FAKTOR-FAKTOR PENGUAT KONTRA RADIKALISME AGAMA DI DUNIA MAYA
4. Framing Postingan “ Perkuat RUU Anti Terorisme,
Komisi Bahtsul Masail Qonuniyyah Usulkan Ini”7
Tanggal 24 November 2017
Postingan dengan judul Perkuat RUU Anti Terorisme, Komisi Bahtsul Masail Qonuniyyah Usulkan Ini, Membahas tentang pendapat dari pimpinan Sidang Komisi Bahtsul Masail Qonuniyyah
7
http://www.nu.or.id/post/read/83604/perkuat-ruu-anti-terorisme-komisi-bahtsul-masail-qonuniyyah-usulkan-ini-
atau Perundang-undangan Munas dan Konbes Nahdlatul Ulama 2017, Zaini Rahman.disebuttkan ada beberapa ulasan yang dianggap memperkuat RUU Anti Terorisme. Pembahasan hanya berkutat pada permasalahan tersebut, yang menjelaskan ada tiga hasil usulan yang terkait RUU Anti Terorisme..
Tabel 4.0.4.1
“Perkuat RUU Anti Terorisme, Komisi Bahtsul Masail
Qonuniyyah Usulkan Ini”8
Tanggal 24 November 2017 dalam Perangkat Framing Robert N. Entman Seleksi Isu 1. Komisi Bahtsul Masail
Qonuniyyah memebrikan usulan untuk memperkuat RUU Anti Terorisme yang sedang dibuat oleh pemerintah.
Penonjolan Aspek
1. Dalam judul tulisan penonjolan dilakukan pada kata “perkuat” untuk menambah daya kekuatan dari pembuatan RUU Anti terorisme oleh pemerintah. Hal yang dapat memperkuat tersebut melalui usulan dari Komisi Bahtsul Masail Qonuniyyah. 2. Pada lead ditonjolkan bahwa
Pimpinan Sidang Komisi Bahtsul Masail Qonuniyyah menyebutkan adanya usulan dari hasil sidang kepada pemerintah dalam hal
8
http://www.nu.or.id/post/read/83604/perkuat-ruu-anti-terorisme-komisi-bahtsul-masail-qonuniyyah-usulkan-ini-
RUU Anti Terorisme. Berikut kalimat tersebut: ―Pimpinan Sidang Komisi Bahtsul Masail Qonuniyyah atau Perundang-undangan Munas dan Konbes Nahdlatul Ulama 2017 Zaini Rahman menyebutkan, ada beberapa usulan yang dilahirkan komisi perundang-perundangan terkait dengan Rancangan Undang-Undang Anti Terorisme (RUU Anto Terorisme).‖
Define Problem
Permasalahan dalam tulisan ini dijelasakan guna menghadapi persoalan radikalisme, Sidang Komisi Bahtsul Masail Qonuniyyah dianggap dapat memperkuat RUU Anti Terorisme dengan usulan-usulan yang diberikan kepada pemerintah. Ada beberapa usulan yang diberikan melalui pimpinan sidang Komisi Bahtsul Masail Qonuniyyah atau Perundang-undangan Munas dan Konbes Nahdlatul Ulama 2017, Zaini Rahman, berikut kalimat yang menjelaskan hal tersebut:
―Pimpinan Sidang Komisi Bahtsul Masail Qonuniyyah atau Perundang-undangan Munas dan Konbes Nahdlatul Ulama 2017 Zaini Rahman menyebutkan, ada beberapa usulan yang
dilahirkan komisi perundang-perundangan terkait dengan Rancangan Undang-Undang Anti Terorisme (RUU Anto Terorisme).:
Diagnose Causes
permasalahan yang muncul diduga bahwa terorisme terus berkembang karena mereka yang akan melakukan kejahatan terorisme tidak ditindak oleh pihak yang berwajib. Penindakan dilakukan setelah aksi-aksi teroris menyerang sasaran mereka, hinga timbul korban-korban yang tidak berdosa. Penjelasan di atas disebutkan dalam kalimat postitif dari usaulan untuk memperkuat RUU anti terorisme, sebagai berikut:
―...mendukung penindakan mereka yang akan melakukan terorisme.‖
Selanjutnya, Penyebar ideologi radikal masih bebas menyebarkan paham yang mereka jalankan. Mereka bebas menyebarkan karena tidak adanya penindakan terhadap penyebar radikalisme. Setelah mereka ditindak, paham yang mereka miliki masih ada di dalam pikirannya. Hal tersebut sesuai penjelasan kalimat berikut:
―...penindakan terhadap pikiran dan penyebaran ideologi radikalisme dan terorisme.‖
Lembaga yang berkaitan dengan pemberantasan terorisme juga dinilai masih kurang untuk mengatasi permasalahan radikalisme. Lembaga yang bersangkutan diantaranya BNPT, PMD dan Densus 88. Mereka dinilai masih kurang efektif menyelesaikan permasalahan radikalisme yang ada di Indonesi. Masyarakat masih banyak terpengaruh paham radikal hingga pengeboman dan intoleransi masih banyak terjadi. Berikut kalimat yang menjelaskan hal tersebut:
―...ada kelembagaan baru yang melibatkan pemerintah dan masyarakat untuk mengawal program pencegahan, penindakan, dan pemulihan pelaku terorisme.‖
Make Moral Judgement
Keputusan moral yang dimunculkan dalam tulisan tersebut menjelaskan bahwa kita sebagai masyarakat harus selalu peduli untuk mengatasi permasalahan radikalisme, baik paham yang disebarkan maupun pelaku teror yang telah tertangkap. Kita arus waspada terhadap penyebaran radikalisme dan perlu untuk
dilakkan pemberantasan. Radikalisme sesuatu yang berbahaya bagi masyarakat, korban yang terjangkit akan memiliki sifat intoleran yang akan berujung pada perilaku kekerasan.
Namun, kita juga tidak boleh mengucilkan mereka, kita harus merangkul mereka untuk dapat beubah. Hal tersebut harus dilakukan secara hati-hati, jika tidak, kita yang akan terpengaruh dangan paham mereka. Diperlukan ilmu khusus agar kita dapat merangkul mereka untuk berubah dan menghilangkan pemahaman radikal yang ada di kepala mereka. Penjelasan ini dapat kita pahami setelah membaca keseluruhan isi tulisan.
Threatment Recomendation
Penyelesaian masalah yang dimunculakan dimuat dalam usulan Komisi Bahtsul Masail Qonuniyyah, melalui pendapat pimpinan sidang. Disebutkan usulan tersebut adalah sebagai berikut. Pemerintah harus mendukung penindakan terhadap orang yang akan melakukan tindakan terorisme. Tidak hanya menindak pelaku teror yang mengatasnamakan jihad, hingga
muncul banyak korban tidak bersalah. Hal tersebut dijelaskan dalam kalimat berikut:
―...mendukung penindakan mereka yang akan melakukan terorisme.‖
Selanjutnya, Penyebar radikalisme dan terorisme harus ditindak pihak yang berwajib. Penindakan dilakukan baik secara hukum ataupun tindakan yang dilakukan untuk mengosongkan pikiran radikal mereka. Sebelumnya pemerintah harus mengetahui terlebih dahulu orang-orang yang telah terpapar radikalisme sebelum mereka melakukan tindakan yang mengancam masyarakat luas. Hal tersebut dijelasan dalam alimat berikut:
―...penindakan terhadap pikiran dan penyebaran ideologi radikalisme dan terorisme. Menurut dia, tindakan terorisme itu berawal dari pikiran dan ideologi yang radikal.‖
Pemerintah juga dianjurkan untuk membuat lembaga baru. Dalam lembaga baru tersebut knsepnya melibatkan masyarakat untuk mengawal program pencegahan, penindakan dan pemulihan pelaku terorisme. Tentu pemerintah harus mengeluarkan tenaga ekstra, untuk melatih masyarakat agar dapat ikut serta
dalam pencegahan, penindakan agar tidak main hakim sendiri dan melakuan pemulihan. Hal tersebut dijelasakan pada kalimat berikut:
―...ada kelembagaan baru yang melibatkan pemerintah dan masyarakat untuk mengawal program pencegahan, penindakan, dan pemulihan pelaku terorisme.‖