Bila Para Penderita Paraplegi Curhat di Klinik PMI --- oleh Bambang MBK
E. FOTO UNTUK KEPERLUAN BERITA DAN DOKUMENTASI
PMI memanfaatkan foto untuk keperluan:
Cara memilih foto yang benar untuk kepentingan media
Foto merupakan komponen penting dalam mendukung kegiatan komunikasi, terutama untuk kegiatan jurnalistik, hubungan masyarakat serta dokumentasi.
1. Dokumentasi yang pada suatu saat akan dipergunakan untuk keperluan laporan, media publikasi dan promosi.
2. Jurnalistik yaitu untuk memperkuat/ilustrasi dari sebuah berita (news) dan Siaran Pers ( pers realease) baik untuk media internal maupun eksternal.
1. Kualitas bagus artinya tidak buram/blur (tajam) dan tidak kekurangan atau kelebihan cahaya.
2. Foto close up atau medium shoot, tidak terlalu banyak orang /objek. 3. Setting foto sebaiknya bersifat natural, alami dan tidak dibuat-buat.
4. Foto interior dan eksterior, JANGAN menggunakan pose “klise” misalnya pengambilan foto secara frontal, carilah yang bersudut pandang menarik.
5. Foto harus “bercerita”
6. Stok foto banyak tapi selektif
7. Kualitas foto minimum berukuran 800-1200 pixel, terutama untuk siaran pers yang dikirim lewat email, namun untuk stok foto selalu dengan ukuran kerapatan yang tinggi antara 2000 - 3000 pixel dalam format jpeg, tif atau RAW.
8. Sertakan keterangan foto (caption) yang informatif tetapi singkat 9. Penulisan keterangan foto juga menggunakan prinsip 5W+1H
10. Tuliskan nama setiap orang yang ada dalam foto dan kenapa mereka penting 11. Tiap orang dalam foto dituliskan urut dari kiri atas ke kanan bawah
12. JANGAN sekali-kali menempel keterangan foto di belakang foto 13. JANGAN menempel foto di bawah/bagian akhir siaran pers
14. Satu foto satu keterangan foto dalam satu lembar halaman 15. Cantumkan nama/identitas fotografer
17. Sertakan kontak yang dapat dihubungi
19. Bila foto akan disimpan (burn) dalam Compact Disk (CD)
- Beri judul foto dengan angka misalnya: PMI 1, PMI 2, Donor Darah 3, dan seterusnya.
- Buat keterangan foto dalam program MS. Words dengan kode nama yang sama. Contoh: Foto 1: Dari kiri ke kanan Ahmad Reza, Ketua PMI; Sudarman, Kepala Sukarelawan PMI, Rusman Suryadi, Ketua RT Desa Balongsari, dan seterusnya.
- Siaran pers, data pendukung, dan lain-lain juga ikut di-burn dalam CD Rom. - Burn juga logo PMI dalam bentuk JPG dan TIFF. Kadang-kadang media
28
Secara umum foto PMI selalu:
Pedoman Pemotretan
Foto yang akan kita buat akan membawa nama PMI sebagai bagian dari Gerakan:
Memotret di lapangan
Foto yang akan kita buat akan membawa nama PMI sebagai bagian dari Gerakan:
Memotret yang baik
1. Memperlihatkan kegiatan pelayanan yang harmonis, saling menjaga kehormatan serta martabat antara PMI sebagai penyampai bantuan dengan penerima bantuan.
2. Memperlihatkan dengan jelas Identitas PMI dengan penempatan sebagaimana mestinya.
3. Memperlihatkan interaksi manusia dengan manusia atau interaksi manusia dengan manusia bersama perlengkapannya.
1. Sebelum memotret, pikirkan sejenak, foto seperti apa yang kita inginkan? Foto itu akan berbicara apa? PMI adalah orang-orang untuk orang-orang.
2. Ambil foto orang-orang pada pusat perhatiannya, sebaiknya; fotolah orang yang sedang membantu orang (aturan dasar prinsip kemanusiaan), sedangkan foto kendaraan dan gedung tidak akan bisa menangkap kehangatan dan emosi.
3. Pastikan lambang dan atau logo dan tulisan terlihat jelas. Hati-hati jangan menempatkan lambang/logo bukan pada semestinya.
4. Kalau memungkinkan, jangan memotret misalnya; pengurus yang sedang duduk di belakang meja, tapi potretlah jika ia sedang melakukan pekerjaannya.
5. Wajah akan berbicara jujur, potretlah wajah mereka terutama pada saat mereka berinteraksi.
6. Jika memotret undangan atau pejabat, usahakan mencari kesempatan mereka sedang melakukan sesuatu, atau minimal perlihatkan mereka sedang saling berpandangan satu sama lain atau mengobrol.
1. Foto memperlihatkan mengapa PMI terlibat.
2. Foto memperlihatkan bagaimana PMI terlibat. Jika memungkinkan foto-foto tersebut mengikuti setiap tahapan, misalnya dari proses bantuan, dari penerimaan sampai distribusi bantuan.
3. Foto memperlihatkan kerjasama dan kapasitas PMI.
4. Foto memperlihatkan proyek jangka panjang (memperlihatkan pelibatan masyarakat membangun irigasi, kesehatan, dan lain-lain)
5. Foto memperlihatkan proyek khusus atau partisipasi spesifik seperti staf PMI dalam pekerjaannya.
6. Foto memperlihatkan prinsip-prinsip dan kriteria bantuan.
1. Tidak lebih dari 4 orang yang terlihat di satu foto.
2. Pada kerumunan pastikan dapat dibedakan orang PMI yang sedang melakukan pelayanan.
29
4. Pastikan lambang/logo/tulisan PMI terlihat jelas. 5. Bawa perasaan subjek ke dalam foto.
6. Pada banyak kasus, foto close up lebih baik daripada foto jarak jauh. 7. Jangan lupa meminta ijin kepada orang yang akan dipotret.
Pengambilan foto SUDAH BENAR, hanya saja keterangan foto tidak lengkap, dimana kita tidak tahu jabatan atau siapa dia? Seberapa pentingkah dia?
Tambahan:
- pengambilan pada saat kegiatan rapat, musyawarah atau seminar harus terlihat siapa pembicaranya dengan jelas.
- pengambilan pada acara penting dimana pelaku harus jelas kelihatan, dan memberikan keterangan foto dan fotografer.
- Keterangan foto SALAH, karena tidak menunjukkan pentingnya lokakarya tersebut.
- Tidak menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar. - Foto ini TIDAK MEMILIKI NILAI BERITA.
Contoh Pengambilan Foto Close up
Contoh Pengambilan Foto Suasana
Mar’ie Muhammad, Ketua Umum PMI (Foto: Yuki)
30
Contoh pengambilan foto Suasana
Contoh pengambilan foto: Peserta sebuah event
Contoh pengambilan foto: Kegiatan PMI
Foto ini dapat menjadi nilai berita, asalkan: - Orang-orang yang di dalam foto ini adalah
orang-orang “penting” misalnya Ketua Komite Palang Merah Internasional, Menteri Kesehatan, dan lain-lain. Bila hanya berupa dokumentasi internal, maka jangan gunakan foto ini. Berikan foto yang lebih menunjukkan aksi, misalnya seorang pelatih dari Palang Merah Internasional sedang memberikan seminar.
- Setiap foto harus ada keterangannya.
Kesalahan foto:
- Tidak ada nilai berita karena tidak ada keterangan foto.
- Tidak ada “action” atau melakukan sesuatu.
- Hanya untuk dokumentasi internal. Bukan untuk dipublikasikan.
Foto ini sudah baik dan benar
31
Contoh pengambilan foto Peristiwa H o t N e w s
Contoh pengambilan foto: PeristiwaH o t N e w s
Foto ini diambil dari koran Kompas tentang kelangkaan minyak tanah. Foto ini tidak memiliki keterangan foto, karena digunakan sebagai “ p e n g u a t ” b e r i t a . T a n p a keterangan pun foto ini sudah “berbicara” lantang tentang situasi saat itu.
Foto ini diambil dari koran Kompas tentang banjir. Tanpa keteranganpun foto ini sudah menceri takan banyak hal.