkembangan Anak Jilid 1. Jakarta: Erlangga. Jasmine, Julia. 2007. Panduan Praktis Mengajar Bernasis Multiple Intellegences.

Bandung: Nuansa

Lowenfield, V, Brittain, W. Lambert. 1975. Creative and Mental Growth. New York: Macmillan Publishing. Co., Inc.

Yusuf, Syamsu. L,N. 2005. Psikologi Perkembangan Anak dan Remaja. Bandung: Rosdakarya.

Martuti, A. 2012. Mengelola PAUD dengan Aneka Permainan Meraih Kecerdasan Majemuk. Yogyakarta: Kreasi Wacana.

123

Pamadhi, Hajar. 2010. Konsep Pendidikan Seni. Yogyakarta: Jurusan Pendidikan Seni Rupa FBS UNY.

Retnowati, Tri Hartiti. Bambang Prihadi. 2010. Pendidikan Profesi Guru Pendidikan Seni Rupa Pembelajaran Seni Rupa. Yogyakarta: Kementrian Pendidikan Nasional

Rose, C. dan Nicholl, M.J. 2002. Accelerated Learning for The 21st Century: Cara Belajar Cepat Abad XXI. Bandung: Nuansa Cendekia.

_______, M.J. 2003. Accelerated Learning for The 21st Century: Cara Belajar Cepat Abad XIXXII. Jakarta: Nuansa.

_______, dkk. 2007. Super Accelerated Learning for The 21st Berdasarkan Riset Terbaru Para Ilmuan. Bandung: Jabal

Rusdarmawan, 2009. Children’s Drawing dalam PAUD. Yogyakarta: Kreasi Wacana.

Salam, Sofyan. 2001. Pendidikan Seni Rupa di Sekolah Dasar: Buku Ajar untuk Mahasiswa PGSD. Universitas Negeri Makasar.

Schmidt, Laurel. 2002. Jalan Pintas Menjadi 7 Kali Lebih Cerdas. Bandung: Kaifa.

Sugihartono, dkk. 2007. Psikologi Pendidikan. Yogyakarta: Universitas Negeri Yogyakarta Press

Syukur, Sugeng. 2005. Peta Kompetensi Guru Seni (Seni Rupa, Seni Tari, Seni Musik). Bandung: Kerjasama Direktorat Jendral PMPTK Depdiknas dengan Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni UPI.

Sugiyono. 2010. Memahami Penelitian Kualitatif. Bandung: ALFABETA,CV. Walgito, Bimo.2007. Pengantar Psikologi Umum Edisi IV. Yogyakarta: ANDI

124

Sumber Internet

Gardner, Howard. 2006. Multiple Intelegence, http: //www.education.com/ reference/article/Ref_visual-learner. Diunduh pada tanggal 10 Desember 2014.

Retnowati, Tri Hartiti. 2009. “Pengembangan Instrumen Penilaian Seni Lukis

Anak di Sekolah Dasar”,

http://journal.uny.ac.id/index.php/jpep/article/view/1406. Diunduh pada tanggal 13 Agustus 2015.

Silverman, Linda Kreger. 2003. “Visual-Spatial learner: An Introduction”,

http://www.education.com/reference/article/Ref_visual-learner. Diunduh pada tanggal 6 Mei 2015.

125

126

LAMPIRAN 1

SURAT IJIN PENELITIAN

137

LAMPIRAN 2

JADWAL PENELITIAN

138

LAMPIRAN 3

KISI-KISI WAWANCARA

139

Lampiran 3: Kisi-kisi Wawancara

Kisi-kisi Wawancara dengan Guru Kelas

No. Pertanyaan

1. Siapa anak yang menonjol dalam melukis?

2. Bagaimana Okta pada mata pelajaran SBK (melukis) dan pelajaran lain?

3. Apakah Okta memberi judul pada lukisanya? 4. Bagaimana prestasi akademis Okta?

5. Tingkat perhatian Okta bagaimana? 6. Apakah Okta suka corat-coret?

7. Anak yang cerdas itu seperti apa dan bagaimana? 8. Apakah Okta anak yang cerdas secara umum?

9. Apakah anak yang mampu menuangkan ide pikiranya dalam lukisan dapat dikatakan cerdas?

10. Kecenderungan Okta dalam belajar? 11. Apa kesulitan anak dalam melukis?

12. Apakah Okta mampu menyelesaikan masalah yang ada dalam kegiatan melukis?

13 Apakah pengalaman, pengamatan visual anak mempengaruhi proses berpikir dan hasil lukisan anak?

140

Kisi-kisi Wawancara dengan Orangtua Subjek

No. Pertanyaan

1. Apakah Okta suka menggambar atau melukis? 2. Sejak kapan Okta suka melukis?

3. Menurut anda, apakah kemampuan Okta dalam melukis merupakan bakat turunan?

4. Menurut anda lukisan Okta itu bagaimana? 5. Apakah Okta sering melukis atau menggambar? 6. Siapa yang mendampingi Okta dalam melukis? 7. Apakah ada yang mengarahkan Okta dalam melukis? 8. Apa warna kesukaan Okta?

9. Apakah ada mainan favorit Okta? 10. Hal yang tidak disukai Okta?

11. Yang Ibu tau Okta mempunyai cita-cita apa?

12. Pelajaran yang disukai dan tidak disukai Okta apa Bu?

13 Anak yang cerdas visual spasial itu biasa suka mengingat atau nunjukkin jalan Bu, kalau Okta bagaimana?

14. Pernah tidak Bu, Okta membayangkan sesuatu? 15. Kegiatan Okta dirumah apa Bu?

16. Biasanya Okta menggambar pakai alat Bu?

17. Sepengetahuan Ibu, lukisan Okta bercerita tentang apa? 18. Kesulitan Okta dalam menggambar itu apa Bu?

141

Kisi-kisi Wawancara dengan Guru Ekstrakurikuler Seni Lukis

No. Pertanyaan

1. Kalau di kelas ekstrakulikuler, menurut mba siapa yang menonjol? 2. Kenapa Okta?

3. Menurut mba, apakah Okta ini suka menggambar?

4. Pendapat mba tentang hasil karya lukisan Okta bagaimana? 5. Objek yang sering muncul dalam lukisan Okta itu apa mba?

6. Apakah ada yang mengarahkan Okta dalam melukis, misal mba yang mengajari Okta atau Okta belajar sendiri?

7. Bagaimana perilaku Okta pada saat melukis atau menggambar ? 8. Okta itu tergolong anak yang mudah fokus atau perhatiannya gimana

yang mba tau?

9. Kalo daya ingat Okta itu sendiri menurut mba gimana?

10. Menurut mba, apakah Okta suka berimajinasi atau membayangkan sesuatu?

11. Menurut yang mba tau, bagaimana Okta dalam bersosialisasi atau berinteraksi dengan temannya?

12. Okta biasa menggambar pake alat apa?

13 Apakah lukisan Okta itu bercerita mba? Kalau iya mungkin tentang apa?

14. Menurut yang mba tau, kesulitan Okta dalam melukis atau menggambar atau mewarnai itu apa mba?

142

Kisi-kisi Wawancara Triangulasi

No. Pertanyaan

1. Bagaimana pendapat anda tentang kecerdasan visual spasial pada anak?

2. Bagaimana pendapat anda tentang cara berpikir, isi yang dipikirkan, dan hasil berpikir anak yang memilki kecerdasan visual spesial tinggi? 3. Apa pendapat anda tentang kecerdasan visual spasial anak dalam karya

143

LAMPIRAN 4

HASIL WAWANCARA

1 TABEL HASIL WAWANCARA DENGAN GURU KELAS

Nama : Ammah Sovianti, S.pd Tempat : SD Taman Siswa Jetis

Tanggal : 12 September 2015 (11.30 WIB)

No. PERTANYAAN JAWABAN HASIL

1. Siapa anak yang menonjol dalam melukis?

Yang menonjol? Kalo mungkin kerapihanya itu, evelyn, tapi kemarin-kemarin ikut taekwondo ya jadi ga ikut seni lukis. Kalau yang ikut seni lukis itu, yang idenya. Ada kan yang idenya bagus lalu kemudian gambarnya detail itu ada Okta, Okta itu idenya bagus cuman gambarnya kadang agak besar dan banyak seperti itu. Ee setiap anak saya rasa punya kemampuan masing-masing ya, ada yang punya kemampuan mewarnainya bagus, ada yang menuangkan idenya bagus, ada yang sederhana tapi rapih. Rapih dari menggambar sampai finising sampai pewarnaan bagus.

Berdasarkan pengamatan Ibu Ammah, selaku guru kelas dua dan guru pengampu mata pelajaran SBK (melukis). Setiap anak memiliki kemampuan atau kelebihan masing-masing dalam melukis. Anak yang memiliki potensi yang menonjol dalam bidang seni lukis adalah Okta. Hal tersebut dikarenakan Okta mampu memvisualkan ide-idenya.

2. Bagaimana Okta pada mata pelajaran SBK (melukis) atau pelajaran lain?

Kalo pelajaran lain sih mengikuti, tapi ga begitu menonjol, ee sedang-sedang saja, tidak terlalu menonjol dan tidak terlalu rendah. Untuk SBK (melukis) dia menuangkan idenya bagus. Untuk tema, kan kebetulan SBK itu

Okta mampu mengikuti setiap pelajaran dengan cukup baik, Okta tidak terlalu menonjol dalam pelajaran selain menggambar, Okta mampu mengolah ide, menuangkan

2 biar anak-anak yang terkadang gambar itu

bingung, jadi saya kasih tema, temanya itu pilihan, kadang dua dan kadang satu.

Temanya misal biota laut, disitu Okta banyak ide-idenya seperti, ada kapal, mancing, ikan-ikan. Jadi tidak cuma laut saja yang digambar. Ide-idenya lebih bagus ya.

ide serta menciptakan lukisan yang kompleks.

3. Apakah Okta memberi judul pada lukisanya?

Judul? Biasanya tema,iya, misalnya keindahan laut atau biota laut, keindahan alam, transportasi. Eee pernah sekali itu saya kasih bebas, gambarnya bebas. Dia sering kali ngambil tema eee ini superhero. Mungkin karena pengaruh nonton TV juga ya.

Okta memberikan judul sesuai tema yang Okta lukis. Okta suka melukis dengan tema superhero.

4. Bagaimana prestasi akademis Okta? Sedang, dia mampu mengikuti Cuma ada yang lebih bisa gitu. Jadi dia sedang-sedang saja.

Okta merupakan anak dengan prestasi akademik sedang.

5. Tingkat perhatian Okta bagaimana? Kefokusan? Dia menyelesaikan tugas tepat waktu juga. Dia bisa fokus, Cuma kalo untuk pelajaran IPS dan PKN kan abstrak ya, kan banyak membaca jadi mungkin agak kurang tertarik dia. Kalo ada gambar-gambar seperti IPA kemudian ee MATEMATIKA masih bisa, maksudnya masih tertarik gitu. Tapi kalo PKN,IPS dia kurang tertarik gitu.

Menurut pengamatan Ibu Ammah, Okta mampu menyelesaikan tugas tepat waktu. Tingkat perhatian dan fokus okta dalam pelajaran cukup baik, khususnya dalam pelajaran menggambar dan matematika (visual dan logik). Pelajaran PKN,IPS (bahasa) Okta kurang tertarik. 6. Apakah Okta suka corat-coret? Mungkin tulisanya ya, kadang besar kadang

kecil tapi kebanyakan besar. Ketika ada pelajaran yang dia kurang suka, dia akan nyambi menggambar kecil dipojokan, di

Kemampuan motorik halus Okta dalam menulis kurang bagus. Okta suka mencorat-coret buku tulis dan buku pelajaran dengan gambar.

3

8. Apakah Okta anak yang cerdas secara umum?

Cerdas secara umum. Eee rata-rata sih ya. Menurut Ibu Ammah Okta adalah anak yang cerdas rata-rata.

9. Apakah anak yang mampu menuangkan ide pikiranya dalam lukisan dapat dikatakan cerdas?

Belum tentu kalo menurut saya, belum tentu cerdas, karena cerdas itu kan menurut saya umum ya, ga Cuma itu. Ga Cuma kesenian aja. Kalo dia mampu menuangkan ide pikiranya ke dalam gambar, saya kira yang pertama bakat. Dua, bisa juga karena belajar, belajar SBK. Seperti itu, iya. Nah untuk yang pertama bakat tadi, jadi apa ya, jadi galian gurunya mungkin, untuk menggali untuk memberikan arahan, masalah pewarnaan,

Menurut Ibu Ammah, anak yang mampu menuangkan ide pikiranya dalam lukisan belum dapat dikatakan cerdas, karena cerdas bersifat umum dan tidak hanya terkait masalah seni rupa saja. Kemampuan anak dalam menuangkan ide pikiran dalam lukisan hanya dinilai sebagai bentuk bakat pada anak.

bawah, di belakang, di ruang-ruang kosong di buku.

7. Anak yang cerdas itu seperti apa dan bagaimana?

Yang cerdas? Yang cerdas itu anak yang bisa menyelesaikan masalahnya sendiri, iya. Cepet tanggap, ketika ada tugas dia bisa

menyelesaikan. Kemudian idenya, ide-idenya. Dia bisa menyerap pelajaran. Kemudian dia dapat mengapresiasikan, ya seperti itu.

Menurut Ibu Ammah, anak yang cerdas adalah anak yang mampu menyelesaikan masalah, cepat tanggap, dapat menyelesaikan tugas, kemampuan mengolah ide, mampu menyerap pelajaran atau informasi, dan mampu mengapresiasikan diri.

4 mungkin anak belum paham betul masalah

pewarnaan. Yan nanti kita ajari jangan sampai keluar batas garis misalnya, atau gradasi agar lebih bagus. Mungkin lebih ke arah sana. Kalo cerdas belum tentu.

10. Kecenderungan Okta dalam belajar? Audio Visual ya, kebanyakan anak-anak itu selain mendengar juga melihat sesuatu informasi kedalam otak mereka. Hampir seluruhnya seperti itu. Hehe

Okta lebih menyukai belajar secara audio visual.

11. Apa kesulitan anak dalam melukis? Kesulitan anak kalo secara pribadi masing-masing anak kan beda. Kalo secara umum kesulitanya menuangkan ide atau mencari ide apa yang harus digambar walaupun sudah ada temanya. Misal tema transformasi, tema transformasi kan masih umum, pasti banyak mau gambar apa, la itu mereka yang lama mikirnya.

Menurut Ibu Ammah, kesulitan anak dalam melukis adalah menentukan, mengolah dan menuangkan ide dalam melukis.

5 masalah yang ada dalam kegiatan

melukis?

superhero gitu ya, tapi ketika ada tugas menggambar dengan tema yang lain dia bisa langsung, idenya langsung dituangkan. Pernah saya memberi tema itu tentang transportasi, kebetulan hari itu mungkin dia suka keindahan alam. Jadi dia menggambar pemandangan gunung, kemudian ada

mobilnya lewat ada truk juga. Jadi disitu ada yang dia suka. Tapi tetap perlu dilatih juga untuk mengukur besar kecilnya objek ya, jangan sampai rumput sama orang besar rumputnya ya itu kan proporsionalnya juga perlu dilatih, walaupun imajinasi ya.

menerima stimulus dengan baik, mampu menyesuaikan diri dalam mengerjakan tugas sesuai tema. Okta dapat mengolah apa yang ingin Okta lukis dengan tema yang diberikan guru. Tapi kemampuan secara teknis seperti ukuran proporsi, warna tetap perlu dilatih.

13. Apakah pengalaman, pengamatan visual anak mempengaruhi proses berpikir dan hasil lukisan anak?

Kalo secara umum sih, apa yang mereka lihat sehari-hari itu bisa saja masuk ke

imajinasinya, iya. Seperti dari televisi atau dari lingkungan langsung, menggambar bebek, menggambar ayam gimana, gambar

Hasil pengalaman visual, pengamatan visual mempengaruhi anak dalam berpikir dan hasil lukisan anak.

6 angsa, angsa itu gimana. Ya ada

pengaruhnya, iya. 14. Apakah Okta memiliki minat melukis

yang tingi?

Okta, dia punya ide kemdian bisa

menuangkan bisa, kemudian mewarnanya juga lumayan, iya. Kan adakan anak yang cuma bisa itunya aja, menggambar tapi mewarnanya ga bisa.

7 TABEL HASIL WAWANCARA DENGAN ORANG TUA

Nama : Endang Sri W, S.si. Tempat : SD Taman Siswa Jetis

Tanggal : 12 September 2015 (12.30 WIB)

No. PERTANYAAN JAWABAN HASIL

1. Menurut anda anak yang cerdas itu seperti apa?

Anak yang cerdas kalo saya itu, yang pertama pasti ada hubungan antara IQ dan EQ ya. IQ itu kan bisa diukur, tapi kan kalo tidak digunakan ya sama saja. Punya IQ tinggi belum tentu cerdas, kecuali kalau dia dapat mengembangkanya. Cuman kalo dia punya IQ dan EQ yang dua-duanya seimbang anak itu cerdas. Ya cepet nerima informasi, dan informasi tadi tidak cepet hilang gitu loh. Ya jadi ada tiga aspek kan, makanya kenapa dalam penilaian tu ada aspek kognitif, afektif dan psikomotor. Jadi harus imbang.

2. Apakah Okta anak yang cerdas? Ah, dia biasa aja tu mas. Kalau dibanding kakaknya itu lebih cepat nrima informasi lebih cepat kakaknya. Saya pikir dulu itu juga karena perbedaan anak laki-laki dan

8 cenderung sak geleme dewe kayak gitu. nek

anak perempuan kan enggak. Tugas-tugas sekolah kayak PR itu kalau saya gak itu ya, gitu. tapi kalo gambar atau pelajaran gambar ya itu dia seneng. Makanya ektranya dia ga milih taekwondo, milihnya seni lukis.

“kenapa ga taekwondo?” “ga, saya pengin

seni lukis”. 3. Menurut anda kecerdasan majemuk itu

apa?

Kecerdasan majemuk? Jadi kecerdasan yang ga cuma satu dari sisi akademik dan non akademik mungkin ya? Jadi ya, mungkin selain diimbangi itu tadi, dengan segi kognitif, afektif dan psikomotor dia bagus. 4. Menurut anda kecerdasan visual spasial

itu apa?

Nek visual itu kan nek menurut saya ya, itu cuman yang tampak gitu ya? Spasial itu kayaknya ruang ya mas?

5. Apakah Okta suka menggambar atau melukis?

Kalo menggambar sih iya ya mas, wong buku gambar itu kalo misalnya beli itu langsung habis, gambar-gambarnya ya yang seperti saya bilang ga bagus ya tapi gambarnya bercerita, dan gambarnya selalu penuh dan selalu habis. Nanti minta lagi-minta lagi. “kan

kemarin baru saja beli?” “iya tapi kan udah

habis” kayak gitu.kalo gambarnya yang saya liat, ya saya sendiri sebagai orang awam itu ya ga tau ya kalo ternyata gambarnya punya nilai tersendiri. Yang saya pikir ya cuma corat-coretan saja.

9

8. Menurut anda lukisan Okta itu bagaimana?

Kalo saya sih orang yang ga tau seni ya, nek dari segi bentuk mungkin saya sendiri liatnya itu ga bagus ya mas. Karena kan memang bentuknya acak-acakan kayak gitu. Tapi gambarnya dia itu memang cerita itu loh bercerita, ga cuma objek apa gitu, tapi pasti ada ceritanya.

9. Apakah Okta sering melukis atau menggambar?

Sesering apa ya? Sering, sering ya mas. Orang dulu pernah sampe dimarahin bapake karena semua dinding itu penuh sama gambarnya Okta gitu. Nek dirumah paling kalo dia bosen nonton TV paling ambil kertas terus gambar. Iya. Kalo ga, pas belajar, besok ada pelajaranya dia nggambar. Iya. Yang saya 6. Sejak kapan Okta suka melukis? Kalo suka gambar paling dari TK ya dia itu,

TK itu udah mulai kelihatan kayak gitu. Pokoknya jenis gambarnya itu ya kayak gitu-gitulah, ya yang seperti njenengan lihat sendiri itu.

7. Menurut anda, apakah kemampuan Okta dalam melukis merupakan bakat turunan?

Kalo dari bakat sepertinya ga ada ya mas ya. Maksudnya keturunan gitu ya? Saya sendiri ga bisa, bapaknya juga ga bisa. paling bisa itu karena memang pekerjaanya. Pekerjaanya kan memang ngukur-ukur tanah itu loh mas.

10 amati itu dia itu ya kalo ga itu orang pasti

simbol-simbolnya club bola itu loh, Nah itu. Ya cuman kayak gitu, tapi nek mewarnai dia itu kok kurang suka gitu loh, jadi kebanyakan gambarnya diwarnai dia itu. Tapi pernah ya

disini ada lomba agustus’an. Anak-anak yang

besar itu lomba itu ya main kelereng yang kayak gitu-gitu. Yang anak kecil kan mewarnai, dia itu selesai gambarnya dan nomer satu mewarnai. Mungkin pas niatnya bagus mungkin ya atau sedikit dipaksakan ya mungkin itu. Tapi gambarnya dia itu jarang yang dia warnai gitu loh.

10. Siapa yang mendampingi Okta dalam melukis?

Kadang sama mba’e, kebanyakan dia sendiri, sendiri iya. Kan mba’e juga aktivitas sendiri tah mas. Dan dia biasanya nggambarnya di lantai, glosoran kayak gitu. Kebetulan kan Okta tu anak yang jarang main ya mas. Jadi

11 saya memang melarang main gitu loh, main

sama anak sebayanya gitu loh. Karena kan biasanya anak-anak suka sepedaan dan biasanya bablas gitu loh mas. La emang saya larang itu satu. Yang kedua dia kan

kebanyakan waktunya habis disekolah, dirumah paling berapa jam tah gitu? Kecuali kalo ada temenya dateng dia baru main. Tapi kalo main diluar itu ga pernah. Nah mungkin itu ya yang buat dia imajinasinya gitu. 11. Apakah ada yang mengarahkan Okta

dalam melukis?

Ngga, les lukis itu ga. Cuma disekolah aja paling belajar sama gurunya.

12. Apa warna kesukaan Okta? Biru dia itu, apapun benda apapun pokoknya biru. Kaos biru, dusgripnya dia pun biru, selain biru ga mau pokoknya. Masuk SD po ya mas. Nek dulu itu ga begitu ini, tapi kalo sekarang itu ya saya tu maunya biru. Bahkan dia nentang kalo saya itu beli warna ungu,

12 “ungu tu ga bagus katanya”. Ya gitu.

13 TABEL HASIL WAWANCARA DENGAN GURU EKSTRA SENI LUKIS

Nama : Ferdhia S S.Pd Tempat : di rumah Ibu Ferdhia

Tanggal : 02 Oktober 2015 (20.00 WIB)

No. PERTANYAAN JAWABAN HASIL

1. Menurut anda anak yang cerdas itu seperti apa?

Anak yang berprestasi, anak yang mampu menyelesaikan masalah yang dihadapi, ee sepertinya begitu mas.

Anak yang cerdas adalah anak yang mampu menyelesaikan masalah yang dihadapi.

2. Kecerdasan majemuk menurut mba itu apa?

Kecerdasan majemuk itu kecerdasan yang menilai potensi, bakat yang dimiliki anak sebagai bentuk potensi kecerdasan. Misalnya ada anak yang cerdas verbal, cerdas matematik, ada juga yang cerdas visualnya, sepertinya kaya gitu mas.

Kecerdasan yang menilai potensi, bakat yang dimiliki anak sebagai bentuk potensi kecerdasan yang majemuk.

3. Menurut anda kecerdasan visual spasial itu apa?

Kecerdasan visual spasial ee kecerdasan visual anak yang peka secara visual, biasanya suka menggambar mas.

Kecerdasan yang memiliki kepakaan terhadap detai visual, dan cenderung gemar menggambar atau melukis. 4. Kalau di kelas ekstrakulikuler, menurut

mba siapa yang menonjol?

Okta sih mas kayanya, iya Okta. Berdasarkan pengamatan di kelas ekstra seni lukis Okta yang paling menonjol diantara yang lain.

5. Kenapa Okta? Karena gambarnya sangat ekspresif ya, terus kelihatan natural gitu.

Lukisan Okta dinilai sebagai unkapan perasaan Okta yang natural dan ekspresif.

14

8. Objek yang sering muncul dalam lukisan Okta itu apa mba?

Dalam dokumen KECERDASAN VISUAL SPASIAL PADA LUKISAN OKTA. (Halaman 140-184)

Dokumen terkait